Senin, 30 Juni 2014

Jangan Pernah Sakiti Hati Istrimu Wahai Para Suami, Jika Tidak Ingin Rezeki HALALmu Akan Susah!

By khaerunnisa On In Life

★★★★★



Khaerunnisa.Com – Dalam mengarungi bahtera rumah tangga diperlukan cinta kasih agar berjalan mulus dan mencapai impian yang dicita-citakan. Suatu pernikahan yang hakiki sejatinya adalah tidak saling menyakiti, baik istri maupun suami saling menjaga perasaan diantara mereka. Berikut ini sebuah cerita yang bisa anda ambil hikmahnya jika menyakiti istri Anda, semoga saja anda-anda yang sering menyakiti istri untuk berbalik arah kebelakang untuk mengasihi dan menyayangi istri tercinta. Amiiinn…  !!!

Langsung saja ke ceritanya…
Hari itu saya terburu-buru berangkat ke tempat kuliah, maklum hari itu saya agak terlambat padahal hari itu mata kuliah favorit sy. Saat hujan turun tiba-tiba, saya baru sadar kalau lupa membawa mantel, akhirnya berteduhlah saya di sudut sebuah warung. Di tempat itu sy berkenalan dengan seorang yg sangat baik, dia seorang menantu kyai pemilik pondok pesantren. Obrolan kami tambah seru saat menginjak materi rejeki bagi manusia. Pekerjaan dia adalah pekerjaan serabutan. Dia tdk memiliki pekerjaan tetap, tetapi dia bersyukur bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dengan baik. Sandang, pangan, dan perhiasan untuk istrinya selalu tercukupi tanpa kekurangan.

“Itulah misteri rejeki mas”, kata orang itu pada saya saat saya tanya apa rahasianya rejeki dia selalu berlimpah, jawaban dia terletak pd selalu bersyukur, dan terpenting jangan pernah sedikitpun menyakiti atau membuat kecewa istri.

Itu wejangan yang selalu diberikan oleh mertua saya dan saya membuktikan sendiri sampai sekarang, kata orang itu dgn wajah serius. Dengan selalu bersyukur, bahkan saat terkena musibah sekalipun, kenikmatan yg akan kita terima akan ditambah oleh Allah. “Itu janji Allah, bukan main-main mas”, kata orang itu.

Janji Allah tentang umatnya yg mau bersyukur memang sering kita dengar dalam berbagai khotbah atau ceramah agama. Jika kita mau menghitung berapa nikmat yang diberikan Allah pada kita, pasti tidak akan pernah habis. Itulah gambaran rasa syukur yang harus kita ungkapkan, tapi terkadang banyak manusia yg lupa mensyukuri nikmat tersebut.

Berikutnya jangan sakiti istri kita. Inilah poin yang saya pegang terus sampai sekarang.
Pekerjaan seorang istri adalah pekerjaan terberat dalam keluarga. Seorang istri harus selalu melayani suami, dan juga melahirkan dengan taruhan nyawa , belum lagi urusan dapur dan rumah yang harus dirapihkan.

Membesarkan anak dengan susah payah, terkadang rela mengorbankan waktunya agar anaknya bisa tumbuh sehat dan berbagai pengorbanan yang tak terhitung saat harus berusaha memenuhi serta melayani kebutuhan suami dan anak-anaknya. Dengan melihat beratnya tugas sang istri di atas, tegakah anda menyakiti istri anda?

Menurut orang yang saya kenal tersebut, banyak tidaknya rejeki yg dia terima terkadang tergantung pada perlakuannya pada sang istri. Saat dia keluar rumah mencari sesuap nasi dengan niat membahagiakan istrinya (saat itu dia belum punya anak), rejeki yang dia terima hari itu pasti banyak. Sebaliknya jk saat berangkat mencari nafkah dia sebelumnya menyakiti hati istrinya, terkadang dia tidak mendapat hasil apapun yang bisa dibawa pulang.

Kisah di atas mungkin terkesan dibuat-buat, tetapi sy baru sadar dan merasakan sendiri saat sy sudah berkeluarga. Apa yang saya alami sama persis dengan yang dialami orang yang saya kenal beberapa tahun yang lalu tersebut. Istri memang mempunyai peranan sangat besar dalam mendatangkan rejeki bagi kita. Mungkin doa istri mempunyai kekuatan yang dahsyat bagi sebuah keluarga.

Pesan saya, jangan pernah sedikitpun menyakiti hati istri kita jika ingin rejeki kita berlimpah. Semoga kisah ini berguna bagi kita semua.

Alhamdulillah…!!

Mungkin itulah salah satu motivasi buat semuanya agar pasangan kita selalu memberikan
kesabaran dan kasih sayang sehingga tidak ada kekerasan baik batin maupun fisik yang
menjadikan hidup menjadi sengsara dan merana. Karena motto hidup adalah berbahagia maka jangan pernah saling menyakiti. Semoga kita semua terhindar dari hal yang merusak rumah tangga kita amien…

Share di akun Facebook atau Twitter anda masing-masing kepada semua orang-orang agar mengetahui tentang hal tersebut, ingat berbagi kebaikan adalah pahala. Insya Allah.

Sumber terpercaya: Ustad Umroh Hadi Muhammad

Tugas kalian wahai lelaki

Wahai Lelaki, tugasmu adalah memuliakan perempuan. Ibumu, istrimu, dan anak-anak perempuanmu. Di pundakmu mereka bertumpu. Maka sepatutnya kau malu, jika tanganmu masih berpangku dan hatimu tidak tergerak untuk menjadikan mereka mulia.

Wahai Lelaki, tugasmu adalah memuliakan perempuan. Ibumu tiga kali lebih berhak engkau hormati daripada ayahmu. Bahkan jika engkau sudah menggendongnya keliling dunia; niscaya tidak akan terbalas kemuliaan ibunda padamu.

Istrimu adalah indikator kebaikanmu. Kemuliaannya melalui tanganmu adalah pemberat amalmu di akhirat kelak.

Anak-anak perempuanmu adalah cermin dirimu. Kesenangan mereka akibat perbuatanmu adalah perisaimu dari api neraka.

Wahai Lelaki, tugasmu adalah memuliakan perempuan. Memuliakan, menjadikan mereka mulia, di dunia dan di sisi-Nya. Maka janganlah sekalipun berhitung ketika menafkahi Ibumu.

Apakah Ibumu pernah menagihmu atas air susu yang menjadikanmu siapa dirimu sekarang?

Jangan pula merasa berat saat mencukupi kebutuhan istrimu. Bukankah seharusnya kehormatanmu bisa memenuhinya?

Jangan berharap mereka mendirikan perintah-Nya; manakala dirimu sendiri lalai terhadap-Nya.

Jangan berpikir mereka akan menaatimu; jika dirimu mungkin tidak pantas untuk ditaati.

Jangan pula berharap iringan do’a dan ridho mereka jika mereka terlewat dari do’a-do’amu.

Berlemah lembutlah pada mereka, niscaya Allah pun akan melembutkan mereka untuk berlemah lembut padamu.

Jumat, 27 Juni 2014

Kesalahan fatal suami dalam berkomunikasi dengan istri

Tabiatnya, perempuan lebih banyak berkata-kata dibanding laki-laki. Seorang istri lebih banyak berkisah daripada suami. Suami lebih suka diam, tidak banyak bertutur. Pun dalam menghadapi masalah; seorang suami cenderung diam seraya menenangkan dirinya, sedangkan istri menyampaikan masalah-masalahnya sebagai bentuk pengungkapan semata, tidak selalu butuh solusi.

Maka saat istri sibuk mengatakan banyak hal, ia tak selalu butuh kiat. Kadang bahkan seringkali, mereka hanya perlu didengarkan. Mereka hanya membutuhkan tatapan sayang dan ungkapan cinta dari suaminya. Tidak lebih. Sesederhana itu.

Oleh karenanya, ketika seorang istri mulai berdiam diri bahkan menahan diri dari berkisah, seharusnya seorang suami khawatir. Saat istri bersikap seperti ini, seorang suami seharusnya peka dan meneliti lebih mendalam lagi.

Sayangnya, sedikit sekali suami yang memahami. Kaum Adam ini cenderung malas mengerahkan waktunya untuk sekadar bertanya terkait diamnya seorang istri. Jika pun ada yang bertanya, seorang suami berhenti pada kalimat pertama. Padahal, di lubuk nurani terdalam, seorang istri menginginkan suaminya melontarkan lebih banyak umpan pertanyaan.



“Sayang, kamu ada masalah?” tanya sang suami.

“Gak kok.” jawab istri. Sekenanya.

Di tahap ini, seorang suami berhenti bertanya. Padahal, di kalbu sang istri berkata, “Kok Cuma satu pertanyaan sih? Tanya lagi dong.”

Kondisi yang banyak terjadi dalam keluarga ini disebabkan kurangnya pengetahuan terkait ilmu komunikasi yang seharusnya dikuasai dan diamalkan. Banyak yang abai, padahal dampaknya amat buruk jika dibiarkan.

Saat seorang istri diam, dia pasti merasa tidak nyaman untuk bertutur. Mungkin karena sang suami ketus saat mendengarkan kisah, bisa pula karena sok tahu dan serta merta memberi solusi dengan kalimat meremehkan. “Gitu aja kok repot! Gini loh solusinya.”

Sang istri, sekali lagi, kadang bahkan seringkali tidak butuh solusi. Dia hanya ingin didengarkan dengan khusyuk. Mereka hanya ingin mengisahkan. Tidak lebih.

Jika sebab pertama ini tak segera dikelarkan, akan lahirlah dampak kedua yang amat membahayakan. Sang istri akan mencari sosok lain di luar suaminya untuk menuturkan masalahnya. Sebab bertutur itu fitrah. Mereka akan memuntahkan masalahnya kepada pihak keluarga bahkan orang lain di luar keluarga.

Semakin pelik ketika yang menjadi sandaran tempat bertutur adalah laki-laki lain. Dari sini, zina bisa bermula. Dari sini, rumah tangga Anda bisa terancam.

Maka kepada para suami, jangan remehkan hal ini. perhatikan dengan baik. Jangan cuek bahkan bangga saat istri tidak pernah mengisahkan persoalannya. Sebab di baliknya, bisa jadi ada tumpukan bahaya yang tengah menanti.

Semoga Allah Ta’ala menjaga rumah tangga kita. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/keluargacinta]

Mengapa Merokok Dilarang?

Lanjutan dari Mengapa Merokok Dilarang? (2)

Pertama

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memberikan arahan agar umatnya senantiasa mengawali semua aktivitas kebaikan dengan menyebut nama Allah Ta’ala, membaca kalimat Bismillaah atau Bismillaahi ar-rahmaani ar-rahiimi. Bahkan, beliau mengancam, siapa yang mengawali amal baik tanpa menyebut nama Allah Ta’ala maka amalnya terputus atau tertolak.

Nah, coba tanyakan kepada mereka yang merokok, “Apakah mereka selalu mengawali merokok dengan membaca nama Allah Ta’ala? Apakah mereka merokok dengan membaca bismillaah sebagaimana yang mereka lakukan saat hendak makan, minum, atau kegiatan positif lainnya?”

Fakta membuktikan, hampir tidak ada orang merokok yang membaca kalimat basmalah. Jadi, merokok itu tertolak. Tiada manfaatnya.


 
Kedua

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memberikan arahan agar kita senantiasa menggunakan tangan kanan saat melakukan kebaikan. Ketika makan, minum, menunjuk, menulis, bekerja, dan seterusnya.

Sedangkan para perokok sudah pasti tidak memperhatikan penggunaan tangan. Banyak kita dapati sebagian besar mereka merokok menggunakan tangan kiri.

Tangan kanan menyalakan api, tangan kiri memegang dan memasukkan batang rokok ke dalam mulut. Tangan kanan sibuk menulis atau mengetik, tangan kiri memasukkan dan mengeluarkan rokok dari mulut. Bahkan banyak kuli-kuli kasar yang asyik dengan rokok di tangan kiri dan tangan kanannya sibuk melakukan pekerjaan.

Maka merokok melanggar sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sebab beliau mengajarkan kita menggunakan tangan kanan dalam berbagai amal kebaikan.

Ketiga

Saat makan atau minum, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mengajarkan agar semuanya dihabiskan. Karena kita tidak mengetahui dimana letak keberkahan di dalam makanan yang kita konsumsi.

Bahkan terhadap makanan yang terjatuh dianjurkan untuk diambil, dibersihkan jika kotor, lalu kembali dikonsumsi. Tidak boleh ada sisa karena bisa jadi keberkahan terdapat di dalam makanan sisa tersebut.

Coba saksikan seluruh perokok di Indonesia dan berbagai penjuru dunia. Adakah di antara mereka yang menghabiskan rokoknya? Sudah pasti ada bagian ujung yang disisakan, baik rokok yang menggunakan filter atau tidak. Mustahil mereka menghabiskannya karena ancamannya bibir menjadi panas tersulut api.

Jika pun ada yang habis karena menggunakan pipa rokok, sisanya tetap ada, berbentuk abu rokok atau asapnya yang sangat mengganggu dan mematikan.

Alhasil, merokok tetaplah tidak bermanfaat. Membuang waktu dan harta. Bahkan mengancam kehidupan pelaku dan orang-orang terdekatnya.

Ya Allah, cabutlah keinginan merokok pada diri dan keluarga serta kaum Muslimin seluruhnya. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Rabu, 25 Juni 2014

JANGAN PERNAH SEKALIPUN MEMUKUL ISTRI

Istri sudah memberi suaminya cinta, tubuhnya, hidupnya,  kenikmatan, mengandung anaknya, mengurus rt;

apakah masih tega pukul istri? Itu namanya laki2 yg tdk di ajar ortunya, pengecut, tak beragama, tdk bermoral dan tidak bertanggungjawab.

 Hai suami, tampar dahulu 7 kali wajahmu baru tampar sekali istrimu agar tahu sakitnya dan bila suami salah mk istri juga boleh memukul suami dgn kayu.

Bila berani pukul istri, hati istri terluka, rumah tangga rusak, anak2 jd pahit, rezekipun akan sulit.

KEWAJIBAN SUAMI MENCARI NAFKAH DAN TUGAS ISTRI MEMBELANJAKAN

Tugas suami adalah membahagiakan istri dan membuatnya tenang dari keruwetan urusan keperluan rumah tangga. Jika istri mengeluh uang belanja tidak cukup atau kurang bukan berarti istri tidak bersyukur atau selalu kurang mungkin bisa jadi harga kebutuhan pokok pada naik, listrik naik, uang sekolah anak naik, anak lagi senang-senangnya jajan dll dan itu berarti para suami harus lebih semangat lagi dalam mencari nafkah dan membuka pintu-pintu rizki lain. Karena jika istri bahagia dan tenang maka istri dalam mengurus anak, suami, rumah dan mengerjakan aktifitas harian lainnya akan nyaman rileks penuh senyum dan itu akan berdampak positif dalam mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak, karena jika suami membuat istri senang maka hasilnya seisi rumah akan tenang dan senang. Bahkan idealnya dan kalau bisa suami harus menyediakan anggaran khusus istri (diluar anggaran uang belanja dapur) untuk keperluan pribadi istri; shopping, perawatan, make up dll. 
Ini serius, terkadang para suami harus memberikan waktu dan anggaran khusus untuk istri resfreshing, perawatan, shopping karena istri tiap hari sudah berjibaku urus suami, anak, rumah dll apalagi para istri yang ikut membantu suami cari nafkah (kerja atau bisnis) pasti mereka double lelahnya, capenya. Memang tidak ada suami yang sempurna tapi kita bisa berusaha menjadi suami yang terbaik dan terhebat karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Ini sebagai catatan dan pengingat diri agar terus berusaha dan selalu belajar menjadi suami yang terbaik dan terhebat. Aamiin...Semoga. (AM)
#Happy long weekend dengan keluarga tercinta dan orang-orang tersayang 😄

Salam Ketua "PSSI" 🙏
(Persatuan Suami Sayang Istri) 😊
Jakarta, 25.03.2016
Ali Munadi

KEWAJIBAN SUAMI MENCARI NAFKAH DAN TUGAS ISTRI MEMBELANJAKAN

Tugas suami adalah membahagiakan istri dan membuatnya tenang dari keruwetan urusan keperluan rumah tangga. Jika istri mengeluh uang belanja tidak cukup atau kurang bukan berarti istri tidak bersyukur atau selalu kurang mungkin bisa jadi harga kebutuhan pokok pada naik, listrik naik, uang sekolah anak naik, anak lagi senang-senangnya jajan dll dan itu berarti para suami harus lebih semangat lagi dalam mencari nafkah dan membuka pintu-pintu rizki lain. Karena jika istri bahagia dan tenang maka istri dalam mengurus anak, suami, rumah dan mengerjakan aktifitas harian lainnya akan nyaman rileks penuh senyum dan itu akan berdampak positif dalam mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak, karena jika suami membuat istri senang maka hasilnya seisi rumah akan tenang dan senang. Bahkan idealnya dan kalau bisa suami harus menyediakan anggaran khusus istri (diluar anggaran uang belanja dapur) untuk keperluan pribadi istri; shopping, perawatan, make up dll. 
Ini serius, terkadang para suami harus memberikan waktu dan anggaran khusus untuk istri resfreshing, perawatan, shopping karena istri tiap hari sudah berjibaku urus suami, anak, rumah dll apalagi para istri yang ikut membantu suami cari nafkah (kerja atau bisnis) pasti mereka double lelahnya, capenya. Memang tidak ada suami yang sempurna tapi kita bisa berusaha menjadi suami yang terbaik dan terhebat karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Ini sebagai catatan dan pengingat diri agar terus berusaha dan selalu belajar menjadi suami yang terbaik dan terhebat. Aamiin...Semoga. (AM)
#Happy long weekend dengan keluarga tercinta dan orang-orang tersayang 😄

Salam Ketua "PSSI" 🙏
(Persatuan Suami Sayang Istri) 😊
Jakarta, 25.03.2016
Ali Munadi

Selasa, 24 Juni 2014

Ramuan Mengatasi batu ginjal

Kentang
Madu
Lemon
Air



Kentang dipotong empat bagian
Kukus 15 menit
Haluskan kentang
Ambil cairan saripatinya
Tambahkan air perasan jeruk lemon
Madu aduk merata

Minggu, 22 Juni 2014

Kado yang Paling Diinginkan Ibu Hamil

Ternyata, Ini Kado yang Paling Diinginkan Ibu Hamil!

Tabloid-Nakita.com - Sengaja kami layangkan pertanyaan mengenai kado yang paling diinginkan ibu hamil ke fan page Nakita. Jawabannya? Silakan Mama Papa membacanya dan bersiaplah untuk tersenyum tipis atau justru teranggut-anggut setuju. Kami berharap tulisan ini dapat menjadi inspirasi “kado terbaik” untuk teman atau kerabat tercinta saat mereka bersalin nanti.


Pada dasarnya, ini empat jenis kado yang paling diinginkan ibu hamil:


1. PERLENGKAPAN BAYI

Carseat, biar Dede duduk sendiri di mobil. Jadi enggak pegel megangin kalau lagi traveling ke luar kota. (Linda Handini, Pekanbaru)

Stroller double. Biar saat kami jalan-jalan, dedek bayi dan kakaknya bisa naik stroller sama-sama. Sementara Si Abang digendong
sama papanya. (Sandra Momy Lilova, Medan)

Tempat tidur bayi yang satu set sama lemarinya. Ngarep banget. (Kiky Hanafiah, Garut)

Perlengkapan bayi. Misalnya baju, popok, bedong, dan lain-lain. Jadi saat si bayi lahir kelak, saya tidak perlu repot memikirkan perlengkapannya karena sudah dapat dari kado. (Astri Lestari, Banda Aceh)

Lemari baju untuk baby, sama boneka yang bisa “bunyi & nyala” itu. (Amalia Ali, Bekasi)

Bantal menyusui, supaya si kecil lebih nyaman. Proses menyusui pun menjadi lancar. (Isti Ibunya Kiya, Cikarang)


Popok tali kain dan cloth diaper pants berlusin-lusin. Pengalaman lahiran anak pertama, popok adalah kebutuhan clothing nomor satu dibandingkan baju. Apalagi kalau musim hujan, pasti butuh sekali popok cadangan yang cukup banyak untuk si kecil. (Bunda Shofiya, Malang)


Blender merek Jacco kayak di iklan tv biar praktis kalau bikin MPASI. (Vivi Andika, Pekanbaru)


2. KEBUTUHAN IBU


Masakan rumahan selama seminggu. Seminggu pertama setelah melahirkan itu ribet banget karena masih penyesuaian dengan si kecil. Suami kerja, badan masih capek buat masak, dan enggak ingin beli makanan dari luar yang enggak terjamin kualitasnya. (Martha Dewix, Denpasar)

Paket jamu setelah bersalin. Kenapa? Soalnya pasti bermanfaat dan pasti digunakan. Kalau peralatan bayi, di samping sudah menyiapkan sendiri juga kebanyakan tamu yang datang pasti memberi hadiah buat si kecil. (Fitri Hadi, Sidoarjo)


Sepaket essential oils. Karena baca-baca banyak manfaatnya, lo dan mengurangi penggunaan obat kimia. (Fitria Chaerunissa, Jakarta) 


Voucher spa atau salon karena setelah melahirkan kemudian langsung mengurus bayi baru lahir, sudah pasti menguras psikis dan fisik ibu. Biasanya ibu merindukan masa-masa bisa memanjakan diri sesaat untuk dipijat atau creambath. Jadi ketika dia mendapatkan hadiah voucher salon atau spa, sudah pasti akan membuatnya bahagia. (Syafri Osnita, Padang)

Package mom and baby spa treatment. Karena bisa kami nikmati berdua selepas melewati proses kehamilan dan kelahiran yang cukup melelahkan. Untuk si baby, baby spa juga bisa menstimulasi saraf-saraf bayi agar bisa berkembang maksimal. (Eva Nugroho, Tangerang) 


Kambing buat akikah di hari ke-7. (Wuland Irawan, Bandung)


3. MAINAN BAYI


Kolam baby spa. Biar baby-ku bisa spa di rumah tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. (Bunda Fadlan, Tangerang)

Mainan edukatif yang bisa berguna sampai anak besar. Kalau perlengkapan bayi, rata-rata sudah kami persiapkan dari awal sehingga bujet sudah banyak terpakai. Pengalaman saya pribadi, saya merasa sayang kalau harus beli mainan sekarang, harganya kan mahal. (Devi Liem, Jakarta)

Boneka gede dan banyak macamnya. Biar si baby bisa koleksi boneka dan bisa buat temen bobok tiap malam. (Vianny Bintang, Ponorogo)

3D baby prints. Selain ucapan selamat dan doa untuk anak, pengin banget dikasih voucher atau surprise 3D baby prints. (Wulan Susilo, Tangerang Selatang)

Kolam renang karet. Soalnya pengen si baby nanti dilatih renang dari bayi, tapi tetap dengan pengawasan ahli, he he he.... (Aries Widyawati Kurniawan, Semarang)


INVESTASI


 


Beasiswa pendidikan untuk bayiku sampai S2. (Lenny Mariani, Samarinda)


Emas, kayak anting atau gelang emas bayi. Soalnya kalau barang-barang lain sudah pasti banyak yang kasih. Kalau emas kan bisa disimpan untuk keperluan lain suatu saat nanti. (Mega Lianah, Tangerang)


 


Mentahnya saja. Karena kalau dikasih kado, kebanyakan tidak sesuai hati, jadi sayang… enggak kepake. Kalau mentahnya aja kan bisa beli sendiri apa yang diinginkan. (Devi Sinaga, Medan)


Ternyata banyak juga kan, variasi kado yang paling diinginkan ibu hamil?


(Saeful Imam)

Sabtu, 21 Juni 2014

Mengapa Setelah Menikah, Orang Lain Terlihat Lebih Menarik daripada Pasangan Hidup Sendiri?

Sahabat , banyak yang merasakan hal seperti ini, tapi semoga kita tidak termasuk di antaranya:
Sebelum menikah, rasanya calon pasangan hidup kita adalah makhluk terbaik yang Allah ciptakan di muka bumi ini, dia adalah manusia sempurna di mata kita dan tiada yang dapat menandingi. Namun setelah lamaran, mulai banyak terlihat pemuda/pemudi lainnya yang setara dengan dia, bahkan hati terasa ragu dan terus terdengar bertalu-talu; benarkah ia jodohku?

Setelah menikahinya, woow… tiba-tiba saja banyak yang terlihat lebih menarik dari pada pasangan hidup kita. Dan setelah menikah beberapa tahun, rasanya kok yaa semua orang lebih baik dan menarik daripada pasangan hidup sendiri?!



Di mana letak kesalahannya? Apakah pasangan hidup kita telah menyembunyikan borok dan keburukannya sebelum menikah? Sehingga saat kita mengetahuinya kita merasa ilfil? Ataukah pasangan hidup kita kurang menjaga penampilan setelah menikah sehingga rasa cinta kita memudar padanya?

 

Sahabat, jawaban sebenarnya ada pada hadits Rasulullah sebagai berikut:

“Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas, pasti ia menginginkan lembah kedua! Dan tidak ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali dengan tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat!” (Shahih Muslim, no.1738)


Dari hadits tersebut kita akan tahu bahwa kesalahan sebenarnya sangat mungkin bukan bersumber dari pasangan hidup kita, melainkan dari ketamakan dan kerakusan diri kita sendiri.
Bercerai dengan suami karena ia terlihat hitam dan kulitnya kasar? Cobalah menikahi pria lain, boleh jadi  malah mendapatkan suami dengan kulit putih dan halus, tapi ternyata pemalas dan tidak mau menafkahi keluarga! Aiih…

Jika seorang pria menikahi semua wanita cantik di seluruh Jawa, sudahkah nafsunya terpuasi? Belum tentu! Bisa jadi dia masih ingin menikahi wanita tercantik di Pulau Sumatera!
Yaaa… begitulah tabiat manusia, selalu merasa tidak cukup! Maka, penting bagi kita untuk belajar bersikap qonaah, merasa cukup dengan apa yang Allah berikan untuk kita.

Sahabat sekarang… bisakah kita melihat bahwa pasangan hidup kita saat ini adalah yang terbaik untuk diri kita? Dengan segala kelebihan dan setumpuk kekurangannya, Allah menebar banyak hikmah dalam pertemuan dan bersatunya kita dengannya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan kita tidak mengetahui. (Syamsa/redaksi9)


sumber http://www.akhwatshalihah.net/2016/01/mengapa-setelah-menikah-orang-lain-terlihat-lebih-menarik-daripada-pasangan-hidup-sendiri.html

Jumat, 20 Juni 2014

Kewajiban Suami Pada Saat Istri Mengandung

Kewajiban Suami Pada Saat Istri Mengandung
Selama masa mengandung, istri mempunyai beban yang lebih berat daripada biasanya, dari menjaga pola makan, pola istirahat dan tidak melakukan hal-hal yang berat.
 
Ari Supriadi
1,431,442 views   |   7,831 shares 
Selama masa mengandung, istri mempunyai beban yang lebih berat daripada biasanya, dari menjaga pola makan, pola istirahat dan tidak melakukan hal-hal yang berat. Karena dia memikirkan anak yang berada di dalam perutnya dan harus ekstra hati-hati dalam melakukan segala sesuatu agar tidak terjadi apa-apa. Anda sebagai suami harus mengerti dan memahaminya, pekerjaan berat yang setiap harinya dikerjakan oleh istri kini harus dengan ikhlas dan lapang dada dilakukan oleh suami. Tentu saja semua ini untuk menjaga kondisi kesehatan istri dan melindungi janin yang dikandung agar dapat nyaman dan rileks untuk menjalaninya. Oleh karena itu, suami yang hebat adalah suami yang memahami kondisi dan mau berbagi beban istri. Berikut kewajiban suami pada saat istri mengandung.

1. Berikan rasa tenteram pada masa kehamilan

Faktor utama yang harus dilakukan di masa istri Anda hamil adalah perasaan tenteram. Hindarkan istri Anda memikirkan suatu masalah yang rumit dan berat. Jauhkan pula dari kegalauan karena perasaan yang demikian akan menjadikan lemahnya janin yang dikandung dan risiko yang fatal adalah keguguran. Berikan rasa tenteram yang hangat dan tulus, agar istri Anda dapat tenang dan rileks menjalani masa kehamilannya.

Advertisement

Report this ad
2. Hindari pekerjaan yang berat

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah pekerjaan yang berat saat masa kehamilan. Jangan sampai istri Anda melakukan pekerjaan yang berat jika istri anda seorang wirausaha atau bekerja di sebuah instansi perusahaan sebaiknya yang harus Anda lakukan adalah mengantar jemput dan jangan biarkan istri Anda naik angkot atau naik motor sendirian dalam melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Pada saat di rumah jangan bebani pekerjaan yang berat dan membosankan, segera Anda mengambil alih pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan istri seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, dan lain sebagainya.

3. Berikan asupan makan yang sehat

Makanan yang sehat adalah asupan gizi yang penting bagi janin yang dikandung. Pada masa kehamilan, anjurkan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan laut yang banyak mengandung protein dan zat besi. Hindari makanan yang berlemak karena akan berdampak buruk pada istri dan juga janin yang dikandungnya.

4. Menuruti keinginan istri/mengidam

Banyak hal yang terkadang aneh pada masa istri Anda hamil seperti meminta sesuatu hal yang sulit didapatkan. Namun demikian Anda harus berusaha untuk mewujudkannya karena itu adalah pembawaan dari janin yang dikandung. Jangan sekali-kali meremehkan permintaan istri yang demikian karena akan berdampak buruk pada istri dan janin yang dikandung.

Advertisement

Report this ad
5. Anjurkan istirahat yang cukup

Pada masa istri mengandung istirahat yang cukup adalah faktor penting untuk kelangsungan janin yang dikandungnya. Sebagai suami, Anda harus memberikan ruang yang cukup agar istri Anda dapat menikmati istirahat dengan nyaman dan tenang. Aturlah pola tidur istri Anda dengan baik minimal 8 jam sehari, jangan tidur sampai larut malam atau terlalu lama tidur di siang hari.

6. Ajak jalan-jalan santai

Pada masa kehamilan, ada beberapa saraf atau sendi yang tegang. Oleh karena itu, ajaklah sang istri jalan-jalan santai di pagi atau sore hari. Biasakan melakukan hal ini setiap hari.

7. Hindari asap rokok

Jika Anda adalah perokok aktif sebaiknya tidak merokok di dekat istri karena asap yang dikeluarkan oleh rokok banyak mengandung zat- zat berbahaya ini akan berdampak buruk bagi istri dan juga janin yang dikandungnya. Lebih baik lagi jika Anda berhenti merokok.

8. Menyiapkan sarapan

Menyiapkan sarapan adalah tugas istri, namun pada saat istri sudah mendekati masa kehamilan dia sulit menjalankan kewajibannya. Peran Anda sekarang sebagai suami untuk menjalankannya. Bangun pagi untuk membuatkan sarapan bagi istri tercinta adalah hal yang sangat mulia saat istri mengandung.

9. Menghindari percekcokan

Beberapa istri akan mudah emosional saat mengandung. Ini wajar dikarenakan hormon yang kadang-kadang tidak stabil membuat perasaannya sensitif, peka, dan mudah marah. Anda sebagai suami harus menyadarinya dan jangan sampai ikut emosi menanggapi istri.
Selama masa mengandung, istri mempunyai beban yang lebih berat daripada biasanya, dari menjaga pola makan, pola istirahat dan tidak melakukan hal-hal yang berat.
 
Ari Supriadi
1,431,442 views   |   7,831 shares 
Selama masa mengandung, istri mempunyai beban yang lebih berat daripada biasanya, dari menjaga pola makan, pola istirahat dan tidak melakukan hal-hal yang berat. Karena dia memikirkan anak yang berada di dalam perutnya dan harus ekstra hati-hati dalam melakukan segala sesuatu agar tidak terjadi apa-apa. Anda sebagai suami harus mengerti dan memahaminya, pekerjaan berat yang setiap harinya dikerjakan oleh istri kini harus dengan ikhlas dan lapang dada dilakukan oleh suami. Tentu saja semua ini untuk menjaga kondisi kesehatan istri dan melindungi janin yang dikandung agar dapat nyaman dan rileks untuk menjalaninya. Oleh karena itu, suami yang hebat adalah suami yang memahami kondisi dan mau berbagi beban istri. Berikut kewajiban suami pada saat istri mengandung.

1. Berikan rasa tenteram pada masa kehamilan

Faktor utama yang harus dilakukan di masa istri Anda hamil adalah perasaan tenteram. Hindarkan istri Anda memikirkan suatu masalah yang rumit dan berat. Jauhkan pula dari kegalauan karena perasaan yang demikian akan menjadikan lemahnya janin yang dikandung dan risiko yang fatal adalah keguguran. Berikan rasa tenteram yang hangat dan tulus, agar istri Anda dapat tenang dan rileks menjalani masa kehamilannya.

Advertisement

Report this ad
2. Hindari pekerjaan yang berat

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah pekerjaan yang berat saat masa kehamilan. Jangan sampai istri Anda melakukan pekerjaan yang berat jika istri anda seorang wirausaha atau bekerja di sebuah instansi perusahaan sebaiknya yang harus Anda lakukan adalah mengantar jemput dan jangan biarkan istri Anda naik angkot atau naik motor sendirian dalam melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Pada saat di rumah jangan bebani pekerjaan yang berat dan membosankan, segera Anda mengambil alih pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan istri seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, dan lain sebagainya.

3. Berikan asupan makan yang sehat

Makanan yang sehat adalah asupan gizi yang penting bagi janin yang dikandung. Pada masa kehamilan, anjurkan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan laut yang banyak mengandung protein dan zat besi. Hindari makanan yang berlemak karena akan berdampak buruk pada istri dan juga janin yang dikandungnya.

4. Menuruti keinginan istri/mengidam

Banyak hal yang terkadang aneh pada masa istri Anda hamil seperti meminta sesuatu hal yang sulit didapatkan. Namun demikian Anda harus berusaha untuk mewujudkannya karena itu adalah pembawaan dari janin yang dikandung. Jangan sekali-kali meremehkan permintaan istri yang demikian karena akan berdampak buruk pada istri dan janin yang dikandung.

Advertisement

Report this ad
5. Anjurkan istirahat yang cukup

Pada masa istri mengandung istirahat yang cukup adalah faktor penting untuk kelangsungan janin yang dikandungnya. Sebagai suami, Anda harus memberikan ruang yang cukup agar istri Anda dapat menikmati istirahat dengan nyaman dan tenang. Aturlah pola tidur istri Anda dengan baik minimal 8 jam sehari, jangan tidur sampai larut malam atau terlalu lama tidur di siang hari.

6. Ajak jalan-jalan santai

Pada masa kehamilan, ada beberapa saraf atau sendi yang tegang. Oleh karena itu, ajaklah sang istri jalan-jalan santai di pagi atau sore hari. Biasakan melakukan hal ini setiap hari.

7. Hindari asap rokok

Jika Anda adalah perokok aktif sebaiknya tidak merokok di dekat istri karena asap yang dikeluarkan oleh rokok banyak mengandung zat- zat berbahaya ini akan berdampak buruk bagi istri dan juga janin yang dikandungnya. Lebih baik lagi jika Anda berhenti merokok.

8. Menyiapkan sarapan

Menyiapkan sarapan adalah tugas istri, namun pada saat istri sudah mendekati masa kehamilan dia sulit menjalankan kewajibannya. Peran Anda sekarang sebagai suami untuk menjalankannya. Bangun pagi untuk membuatkan sarapan bagi istri tercinta adalah hal yang sangat mulia saat istri mengandung.

9. Menghindari percekcokan

Beberapa istri akan mudah emosional saat mengandung. Ini wajar dikarenakan hormon yang kadang-kadang tidak stabil membuat perasaannya sensitif, peka, dan mudah marah. Anda sebagai suami harus menyadarinya dan jangan sampai ikut emosi menanggapi istri.

Senin, 16 Juni 2014

KDRT Finansial

Salah satu bentuk kekerasan (KDRT) atau yang kini secara ilmiah disebut sebagai "intimate relationship terror" (IRT) adalah menyembunyikan gaji, menjatah keuangan pasangan, dan membatasi akses pasangan terhadap keuangan. Boleh saja, ia tak pernah memukul, juga tak pernah mengeluarkan kata-kata pedas dan tajam yang merendahkan, tetapi jika ia tidak terbuka dalam hal keuangan, ia juga melakukan IRT. 

Keterbukaan keuangan ini juga salah satu aspek dari kepercayaan  -- yang merupakan pondasi perkawinan. Pondasi kepercayaan ini sendiri terdiri atas beberapa aspek: kesamaan persepsi tentang (konsep) Tuhan (bukan sekadar kesamaan agama), kesetiaan hubungan (tidak ada perselingkuhan berdasar kriteria psikologi, bukan berdasar kriteria awam), kemampuan menjadi pribadi yang terandalkan dan keterbukaan keuangan. 

Maka, tidak seperti yang dianggap kebanyakan orang, IRT atau KDRT berupa keterbatasan akses keuangan, sesungguhnya sangat merusak, bahkan menggerogoti pondasi perkawinan. 

Contoh-contoh KDRT finansial antara lain: 
- hanya memberi uang belanja setiap hari, 
- keputusan-keputusan finansial utama (menabung, belanja besar [rumah, mobil, asuransi], berhutang, memberi hutang, kartu kredit) diputuskan hanya oleh satu pihak saja, 
- merahasiakan jumlah gaji, bonus, atau pendapatan, tabungan, asuransi, dll. 
- memiliki rekening rahasia yang tidak diberitahukan kepada pasangan, 
- memberitahukan semua rekening, tetapi tidak membolehkan pasangan mengaksesnya, 
- mewariskan aset tanpa mendiskusikannya dengan pasangan, 
- menggunakan metoda "uang lelaki" dan "uang perempuan."

Idealnya, tak peduli pencari nafkah hanya satu atau dua orang, semua jenis pendapatan dibeberkan secara terbuka. Salah satu saran manajemen finansial perkawinan/keluarga yang menggambarkan kepercayaan adalah: baik pendapatan suami maupun istri dimasukkan dahulu ke satu rekening; kemudian istri dan suami bersama-sama memutuskan pengeluaran rutin, seperti uang belanja/makan, uang kebutuhan rutin (listrik, air, telepon, televisi, internet, dll), tabungan, asuransi dan investasi. Kemudian suami maupun istri bersepakat untuk memasukkan sejumlah tertentu ke rekening khusus suami maupun rekening istri. Walau masing-masing memiliki rekening pribadi, keduanya dapat bersepakat apakah semua atau hanya sebagian pengeluaran saja yang perlu diberitahukan kepada pasangannya. Ada pasangan yang memutuskan bahwa hanya pembelian di atas sekian juta Rupiah yang membutuhkan kesepakatan, tetapi ada pula pasangan yang bersepakat bahwa semua pengeluaran, sekecil apa pun mesti terbuka atau ada catatannya. Jelaslah bahwa agar tidak terjadi KDRT finansial, semua pasangan perlu rapat atau diskusi panjang lebar untuk menetapkan batasan-batasan yang aman bagi keduanya. Lebih baik jika Anda berdua melakukan hal itu sebagai bagian konseling pra-nikah atau pasca-nikah; ditambah dengan konsultasi kepada "personal financial consultant." DB

#MarriageContract #FinancialPlanning #IntimateRelationshipTerror #DomesticViolence #IRT #KDRT

Jumat, 06 Juni 2014

Bahaya Mandi Air Panas di Cuaca Dingin yang Ekstrem

artikel diambil dari 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Daniel Ngantung
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berpelesir ke negeri empat musim bisa menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Terutama bila berkunjung ke negara-negara yang sedang bersalju.
Namun di sisi lain, berlibur ke destinasi tersebut juga menjadi tantangan sendiri bagi para traveller yang belum terbiasa dengan iklim dingin yang ekstrem, terutama mereka yang tinggal di negeri beriklim tropis.  Salah satu bagian tubuh yang paling terpengaruh terhadap perubahan iklim adalah kulit.
Penting untuk tetap melakukan perawatan kulit, di manapun dan kapanpun itu, tak terkecuali saat berpelesiran. Namun satu hal yang perlu diperhatikan. Ritual Anda melakukan perawatan kulit kemungkinan akan berubah tergantung kondisi iklim destinasi Anda.
"Ikuti pola hidup masyarakat di sana. Kalau masyarakat di sana jarang mandi karena udara yang begitu dingin, ya ikuti saja. Jangan paksakan untuk mandi, apalagi dengan air panas," ujar ahli kecantikan dr. Soeklola, MSi., saat ditemui Tribunnews.com usai acara bincang-bincang seputar kesehatan kulit yang digelar Martha Tilaar di Kota Kasablanka, Minggu (13/7/2014).
Memaksakan diri mandi dengan air panas olahan water heater di tengah suhu udara rendah dapat merusak permukaan kulit. Dampaknya, kulit tubuh akan tampak seperti pecah-pecah.
Lain cerita bila mandi di pemandian air panas dari mata air pegunungan. "Air dari gunung memiliki  mineral dan sulfur yang mengandung zat aktif untuk melembapkan kulit," ujarnya.

Rabu, 04 Juni 2014

Menikah Itu Bukan Lomba Lari. Ini Sisi Positif Jika Nanti Kamu Terlambat Menikah

menikah itu bukan lomba lari via http://arjunabima.blogspot.com

Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang nongkrong di wedangan ala kota solo bersama teman,waktu itu dia sedang menyebarkan undangan pernikahan. Mau tidak mau kita membahas soal menikah. Sebuah kata yang akan menjadi horror jika kita tambah kata kapan  di depannya dan tanda Tanya dibelakangnya. Teman saya itu mulai gamang dan gusar karena dia sudah berusia 25 tahun dan masih jomblo, sedangkan teman –temannya sudah banyak yang menikah. Pikir saya, se desperate itukah  umur 25 tahun yang melihat teman-teman nya mulai banyak yang menikah. Untuk menyemangati teman saya dan  karena menurut saya semua akan menikah pada waktunya, kita gak perlu Panic married seperti sebuah tim sepak bola yang ngawur membeli pemain jelang penutupan bursa transfer. Berikut sisi-sisi positif jika nanti pada akhirnya kamu (agak) terlambat menikah.



1. Kamu bisa fokus membahagiakan orang tua dan orang-orang yang kamu cintai

Teringat kata teman, “Saya anak pertama, adik saya banyak. Sedangkan bapak sayacuma karyawanswasta. jika saya menikah pada waktu masih kuliah atau baru saja kerja beberapa bulan langsung menikah kasihan dengan orang tua dan adik-adik nanti” Yup, betul juga. Kondisi keluarga adalah salah satu faktor yang menentukan di umur berapa nanti kamu akan menikah. jika kita berasal dari keluarga sederhana atau kita anak pertama yang punya beberapa adik. Buru-buru menikah bukankah itu hal yang sedikit egois. Akan lebih baik jika membantu dan membahagiakan orang tua terlebih dahulu, bukankah kamu sekolah menggunakan uang mereka. Tidak ada salahnya sedikit membalas jasa mereka, sebelum nanti tetek bengek urusan rumah tangga menyita waktu dan uangmu. Kamu juga bisa menyenangkan adik dan membantu biaya sekolah mereka. Kamu juga bisa membahagiakan dan bersenang-senang dahulu menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang kalian cintai. Keluarga juga masih menginginkanmu berada di sisi lebih sering. So, menikah itu ibadah tetapi bukankah membantu orang tua dan membuat orang-orang yang kalian cintai bahagia itu juga ibadah.



2. Kamu bisa fokus selesai dengan diri sendiri

Banyak yang setelah menikah mereka menelantarkan istri, suami dan anak mereka. Mungkin dia belum selesai dengan dirinya sendiri, masih suka bersenang senang. Dengan tidak buru buru menikah kamu bisa sepuasnya melakukan hal-hal yang nantinya tidak bisa dilakukan seenaknya ketika sudah menikah. misalnya traveling, hangout tanpa kenal waktu, begadang main game dan nonton bola. Karena ketika sudah menikah kamu sudah bukan sendiri lagi, ada waktu yang harus dibagi dan perasaan yang harus dijaga. Dengan agak terlambat menikah otomatis akan ada lebih banyak waktu untuk selesai dengan diri sendiri, dan ketika waktu yang sakral itu tiba kamu akan menjadi pribadi yang lebih siap dan fokus dalam mengarungi rumah tangga.



3. Kamu bisa lebih memantaskan diri sendiri terlebih dahulu

Daripada merutuki diri karena belum menikah, sementara banyak teman-teman kamu yang sudah mengucapkan ijab qabul di depan penghulu. lebih baik nikmatilah hidup sembari memantaskan diri. Sambil menunggu waktu sakral mu tiba, kamu bisa mencari pekerjaan yang lebih bagus, belajar bagiamana nanti menjadi ayah atau ibu yang baik, jadi pribadi yang kuat dengan segudang pengalaman, dan menjadi orang yang lebih dekat kepada Tuhan Nya. Karena setelah dirimu punya cukup waktu untuk memantaskan diri maka semesta akan mengamini doamu untuk bersanding dengan dia yang memang menggenapkan.

karena pada akhirnya kapanpun dan di usia berapapun kamu menikah nanti, menikahlah dengan alasan dan cara yang baik. menikahlah di waktu yang tepat bukan di waktu yang cepat

Suami Malas mencari nafkah

Di antara kewajiban suami terhadap istri adalah memberikan nafkah. Di antaranya adalah nafkah materi berupa tempat tinggal, pakaian dan makanan.

وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Mereka (istri-istri itu) berhak mendapatkan nafkah dan pakaian yang layak, yang menjadi tanggung jawab kalian (para suami)” (HR. Muslim)

Dosa suami yang meresahkan istri, di antaranya adalah, ketika suami malas mencari nafkah. Ketika keluarganya kekurangan, dengan santainya ia menyuruh istrinya meminta kepada orang tua. “Minta saja ke orang tuamu, orang tuamu kan kaya. Buat apa sih harta sebanyak itu kalau tidak untuk anaknya. Toh bulan ini kita belum minta kan”

Dosa suami semacam ini membuat istrinya resah. Ia malu jika terus menerus minta kepada orang tua padahal jika suaminya mau bersungguh-sungguh, ia bisa mencari nafkah tanpa harus menggantungkan kepada orang tua atau mertua.

Dalam ungkapan Jawa terdapat istilah yang menarik untuk menyindir dosa suami model begini. “Mo limo,” bunyi ungkapan tersebut, “mangan melu mertuo mergawe moh.” Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya: “Makan ikut mertua, bekerja tidak mau.”

Meskipun tidak banyak suami model malas begini, namun kenyataannya ada. Semoga Allah melindungi kita dari yang demikian adanya.

Selasa, 03 Juni 2014

Janji Pernikahan Adalah Awal Bukan Akhir,

Beberapa orang menganggap kisah cinta dengan pasangan berakhir setelah selesai mengucapkan janji setia dalam pernikahan. Kenyataannya. Pernikahan adalah awal dari kisah cinta yang sebenarnya. Banyak perubahan yang bisa jadi akan membuat kamu terkejut. Hal tidak terduga tentang pasangan akan banyak kamu temui di awal pernikahanmu.

Berikut adalah tips agar pernikahan yang kamu jalani bersama langgeng dan berjalan menyenangkan. Yuk, simak penjelasannya sebagai berikut:

Bertengkar Bukan Berarti Tidak Cocok

Terlibat perdebatan dengan pasangan dan akhirnya bertengkar bukan berarti kamu tidak cocok dengannya. Perdebatan kecil adalah hal yang biasa dialami pasangan, apalagi di awal pernikahan. Tidak perlu menganggap pertengkaran tersebut adalah sesuatu yang besar. Jadikan hal itu sebagai bumbu manis pernikahan kalian. Masakan tidak hanya butuh gula, tapi juga garam agar lebih gurih. Begitu juga dengan pernikahan butuh pertengkaran kecil untuk menambah romansa kehidupan rumah tangga.

Menerima Hal ‘Aneh’ Pada Diri Pasangan

Di hari pertama pernikahan jangan kaget saat mengetahui si dia ternyata suka mendengkur. Hobi kentut sembarangan dan mungkin sedikit jorok. Jangan jadikan hal ini sebagai bahan pertengkaran. Cobalah untuk menerima hal tersebut. Bukankah setiap manusia memiliki sisi ‘aneh’ masing-masing? Selama hal tersebut bukan sesuatu yang prinsip bagimu, hal itu bukan masalah.

Terikat Bukan Tertekan

Status kalian memang berubah. Menikah bukan berarti membuat kalian harus selalu bersama. Kalian tetap dua orang berbeda dan memiliki kehidupan pribadi masing-masing. Jangan jadikan pernikahan membuat kamu tertekan. Tetap bersosialisasi bersama teman dan menambah pergaulan dengan teman yang sama-sama baru menikah atau sudah lama menikah akan menambah pengetahuanmu.

Sekali untuk Selamanya

Pernikahan adalah janji sakral, yang tentu saja semua berharap terjadi sekali dalam hidup. Pernikahan adalah tentang menjaga komitmen. Maka saat memutuskan menikah tidak ada kata tidak cocok, yang ada adalah terus berjuang atau menyerah.

Nah, demikian 4 hal yang harus kamu perhatikan saat memulai kehidupan baru pernikahan. Menikah akan memberikan banyak warna hidup bagimu. Jadi, apakah kamu sudah siap untuk perubahan tersebut?

Minggu, 01 Juni 2014

Menikah itu Seni Mengalah

 

Beberapa pekan jelang menikah, saya yang kala itu masih berusia 22 tahun, berguru pada ibu. Apa yang perlu dilakukan agar pernikahan berjalan damai?

Ibu menjawab tanpa berpikir panjang. Seolah pertanyaan yang saya ajukan se sepele resep sayur lodeh.

“Nikah ki yo anggere wani ngalah..” (Nikah itu pokoknya berani mengalah)

Dua kata yang menggedor batin saya: BERANI dan MENGALAH

Kata BERANI biasanya disandingkan dengan hal yang berat, bahkan horor. “Berani mati” misalnya. Tapi ibu menyandingkan kata itu dengan MENGALAH. Saya mulai memahaminya sebagai tugas berat, yang tidak semua orang mau dan mampu menjalankannya.

Mengalah.

Dan ini yang pada akhirnya saya jumpai, lalu saya pelajari dari lelaki yang sejak 18 tahun lalu saya dapati memiliki kepribadian baik.

Saat pernikahan masih serba kekurangan, dia akan lebih dulu mengambil piring plastik agar saya bisa menggunakan piring beling.

Saat anak belum lulus toilet training, dia yang akan bangun di tengah malam untuk mengatur si kecil, padahal yang anak panggil saat itu adalah ibunya.

Saat makan di luar, dia akan makan dengan terburu-buru agar bisa cepat bergantian menggendong si kecil. Demi kuah bakso di mangkok saya tidak keburu dingin.

Saat mendapati satu bacaan yang menarik, dan saya tertarik, dia akan mengangsurkan bacaan itu. “Bacalah lebih dulu. Aku sudah selesai”

Saat memasak dan jumlah masakan itu terbatas. Bukan saya yang menyisihkan untuk bagiannya, tapi dia yang akan mengambilkan lebih dulu untuk saya, dalam jumlah yang lebih banyak darinya. “Aku sudah kenyang..” dan saya tahu itu bohong.

Saat ada sepotong roti, dia akan membaginya tidak sama besar. Tapi saya yang lebih besar. “Kamu kan menyusui. Butuh lebih banyak kalori..” dan kami akan berdebat panjang, lalu diakhiri dengan saya tidak akan memakan bagian yang besar itu sampai dia tarik kembali agar beratnya sepadan.

Saat saya akan memakai kamar mandi belakang (yang ukurannya lebih kecil dari kamar mandi depan) dia yang sedang berada di kamar mandi depan segera keluar dan meminta saya menempatinya. “Aku di belakang aja. Nanti kamu kaget kalau banyak kecoa..”

Saat saya marah, meski kemarahan itu tidak masuk akal, dia yang mendekat, mengangsurkan tangan dan meminta maaf. Padahal masalah sebenarnya pun belum terang ia cerna.

Ini akhlak. Ini ngalah. Dan ini cinta.

Entah bagaimana caranya dia tidak bosan mengalah, dan tidak pula berdendang “Mengapa s’lalu aku yang mengalah..”

Enteng saja dia menjalani itu. Ikhlas saja. Senang-senang saja. Tapi dampaknya sangat besar buat saya.

Apa itu? Penghormatan, penghargaan, dan respek.

Untuk segi kematangan emosional, saya tertatih-tatih di belakangnya. Marah dan mau menang sendiri, selalu menjadi bagian saya.

Tapi sikap ngalah yang dia tunjukkan, lambat laun jadi mematangkan emosi itu. Sekaligus membuat saya juga jadi ingin mengalah. Ngalah untuk tidak memancing sikap ngalahnya, yang saya rasa sudah berlebihan dia beri pada saya.

Ya..ya.. pernikahan memang selaiknya menjadi hubungan yang take and give. Saling memberi saling menerima. Saling menutupi dan memahami.

Tentu jika hanya satu pihak saja yang terus mengalah, dan pihak yang lain memanfaatkan sikap ngalah itu, kedamaian hanya jadi angan. Karena pasti ada bom waktu dibalik sikap ngalah itu.

Namun mengalah adalah seni untuk memenangkan hati pasangan. Dan pasangan yang baik (baca: tahu diri) pasti akan menyambut sikap ngalah ini dengan suka cita, kesyukuran, lalu menghargai usaha dari pasangannya.

Mungkin ini yang membuat ibu menjawab “ngalah” sebagai kunci kedamaian berumah tangga.

***

Dan kini saya pun bertanya padanya, si lelaki pengalah itu. “Mengapa kamu selalu mengalah padaku?”

Jawabannya sederhana saja. Se-sederhana resep sayur lodeh:

“Aku tidak pernah merasa ngalah. Yang aku lakukan hanyalah menjaga agar kita tidak pernah terpecah belah..”

Untukmu yang berani mengalah,