Jumat, 21 November 2014

Cantik butuh modal bro...

Ingin Istri Bening?

"Waw, bening bingits....", ujar seorang lelaki mengomentari foto bintang iklan sebuah produk fashion.

Bukan produk fashion yang dikomentari. Justru bintang iklannya.

Pengen istri yang selalu bening?

Jika ingin istri anda selalu terlihat bening, cantik dan awet muda, tentu ada sarana yang harus anda sediakan.

Yang pertama sarana spiritual. 

Hadirkan suasana yang menyenangkan hati istri anda. Jika istri anda bahagia, ia akan bening, cantik dan awet muda.

Jangan sakiti hati dan perasaannya karena itu akan membuatnya cepat tua serta hilang kecantikannya.

Yang kedua sarana material. 

Ada sangat banyak tempat dan sarana untuk merawat kecantikan istri anda.

Ajak dan antarkan istri anda merawat kecantikan diri ---tentu saja sekaligus anda bayar biayanya. 


Niscaya ia akan selalu bening, cantik dan awet muda.

Copas dr fb

Kamis, 20 November 2014

Tanpa Di Sadari, Dosa-Dosa Ini Hadir Ketika Resepsi Pernikahan Selasa, 26 Juli 2016


BuzzerTweet - Ketika menghadiri resepsi pernikahan, kita pasti akan bertemu dengan banyak orang. Tak jarang kita pula akan bertemu dengan teman-teman lama. Namun tanpa kita sadari, ada dosa-dosa yang mengintai kita ketika menghadiri resepsi pernikahan. Berikut ini adalah dosa yang bisa dilakukan seseorang saat datang ke resepsi pernikahan, yaitu:

1. Pamer Perhiasan dan Pakaian
Pernikahan adalah momen yang istimewa sehingga hampir setiap orang yang menghadiri resepsi pernikahan akan menampilkan pakaian dan perhiasan yang terbaik. Sayangnya, banyak di antara kita yang pamer perhiasan dan pakaiannya ketika menghadiri resepsi pernikahan.

2. Mengeluh pada Suami
Apabila seorang wanita atau istri yang tidak memiliki benda untuk dipamerkan, mereka biasanya akan mengeluh kepada suami. Bahkan, mereka selalu merasa bahwa apa yang mereka miliki masih kurang bagus dan mahal dibandingkan orang lain.

3. Mubazir dalam Mengambil Hidangan
Banyak di antara kita yang mubadzir dalam mengambil hidangan di resepsi pernikahan. Padahal, mubazir adalah perbuatan setan. Sebaiknya kita mengambil makanan sesuai dengan porsi dan kemampuan kita untuk menghabiskannya.

4. Bergosip saat Bertemu dengan Teman-teman
Dalam resepsi pernikahan, biasanya kita akan bertemu teman-teman yang sudah lama tidak berjumpa. Hal ini membuat kita bersemangat dalam bercerita, bahkan terkadang kita tidak sadar bahwa apa yang kita bicarakan termasuk gibah.

Kita harus menyadari bahwa setiap perilaku akan dicatat oleh malaikat dan dilaporkan kepada Allah. Sekecil apapun perbuatan kita, jika itu memang dosa maka akan dicatat sebagai dosa. Termasuk dosa-dosa kita ketika menghadiri resepsi pernikahan. 

Selasa, 18 November 2014

INSPIRASI SEMUA INPIRASI Home Inspirasi RelationshipMenghadapi Mertua Yang Suka Ikut Campur MENGHADAPI MERTUA YANG SUKA IKUT CAMPUR

Pernikahan merupakan tanda bahwa Anda dan suami telah menjadi sebuah keluarga yang utuh dan independen. Sayangnya, banyak pasangan yang kurang beruntung dan masih dihantui sosok mertua yang belum rela membiarkan anaknya menjalani kehidupan pribadinya sebagai manusia dewasa yang mandiri bersama pasangan hidupnya. Akibatnya, si mertua senang sekali mencampuri urusan rumah tangga anak dan menantunya. Mulai dari urusan domestik, pendidikan anak, hingga finansial. Jika tidak berhati-hati, pernikahan Anda bisa terancam karenanya. Nah, siimak dulu tips berikut supaya Anda siap menghadapi mertua yang suka ikut campur.  
Diskusikan baik-baik dengan suami
Jika campur tangan mertua Anda sudah melewati batas, Anda perlu membahasnya dengan suami dan menjelaskan pendapat Anda baik-baik. Jangan terdengar menyalahkan mertua karena suami akan menjadi defensif. Utarakan saja bahwa maksud Anda baik, yaitu agar Anda berdua bisa semakin mandiri dalam mengambil keputusan sebagai sebuah keluarga yang independen dan tidak merepotkan pihak lain. Lagipula, ada beberapa hal yang hanya diketahui oleh Anda dan suami, maka sudah sepantasnya segala urusan rumah tangga Anda diselesaikan oleh Anda berdua saja tanpa campur tangan orang tuanya.
Jangan mengumbar masalah rumah tangga
Untuk menghindari mertua yang sifatnya ingin tahu dan ingin ikut campur, hindarilah menceritakan masalah rumah tangga Anda ke mana-mana. Jika masih bisa diselesaikan bersama, tuntaskan masalahnya berdua bersama suami. Namun, kalau memang butuh pendapat dari orang lain, berceritalah pada orang-orang kepercayaan Anda saja dan jangan sampai mertua Anda mendengarnya dari orang lain.
Menyaring masukan dan kritik dari mertua
Kadang, tidak semua omongan dari mertua Anda salah. Pasti ada juga yang masuk akal, toh mertua Anda pasti juga menginginkan yang terbaik bagi pernikahan putranya. Saringlah secara selektif. Buang nasihat yang tidak perlu dan bersifat destruktif, sementara terapkan yang kira-kira berguna bagi keluarga kecil Anda. Tetaplah percaya diri bahwa Anda mampu mengambil keputusan bagi keluarga, tapi sesekali menuruti mertua bisa membawa berkah tak terduga pula.
Buktikan bahwa Anda dan suami bisa menyelesaikan masalah apa pun
Alasan utama mengapa mertua suka ikut campur biasanya adalah ketidakpercayaan. Maka itu, Anda dan suami perlu membuktikan pada orang tuanya bahwa sekecil dan sebesar apa pun masalah yang ditemui, Anda dan suami akan sanggup menghadapinya bermodalkan rasa saling percaya, kompromi, dan keterbukaan.
--IA

Senin, 17 November 2014

Hukum Menjilati Kemaluan Istri Dalam Islam,

  

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Banyaknya tanggapan terhadap tulisan terdahulu, “Bolehkah Seorang Suami Mencium Farji Istrinya?” maka kami terdorong untuk memberikan keterangan yang lebih jelas terhadap tema seputar itu yang dinukil dari fatwa ulama.
Sesungguhnya kegiatan suami istri dengan cara yang boleh jadi dianggap aneh oleh sebagian orang ini menjadi pertanyaan banyak pasangan muslim. Boleh jadi sebagian pasangan merasa nikmat, lebih semangat, dan lebih bergairah dalam melakukan pemenuhan kebutuhan biologis ini. Namun boleh jadi sebagian yang lain menganggap buruk dan menjijikkan. Sehingga tak layak dilakukan oleh orang muslim. Akahirnya hal ini  menimbulkan tanda tanya tentang hukum bolehnya?.
Sebenarnya, telah banyak keterangan dan jawaban ulama terhadap masalah hubungan suami istri ini. Pada ringkasnya, diakui bahwa sebagian orang merasa jijik dan menganggap buruk bentuk cumbu rayu semacam ini. Sehingga paling utama adalah menjauhi dan menghindarinya. Tetapi bersamaan hal itu, mereka tidak bisa mengharamkan dengan tergas. Karena tidak ada ketegasan dari nash syar’i yang mengharamkannya. Tetapi jika memang terbukti itu berbahaya, maka jenis foreplay yang bisa menyebabkan penyakit dan bahaya diharamkan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Dan Dia mengharamkan atas kalian yang buruk-buruk.” (QS. Al-A’raf: 157)
Selanjutnya kami akan suguhkan jawaban salah seorang ulama yang mendapatkan pertanyaan serupa, yaitu Syaikh Khalid Abdul Mun’im al-Rifa’i. Kami menilai jawaban beliau terhadap masalah tersebut cukup jelas dengan argument mendasar dalam mejawab pertanyaan tersebut.  Berikut ini kami kami terjemahkan dari fatwa beliau, yang judul aslinya: حكم لحس الرجل لفرج زوجته والعكس “Hukum suami menjilat kemaluan istrinya dan sebaliknya”.
Soal: Apa hukum membangkitkan syahwat/libido istri dengan cara menjilat farjinya dengan lidah suaminya, begitu juga terhadap sang suami? Jazakumullah Khairan.
Jawab: Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas Rasulullah, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Adapun berikutnya:
Sesungguhnya asal dalam hubungan suami istri adalah mubah, kecuali apa yang disebutkan larangannya oleh nash: berupa mendatangi istri pada dubur (anus)-nya, menggaulinya saat haid dan nifas, saat istri menjalankan puasa fardhu, atau saat berihram haji atau umrah.
Adapun yang disebutkan dalam pertanyaan berupa salah satu pasangan menjilati kemaluan pasangannya, dan praktek dalam bersenang-senang yang telah disebutkan dalam pertanyaan, maka itu tidak apa-apa berdasarkan dalil-dalil berikut ini:
1. Itu termasuk dari keumuman bersenang-senang yang dimubahkan.
2. Jika coitus dibolehkan yang merupakan puncak bersenggama (bersenang-senang), maka yang dibawah itu jauh lebih boleh.
3. Karena masing-masing pasangan boleh menikmati anggota badan pasangannya dengan menyentuh dan melihat, kecuali pengecualian yang telah disebutkan oleh syariat sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas.
4. Firman Allah Ta’ala,
نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
“Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 223)
Ibnu Abidin al-Hanafi berkata dalam Radd al-Mukhtar: Abu Yusuf pernah bertanya kepada Abu Hanifah tentang seorang laki-laki yang membelai farji istrinya dan sang istri membelai kemaluan suaminya untuk membangkitkan syahwatnya, apakah menurut Anda itu tidak boleh? Beliau menjawab, “Tidak, aku berharap itu pahalanya besar.”
Al-Qadhi Ibnul Arabi al-Maliki berkata, “Manusia telah berbeda pendapat tentang bolehnya seorang suami melihat farji (kemaluan) istrinya atas dua pendapat: salah satunya,membolehkan, karena jika ia dibolehkan menikmati (istrinya dengan jima’) maka melihat itu lebih layak (bolehnya). . . . . salah seorang ulama kami, Asbagh (Ulama besar Madhab Maliki di Mesir) berkata: Boleh baginya (suami) untuk menjilati –kemaluan istrinya- dengan lidahnya.”
Dalam Mawahib Al-Jalil Syarh Mukhtashar Khalil disebutkan, “Ditanyakan kepada Ashbagh; Sesungguhnya suatu kaum menyebutkan kemakruhannya. Lalu beliau menjawab: orang yang memakruhkannya, dia hanya memakruhkan dari sisi kesehatan (medis), bukan berdasarkan ilmu (dalil). Itu tidak apa-apa, tidak dimakruhkan. Diriwayatkan dari Malik, beliau pernah berkata: tidak apa-apa melihat farji (kemaluan) saat berjima’. Dalam satu riwayat terdapat tambahan, “Dan ia menjilatinya dengan lidahnya.”
Al-Fannani al-Syafi’i berkata: “Seorang suami boleh apa saja setiap melakukan hubungan dengan istrinya selain lubang duburnya, bahkan menghisap clitorisnya.
Al-Mardawi al-Hambali berkata dalam al-Inshaf: Al-Qadhi berkata dalam al-Jami’: “Boleh mencium farji (kemaluan) istri sebelum jima’ dan memakruhkannya sesudahnya . .  istri juga boleh memegang dan menciumnya dengan syahwat. Ini dikuatkan dalam kitab al-Ri’ayah, diikuti dalam al-Furu’, dan diperjelas oleh Ibnu ‘Aqil.
Namun jika terbukti jelas cara bercumbu semacam itu menyebabkan penyakit dan membahayakan pelakunya, maka saat itu ia wajib meninggalkannya berdasarkan sabda nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Tidak boleh (melakukan sesuatu) yang membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dalam sunannya)
Begitu pula apabila salah seorang pasangan merasa tersakiti (tidak nyaman) karena perbuatan tersebut dan membencinya: maka wajib atas pelaku (suami)-nya untuk menghentikannya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (QS. Al-Nisa’: 19)
Dalam hal ini harus diperhatikan tujuan dasar dari hubungan suami istri, yakni permanen dan kontinuitasnya. Asal dari akad nikah adalah dibangun di atas kelanggengan. Allah Ta’ala telah meliput akad ini dengan beberapa peraturan untuk menjaga kelestariannya dan menguatkan orang yang menjalaninya sesuai dengan ketentuan syariat bukan dengan sesuatu yang menyelisihinya. Masuk di dalamnya solusi berhubungan antar keduanya. . .  Wallahu Ta’ala A’lam

Kamis, 13 November 2014

Tiga Sunnah di Malam Pengantin

Kisah ini dialami oleh Ibnu Sirin rahimahullah. Ia telah membuktikannya dan kemudian mengisahkannya untuk seluruh pengantin baru.
“Aku menikah dengan seorang wanita dari Bani Tamim,” Ibnu Sirin memulai kisahnya seperti dimuat kembali dalam Qashash wa Thara’if Lailah ad Dukhlah. “Ketika malam pertama setelah akad nikah, aku arahkan kedua tanganku kepadanya.”
“Perlahan,” kata istrinya. “Sesungguhnya Allah meletakkan ilmu di tempat di mana Dia kehendaki. Aku mendengar bahwa di malam pengantin seperti ini, laki-laki diperintahkan untuk shalat dua rakaat dan sang istri bermakmum di belakangnya. Setelah shalat lalu ia berdoa dengan doa yang dicontohkan oleh Nabi.”
Mendengar itu, Ibnu Sirin pun bangkit. Ia shalat dua rakaat bersama istrinya tersebut. Lalu ia berdoa dengan diaminkan sang istri.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَهْلِي، وَبَارِكْ لَهُمْ فِيَّ، اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مِنْهُمْ وَارْزُقْهُمْ مِنِّي، اللَّهُمَّ اجْمَعَ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ إِلَى خَيْرٍ، وَفَرِّقْ بَيْنَنَا إِذَا فَرَّقْتَ إِلَى خَيْرٍ

“Ya Allah. berkahilah aku pada keluargaku dan berkahilah mereka pada diriku. Ya Allah, karuniakanlah diri rezeki karena keluargaku dan karuniakanlah mereka rezeki karena diriku. Ya Allah satukanlah kami selama itu demi kebaikan. Dan pisahkanlah kami selama itu demi kebaikan.”
Setelah itu, Ibnu Sirin hendak melanjutkan aktifitasnya yang tadi terhenti. Ia pun mengarahkan kedua tangannya.
“Perlahan..,” kembali kata-kata itu keluar dari lisan istrinya. “Jika hendak melakukan hal ini, Rasulullah mengajarkan doa khusus.”
Ibnu Sirin menghentikan aksinya. Lalu ia pun berdoa.

بِاسْمِ اللهِ، اللهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang Engkau berikan kepada kami.”
Setelah itu, barulah keduanya menikmati malam penuh cinta.
“Alhamdulillah, setelah itu keluargaku senantiasa diliputi kebaikan dan keberkahan,” kata Ibnu Sirin.
Masya Allah… demikianlah buah dari mengikuti sunnah Rasulullah. Di dunia kebaikan didapat, di akhirat insya Allah menuai pahala dan beroleh syafaat.
Bagi yang belum menikah, peganglah sunnah-sunnah tersebut. Amalkan ketika malam itu tiba. Bagi yang telah menikah, mungkin sunnah shalat dua rakaat dan doa di malam pengantin tak bisa diulang. Namun doa sebelum berhubungan, bisa senantiasa diamalkan. Dan lanjutan hadits doa itu menyebutkan keutamaannya:

فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

“Jika ditakdirkan terwujud anak dari hubungan itu, maka setan tidak akan mengganggunya selamanya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Semoga kita mendapatkan fadhilah itu beserta segenap keberkahannya. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]

Selasa, 11 November 2014

10 Hal yang Paling Diharapkan Istri dari Suaminnya

Terkadang, suami tidak peka bahwa istrinya mengharapkan banyak hal darinya. Sementara sang istri kadang ‘canggung’ untuk mengungkapkan apa yang ia harapkan dari suaminya.

Nah, agar suami istri makin harmonis hingga terbentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, para suami perlu mengetahui bahwa 10 hal yang paling diharapkan istri darinya. Bagi para istri, Anda bisa mengoreksi poin-poin ini, dan bisa pula menambahkan daftar berikutnya yang lebih sesuai dengan kondisi Anda.

Kasih sayang

Hal yang paling diharapkan istri dari suami adalah kasih sayang. Istri ingin dicintai dan dikasihi, istri ingin disayang. Banyak suami sebenarnya telah mencintai istrinya dengan tulus dan setia. Namun karena perbedaan cara mengungkapkan cinta antara pria dan wanita, cinta yang tulus dan setia itu belum dirasakan sepenuhnya.

Suami merasa bahwa ia bekerja keras mencari nafkah –bahkan hingga pulang larut malam—adalah pernyataan cintanya pada istri. Sementara istri mengharapkan suami menyatakan cintanya secara verbal, semacam “aku cinta kamu”, ketika pergi keluar kota atau lembur kerja menelepon atau kirim SMS/BBM/WA yang menyatakan ia rindu, sering mengecup keningnya, mengandeng tangan, memeluk mesra, mencium dan sebagainya.

Perhatian

Cinta adalah memberi. Pemberian cinta yang pertama adalah perhatian. Demikian kira-kira Anis Matta dalam buku Serial Cinta.

Istri sangat mengharapkan perhatian dari suaminya. Saat penampilannya berubah –sesungguhnya ia sedang mempercantik diri untuk membahagiakan suami—ia sangat suka jika suaminya meresponnya dengan positif. Saat ia terlihat lelah, ia suka jika suaminya memijitnya, minimal menanyakan mengapa terlihat lelah. Apalagi jika istri sedang sakit atau menghadapi masalah. Respon suami adalah bentuk perhatian yang disukai sekaligus diharapkan istri.

Pengertian

Istri manapun pasti berharap suaminya pengertian. Dalam arti, pertama-tama, sang suami menerima dan mencintainya apa adanya. Selanjutnya, baru sang suami mentarbiyahnya, mengajaknya tumbuh bersama.

Harapan ini mulai dari hal-hal yang cukup mendasar hingga hal-hal yang masuk dalam kategori selera. Misalnya istri berasal dari daerah pantai. Tentu sebagai orang pantai ia terbiasa bicara keras untuk melawan ombak. Saat suami menjadikannya istri, ia harus pengertian dengan kondisi ini. Tidak langsung mencela istrinya sebagai wanita kasar atau kurang sopan. Sambil, secara bertahap suami memahamkan bahwa kini mereka tinggal di kota, misalnya, volume bicara perlu disesuaikan.

Contoh pengertian dalam hal selera adalah makanan. Misalnya istri suka makan pedas dan terbiasa masak pedas. Sedangkan suami tidak suka makan pedas. Maka tidak bijaksana jika suami memaksa istrinya langsung berubah selera. Istri lebih suka jika suaminya pengertian, mengatakannya dengan lemah lembut dn mensiasati misalnya sambal disendirikan, atau jika tidak memungkinkan dibuat dua versi masakan berbeda.

Jadi Imam

Ar rijaalu qawwaamuuna ‘alan nisaa’. Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. Firman Allah ini pasti disadari betul oleh setiap wanita yang beriman. Sekaligus merupakan fitrah wanita mengharapkan suaminya menjadi pemimpin, menjadi imam dalam keluarga.

Suami sebagai imam yang diharapkan istri dalam rumah tangganya, bukan sekedar kepala keluarga yang bertanggungjawab atas nafkah. Tetapi lebih dari itu, ia bisa memimpin dan mengarahkan istri dan anak-anak menjadi lebih baik. Ia bisa mengingatkan istrinya saat istri salah, bisa memotivasi istrinya saat istri merasa lemah, dan juga bisa menjadi teladan bagi istri dan anak-anak.

Apresiasi

Istri mengharapkan apresiasi dari suaminya; atas apa yang ia lakukan, atas apa prestasi yang ia capai, bahkan atas ide-ide dan pemikirannya. Apresiasi itu bentuknya bisa bermacam-macam. Mulai dari ucapan terima kasih, memujinya, hingga memberinya hadiah.

Misalnya istri telah berdanda sedemikian rupa di malam hari. Suami perlu mengapresiasinya dengan memuji istrinya. Jangan sampai ia telah berhias cantik di malam hari, lalu sang suami cuek begitu saja. Tanpa kata tanpa aksi langsung meninggalkannya ke alam mimpi.

Pun saat anak-anak meraih prestasi tertentu; hafalan bertambah, lebih mandiri, hingga prestasi akademik. Sesungguhnya semua itu tak lepas dari peran istri. Maka berterima kasih padanya atau memujinya akan membuat dirinya bahagia.

Waktu berkualitas

Istri tidak hanya butuh nafkah dhahir berupa materi. Yang lebih dibutuhkan istri adalah waktu berkualitas. Apa artinya uang banyak, harta berlimpah, tetapi suami jarang di rumah. Ia habiskan waktunya mencari materi, sementara istri merasa menjadi janda meskipun suaminya masih ada dan anak-anak merasa yatim meskipun ayah mereka masih ada. Sebabnya karena kehadiran suami secara psikologis tidak didapatkan istri. Kehadiran ayah secara psikologi tidak dirasakan oleh anak-anak.

Saling membantu

Wanita memang memiliki kemampuan yang luar biasa; multitasking. Ini salah satu perbedaan pria dan wanita. Namun, jika semua pekerjaan diserahkan kepada istri, tentu istri sangat terbebani. Ia berharap suaminya juga membantunya. Terlebih, jika mereka memang hidup tanpa pembantu/khadimat. Misalnya istri yang menyapu, suami yang mengepel. Istri yang mengajari anak belajar bahasa Indonesia, suami yang mengajari matematika.

Mendukung dan membela istri

Istri, berapapun usianya, pasti memiliki keinginan. Memiliki cita-cita. Ingin berkembang. Ingin lebih baik. Asalkan keinginan dan cita-cita itu baik, suami perlu mendukungnya.

Pun saat istri menghadapi tantangan atau masalah. Dukungan suami sangat diharapkan. Terlebih saat hamil atau persalinan, suami perlu mendukungnya agar istrinya kuat dan kokoh. Saat ada masalah, suami harus mendukung dan membelanya

Momen spesial

Istri sangat suka jika suaminya mengingat momen-momen penting. Ia menjadi merasa dihargai dan disayang. Misalnya tanggal pernikahan, tanggal lahir istri, tanggal lahir anak, dan sebagainya. Saat suami memberikan hadiahsurprise di momen-momen istimewa, istri pasti merasa sang suami sangat perhatian dan cinta padanya. [Muchlisin BK/Keluargacinta.com]

Senin, 10 November 2014

Ketahuilah!! Sunnah Mahar Itu Sekurangnya 0.25 Dinar, Bukan Selembar Mukena

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.” (QS. An-Nisa: 4)"

“Saya terima nikah dan kawinnya Nabila binti Ahmad dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an dibayar tunai!”

Tanpa mahar tiada pernikahan. Masyarakat kita menyebutkan sebagai Mas Kawin. Itu bukan tanpa alasan, karena sunnah mahar adalah emas, atau perak. Bukan seperangkat alat salat! Berikut beberapa riwayatnya.


Abu Salamah Ibnu Abdurrahman Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah r.a: Berapakah maskawin Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam Ia berkata: Maskawin beliau kepada istrinya ialah dua belas uqiyyah dan nasy. Ia bertanya: Tahukah engkau apa itu nasy? Ia berkata: Aku menjawab: Tidak. ‘Aisyah berkata: Setengah uqiyyah, jadi semuanya lima ratus dirham . Inilah maskawin Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam kepada para istrinya. (Hadits Riwayat Muslim)

Ali Radliyallaahu ‘anhu berkata: Maskawin itu tidak boleh kurang dari sepuluh dirham . (Hadits Riwayat Daruquthni).

Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah melihat bekas kekuningan pada Abdurrahman Ibnu Auf. Lalu beliau bersabda: “Apa ini?”. Ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menikahi seorang perempuan dengan maskawin senilai satu biji emas . Beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahimu, selenggarakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing.” (Muttafaq Alaihi)

Jadi, begitulah yang diajarkan, maka gunakanlah Dinar emas atau Dirham perak sebagai mahar. Tapi jangan sampai menyulitkan:

Dari Uqbah Ibnu Amir Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: ” Sebaik-baik maskawin ialah yang paling mudah .” (Riwayat Abu Dawud)

Malik menegaskan:

Malik berkata: “Aku tidak setuju jika wanita dapat dinikahi dengan [mas kawin] kurang dari seperempat Dinar. Itu adalah jumlah terendah, yang [juga jumlah terendah untuk] mewajibkan  pemotongan tangan [karena mencuri]”.

Minggu, 09 November 2014

PESAN GUS DUR DALAM MENDIDIK ANAK


1) Ibu ketika menyusui sambil membaca Ayat Kursi & Al-Ikhlas, Al-falaq, An-Nas & mengulang-ulang bacaan

2) Pertama kali yang diajarkan ke anak ketika baru bisa bicara.

رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمّد نبيا ورسولا

“Radhitu Billahi Rabba, wabil Islami Dina, wabi Muhammadin Nabiyya wa Rasula”

(Aku Ridho Allah Subhanahu Wata'ala sebagai Tuhanku, Islam sebagai Agamaku, Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagai Nabi dan Rasulku)

3) Mengajak keluar anak-anak kecil ketika waktu malam yg terakhir (sebelum subuh) ke masjid agar menjadi kebiasaan.

4) Sebelum memasuki Bulan-bulan berkah seperti Ramadhan, mereka mengumpulkan anak-anak mereka & bertanya kepada mereka, apa yang akan kalian kerjakan di bulan yg berkah ini? dari amalan membaca Alqur'an, dzikir, sedekah dll

5) Mereka mengajari anak-anak mereka niat-niat yang baik sebagaimana mengajari mereka Surat Al fatihah

6) Mereka mengadakan majelis ilmu di rumah & berkumpul semua yang di rumah harian/mingguan, mereka membaca sedikit dari al qur'an al karim (tadarrus), kitab hadits & fiqih dan mereka menutup majelis dengan do'a & shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

7) Ketika masuk baligh anak mereka, mereka memberi tahu anaknya kalau sudah Mukallaf & sekarang 2 Malaikat akan mencatat kebaikan & kejelekan & menulis ucapan & perbuatannya, dan hal itu diadakan perayaan yang dihadiri ulama'

8) Mereka tidak menunda pernikahan anak-anak mereka setelah baligh khawatir terjerumus kepada kemaksiatan

9) Mereka mengajari anak-anak dengan berdo'a memohon kepada Allah dalam setiap keadaan, maka apabila anaknya ingin sesuatu dari orangtuanya, mereka berkata kepada anaknya wudhu'lah & sholat 2 rokaat dan mintalah kepada Allah hajat-hajatmu. Dan setelah shalat orang tua memberikan yang anak minta seraya berkata sungguh Allah yang mengabulkan do'amu

10) Mereka membagi tugas kepada setiap anak, ada yang tugas belanja ke pasar, dan ada yang menyapu rumah & ada yang tugas melayani tamu dan mengambil air dsb

11) Mereka lebih banyak memperhatikan pembelajaran putri-putri mereka daripada yang laki-laki karena anak perempuan tidak keluar rumah.

Kamis, 06 November 2014

JANGAN PERNAH SEKALIPUN MEMUKUL ISTRI

Istri sudah memberi suaminya cinta, tubuhnya, hidupnya,  kenikmatan, mengandung anaknya, mengurus rt; apakah masih tega pukul istri? Itu namanya laki2 yg tdk di ajar ortunya, pengecut, tak beragama, tdk bermoral dan tidak bertanggungjawab. Hai suami, tampar dahulu 7 kali wajahmu baru tampar sekali istrimu agar tahu sakitnya dan bila suami salah mk istri juga boleh memukul suami dgn kayu. Bila berani pukul istri, hati istri terluka, rumah tangga rusak, anak2 jd pahit, rezekipun akan sulit.

Selasa, 04 November 2014

Tips Memilih Bra yang Tepat


Bra adalah
 pakaian dalam wanita yang berfungsi untuk menyangga payudara. Meskipun bra tersembunyi di balik pakaian, bra adalah penunjang penampilan yang penting bagi wanita. Terutama bila wanita tersebut memiliki payudara yang besar. Bra yang tepat akan membuat postur wanita tersebut menjadi lebih baik. Alhasil, Anda bisa menghindari risiko sakit punggung, sakit kepala, dan otot yang tegang, serta cedera

Tapi, tahukah Anda? Meski bra adalah barang yang sering dibeli wanita, hanya 2 dari 10 wanita yang memakai bra yang sesuai. Penyebabnya adalah kebanyakan wanita memilih bra berdasarkan warna, motif, dan desainnya. Alhasil, Anda bisa memakai bra yang terlalu kecil atau malah terlalu besar. Akibatnya, Anda pun tidak nyaman beraktivitas.
Apa saja yang harus Anda perhatikan saat membeli bra? Ini tipsnya:

  • Sesuai Ukuran
Sesuaikan ukuran bra dengan lingkar dada dan cup-nya. Lingkar dada dalam bra biasanya memakai kode nomor (inci) seperti 32, 34, 36 sementara ukuran cup yang berfungsi “mewadahi” bra biasanya ditunjukkan dengan kode huruf seperti A, B, C, D.  
Saat membeli bra, jangan ragu untuk mencoba berbagai ukuran bra. Bukan tak mungkin Anda menemukan bra dengan lingkar dada yang pas tapi cup-nya terlalu kecil sehingga payudara Anda bisa menonjol ke pinggir. 
Oh ya, ukuran bra akan berubah setiap tahun karena perubahan berat badan dan fluktuasi hormonal (kehamilan, menyusui, atau menopause). 
Anda juga bisa mengukur sendiri di rumah bila ingin lebih leluasa. Gunakan saja pita pengukur yang biasanya dipakai penjahit. Lalu, bagaimana bila ternyata ukuran lingkar dada Anda ganjil seperti 31 atau 33, misalnya? Nah, Anda sebaiknya memilih bra dengan ukuran satu nomor di atas lingkar dada Anda sebab bra cenderung meregang seiring waktu. 

  • Perhatikan Tali Bra
Meski tali bra bisa diubah ukuran panjang pendeknya, jangan pernah mengenakan bra dengan tali yang terlalu longgar atau terlalu panjang. Hal ini bisa membuat payudara Anda tidak tersangga secara sempurna. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memilih tali bra yang elastis.
  • Kenali bentuk payudara
Sebelum membeli bra kenali dahulu bentuk payudara. Misalnya, jika payudara Anda berbentuk apel maka gunakanlah bra dengan cup yang bisa menutupi payudara Anda hingga sempurna. 
  • Busa & Kawat
Jika ukuran payudara Anda kecil sebaiknya gunakanlah bra yang memiliki busa. Tujuannya adalah agar payudara terlihat lebih berisi. Sementara bila payudara Anda termasuk besar, lebih baik pilih bra dengan kawat supaya bisa menyangga payudara dengan baik.

  • Kenyamanan
Saat akan membeli bra luangkanlah waktu yang cukup agar Anda dapat leluasa memilih bra yang tepat. Jangan malu untuk mencoba terlebih dahulu karena bra yang kebesaran atau kesempitan akan membuat Anda tidak nyaman. Gunakan pakaian atau kaos polos saat akan membeli bra, sehingga Anda juga dapat menilai bagaimana tampilannya ketika Anda memakai baju.
Oh ya, khusus bagi wanita yang sedang menyusui, aturan memilih bra pun berbeda. Semoga bermanfaat! (PR)

Senin, 03 November 2014

Ibu yang tertekan

Saat merasa ada emosi yang tidak baik, saat kita merasa tertekan dan stres, lebih baik kita berhenti sejenak. Ceritakan pada pasangan kita, dan minta ruang dan waktu untuk kita sendiri untuk merenung dan menyegarkan pikiran dan hati. Sebab, “sadar dan waras” adalah dua kondisi yang kita perlukan beriringan, agar bisa membersamai buah hati kita dengan baik.

Kenapa seorang istri/ibu bisa mudah marah, mudah lelah, mudah merasa tak berdaya dlsb? Boleh jadi salah satu faktornya adalah

“kebutuhan mereka untuk didengarkan” tak terpenuhi.

Iya, karena didengarkan, kebutuhan berbicara, merupakan salah satu kebutuhan emosi utama kita sehari-hari, selain makan, minum, buang air dsb.

Setiap wanita rata-rata punya kebutuhan berbicara 15.000-20.000 kata per hari. Berbeda dengan lelaki yang hanya punya kebutuhan berbicara 7.000-10.000 kata per hari, dan itu pun biasanya sudah terpenuhi di kantornya, melalui presentasi dsb.

Jadi wajar, apabila kebanyakan istri/ibu itu cerewet, bawel, dan lebih senang berbicara dibandingkan suami/ayah; karena memang kebutuhan fitrahnya seperti itu.

Jadi, kebayang kalau misal yang seharuan di rumah, mengurus si kecil, gak ada temen ngobrol, ngerjain urusan rumah tangga yang gak ada habisnya dari mulai bangun tidur sampe tidur lagi. Merasa lelah fisik, hati, dan pikiran.

* * *

Kebutuhan berbicaranya tak terpenuhi bukan hanya sehari, tapi berhari-hari. Hingga menumpuk jadi beban stres yang luar biasa, yang suatu waktu bisa “meledak” dengan menangis, marah-marah, sensitif, dan mudah tersinggung, sampe terus-terusan sering merasa lelah. Hanya karena, kebutuhan fitrah mereka untuk berbicara, untuk didengarkan, tak terpenuhi.

Kebutuhan itu, yang gak bisa didelegasikan dengan cuma berkeliaran di “kepala” saja, tapi memang perlu diucapkan, dilisankan, agar melegakan diri. Ingatkah Anda tentang kisah tukang cukur dan Raja Alexander Agung? Ia hidup tertekan hanya karena tidak bisa berbagi cerita dengan orang lain.

Oleh sebab itu, tips meringankan stres pada seorang istri/ibu adalah : rutin mengajak diskusi pasangan kita, setiap malam sebelum tidur.

Duhai para suami, istri Anda memerlukan Anda untuk menjadi pendengar setia mereka, jadilah tempat bersandar dan berkeluh kesah ternyaman untuknya, agar ia bisa menjalani peran sebagai istri dan ibu yang bahagia.

Minggu, 02 November 2014

E-Jawa

Jauh sebelum orang menemukan istilah seperti E-banking, E-book, E-kesehatan, E-commerce, e-mail, dll,
Orang Jawa adalah pelopor dari orang-orang "E" s.

Berikut beberapa dari istilah “E" hal:
e-mbuh : terputusnya komunikasi karena ketidakmampuan untuk mencari tahu sesuatu.
e-ndasmu : suara tinggi kemarahan, penuh energi ditransfer secara lisan kepada orang lain.
e-alah : situasi diciptakan karena ketidakcocokan antarprinsip yang dipegang oleh seseorang dan realitas.
e-NTUT : tak terlihat, serangan bisa dilacak kirim ke daerah dengan gas biologis. Gas ini tidak ramah lingkungan.
e-dan : kesalahan sistemik di di dalam kepala, yang menyebabkan ketidakmampuan memproses data secara logis.
e-nak : kesimpulan dikirim keluar dari sistem sensorik setelah pengolahan mudah, data yang lezat dan atau input.
e-link : mekanisme otak mengambil data masa lalu.
e-lok : tampilan pasangan Anda 15 tahun yang lalu.
e-nom : Anda terlihat 25 tahun yang lalu.
E-Ndang : teman sekelas Anda
e-mber : setuju untuk sesuatu yang teman Anda mengatakan
e-MPER : ruang bagi Anda untuk menjual sesuatu secara gratis, biasanya di trotoar
e-yke : banci menyebut dirinya
e-yang : orang yang paling dicari di hari lebaran
e-lu : bagaimana memanggil Anda teman
e-gepe : apa pun yang Anda katakan laaaahhh.
e-ladalah : ekspresi terkejut tentang sesuatu yang lucu
e-suk : ketika matahari terbit
e-ntek : tidak lebih atau selesai

Sabtu, 01 November 2014

Istri pilihan


Semua orang di dalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari mulut mahasiswa itu. Lalu mahasiswa itu berkata lirih, "Seiring waktu berlalu, orang tua saya harus pergi & meninggalkan saya. Demikian juga anak saya. Jika dia sudah dewasa lalu menikah.

Artinya dia pasti meninggalkan saya juga. Akhirnya orang yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini, bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport saya saat tertatih dan terseok2 berjalan menghadapi himpitan kehidupan untuk meraih karir hanyalah ISTRI saya".

Setelah nenarik nafas panjang dia melanjutkan, "Orangtua & anak bukanlah saya yang memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan. Sedangkan isteri? Saya sendirilah yang memilihnya dari sekian milyar wanita yang ada di dunia".