Kamis, 25 Agustus 2016

Suami, inilah cara menyatakan sayang istri tanpa kata


Sahabat Ummi, khususnya bagi para suami yang menyayangi istri, tapi bingung karena tidak paham bagaimana cara mengekspresikan rasa cinta dan sayang tersebut, terutama karena tidak punya kepandaian merangkai kata, berikut ini merupakan beberapa cara menyatakan sayang tanpa perlu sepatah kata pun:

1. Mencium kening istri

Apa lagi yang lebih romantis daripada kecupan di kening bagi seorang istri? Hal ini dapat suami lakukan saat akan berangkat kerja, saat pulang kerja, sebelum dan setelah shalat, sebelum tidur dan saat bangun, sebagaimana Rasulullah mencium istrinya:

Dari ‘Aisyah ra, “Bahwa rasulullah Saw biasa mencium istrinya setelah wudhu kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhunya”. (HR. ‘Abdurrazaq)

Dari Hafsah, Puteri ‘Umar ra “Sesungguhnya Rasulullah Saw biasa mencium isterinya sekalipun sedang puasa.” (HR. Ahmad)

2. Tiduran di pangkuan istri

Menonton TV, balas pesan, sambil tidur-tiduran di pangkuan istri dan bermanja-manja bukanlah hal yang buruk. Ini bisa menunjukkan betapa suami pun ingin dimanja dan disayangi oleh istri. Bahkan, Rasulullah pun melakukannya:

Dari ‘Aisyah ra ia  berkata, “Rasulullah saw  biasa  meletakkan  kepalanya di pangkuanku  walaupun  aku  sedang  haidh, kemudian  beliau  membaca Al-Qu’an.” (HR. ‘Abdurrazaq)

3. Menunjukkan perhatian pada hal-hal kecil

Sodorkan bantal ketika istri tertidur di sofa, selimuti istri, pijat kakinya, atau buatkan minuman kesukaan istri tanpa diminta, merupakan hal-hal yang menunjukkan perhatian dan kasih sayang suami.

4. Berfoto bersama

Memang sederhana, tapi banyak pria sulit melakukannya, padahal berfoto bersama antara suami dan istri, kemudian foto itu ditaruh di wall handphone atau sosmed merupakan deklarasi nyata bahwa Anda menyayangi istri dengan sungguh-sungguh.

Masih banyak hal lainnya yang bisa menjadi cara menyatakan sayang pada istri tanpa mengucap sepatah kata,

Senin, 22 Agustus 2016

Berhenti Berlebihan dalam Berpakaian, Malu dengan Kebiasaan Istri Rasulullah


Berhenti Berlebihan dalam Berpakaian, Malu dengan Kebiasaan Istri Rasulullah
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik. Hal itu semua merupakan ayat-ayat Allah, supaya mereka berdzikir mengingat-Ku.” (QS. al-A’raf : 26)

Sahabat, Allah telah memberikan kita nikmat berpakaian, bahkan saat ini jenis pakaian muslimah sungguh luar biasa beragamnya. Ada banyak motif, warna, model, sungguh cantik. Tapi sudah tahukah bagaimana kebiasaan istri Rasulullah dalam berpakaian? Bukankah kita mengaku ingin mengikuti jejak beliau?

Sebagaimana Rasulullah yang biasa memakai pakaian bertambal dari bahan yang kasar, keluarga beliau pun memakai pakaian yang amat sederhana. Urwah bin Zubair berkata, “Aisyah tidak suka memperbarui bajunya (menggantinya dengan baju baru) melainkan menambalnya atau membaliknya.”

Semua pakaian istri Rasulullah itu berharga sangat murah sehingga Hasan al-Bashri pernah memperkirakan harga muruth (pakaian yang dibalutkan ke tubuh) istri beliau hanya dengan jumlah enam dirham.

Mungkin kita belum bisa sederhana dalam berpakaian sebagaimana ummul mukminin mencontohkan, tapi cobalah membiasakan menyedekahkan satu baju lama ketika kita membeli satu baju baru. Sedekahkan pula satu jilbab lama ketika kita mendapat satu jilbab baru. Mudahkan?

Satu hal lagi, pastikan hanya membeli pakaian mewah atau mahal untuk keperluan yang benar-benar penting saja. Jangan sampai kita memiliki begitu banyak pakaian mahal hanya untuk dikoleksi.

“Barangsiapa meninggalkan suatu pakaian dengan niat tawadhu’ karena Allah, sementara ia sanggup mengenakannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk, lantas ia diperintahkan untuk memilih perhiasan iman mana saja yang ingin ia pakai.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Jumat, 05 Agustus 2016

Istriku Tidak Cantik Lagi

HANI FATMA YUNIAR

Kemarin saya mendapatkan kiriman artikel dari seorang teman. Sebuah kisah nyata tentang seorang suami yang meninggalkan istrinya karena terpikat oleh perempuan lain yang jauh lebih muda dan lebih cantik tentunya. Kisah ini memang klasik, dan sejak zaman dulu sudah ada kisah semacam ini. Namun tetap saja,pedih hati saya saat membacanya. Bagaimana bisa seorang suami begitu mudah ‘membuang’ istrinya yang sudah setia mendampinginya baik di masa senang maupun susah,hanya karena terpikat oleh perempuan lain yang menurutnya jauh lebih baik.

Ada yang sudah berumahtangga hingga belasan tahun dan sudah memiliki anak-anak yang cukup besar, namun rumah tangga mereka akhirnya kandas karena hadirnya wanita idaman lain. Memang poligami diperbolehkan dalam Islam, namun jika suami tidak bisa berlaku adil, lalu ‘membuang’ istrinya hanya karena bosan, kemudian berlanjut menelantarkan anak-anak yang seharusnya dinafkahinya maka suami semacam ini telah berlaku zalim terhadap keluarganya.

Ada yang bermula dari chat di facebook, kemudian berlanjut dengan curhat masalah pribadi masing-masing hingga mendatangkan perasaan simpati yang oleh syetan dikemas sedemikian rupa hingga akhirnya berujung pada perselingkuhan. Di era digital seperti saat ini, pintu-pintu perselingkuhan sangat mudah terbuka dari mana saja. Dunia maya membuat akses kita menjadi tidak terbatas kepada lawan jenis. Hanya kuatnya iman dan rasa takut kepada Allah sajalah yang dapat menundukkan hati agar tak sampai jatuh pada pergaulan yang tidak islami.

Berhati-hatilah wahai suami, ketika engkau sudah mulai membanding-bandingkan istrimu dengan wanita lain,maka syetan akan bertepuk tangan dan semakin memprovokasimu untuk memanjangkan angan-angan. Apalagi jika membanding-bandingkan istri dengan perempuan muda yang masih kinyis-kinyis,sangat tidak apple to apple kata Uni Fitra Wilis.

Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, perempuan muda akan jauh lebih terawat karena mereka masih punya waktu untuk merawat diri, mereka masih ada waktu dan dana untuk pergi ke salon melakukan spa, facial,dan creambath.  Sedangkan istrimu, untuk mandi dua kali sehari saja tidak bisa leluasa karena harus berpacu dengan rengekan anak-anak yang minta diperhatikan. Bertanyalah pada dirimu sendiri, apakah engkau sudah memberikan dia cukup waktu untuk merawat dirinya. Pernahkah terbersit untuk menggantikannya mengasuh anak-anak barang sebentar agar si ibu bisa membersihkan dirinya atau memberinya cukup uang untuk pergi ke salon melakukan perawatan diri. Itupun belum tentu istrimu mau ‘menghamburkan’ uang mu untuk pergi ke salon yang sudah pasti tidak murah.  Sedangkan uang belanja yang kau berikan saja kadang tidak cukup hingga akhir bulan, mana tega dia memotong uang belanja untuk biaya perawatan ke salon.

Jadi bagi para suami,ketika terbersit sebuah rasa untuk membanding-bandingkan istrimu dengan wanita lain,jangan kau panjang-panjangkan angan-angan itu. Ingatlah kembali jasa-jasa istrimu, dia yang sudah mencurahkan semua waktu,pikiran, cinta, dan perhatiannya hanya untukmu dan anak-anakmu, hingga ia tak pernah lagi memikirkan dirinya sendiri. Kalaupun ada pelayanannya yang engkau anggap kurang, sampaikanlah dengan lembut dan bijaksana. Bila engkau ingin dia memakai parfum kesukaanmu untuk menggantikan aroma koyo yang tertempel di punggungnya yang letih, sampaikanlah dengan baik. Jangan meninggalkannya hanya karena dia tak seperti dulu yang selalu ada waktu untuk memanjakanmu. Tapi berikanlah dia kesempatan dan bantulah ia agar tetap menjadi yang tercantik di hatimu.

Sering-seringlah memandang wajah istrimu. Temukan telaga cinta tak bertepi dari kedua bola matanya. Bertanyalah pada dirimu sendiri, apa yang sudah engkau lakukan untuk membahagiakannya? Dia yang tak pernah mengeluh meski uang belanjanya pas-pasan,dia tetap bersyukur kepada Allah dan berterima kasih padamu. Dia yang tak pernah lagi terpikir untuk membeli baju baru apalagi perhiasan baru. Yang dia utamakan adalah kepentinganmu dan anak-anakmu, bagaimana ia berfikir keras agar uang yang kau berikan cukup untuk biaya sekolah dan makan sehari-hari.

Sesekali mungkin istrimu pernah berbuat salah. Suara bentakannya melengking mendengungkan telinga. Ketika ia lelah,tidak menutup kemungkinan engkau pun pernah jadi sasaran kemarahannya. Namun pahamilah, bahwa itu hanya emosi sesaat karena raganya yang menuntut untuk diistirahatkan. Masih ingat kisah khalifah Umar bin Khattab yang diam saja ketika diomeli istrinya? Beliau yang dijamin syurga saja mau mendengarkan keluh kesah istrinya karena memahami bahwa jasa-jasa sang istri jauh lebih besar daripada kekurangannya.

Menulis artikel ini, saya jadi teringat wejangan seorang Syekh kepada seorang suami yang mengaku telah bosan kepada istrinya. Merasa istrinya sudah tidak cantik dan tidak menarik lagi.

Seorang lelaki berkata kepada seorang syekh :

“Dulu,sebelum menikah,aku melihat istriku begitu indah, tiada duanya di dunia ini. Ketika aku melamarnya, ternyata ada banyak wanita yang seindah dia. Ketika aku menikahinya, aku mulai merasa bahwa ada banyak wanita yang lebih cantik darinya. Sekarang,setelah hampir sepuluh tahun kami menikah,aku merasa bahwa semua wanita lebih menarik daripada istriku.

Syekh itu menjawab :

“Apakah engkau tahu, ada yang jauh lebih parah dari yang kau alami saat ini?”

“Tidak”


“Seandainya, engkau menikahi wanita di seluruh dunia, tanpa terkecuali, maka engkau akan merasa bahwa anjing-anjing yang berkeliaran di jalan jauh lebih menarik bagimu daripada wanita manapun.”

Syekh itu melanjutkan :

“Masalah sesungguhnya bukan terletak pada istrimu , tepi terletak pada hati rakusmu dan mata keranjangmu. Mata manusia tidak akan pernah puas, kecuali jika sudah tertutup tanah.”

Lalu Syekh itu bertanya, “Apakah engkau ingin istrimu kembali seprti dulu,menjadiwanita terindah di dunia ini?”

“Ya Syekh”, jawab lelaki itu dengan perasaan tak menentu.

“Pejamkanlah matamu dari hal-hal yang haram. Ketahuilah, orang yang merasa cukup dengan suatu yang halal, maka dia akan diberi kenikmatan yang sempurna di dalam barang halal tersebut”