Selasa, 05 Desember 2017

Menangani Anak yang Sedang Merajuk

Banyak orang tua yang bingung dalam menghadapi anaknya pd saat merajuk meminta sesuatu sampai marah atau (tantrum).
Mungkin orang tua belum mengetahui atau sudah mengetahui namun belum mempraktekkannya.

Jika kita ingin mudah  mengendalikan anak dengan baik, maka sesungguhnya kita wajib mengetahui dan memahami bagaimana cara alamiah otak manusia bekerja.

Anak adalah ciptaan Tuhan yg super canggih. Namun sayang, banyak orang tua yang tidak mengetahui bagaimana cara mengendalikan anak melalui pendekatan cara kerja otaknya.

Taukah kita bahwa satu bentakan saja dapat membunuh miliaran sel otak anak ? Taukah kita, jika kita sering memarahi anak, maka anak kita cendrung lebih agresif ?

Jika anak kita sudah memasuki usia SD, namun masih suka tantrum.. Yuk, kita evaluasi bagaimana pola asuh kita di rumah ?

Otak manusia terbagi menjadi  3 bagian spesifik, yaitu ;

SATU, neocortex (otak berfikir), berfungsi merencanakan masa depan, menyelesaikan masalah, berbicara dan berkomunikasi, mengendalikan motorik, berfikir kreatif dan intuisi.

DUA, mamalian (otak rasa), berfungsi utk kekebalan, memori jangka panjang, cinta kasih, sbg saklar yg menghubungkan informasi yang masuk ke dlm otak dan di teruskan ke neocortex.

TIGA, reptil (otak primitif), berfungsi sbg respon bertahan hidup, melawan atau lari ketika bahaya mengancam.
Orang tua cenderung lebih sering mengaktifkan otak reptil anak. Contoh pada saat anak mulai berperilaku yang tidak sesuai dg harapan orangtua, seperti tantrum dan merajuk, orang tua justru memarahinya, sehingga otak reptil anak justru berkembang baik.

Pada saat anak tantrum, otak yg sedang aktif adalah otak reptilnya. Seharusnya orang tua dapat memindahkan atau mengaktifkan otak neocortex anak agar anak dpt berfikir dan memecahkan masalahnya. Mengapa saya harus tantrum?

Beberapa cara bagaimana mengaktifkan otak neocortex anak adalah :
1. Mengalihkan perhatiannya dan
   melakukan hal-hal yg
   menyenangkan.
2.Tenang dan jangan menyerah
   untuk memenuhi keinginan anak.
   Jika orang tua menyerah akan di
   jadikan senjata ampuh bagi anak
3.Tidak mengejek atau
   mentertawakan anak yg sedang
   tantrum. Diam adalah cara yg
   ampuh untuk menenangkan diri
   kita dan diri anak.
4.Berikan pelukan atau belaian untuk
   menurunkan emosi anak. Setelah
   anak tenang, maka ajaklah anak
   untuk berdiskusi.
5.Setelah anak berhenti tantrum
   berikan pengertian kepada
   mereka, bagaimana cara
   mengungkapkan perasaan yang
   tepat.

@specialthanksto-mamaJiya.

0 komentar:

Posting Komentar