"Memang kalo anaknya ayah edy sudah punya prestasi apa saja ?"
Begitulah sebuah pertanyaan yang di tuliskan dalam kolom komen oleh seseorang di komunitas ini.
Lalu saya menuliskan,
"Alhamdullilah rasanya banyak sekali prestasi yang sudah di capai oleh kedua putera kami; diantaranya ia adalah anak yang gemar sekali membaca buku tanpa harus di perintah, hampir setiap hari dan setiap mau tidur membaca buku, anak-anak kami juga berbahasa dengan bahasa Indonesia yang cukup baik dan tidak pernah menggunakan kata Elu & Gue, juga bahasa2 slank lainnya seperti kebanyakan anak-anak di lingkungan sekitarnya"
"Anak kami sangat responsif jika di mintai pertolongan oleh orang tuanya, dan sering membantu pekerjaan rumah tangga mulai dari menyapu, mengepel, mencuci baju hingga strika (meskipun masih dalam taraf latihan). "
"Meskipun kedua anak kami laki-laki berbeda usia hanya 1.5 tahun namun hampir sama sekali tidak pernah bertengkar, berebut dan sejenisnya seperti mitos yang banyak di percaya oleh para orang tua bahwa kakak adik sering bertengkar dan berebut mainan."
"Yang cukup membanggakan kami anak-anak kami sangat kooperatif dan sangat pengertian pada orang tuanya, mereka tidak pernah memaksakan kehendaknya."
"Tidak pernah memaksa untuk di belikan ini dan itu seperti gadged dsb juga mainan, bahkan mereka justru mengumpulkan uang sendiri sekoin demi sekoin jika ingin membeli sesuatu."
"Anak-anak kami tidak pernah terpengaruh untuk membeli jajanan bahkan sering menasehati orang tuanya akan makanan sehat dan yang tidak sehat."
"Salah satu anak kami bahkan menghindari makan makanan dari binatang yang di sembelih katanya tidak tega melihat binatang harus di sembelih untuk dagingnya kita makan."
"Dan yang paling membuat kami bahagia adalah anak kami jujur dalam kata-kata dan perbuatan, bahkan sempat ayahnya di tegur karena mengambil uang di jalan " yang menurut kita pada umumnya nemu uang". Kedua anak kami meminta mengembalikan dan meletakkan uang itu pada tempatnya dan berkata "Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan milik kita apapun alasannya".
"Anak kami juga tidak pernah mau menerima pemberian uang dari orang lain yang tidak jelas peruntukannya (termasuk angpau dari om atau neneknya) atau tidak melalui proses bekerja atau berusaha terlebih dahulu". Saya pikir inilah awal yang baik untuk mencegah proses sogok menyogok yang saat ini marak dilakukan orang untuk mencapai keinginannya.
"Mereka juga anak-anak yang konsisten dan cukup taat aturan, terutama konsisten untuk berdoa sebelum makan, berdoa sebelum tidur dan mengucapkan doa syukur bersama kami setiap mau tidur".
"Tambahan lagi Anak2 kami suka membantu menyajikan minuman saat ada tamu jika bundanya sedang kerepotan, karena mereka sadar kami tidak memiliki asisten rumah tangga di rumah."
"Jika bergaul selalu mengajak teman2nya untuk berbuat baik dan beberapa temannya yang dulu kurang baik kini telah berubah perilakunya menjadi anak baik" mulai dari anak tetangga depan, samping dan belakang rumah kami dulu saat tinggal di perkampungan.
Dan masih banyak lagi hal-hal baik dan positif yang menjadi prestasi kedua anak kami."
Lalu orang tersebut berkata;
"Maksud saya bukan prestasi yang itu, tapi prestasi semisal jadi juara kelas, atau juara umum di sekolah atau juara-juara lainnya begitu ?"
Berikut jawaban kami;
"Oh kebetulan kedua anak kami saat ini mengambil jalur pendidikan Home Education/Home Schooling, jadi gurunya adalah kami kedua orang tuanya.
Menurut kami PRESTASI SESUNGGUHNYA dalam kehidupan itu adalah BERHASIL memiliki Etika Prilaku Moral, seperti berberapa hal yang kami sebutkan di atas tadi, sementara Prestasi2 lainnya yang ibu/bpk maksudkan dan sering kali banyak di bangga-banggakan oleh orang itu menurut kami hanyalah prestasi SEMU yang hanya di ingat orang sementara waktu saja dan akan di lupakan seiring dengan berlalunya waktu, prestasi-prestasi semacam ini kelak hampir tidak berdampak apapun bagi kesuksesan hidup anak-anak kami juga kehidupan orang lain."
"Sementara keberhasilan dalam kehidupan sebenarnya sangat bergantung pada apakah kita punya etika perilaku moral atau tidak, apakah kita jujur dan bisa di percaya atau tidak, sementara kepintaran itu mudah sekali di latih, dan jika tekun berlatih apapun bisa kita lakukan dengan baik dan semakin baik dari waktu ke waktu."
"Perhatikanlah dengan seksama, mulai kita mencari seorang Asisten Rumah Tangga hingga seorang Assisten Direktur, pasti kita akan memilih orang yang jujur dan bisa di percaya ketimbang pintar namun tidak jujur dan tidak bisa di percaya bukan?."
"Yang lebih lucu lagi adalah bahwa saat ini kita berada pada zaman dimana begitu melimpahnya calon tenaga kerja atau bahkan pengangguran, tapi justru sulit mencari tenaga kerja. Mengapa ini bisa terjadi ?
Dan alasanya sangatlah standar, kerena kita sekarang sulit sekali mencari orang baik. jujur dan bisa dipercaya?"
"Jadi biarlah jika dalam hal ini kita berbeda pandangan dalam melihat "PRESTASI" seorang anak dengan bunda,
Tapi yang jelas adalah selama lebih dari separuh hidup saya, saya banyak belajar dari potret bangsa kita saat ini, yang merupakan hasil dari kebiasaan para orang tua zaman dulu dulu yang selalu mendorong dan menekan anaknya untuk mendapatkan PRESTASI-PRESTASI "SEMU" DAN MELUPAKAN PRESTAS SEJATI, YAKNI MEMILIKI ETIKA, PRILAKU MORAL ATAU AKHLAK.
Sehingga pada akhirnya bangsa kita menjadi seperti ini jadinya.
"Dan yang pasti saya tidak akan mau mengulangi kesalahan yang sama pada anak-anak kami saat ini."
"Selama lebih dari 7 tahun saya telah membimbing berbagai jenis macam anak yang di anggap bermasalah dan gagal di sekolah (tidak berprestasi) tapi kemudian mereka malah menjadi anak-anak yang luar biasa sangat berprestasi ! " Kok bisa ya ?"
"Saya menemukan rahasianya bahwa jika kita berhasil membangun etika prilaku dan karakternya terlebih dahulu dan bukan kepintarannya atau prestasi lainnya, maka ini akan menjadikan pondasi yang sangat kuat untuk membangun profesi apapun diatasnya."
Jadi pada akhirnya jauh lebih penting bagi saya untuk membangun etika prilaku atau Karekter anak, baru setelah itu kita bantu dia menemukan potensi emas masing-masing yang sudah di bawanya sejak lahir. Dan itulah resep utama kami dalam membimbing anak-anak bimbingan kami, yang menurut para orang tua mereka sekarang menjadi anak-anak yang luar biasa.
Nah yang menarik dan perlu disadari oleh kita semua adalah bahwa setiap anak itu sesungguhnya sudah membawa misi hidupnya masing-masing berikut potensi, minat dan bakatnya, kita tinggal menemukan dan menyalurkan saja agar mereka kelak menjadi yang terbaik di bidangnya, namun tanpa etika prilaku moral atau akhlak yang baik semua prestasi apapun yg diraihnya akan hancur dalam waktu sekejap saja.
Lihatlah tayangan televisi setiap hari, yang sering kali mempertontonkan hal yang kami maksudkan tersebut. Tidakkah kita mau mengambil pelajaran dan hikmah dari semua kejadian tersebut?
Memang tidak mudah untuk bisa memahami ini, apa lagi merubah mindset yang sudah di tanamkan oleh orang tua kita dan sistem sekolah kita selama bertahun-tahun lamanya tentang arti prestasi yang sesungguhnya bagi anak kita.
Namun demikian bagi siapa saja yang tertarik untuk membahas ini lebih jauh dan lebih konkrit, InsyaAllah akan mampu membuat setiap anaknya mencapai prestasi terbaik di kehidupan nyata.
Have a blessing day !!
-ayah edy-
Senin, 29 September 2014
Minggu, 28 September 2014
Benarkah Dosa Istri Ditanggung Suami? Ini Jawabannya
KetikA ijab kabul diucapkan maka tanggung jawab suami adalah terhadap istrinya. Segala yang dilakukan istri, suami wajib mengetahui. Bahkan ketika sang istri tidak melaksanakan shalat maka suami yang ikut dimintai pertanggungjawaban. Beda halnya ketika suami tidak shalat maka sang istri tidak ikut bertanggung jawab kelak di pengadilan sang Khalik.
Dalam hal ini bukanlah karena dosa istri ditanggung oleh suami namun suami bertanggung jawab akan akhlak istrinya. Wajib mendidiknya menjadi wanita yang taat pada aturan Allah. Suami wajib mengingatkan istri ketika istri melakukan kesalahan dalam syariat atau kesalahan yang merugikan orang lain.
Jadi dosa suami adalah ketika ia lalai mengingatkan istri dalam menjalankan perintah Allah. Tidak mengingatkan istri dalam menjauhi larangan Allah. Atau tidak mendidik istri dengan benar dalam hal Agama.
Oleh karena itu wajib bagi suami untuk mempelajari ilmu agama lebih dalam dan mengajarkan serta mengajak istrinya untuk lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Wajib bagi suami untuk memahami tugasnya sebagai pemimpin rumah tangga yang harus mendidik istrinya seperti Rosulullah mendidik istri-istrinya dengan penuh kasih, kesabaran, dan pengertian.
Wajib pula baginya untuk mendidik anak anaknya agar kelak berakhlak mulia. Menjadi tentara tangguh Allah yang berjuang tak kenal lelah membela Agamanya.
”Seseorang tak akan menanggung dosa orang lain”. Dosa suami hanyalah ketika tidak mendidik, mengingatkan dan memperingatkan istri. Apabila hal itu sudah dilakukan maka ketika istri tetap saja bermaksiat dan tidak mematuhi suaminya maka dosa itu ditanggung oleh si istri itu sendiri. Begitupun istri yang wajib dipatuhinya hanya perintah yang sesuai syari’at. Adapun perintah yang syubhat tidak wajib dilaksanakan. Bahkan si istri pun harus cerdas membedakan mana komando suami yang sesuai syariat, mana yang syubhat, dan mana yang bahkan melanggar syari’at.
Untuk itu, baik suami maupun istri hendaknya saling mengingatkan dalam hal agama, saling berbagi pengetahuan. Akan lebih baik lagi jika di dalam sebuah keluarga terdapat waktu khusus bersama untuk mengkaji ilmu agama islam. Mengadakan majlis taklim keluarga merupakan salah satu ciri keluarga idaman yang In Shaa Allah akan membawa lebih banyak keberkahan memperkuat sakinah, mawaddah dan warohmah bukan hanya bagi suami dan istri tapi juga bagi anak anak yang akan menjadi penyejuk mata.
Maka Makna kata ijab kabul bermakna aku terima tanggung jawab untuk mendidik, mengingatkan dan memperingatkan dalam menuju agama Allah jika itu tidak dilakukan maka dosanya suami pun ikut mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah dan begitu pula dengan calon anak-anak kelak yang berada dibawah komandan seorang lelaki dengan gelar suami.
Bagi para istri teruslah belajar agama Allah meski tak harus diajarkan suami. Ilmu agama bisa didapat melalui banyak media seperti halnya mendatangi majlis taklim, membaca buku, atau sekedar menonton acara dakwah di televisi. Wallahua’lam bishawab.
Sabtu, 27 September 2014
Istri
Terharu diriku baca ini๐ญ๐ญ
So Sweet....
Aku merekamnya, Dik. Merekam dengan mataku bagaimana kamu menjadi istri di hari pertama pernikahan kita. Aku menyaksikan punggungmu dari bingkai pintu, saat kamu sedang asyik membuatkan nasi goreng di dapur untukku. Kamu menoleh, aku sembunyi. Kamu mengerutkan dahi, kayak ada yang ngintip? Begitulah mungkin kamu berfikir. Memang, batinku... hehe. Aku menutupi tawa renyah dengan gumpalan tangan.
.
Aku merekamnya, Dik. Merekam dengan retinaku bagaimana kamu mengusap peluh di pelipismu. Kamu sepertinya capek sekali. Pagi-pagi sudah membereskan rumah, menyiapkan sarapan, dan juga merapikan baju-baju. Maafkan jika hari itu aku pura-pura tidur, tak membantumu. Aku hanya ingin merekam semua kebaikanmu. Agar saat aku marah dan kesal padamu, rekaman itu dapat diputar kembali.
.
Kamu, yang dengan rela meninggalkan orangtuamu demi menemani dan melayani aku. Meninggalkan kemanjaan bersama papahmu. Meninggalkan kehangatan bersama mamahmu. Itu semua demi aku? Lelaki yang baru dikenalmu ini? Oh sungguh, Dik. Aku akan memurkai diriku sendiri jika seandainya aku menyakiti dirimu. Tidak. Aku tak akan menyakitimu. Aku akan berusaha untuk itu, Dik.
.
Kamu, seorang perempuan yang dengan ikhlas melepaskan harapan, cita-cita, dan impianmu hanya untuk mewakafkan sisa hidupmu untuk lelaki seperti diriku. Melayaniku di sepenuh hari. Menenemaniku di sepanjang umur. Oh, Dik. Bagaimana mungkin mata ini melototimu sedang aku melihat semuanya. Melihat pengorbananmu untukku. Tidak. Aku mungkin akan marah di sesekali waktu, namun sekeras-kerasnya marahku adalah setukil senyuman. Tidak akan kubiarkan tangan, lisan, atau bahkan hatiku menyakiti dirimu, Dik. Insya Allah.
.
"Abi, sarapan dulu," titahmu di mulut pintu. Aku masih membungkus tubuhku dengan selimut. Tak berani menoleh. Aku takut kamu tahu kalau mataku sedikit basah. Maaf, aku memang selalu cengeng untukmu, Dik. Makasih, barangkali itulah pesan yang ingin disampaikan derai ini.
.
"Abi masih tidur? Capek ya?" katamu lagi. Kini kamu sudah duduk di tebing kasur. Mengusap bahuku. "Ya udah, adik panasin aja ya nasgornya."
.
"O gak dik," ujarku sambil menyingkap selimut, "Udah bangun kok."
.
Kamu menatapku. Menyipitkan mata, lalu menyentuhkan ujung jempol di sudut mataku, "Abi kayak orang nangis?" Tanyamu.
.
"Siapa yang nangis, Dik," kilahku, "Kalau bangun biasa berair seperti ini abi mah."
.
Aku nyengir.
.
Kamu ikutan nyengir. "Kebiasaan yang aneh," katamu menggeleng.
.
Maafkan aku, Dik. Ini kebohongan pertamaku kepadamu.
.
"Ini nasgor spesial buat abi," katamu di meja makan, "Cobain deh."
.
Kamu tahu, Dik. Andai ini keasinan, maafkan sebab aku akan berbohong lagi, mengatakan bahwa ini makanan terlezat di muka bumi. Aku mengacungkan dua jempol, "Enak," pujiku dengan makanan yang masih tertahan di mulut. Aku tak perlu berbohong, ini memang enak.
.
Sebenarnya, ada kebohongan lagi. Ini hari Senin, dan aku selalu melaksanakan puasa Sunnah di hari ini. Aku sudah sahur jam dua tadi saat kamu terlelap. Tapi baiklah, tak apa tak puasa sehari. Demi menghormati kamu. Demi mencicipi makanan kamu. "Adik tak ikut makan?" Tanyaku sambil melahap, menghabiskan hampir setengah piring.
.
"Ini kan hari Senin, Bi. Maaf, ya. Adik lagi puasa."
.
Aku tersedak. Mataku membulat.
.
"Kenapa, Bi?"
.
"Abi sebenarnya sedang puasa juga, Dik. Curang."
.
"Kenapa gak bilang dari tadi," tanyamu sambil menahan tawa.
.
"Ya adik gak nanya."
.
Tak disangka, kamu meraih gelas. Menenggak air. Menatap dengan sedikit senyum saat mulutmu tepat di ujung gelas.
.
"Katanya puasa," heranku.
.
"Dibatalin aja, ngehormatin kamu."
.
Aku tersenyum, Islam adalah ajaran sederhana. Puasa di luar ramadhan adalah Sunnah, sedang menyenangkan pasangan adalah wajib. Kita harus bersyukur dengan ajaran mulia ini, Dik.
.
"Abi?"
.
"Iya, Dik?"
.
"Suapiiiiiiin...."
.
Ah, selain Iman dan Islam, kamu adalah nikmat terindahku, Dik. Kamu adalah surgaku. Selamanya.
.
m.facebook.com/abyaizzuddin
So Sweet....
Aku merekamnya, Dik. Merekam dengan mataku bagaimana kamu menjadi istri di hari pertama pernikahan kita. Aku menyaksikan punggungmu dari bingkai pintu, saat kamu sedang asyik membuatkan nasi goreng di dapur untukku. Kamu menoleh, aku sembunyi. Kamu mengerutkan dahi, kayak ada yang ngintip? Begitulah mungkin kamu berfikir. Memang, batinku... hehe. Aku menutupi tawa renyah dengan gumpalan tangan.
.
Aku merekamnya, Dik. Merekam dengan retinaku bagaimana kamu mengusap peluh di pelipismu. Kamu sepertinya capek sekali. Pagi-pagi sudah membereskan rumah, menyiapkan sarapan, dan juga merapikan baju-baju. Maafkan jika hari itu aku pura-pura tidur, tak membantumu. Aku hanya ingin merekam semua kebaikanmu. Agar saat aku marah dan kesal padamu, rekaman itu dapat diputar kembali.
.
Kamu, yang dengan rela meninggalkan orangtuamu demi menemani dan melayani aku. Meninggalkan kemanjaan bersama papahmu. Meninggalkan kehangatan bersama mamahmu. Itu semua demi aku? Lelaki yang baru dikenalmu ini? Oh sungguh, Dik. Aku akan memurkai diriku sendiri jika seandainya aku menyakiti dirimu. Tidak. Aku tak akan menyakitimu. Aku akan berusaha untuk itu, Dik.
.
Kamu, seorang perempuan yang dengan ikhlas melepaskan harapan, cita-cita, dan impianmu hanya untuk mewakafkan sisa hidupmu untuk lelaki seperti diriku. Melayaniku di sepenuh hari. Menenemaniku di sepanjang umur. Oh, Dik. Bagaimana mungkin mata ini melototimu sedang aku melihat semuanya. Melihat pengorbananmu untukku. Tidak. Aku mungkin akan marah di sesekali waktu, namun sekeras-kerasnya marahku adalah setukil senyuman. Tidak akan kubiarkan tangan, lisan, atau bahkan hatiku menyakiti dirimu, Dik. Insya Allah.
.
"Abi, sarapan dulu," titahmu di mulut pintu. Aku masih membungkus tubuhku dengan selimut. Tak berani menoleh. Aku takut kamu tahu kalau mataku sedikit basah. Maaf, aku memang selalu cengeng untukmu, Dik. Makasih, barangkali itulah pesan yang ingin disampaikan derai ini.
.
"Abi masih tidur? Capek ya?" katamu lagi. Kini kamu sudah duduk di tebing kasur. Mengusap bahuku. "Ya udah, adik panasin aja ya nasgornya."
.
"O gak dik," ujarku sambil menyingkap selimut, "Udah bangun kok."
.
Kamu menatapku. Menyipitkan mata, lalu menyentuhkan ujung jempol di sudut mataku, "Abi kayak orang nangis?" Tanyamu.
.
"Siapa yang nangis, Dik," kilahku, "Kalau bangun biasa berair seperti ini abi mah."
.
Aku nyengir.
.
Kamu ikutan nyengir. "Kebiasaan yang aneh," katamu menggeleng.
.
Maafkan aku, Dik. Ini kebohongan pertamaku kepadamu.
.
"Ini nasgor spesial buat abi," katamu di meja makan, "Cobain deh."
.
Kamu tahu, Dik. Andai ini keasinan, maafkan sebab aku akan berbohong lagi, mengatakan bahwa ini makanan terlezat di muka bumi. Aku mengacungkan dua jempol, "Enak," pujiku dengan makanan yang masih tertahan di mulut. Aku tak perlu berbohong, ini memang enak.
.
Sebenarnya, ada kebohongan lagi. Ini hari Senin, dan aku selalu melaksanakan puasa Sunnah di hari ini. Aku sudah sahur jam dua tadi saat kamu terlelap. Tapi baiklah, tak apa tak puasa sehari. Demi menghormati kamu. Demi mencicipi makanan kamu. "Adik tak ikut makan?" Tanyaku sambil melahap, menghabiskan hampir setengah piring.
.
"Ini kan hari Senin, Bi. Maaf, ya. Adik lagi puasa."
.
Aku tersedak. Mataku membulat.
.
"Kenapa, Bi?"
.
"Abi sebenarnya sedang puasa juga, Dik. Curang."
.
"Kenapa gak bilang dari tadi," tanyamu sambil menahan tawa.
.
"Ya adik gak nanya."
.
Tak disangka, kamu meraih gelas. Menenggak air. Menatap dengan sedikit senyum saat mulutmu tepat di ujung gelas.
.
"Katanya puasa," heranku.
.
"Dibatalin aja, ngehormatin kamu."
.
Aku tersenyum, Islam adalah ajaran sederhana. Puasa di luar ramadhan adalah Sunnah, sedang menyenangkan pasangan adalah wajib. Kita harus bersyukur dengan ajaran mulia ini, Dik.
.
"Abi?"
.
"Iya, Dik?"
.
"Suapiiiiiiin...."
.
Ah, selain Iman dan Islam, kamu adalah nikmat terindahku, Dik. Kamu adalah surgaku. Selamanya.
.
m.facebook.com/abyaizzuddin
Jumat, 26 September 2014
Di Balik Foto Bayi di Media Sosial, Ada Ibu yang Krisis Identitas
KOMPAS.com – Kebahagiaan menjadi ibu tak bisa dikalahkan oleh apa pun di dunia. Ya, bagaimana tidak? Buah hati yang dinanti akhirnya hadir melengkapi rumah tangga Anda dan suami.
Rasa bahagia yang memuncak dan deras meliputi emosi seorang ibu baru diekspresikan lewat aliran foto-foto sang bayi mungil di media sosial.
Bayi sedang menangis, foto, dan unggah. Bayi sedang makan, foto, dan unggah. Bayi tidur tersenyum, foto, dan unggah. Terus, terus, dan terus.
Kondisi itu tentunya tidak asing untuk sebagian dari Anda yang aktif berkomunikasi di media sosial.
Sarah Schoppe-Sullivan, Profesor of Human Sciences and Psychology, di The Ohio State University, AS, mengatakan bahwa ibu yang terlalu rajin mengunggah foto bayi atau anak di media sosial bisa jadi sedang mengalami krisis identitas sehingga mencari pujian dan sanjungan dari teman-temannya di media sosial.
Para ibu ini, kata Schoppe-Sullivan, mencoba menavigasi fase rumit dalam kehidupan mereka dalam menyeimbangkan identitas baru dan identitas lama sebagai seorang wanita.
Dia mengatakan bahwa para ibu tersebut bisa jadi tengah mengalami guncangan emosional menjadi ibu baru, tetapi mereka tidak menyadarinya.
“Banyak ibu yang merasa tertekan dengan kebutuhan untuk memperlihatkan kebahagiaan dan kehidupan positif menjalani peran sebagai ibu,” jelas Schoppe-Sullivan.
Schoppe-Sullivan dan rekan penulis menganalisis 127 partisipan wanita yang baru saja menjadi ibu.
Mereka menemukan bahwa para ibu baru yang hobi mengunggah foto anak di media sosial merasakan tekanan menjadi ibu yang sempurna. Selain itu, mereka juga kesulitan dalam menerjemahkan peran sebagai ibu sebagai aktivitas utama dalam hidup.
Alhasil, peran sebagai ibu tersebut, mereka menerjemahkannya dengan foto bayi dan anak di media sosial untuk menegaskan bahwa mereka telah menjadi seorang ibu.
Selanjutnya, hasil studi juga menemukan bahwa pujian dan sanjungan dari teman-teman di media sosial meredakan kekhawatiran dan rasa panik seorang wanita dalam menjalani peran sebagai ibu.
Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Sex Roles.
Rasa bahagia yang memuncak dan deras meliputi emosi seorang ibu baru diekspresikan lewat aliran foto-foto sang bayi mungil di media sosial.
Bayi sedang menangis, foto, dan unggah. Bayi sedang makan, foto, dan unggah. Bayi tidur tersenyum, foto, dan unggah. Terus, terus, dan terus.
Kondisi itu tentunya tidak asing untuk sebagian dari Anda yang aktif berkomunikasi di media sosial.
Sarah Schoppe-Sullivan, Profesor of Human Sciences and Psychology, di The Ohio State University, AS, mengatakan bahwa ibu yang terlalu rajin mengunggah foto bayi atau anak di media sosial bisa jadi sedang mengalami krisis identitas sehingga mencari pujian dan sanjungan dari teman-temannya di media sosial.
Para ibu ini, kata Schoppe-Sullivan, mencoba menavigasi fase rumit dalam kehidupan mereka dalam menyeimbangkan identitas baru dan identitas lama sebagai seorang wanita.
Dia mengatakan bahwa para ibu tersebut bisa jadi tengah mengalami guncangan emosional menjadi ibu baru, tetapi mereka tidak menyadarinya.
“Banyak ibu yang merasa tertekan dengan kebutuhan untuk memperlihatkan kebahagiaan dan kehidupan positif menjalani peran sebagai ibu,” jelas Schoppe-Sullivan.
Schoppe-Sullivan dan rekan penulis menganalisis 127 partisipan wanita yang baru saja menjadi ibu.
Mereka menemukan bahwa para ibu baru yang hobi mengunggah foto anak di media sosial merasakan tekanan menjadi ibu yang sempurna. Selain itu, mereka juga kesulitan dalam menerjemahkan peran sebagai ibu sebagai aktivitas utama dalam hidup.
Alhasil, peran sebagai ibu tersebut, mereka menerjemahkannya dengan foto bayi dan anak di media sosial untuk menegaskan bahwa mereka telah menjadi seorang ibu.
Selanjutnya, hasil studi juga menemukan bahwa pujian dan sanjungan dari teman-teman di media sosial meredakan kekhawatiran dan rasa panik seorang wanita dalam menjalani peran sebagai ibu.
Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Sex Roles.
Kamis, 25 September 2014
Kisah Seorang Suami menghadapi Istri yang 'Gila' Usai Melahirkan
:: ::
Seorang suami menuliskan pengalaman pribadinya ketika istrinya mengalami perubahan setelah melahirkan. Berikut kisahnya:
Perkenalkan, saya Topan Pramukti, bapak satu anak yang pernah menyaksikan istri berjuang melawan Post Partum Depression. Pernah dengar? Saya tidak akan menjelaskan secara teori, di sini saya hanya ingin memohon agar kalian duduk sebentar, luangkan waktu barang 10 menit untuk membaca cerita saya ini sampai habis. Saya mohon.
Namanya Bunga, seorang teman saya yang tentu bukan nama sebenarnya. Beberapa waktu lalu ia melahirkan anak pertamanya. Kalau kalian pikir dia sekarang sedang di puncak bahagia, kalian salah. Hari-harinya, saat ini, dilalui dengan penuh air mata dan rasa cemas. Berkali-kali dia harus melawan dirinya sendiri, saat pisau di dekatnya kerap dia todongkan pada bayinya. Berkali-kali pula dia nyaris kehilangan nyawa, sebab baginya, pilihan hanya dua: dia atau anaknya yang mati.
Suaminya kemana? Ada. Mereka tinggal satu rumah dan tidur satu ranjang. Hubungan mereka baik-baik saja dan keluarga mereka (kelihatannya) normal dan bahagia. Tak ada masalah, tak pula ada orang ketiga. Ekonomi keluarga sedang berada di titik baik, pun kesehatan, semua baik.
Namun Bunga tetap meneteskan air mata setiap hari, dia tetap sesenggukan, menangis, dan butuh pertolongan. Ibu muda itu sebisa mungkin menghindarkan pandangannya dari pisau atau benda tajam apapun, karena bisikan jahat itu bisa datang kapanpun dimanapun. Bunga selalu tidur membelakangi bayinya, karena untuknya, berhadapan dengan bayinya adalah drama yang berujung histeris semalaman.
Pasti Anda pikir, Bunga gila, ya? Bukan..Dia adalah ibu yang menderita Post Partum Depression.
Cerita lain datang dari Lala, lagi-lagi bukan nama sebenarnya. Satu dari lusinan perempuan yang menjadikan istri saya, tempat mencari pertolongan. Saya tak pernah mengenal perempuan ini, seperti saya tak pernah mengenal perempuan-perempuan pencari pertolongan lain yang berderet di daftar kontak hape istri saya. Yang saya tahu, ada seorang ibu muda tiba-tiba menulis pesan pada istri saya di Twitter. Meminta nomer hape karena dia butuh diselamatkan. Satu alarm yang membuat istri saya langsung memberikan kontak padahal belum kenal: dalam pesannya dia menyebut-nyebut Post Partum Depression.
Singkatnya, Lala dan istri saya berkomunikasi lewat aplikasi whatsapp. Lala mengaku sering mendapati tubuhnya membiru, dingin, dan gemetar. Dia seperti mau mati, katanya. Lala takut keramas, dia cemas saat bilas matanya harus tertutup, membuka mata dalam keadaan tak bernyawa. Lala takut keluar rumah, takut mati di jalan. Lala takut ketemu orang baru, takut dibunuh.
Lala gila, ya? Bukan.. Dia sama seperti Bunga, seorang ibu yang menderita Post Partum Depression.
Lala dan Bunga bukan cuma ada dua, mereka banyak. Istri saya kerap salah menyebut nama, saking banyaknya yang harus diladeni curhat. Saking banyaknya yang tiba-tiba menelpon sambil menangis jerit-jerit. Padahal sederet nama di kontak hape kami, hanya yang diantar takdir untuk menemukan kami, sebagai sebut saja: penyintas (survival) Post Partum Depression.
Lala dan Bunga punya satu kesamaan, mereka merasa gila dan tak ada seorangpun yang peduli dengan itu. Termasuk suami. Orang yang setiap hari ada di samping mereka, satu-satunya manusia yang mereka harapkan dapat mengerti kondisi mereka, bergeming tak peduli. Mereka melawan sendirian, berjuang sendirian.
Dua setengah tahun yang lalu, istri saya adalah Lala dan Bunga. Ia pernah nyaris membunuh bayi kami. Dia pernah hidup berhari-hari di kolong kasur karena takut mati. Saya, pernah menganggapnya sakit jiwa. Saya pernah memilih diam tidak peduli. Ia pernah berjuang melawan Post Partum Depression, sendirian.
Tapi di tengah perjuangannya, dia melawan dengan sangat keras. Dia mengumpulkan artikel-artikel tentang Post Partum Depression dan memberikannya pada saya, memohon agar saya membacanya seperti yang saat ini saya lakukan pada kalian.
Istri saya menekuk lutut, mengatupkan tangan, menangis, dan memohon sejadi-jadinya agar saya mau membaca dan memahami kondisinya saat itu. Karena dia tahu, hanya saya yang bisa membantunya berjuang melawan. Menurutnya, hanya saya yang mampu menyelamatkan nyawanya dan bayi kami.
Dia memeluk saya kencang, meminta setulus yang dia bisa, membasahi dada saya dengan air matanya, membiarkan hati kami yang bicara. Saat itu, dia mungkin tahu, tak ada satu katapun yang dapat meluluhkan hati saya. Belum banyak pengetahuan soal Post Partum Depression beredar di masyarakat, tak ada banyak teori yang bisa dia sodorkan untuk saya. Di mata saya, dia sakit jiwa.
Dia cuma punya mata basah dan hati yang meluluh paling luluh, tanpa bicara dia memohon, dengan sangat. Hati tetaplah hati. Mata saya ikut basah, kami berpengangan tangan dan berjuang bersama-sama.
Kami, berdua, melewati hari-hari paling sulit. Saat dimana keuangan keluarga carut marut, bayi kami merindukan ibunya, pekerjaan yang menumpuk, dan istri yang terus hidup di kolong kasur sambil menangis menggerung-gerung. Kondisi istri saya semakin tak terkendali, sudah tak dapat dihitung berapa kali tinju yang dilayangkannya ke tubuh saya, tembok yang dipukuli, dan pintu yang dibanting.
Kami berdua, menjalani titik rumah tangga paling rapuh. Andai saja saya memilih menyerah, mungkin saat ini kami tak lagi bersama. Mungkin istri atau bayi saya sudah pergi menghadap Gusti Allah, atau kami bertiga sedang menjalani hidup masing-masing yang entah seperti apa hancurnya. Andai saja waktu itu saya memilih menyerah, tetap tidak peduli, rumah tangga kami berakhir sudah.
Kepada para suami, dimanapun kalian…
Post Partum Depression adalah serangan depresi yang menyerang ibu paska melahirkan. Pintu masuknya, adalah depresi yang lebih ringan, atau terkenal dengan nama Baby Blues. Faktanya, 80% ibu yang baru melahirkan MENGALAMI BABY BLUES. Jadi mari kita simpulkan, bahwa Post Partum Depression sangat mungkin terjadi pada siapapun, termasuk istri-istri kalian.
Saya mohon, dengan sangat, kalau sampai itu terjadi, tetaplah di sana. Tetaplah di sisi perempuan yang kalian ikat dengan janji suci, peluk dia erat-erat, dan ikutlah berjuang. Bertahanlah, wahai para Ayah… Saya bersumpah atas nama Tuhan, bahwa Post Partum Depression bukanlah hal yang mudah untuk dilewati sendirian. Perempuan yang memelukmu sambil berurai air mata, benar-benar butuh pertolongan. Sangat membutuhkan.
Cari sebanyak-banyaknya artikel tentang depresi ini, konsultasikan pada dokter atau ahli, genggam tangannya erat, terus berjalan dan menangkan perjuangan ini. Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia.
Salam,
Topan Pramukti
www.pungkyprayitno.com
Sumber: www.sujiwo.com
Please Like and Share
Rabu, 24 September 2014
Hukum Memakai Hena Tangan
Tanya dikit terkait hena tadz, bagaimana hukum menggunakan hena tangan?
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Kaidah yang Allah berikan terkait pakaian wanita di depan umum,
َُْููู ِْููู ُุคْู َِูุงุชِ َูุบْุถُุถَْู ู ِْู ุฃَุจْุตَุงุฑَِِّูู ََููุญَْูุธَْู ُูุฑُูุฌََُّูู ََููุง ُูุจْุฏَِูู ุฒَِููุชََُّูู ุฅَِّูุง ู َุง ุธََูุฑَ ู َِْููุงَُْููู ِْููู ُุคْู َِูุงุชِ َูุบْุถُุถَْู ู ِْู ุฃَุจْุตَุงุฑَِِّูู ََููุญَْูุธَْู ُูุฑُูุฌََُّูู ََููุง ُูุจْุฏَِูู ุฒَِููุชََُّูู ุฅَِّูุง ู َุง ุธََูุฑَ ู َِْููุง
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. an-Nur: 31)
Ibnu Mas’ud menjelaskan, bahwa perhiasan wanita (bagian yang mengundang perhatian lelaki) itu ada 2:
[1] Perhiasan yang hanya boleh ditampakkan kepada suaminya. seperti gelang, cincin, gelng kaki.
[2] Perhiasan yang boleh dilihat orang lain, itulah luar pakaiannya.
(Tafsir Ibnu Katsir, 6/45)
Karena itu, termasuk yang tidak boleh ditampakkan adalah punggung telapak tangannya, apalagi ketika dia diberi hena. Karena ini justru semakin menampakkan keindahan.
Imam Ibnu Baz mengatakan,
ุฅุฐุง ุฎุถุจุช ูุฏููุง ุฃู ุฑุฌูููุง، ุชุณุชุฑูุง ุนู ุงููุงุณ ، ุชููู ุณุงุชุฑุฉ ููุง ุจุงูุซูุงุจ ูุงูู ูุงุจุณ ูุฃููุง ูุชูุฉ
Ketika wanita memberi hena untuk tangannya atau kakinya, harus dia menutupinya dari orang lain. Dia tutupi dengan kain atau bajunya, karena bisa mengundang fitnah. (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, 17/272)
Demikian pula keterangan yang disampaikan Ibnu Utsaimin,
ูุฌุจ ุฃู ูุนูู ุฃู ุงูุญูุงุก ู ู ุฌู ูุฉ ุงูุฒููุฉ ุงูุชู ูุง ูุฌูุฒ ููู ุฑุฃุฉ ุฃู ุชุจุฏููุง ูุบูุฑ ู ู ุฃุจุงุญ ุงููู ููุง ุฅุจุฏุงุก ุงูุฒููุฉ ููู ، ุฃู ุฃููุง ูุง ุชุจุฏููุง ููุฑุฌุงู ุงูุฃุฌุงูุจ ، ูุฅุฐุง ุฃุฑุงุฏุช ุฃู ุชุฎุฑุฌ ุฅูู ุงูุณูู ู ุซูุงً ูุญุงุฌุฉ ، ูุฅูู ูุง ุจุฏ ุฃู ุชูุจุณ ุนูู ูุฏู ููุง ุฌูุฑุจูู ุฅุฐุง ูุงูุช ูุฏ ุญูุช ูุฏู ููุง ، ููุฐูู ุจุงููุณุจุฉ ูููููู ، ูุง ุจุฏ ุฃู ุชุณุชุฑูู ุง
Wajib kita ketahui bahwa hena termasuk perhiasan yang tidak boleh ditampakkan oleh wanita di tempat selain yang Allah bolehkan untuk ditampakkan. Artinya, tidak boleh dia tampakkan di depan lelaki yang bukan mahram. Jika dia butuh berangkat ke pasar, dia harus memakai kaos kaki, jika ada henanya. Demikian pula untuk telapak tangan. Harus dia tutupi.. (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, 2/7)
Menimbang penjelasan di atas, bahwa menggunakan hena hukumnya boleh, dengan ketentuan:
[1] Bagi yang sudah menikah, sehingga ada tujuan besar, yaitu berhias di depan suami
[2] Hanya ditampakkan di depan suami atau wanita lain.
Allahu a’lam.
Sumber: https://konsultasisyariah.com/28113-hukum-hena-tangan.html
Selasa, 23 September 2014
Jangan pernah lupakan jasa istrimu
1. Ia mau menikah dengan Anda (jujur saja, Anda ngga cakep-cakep amat, ngga soleh-soleh amat dan ngga kaya-kaya amat)
2. Ia telah menyelamatkan Anda dari perbuatan terlarang (contohnya zina, baik tangan, mata, hati dan lain-lain)
3. Ia yang setia membantu Anda dalam suka maupun duka
4. Ia yang mengandung, melahirkan dan menyusui anak Anda
5. Menjadi madrasah bagi anak-anak Anda
6. Sabar dalam merawat dan mendidik anak-anak Anda (Lha Anda sendiri ngapain? Baru bantuin pipis aja ngerasa kayak habis jihad)
7. Dan ia yang mau menemani Anda saat susah dan senang (coba tanya teman-teman Anda, banyakan mana saat susah dan saat senang).
Pandanglah wajah istri Anda sejenak, doakan ia, dan ucapkanlah terima kasih atas segala pengorbanannya selama ini.
Sup Sayur Susu
Kandungan nutrisi dalam mangkuk ini lengkap. Protein ayam, vitamin sayur, ditambah susu jadi sempurna!
Bahan
1/2 ekor ayam, potong jadi 6 bagian.
1 buah kentang, potong dadu 2 cm.
1 buah wortel, kupas, potong dadu 1 cm.
1 buah tomat, potong 4 membujur.
100 gram jagung manis, sisir.
750 cc susu cair.
1 batang daun bawang, potong 2 cm.
10 butir telur puyuh, rebus, kupas.
Cara pembuatan simak di sini --> http://owl.li/Xyy1302gHNa
Bahan
1/2 ekor ayam, potong jadi 6 bagian.
1 buah kentang, potong dadu 2 cm.
1 buah wortel, kupas, potong dadu 1 cm.
1 buah tomat, potong 4 membujur.
100 gram jagung manis, sisir.
750 cc susu cair.
1 batang daun bawang, potong 2 cm.
10 butir telur puyuh, rebus, kupas.
Cara pembuatan simak di sini --> http://owl.li/Xyy1302gHNa
Sabtu, 20 September 2014
Hukumnya Mengubur Ari-Ari Menurut Islam
Untuk pasangan yang barusan dikaruniai keturunan tentu akan mencari tahu mengenai Bagaimana Hukum Mengubur Ari Ari Bayi
Menurut Islam serta tata cara menanam ari ari itu. Seperti kita ketahui, ari ari atau plasenta berperan sebagai penyalur makanan serta saluran lain yang menghubungkan antara janin dengan ibunya saat masih tetap dalam rahim. Sepanjang berbulanbulan, ari ari ini begitu bermanfaat untuk bayi didalam rahim sang ibu. Tetapi demikian bayi lahir,
Tetapi dalam kebiasaan orang-orang tertentu, ada satu kepercayaan kalau dibalik manfaat medis, ada jalinan gaib pada bayi dengan ari arinya. Orang jawa sering menyebutnya 'sedulur papat limo pancer kakang kawah adi ariari'. Karenanya, beberapa orang-orang yang mewarisi kebiasaan kuno ini masih terlihat melakukan berbagai jenis ritual yang tak ada kaitannya dengan syariat.
Salah nya ialah mengubur ari ari mesti di dekat rumah, ditabur bunga tujuh rupa bahkan juga mesti di beri pelita (lampu). Dan bersamanya juga dikuburkan bendabenda spesifik, yang diakui bakal punya pengaruh atas nasib serta kehidupan si bayi apabila nantinya dewasa.
Lucunya, beberapa orang kadang-kadang lakukan ritual menanam ari ari itu demikian saja, tanpa ada pernah tahu jalinan sebab mengakibatkan. Serta makin lucu lagi, lantaran yang melakukannya kerapkali malah orang yang berpendidikan tinggi serta bertitel sarjana. Semestinya mereka lebih memprioritaskan halhal yang ilmiah daripada suatu hal yang irrasional.
Lantas Bagaimana Hukum Mengubur Ari Ari Bayi Menurut Islam Sendiri?
Terdapat banyak da dalil mengenai hukum mengubur ari ari, diantaranya yaitu hadits kisah Aisyah, kalau beliau menyampaikan,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur tujuh hal potongan tubuh manusia; rambut, kuku, darah, haid, gigi, gumpalan darah, serta ariari. ”
Hadits di atas dijelaskan dalam Kanzul Ummal no. 18320 serta AlJami AsShagir kisah AlHakim, dari Sayyidah Aisyah.
Seirama dengan hadits itu yaitu hadits kisah Abdul Jabbar bin Wail dari bapaknya, beliau menyampaikan,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur rambut serta kuku. ” (HR. Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman, no. 6488)
Berhujjah dengan hadits di atas, Jumhur ulama menganjurkan supaya sesudah bayi lahir ari ari selekasnya dikubur sebagai bentuk memuliakan Bani Adam. Lantaran sisi dari memuliakan manusia yaitu mengubur sisi badan yang lepas, salah satunya ariari. Selain itu, aksi sejenis ini bakal lebih
melindungi kebersihan serta tak mengganggu lingkungan.
As Suyuthi menyampaikan,
“Beliau menyuruh untuk mengubur rambut, kuku, darah, .. serta ariari, lantaran semuanya benda ini yaitu sisi dari badan manusia, hingga benda ini dimuliakan seperti keseluruhnya tubuh manusia dimuliakan. ” (AsSyamail AsSyarifah, Hal. 271)
Dalam kitab Nihayatul Muhtaj disebutkan kalau Hukum Mengubur Ari Ari Bayi Menurut Islam ini yaitu disarankan.
“Dan disarankan mengubur anggota tubuh yang terpisah dari orang yang masihlah hidup serta akan tidak selekasnya mati, atau dari orang yang masihlah diragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, ‘alaqah (gumpalan darah), serta darah akibat goresan, untuk menghormati orangnya”
Meski sekian, Imam Ahmad memberikan sebagian qoul,
“Boleh mengubur rambut serta kuku. Tetapi bila tak dikerjakan, kami memiliki pendapat, tak kenapa. ” Info beliau ini diriwayatkan oleh Al Khallal dalam At Tarajjul, Hal. 19. Klenik dalam Ritual Penguburan Ariari Mengubur atau menanam ari ari memanglah disarankan, Namun satu hal yang butuh diingat, ini sekalipun tak menganjurkan Anda untuk lakukan beragam ritual klenik saat mengubur ari-ari.
Lantaran Islam sekalipun tak menyarankan sekian. Bahkan bila sikap sejenis ini diiringi dengan beragam kepercayaan tanpa basic, jadi jadinya tahayul serta khurafat yang begitu dikritik oleh syariat.
Ketika ini diyakini bisa menjadi sebab agar bayinya memiliki kemampuan tertentu, atau agar bayinya mendapatkan semua yang bisa membahagiakan hidupnya, maka berarti termasuk mengambil sebab yang sejatinya bukan sebab. Dan itu termasuk perbuatan syirik kecil.
Oleh karenanya ketahuilah bahwa ritual klenik ini betul-betul produk lokal warisan dari ajaran kejawen dan agama hindu, Sangat jauh dari baubau Islam dan syariatnya. Tak satu ayat Quran atau hadits menyebutkannya.
Sementara, mempercayai ada hubungan gaib antara ari ari dengan nasib bayi yang lahir tersebut, jelas telah melanggar wilayah akidah, hal ini sudah termasuk kategori syirik. Sehingga ritual tertentu yang dilakukan terhadap ari ari ini, sangat mengganggu hubungan kita sebagai muslim dengan Allah Subhanahu Wata'ala.
Seolah nasib seseorang ditentukan oleh ari ari, bukan oleh tugas pendidikan dari kedua orang tuanya dan lingkungannya. Padahal tegas sekali disebutkan bahwa nasib seseorang bukan ditentukan oleh perlakuan terhadap ari ari, namun tergantung dari usaha (ikhtiar) seseorang serta doadoa yang dipanjatkan.
Kita harus menerima kenyataan bahwa ritual dan kepercayaan kuno seperti ini masih melekat di tengah masyarakat. Bahkan, tidak jarang yang jadi pelakunya adalah orang berpendidikan. Mungkin di kepalanya ada ragu dan setengah tidak percaya, tetapi tetap dilakukannya juga, dengan alasan patuh pada apa yang dikatakan orang tua atau untuk menjaga tradisi nenek moyang.
Oleh karena itu harus dikonfirmasi kembali, tradisi nenek moyang yang bagaimana yang harus kita lestarikan? Sebab tidak semua tradisi itu baik. Bukankah di zaman nenek moyang dulu, juga ada tradisi nyembah keris, minum khamar, zina, judi dan seterusnya? berhala? Apakah sampai sekarang akan tetap kita lestarikan budayabudaya yang negatif dari nenek moyang itu? Tentu tidak, bukan?
Tugas kita sekarang ini adalah berupaya mengikis dan mengurangi secara sistematis, tradisi yang sekiranya bertentang dengan nilai-nilai kemanusiaan serta nilainilai keIslaman. Namun bila tradisi itu sesuai dengan Islam, barulah kita lestarikan.
Jika sekedar mengubur (memendam) ari ari di dalam tanah, tanpa niat apapun kecuali untuk memuliakan ciptaan Allah dan demi kesehatan lingkungan, tentu boleh dan baik. Sebab plasenta atau ari ari itu akan segera membusuk jika tidak segera dipendam.
Khusus masalah doa ketika mengubur ari ari, Allah Subhanahu wataala telah menetapkan teknis dan tata caranya. Jika menggunakan teknis dan tata cara yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu Wataala, doa itu bukan saja tertolak, namun malah bisa menimbulkan bencana. Misalnya ritual perlakuan terhadap ari ari yang cenderung syirik itu, bukan nasib baik yang akan diterima oleh bayi dan keluarga itu, malah bisa jadi sebaliknya.
Jalan terbaik memang dipendam saja, agar tidak merusak lingkungan. Namun tanpa diiringi ritual klenik apa pun yang bisa merusak hubungan mesra kita kepada Allah Subhanahu Wataala. Pendam saja, baca bismillah dan selesai.
Wallahu a'lam bishshawab.
Menurut Islam serta tata cara menanam ari ari itu. Seperti kita ketahui, ari ari atau plasenta berperan sebagai penyalur makanan serta saluran lain yang menghubungkan antara janin dengan ibunya saat masih tetap dalam rahim. Sepanjang berbulanbulan, ari ari ini begitu bermanfaat untuk bayi didalam rahim sang ibu. Tetapi demikian bayi lahir,
Tetapi dalam kebiasaan orang-orang tertentu, ada satu kepercayaan kalau dibalik manfaat medis, ada jalinan gaib pada bayi dengan ari arinya. Orang jawa sering menyebutnya 'sedulur papat limo pancer kakang kawah adi ariari'. Karenanya, beberapa orang-orang yang mewarisi kebiasaan kuno ini masih terlihat melakukan berbagai jenis ritual yang tak ada kaitannya dengan syariat.
Salah nya ialah mengubur ari ari mesti di dekat rumah, ditabur bunga tujuh rupa bahkan juga mesti di beri pelita (lampu). Dan bersamanya juga dikuburkan bendabenda spesifik, yang diakui bakal punya pengaruh atas nasib serta kehidupan si bayi apabila nantinya dewasa.
Lucunya, beberapa orang kadang-kadang lakukan ritual menanam ari ari itu demikian saja, tanpa ada pernah tahu jalinan sebab mengakibatkan. Serta makin lucu lagi, lantaran yang melakukannya kerapkali malah orang yang berpendidikan tinggi serta bertitel sarjana. Semestinya mereka lebih memprioritaskan halhal yang ilmiah daripada suatu hal yang irrasional.
Lantas Bagaimana Hukum Mengubur Ari Ari Bayi Menurut Islam Sendiri?
Terdapat banyak da dalil mengenai hukum mengubur ari ari, diantaranya yaitu hadits kisah Aisyah, kalau beliau menyampaikan,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur tujuh hal potongan tubuh manusia; rambut, kuku, darah, haid, gigi, gumpalan darah, serta ariari. ”
Hadits di atas dijelaskan dalam Kanzul Ummal no. 18320 serta AlJami AsShagir kisah AlHakim, dari Sayyidah Aisyah.
Seirama dengan hadits itu yaitu hadits kisah Abdul Jabbar bin Wail dari bapaknya, beliau menyampaikan,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur rambut serta kuku. ” (HR. Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman, no. 6488)
Berhujjah dengan hadits di atas, Jumhur ulama menganjurkan supaya sesudah bayi lahir ari ari selekasnya dikubur sebagai bentuk memuliakan Bani Adam. Lantaran sisi dari memuliakan manusia yaitu mengubur sisi badan yang lepas, salah satunya ariari. Selain itu, aksi sejenis ini bakal lebih
melindungi kebersihan serta tak mengganggu lingkungan.
As Suyuthi menyampaikan,
“Beliau menyuruh untuk mengubur rambut, kuku, darah, .. serta ariari, lantaran semuanya benda ini yaitu sisi dari badan manusia, hingga benda ini dimuliakan seperti keseluruhnya tubuh manusia dimuliakan. ” (AsSyamail AsSyarifah, Hal. 271)
Dalam kitab Nihayatul Muhtaj disebutkan kalau Hukum Mengubur Ari Ari Bayi Menurut Islam ini yaitu disarankan.
“Dan disarankan mengubur anggota tubuh yang terpisah dari orang yang masihlah hidup serta akan tidak selekasnya mati, atau dari orang yang masihlah diragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, ‘alaqah (gumpalan darah), serta darah akibat goresan, untuk menghormati orangnya”
Meski sekian, Imam Ahmad memberikan sebagian qoul,
“Boleh mengubur rambut serta kuku. Tetapi bila tak dikerjakan, kami memiliki pendapat, tak kenapa. ” Info beliau ini diriwayatkan oleh Al Khallal dalam At Tarajjul, Hal. 19. Klenik dalam Ritual Penguburan Ariari Mengubur atau menanam ari ari memanglah disarankan, Namun satu hal yang butuh diingat, ini sekalipun tak menganjurkan Anda untuk lakukan beragam ritual klenik saat mengubur ari-ari.
Lantaran Islam sekalipun tak menyarankan sekian. Bahkan bila sikap sejenis ini diiringi dengan beragam kepercayaan tanpa basic, jadi jadinya tahayul serta khurafat yang begitu dikritik oleh syariat.
Ketika ini diyakini bisa menjadi sebab agar bayinya memiliki kemampuan tertentu, atau agar bayinya mendapatkan semua yang bisa membahagiakan hidupnya, maka berarti termasuk mengambil sebab yang sejatinya bukan sebab. Dan itu termasuk perbuatan syirik kecil.
Oleh karenanya ketahuilah bahwa ritual klenik ini betul-betul produk lokal warisan dari ajaran kejawen dan agama hindu, Sangat jauh dari baubau Islam dan syariatnya. Tak satu ayat Quran atau hadits menyebutkannya.
Sementara, mempercayai ada hubungan gaib antara ari ari dengan nasib bayi yang lahir tersebut, jelas telah melanggar wilayah akidah, hal ini sudah termasuk kategori syirik. Sehingga ritual tertentu yang dilakukan terhadap ari ari ini, sangat mengganggu hubungan kita sebagai muslim dengan Allah Subhanahu Wata'ala.
Seolah nasib seseorang ditentukan oleh ari ari, bukan oleh tugas pendidikan dari kedua orang tuanya dan lingkungannya. Padahal tegas sekali disebutkan bahwa nasib seseorang bukan ditentukan oleh perlakuan terhadap ari ari, namun tergantung dari usaha (ikhtiar) seseorang serta doadoa yang dipanjatkan.
Kita harus menerima kenyataan bahwa ritual dan kepercayaan kuno seperti ini masih melekat di tengah masyarakat. Bahkan, tidak jarang yang jadi pelakunya adalah orang berpendidikan. Mungkin di kepalanya ada ragu dan setengah tidak percaya, tetapi tetap dilakukannya juga, dengan alasan patuh pada apa yang dikatakan orang tua atau untuk menjaga tradisi nenek moyang.
Oleh karena itu harus dikonfirmasi kembali, tradisi nenek moyang yang bagaimana yang harus kita lestarikan? Sebab tidak semua tradisi itu baik. Bukankah di zaman nenek moyang dulu, juga ada tradisi nyembah keris, minum khamar, zina, judi dan seterusnya? berhala? Apakah sampai sekarang akan tetap kita lestarikan budayabudaya yang negatif dari nenek moyang itu? Tentu tidak, bukan?
Tugas kita sekarang ini adalah berupaya mengikis dan mengurangi secara sistematis, tradisi yang sekiranya bertentang dengan nilai-nilai kemanusiaan serta nilainilai keIslaman. Namun bila tradisi itu sesuai dengan Islam, barulah kita lestarikan.
Jika sekedar mengubur (memendam) ari ari di dalam tanah, tanpa niat apapun kecuali untuk memuliakan ciptaan Allah dan demi kesehatan lingkungan, tentu boleh dan baik. Sebab plasenta atau ari ari itu akan segera membusuk jika tidak segera dipendam.
Khusus masalah doa ketika mengubur ari ari, Allah Subhanahu wataala telah menetapkan teknis dan tata caranya. Jika menggunakan teknis dan tata cara yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu Wataala, doa itu bukan saja tertolak, namun malah bisa menimbulkan bencana. Misalnya ritual perlakuan terhadap ari ari yang cenderung syirik itu, bukan nasib baik yang akan diterima oleh bayi dan keluarga itu, malah bisa jadi sebaliknya.
Jalan terbaik memang dipendam saja, agar tidak merusak lingkungan. Namun tanpa diiringi ritual klenik apa pun yang bisa merusak hubungan mesra kita kepada Allah Subhanahu Wataala. Pendam saja, baca bismillah dan selesai.
Wallahu a'lam bishshawab.
Jumat, 19 September 2014
KEUTAMAAN WANITA
:
1. Doa seorang isteri yg taat memiliki kekuatan 70 wali
2. Isteri yg membuatkan minum suami tanpa diminta, pahalanya 3 x khatam Qur'an.
3. Masakan isteri yg dilakukan secara sunah dan dimakan suami beserta keluarga pahalanya semua untuk isteri dan do'a suami yg memakan masakannya menjadi do'a yg diijabah.
4. Isteri yg membangunkan suami untuk sholat atau mengingatkan sholat berjamaah di masjid pahalanya 27+1
5. Isteri yg kelelahan bangun malam karena anaknya minta susu sama dengan pahala 70 x haji mabrur
6. Seorang ibu yg menyusui setiap tetes susunya senilai 200 x sholat khusu dan doanya di ijabah' (fadilah wanita)
7. Burung di udara dan malaikat dilangit akan selalu memintakan ampunan kepada Allah selama Isteri dalam keridhoan suami.
8. Bila seorang suami pulang dengan gelisah dan isteri menghiburnya maka isteri mendapatkan 10 pahala jihad.
9. Bila seorang wanita hamil sholatnya dua rekaat adalah lebih baik dari 80 rakaat sholat wanita yg tidak hamil.
10. Bila seorang wanita hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun sholat dan 70 tahun puasa.
11. Wanita yg mencuci pakaian suami dan anak-anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Allah SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat.
12. Wanita yg menyusui anaknya, maka setiap tetesan air susu tersebut akan mendapatkan 1 pahala dan apabila cukup 2 tahun menyusui maka malaikat dilangit akan mengabarkan berita bahwa SURGA wajib bagi nya".
13. Apabila sorang wanita kedatangan haid maka haidnya akan menghapus dosa2nya.
14. Apabila ia membaca pd hr pertama keluar haid "Alhamdulilahi ala kullu halin wa astagfirullaha min kulli zanbi" Maka Allah Swt akan membebaskannya dr jahanam, shirat & adzab.
15. Setiap hari dari haidnya, Allah tinggikan dia dgn pahala 40 orang mati syahid apabila ia berdzikir.
SUBHANALLAAH...Betapa Sayang nya Allah Swt terhadap kaum wanita.
1. Doa seorang isteri yg taat memiliki kekuatan 70 wali
2. Isteri yg membuatkan minum suami tanpa diminta, pahalanya 3 x khatam Qur'an.
3. Masakan isteri yg dilakukan secara sunah dan dimakan suami beserta keluarga pahalanya semua untuk isteri dan do'a suami yg memakan masakannya menjadi do'a yg diijabah.
4. Isteri yg membangunkan suami untuk sholat atau mengingatkan sholat berjamaah di masjid pahalanya 27+1
5. Isteri yg kelelahan bangun malam karena anaknya minta susu sama dengan pahala 70 x haji mabrur
6. Seorang ibu yg menyusui setiap tetes susunya senilai 200 x sholat khusu dan doanya di ijabah' (fadilah wanita)
7. Burung di udara dan malaikat dilangit akan selalu memintakan ampunan kepada Allah selama Isteri dalam keridhoan suami.
8. Bila seorang suami pulang dengan gelisah dan isteri menghiburnya maka isteri mendapatkan 10 pahala jihad.
9. Bila seorang wanita hamil sholatnya dua rekaat adalah lebih baik dari 80 rakaat sholat wanita yg tidak hamil.
10. Bila seorang wanita hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun sholat dan 70 tahun puasa.
11. Wanita yg mencuci pakaian suami dan anak-anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Allah SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat.
12. Wanita yg menyusui anaknya, maka setiap tetesan air susu tersebut akan mendapatkan 1 pahala dan apabila cukup 2 tahun menyusui maka malaikat dilangit akan mengabarkan berita bahwa SURGA wajib bagi nya".
13. Apabila sorang wanita kedatangan haid maka haidnya akan menghapus dosa2nya.
14. Apabila ia membaca pd hr pertama keluar haid "Alhamdulilahi ala kullu halin wa astagfirullaha min kulli zanbi" Maka Allah Swt akan membebaskannya dr jahanam, shirat & adzab.
15. Setiap hari dari haidnya, Allah tinggikan dia dgn pahala 40 orang mati syahid apabila ia berdzikir.
SUBHANALLAAH...Betapa Sayang nya Allah Swt terhadap kaum wanita.
Kamis, 18 September 2014
10 HAK IBU SAAT dan SETELAH MELAHIRKAN
Persalinan adalah peristiwa bersejarah dan penting bagi setiap calon ibu dan keluarganya. Inilah klimaks dari kehamilan menakjubkan yang dijalani ibu selama 9 bulan. Sebegitu pentingnya momen ini, sehingga selain mengidam-idamkan persalinan yang sehat, ibu tentu juga ingin memiliki pengalaman bersalin menyenangkan, bukannya menjadi kenangan buruk, traumatis, apalagi nightmare.
Keinginan ibu itu tidak berlebihan, dan selama ini sebetulnya telah diakomodir tenaga profesional kesehatan di bawah payung Departemen Kesehatan RI. “Asuhan Sayang Ibu” adalah prinsip yang sudah lama dianut dokter dan bidan para penolong persalinan. Depkes mendefinisikan Asuhan Sayang Ibu sebagai “asuhan persalinan dengan prinsip saling menghargai budaya, kepercayaan dan keinginan ibu” (Depkes, 2004). Tujuan prinsip ini adalah membantu ibu dan keluarganya merasa aman dan nyaman selama proses persalinan.
Jika Anda memiliki unek-unek terhadap pelayanan petugas medis selama proses persalinan, sehingga muncul pertanyaan “mengapa saya diperlakukan begini?” atau “mengapa keluarga/teman saya diperlakukan seperti ini?” maka ada kemungkinan asuhan persalinan belum menerapkan prinsip “Sayang ibu”. Anda berhak protes.
1. Ibu berhak didampingi dalam persalinan.
Aplikasinya…
1. Dokter/bidan menawari Anda satu orang pendamping persalinan, misalnya ibu, saudara wanita atau suami.
2. Dokter/bidan menjelaskan, tugas pendamping adalah memberi dukungan emosional dan fisik secara berkesinambungan.
3. Dokter/bidan membimbing pendamping persalinan cara-cara memperhatikan dan mendukung Anda selama persalinan, seperti memberi makan-minum, memijit punggung, membantu mengganti posisi, membimbing relaksasi, mengingatkan untuk berdoa, mengucapkan kata-kata yang membesarkan hati dan memuji, membantu bernapas dengan benar saat kontraksi, menyeka wajah, dan menciptakan suasana kekeluargaan serta rasa aman.
4. Jika Anda datang sendirian ke rumah sakit, dokter/bidan menghubungi keluarga dan menganjurkan suami/keluarga mendampingi Anda.
2. Ibu berhak mengetahui semua praktek kebidanan, intervensi dan hasil asuhan yang diberikan.
Aplikasinya…
1. Dokter/bidan memberi penjelasan tentang gambaran proses persalinan yang akan Anda alami, di antaranya tahapan persalinan dan rasa nyeri.
2. Dokter/bidan memberi informasi dan menjawab pertanyaan Anda dan keluarga.
3. Dokter/bidan meminta ijin dan menjelaskan setiap prosedur tindakan yang akan dilakukan, baik prosedur standar misalnya Pencegahan Infeksi, maupun prosedur atas indikasi medis misalnya episiotomi atau pengguntingan perineum.
4. Dokter/bidan mendukung Anda dan keluarga berperan aktif dalam mengambil keputusan.
3. Ibu berhak menerapkan kepercayaan, nilai dan adat istiadat yang dianut.
Aplikasinya…
1. Dokter/bidan bersikap peka dan responsif.
2. Dokter/bidan menghargai dan membolehkan praktek-praktek tradisional yang tidak merugikan.
3. Dokter/bidan menghormati keyakinan agama.
4. Dokter/bidan menghargai privasi Anda.
“Ketika melahirkan Sirin di RS di Brisbane, Australia, petugas medis sangat menghormati kepercayaan yang saya anut, dengan menawari saya apakah tetap ingin mengenakan jilbab saat bersalin. Mereka juga sangat hati-hati dalam memilih menu makanan selama dirawat karena aware saya hanya bisa mengonsumsi makanan halal”. ujar Arbaiyah Satriani asal Bandung.
4. Ibu bebas memilih posisi persalinan yang nyaman.
Aplikasinya…
1. Dokter/bidan membimbing dan menganjurkan Anda mencoba posisi yang nyaman dan aman selama persalinan.
2. Ibu dapat berganti posisi secara teratur selama kala dua persalinan karena hal ini sering mempercepat kemajuan persalinan.
3. Dokter/bidan menghargai privasi Anda.
5. Ibu berhak mengetahui kebijakan dan prosedur Rumah Sakit
yang jelas dalam pemberian asuhan yang berkesinambungan selama persalinan.
Aplikasinya...
1. Rumah Sakit memberi informasi mengenai kebijakan dan prosedur rumah sakit, misalnya prosedur tindakan yang akan dilakukan dalam pemberian asuhan, rencana rujukan atau kolaborasi pada kasus kegawatdaruratan, sarana dan prasarana pertolongan persalinan, dan tindakan pencegahan infeksi.
2. Rumah Sakit bersikap transparan soal tarif dan administrasi.
3. Rumah sakit menjawab pertanyaan Anda dan keluarga.
“Unek-unek saya, saya bersalin di RS Pemerintah menggunakan BPJS. Ketika akan menjalani operasi sesar atas indikasi myopia minus lebih dari 5, saya menunggu dokter obgin selama 3,5 jam di ruang operasi -rencana operasi pukul 09.00, dokter datang pukul 12.00 dengan alasan “lupa” dan co ass serta bidan tidak ada yang berani mengingatkan jadwal dokter. Setelah operasi, saya tidak diberi kesempatan IMD. Apakah memang demikian kebijakan RS untuk pasien BPJS?”, jelas Adam DH asal Surakarta.
6. Ibu berhak menolak praktek/prosedur yang manfaatnya tidak didukung penelitian ilmiah.
Aplikasinya…
1. Anda tidak musti dicukur rambut pubik, tidak musti dikateter jika bisa BAK sendiri, tidak musti di-enema jika bisa BAB sendiri, tidak musti diinfus untuk mendapat cairan elektrolit tanpa indikasi medis.
2. Anda boleh makan-minum untuk mendapat asupan nutrisi.
3. Anda tidak musti mendapat tindakan amniotomi (merobek selaput ketuban) tanpa indiaksi medis.
4. Janin tidak musti dipantau dengan alat EKG terus-menerus.
5. Dokter/bidan menggunakan cara-cara yang sederhana, dan tidak melakukan tindakan tanpa ada indikasi.
6. Dokter/bidan menghindari tindakan yang berlebihan dan membahayakan.
7. Ibu berhak meringankan rasa nyeri persalinan dengan/tanpa obat-obatan.
Aplikasinya…
1. Dokter/bidan memanggil Anda sesuai nama panggilan sehingga timbul perasaan dekat dan nyaman.
2. Dokter/bidan membantu Anda memahami bahwa nyeri persalinan itu alamiah dan fisiologis.
3. Dokter/bidan mendengarkan dan menanggapi keluhan Anda.
4. Dokter/bidan memberi dukungan mental, rasa percaya diri, serta berusaha memberi Anda perasaan nyaman dan aman.
5. Dokter/bidan menganjurkan Anda makan-minum saat tidak kontraksi, sebab rasa lapar dan dehidrasi bisa memperparah nyeri.
6. Dokter/bidan menjelaskan kemajuan persalinan agar semangat Anda bangkit.
7. Dokter/bidan memberi Anda keleluasaan menggunakan toilet secara teratur dan spontan, sebab terlambat BAK memperparah nyeri dan menghambat turunnya janin.
“Bulan lalu saya bersalin di RS swasta di kota saya. Proses persalinan terasa nyaman sebab bidannya sabar, telaten dan mendampingi saya melewati nyeri kontraksi. Dokter obgin pun sering hadir, mensupport serta memotivasi agar saya sabar dan kuat.” kata Rini Bintang yang berasal dari Mataram.
8. Ibu berhak merawat bayinya secara mandiri.
Aplikasinya…
1. Dokter/bidan memberi Anda kesempatan memeluk bayi segera setelah lahir dalam waktu 1 jam setelah persalinan.
2. Rumah Sakit menyediakan fasilitas rooming in atau rawat gabung.
9. Ibu berhak melindungi bayi dari tradisi lama yang tidak perlu.
Aplikasinya…
1. Dokter/bidan menganjurkan tidak menyunat bayi perempuan baru lahir.
2. Dokter/bidan menganjurkan tidak menindik telinga bayi perempuan.
10. Ibu berhak memberi ASI eksklusif.
1. Dokter/bidan membantu Anda memulai pemberian ASI dalam 1 jam pertama setelah kelahiran bayi (IMD).
2. Membimbing Anda membersihkan payudara, mengajarkan posisi menyusui yang benar dan penyuluhan tentang manfaat ASI.
3. Rumah sakit tidak memberi bayi susu formula.
“Saya agak kecewa dengan pelayanan di rumah sakit tempat bersalin. Mereka bekerja sama dengan produsen susu formula, sehingga selesai bersalin saya tidak melakukan IMD, dan bayi mengalami bingung puting sebab diberi susu formula di rumah sakit. Baru di rumah pada hari kelima saya berhasil menyusuinya”, ucap Tseng Kay Jih yang berdomisili di Karanganyar.
Disarikan dari Save Motherhood Initiative, Coalition Of Improving Maternity Services, 1987, Pusdiknakes, 2003, dan Prinsip-prinsip Asuhan Sayang Ibu
Jumat, 12 September 2014
Tentang Wahabi
Bacanya pegel sangattss, tapi..
Masyaa Allah..!
Rugi kalo gak baca (nhc) ๐๐น
Pertamakali saya tahu kajian-kajian salafi (wahabi–red) itu sekitar 2006. Pas kuliah di Jogja. Sebelum itu saya fanatik dengan agama lokal dari kampung halaman di Situbondo. Jadi, pas awal pindah ke Jogja dan tinggal di rumah nenek, saya nggak mau jumatan di mesjid dekat rumah, sebab adzannya 1x, nggak kayak di kampung halaman, adzan 2x, khotibnya pegang tombak, dan sebelum khotbah biasanya ada salah 1 jamaah yang berdiri terus bilang “Yaa ma’syarol muslimin…” dst..
Ketika tahu mesjid dekat rumah nggak seperti itu, saya nggak mau jumatan di situ, memilih jalan jauh ke mesjid kampus UGM, padahal ya sama saja adzannya juga 1x, tapi saya sudah terlanjur “alergi” dengan orang-orang di mesjid deket rumah itu, mereka pakai celana cingkrang, jenggotan. Hih. Ogah, mending ke mesjid kampus UGM yang jamaahnya lebih umum, masih ada yang pake celana jin.
Waktu itu saya tahunya mereka yang cingkrang itu Muhammadiyah…
Dan menurut ajaran dari kampung, Muhammadiyah itu nggak tahlilan, sementara kita NU tahlilan.
Gitu aja definisinya, tanpa ada niat nyari tahu kok bisa beda?
Kan pasti ada alasannya? Lalu yang lebih mendekati kebenaran yg mana?
Nggak ada pikiran semacam itu. Pokoknya kalau sudah lahir di keluarga NU ya sudah ikut saja. Apalagi sejak kecil sudah dibangun sentimentalisme kefanatikan seolah Muhammadiyah itu aneh.
Ke-alergian terhadap orang-orang di mesjid dekat rumah itu berlangsung sekitar 2 tahun. Sampe suatu masa, di Jogja lagi rame kasus mahasiswa yang tiba-tiba direkrut oleh semacam gerakan baiat gitu, sehingga tiba-tiba nggak mau ngobrol sama orangtuanya karena orangtua dianggap kafir (naudzubillah).
Pokoknya entah aliran apa namanya, NII apa ya? Wuih itu ngeri. Teman sekelas saya, cewek, ada yang kena gerakan itu. Bahwa Indonesia bukan negara islam, kita harus bikin negara islam, bla bla bla…
Saya lalu berhati-hati. Kalau kebetulan ke kampus MIPA selatan, di seberang kampus ada masjid Al Hasanah, di mesjid itu perempuannya pakai cadar hitam-hitam, saya sering bilang, “Itu pasti yang aliran sesat.”
Di periode itu, model ikhwan-akhwat dalam sebuah wadah bernama liqo’ juga mulai menjamur di kampus. Ada seorang sahabat yang keren digandrungi akhwat-akhwat, dia kalo lagi nggak ada jam kuliah nongkrongnya di musholla, ngobrol sama akhwat di balik hijab. Saya iri, kan kepingin juga didekatin cewek-cewek.
Apalagi waktu itu ada akhwat yang cantik sekali, yang membuat saya tahu diri, siapalah saya ini, jenggot tipis aja nggak punya, nggak ada potongan seorang ikhwan….
Namun demi mendapat perhatian, itu jadi semacam titik tolak untuk berniat belajar agama (nggak ikhlas banget niatnya…)
Saya segera rajin lihat papan pengumuman yang terpajang di musholla. Lihat ada poster acara apa yang berhubungan dengan agama.
Nyari yang gratisan.
Maka, acara agama yang pertama saya datangi itu acaranya Hizbut Tahrir, dalam keadaan saya awam tentang kelompok ini, yang penting kan datang aja biar keren dan kelihatan alim dapat sertifikat.
Waktu itu acaranya di Aula Fakultas Pertanian. Jadi bukan mesjid, melainkan kayak seminar, duduk di bangku-bangku kuliah, ada meja-meja melingkar dibikin kelompok, lalu ada layar proyektor, slide, gitu-gitu, endingnya pesertanya dapat CD. Saya gak paham apa yang disampaikan, tiba-tiba disuruh diskusi, ada makan siang, yang penting datang aja biar keren.
Esoknya di kampus, saya tunjukkan CD dan sertifikat ke sahabat saya yang digandrungi akhwat itu, pamer: nih saya juga tahu datang seminar islam…
Dia malah kaget, “Lho, kamu datang ke acaranya HTI?” Mendengar pertanyaan itu, saya balik kaget, “Lho kenapa ya emangnya?”
Sejak itu, saya tahu kalau ada banyak kelompok-kelompok kaum muslimin, saya kira cuma Muhammadiyah dan NU. Ternyata ada HTI, ada Ikhwanul Muslimin (IM), NII, LDII, MTA..
Nah yang liqo’ ini ujungnya saya tahu afiliasi mereka ke IM.
Saya mulai mempelajari masing-masing perbedaan antar kelompok, mengenal tokoh-tokoh mereka. Jadi tahu oh ternyata HTI itu tujuannya gini, cirinya gini, IM itu gini, cirinya gini. Saya kadang datang ke obrolannya anak IM, kadang ngobrol dengan anak HTI, pokoknya yang obrolannya agama, ikut nimbrung….
Namun saya mesti berpikir rasional, bahwa pasti ada alasan kenapa kelompok ini begini, kelompok itu begitu, mesti diuji materi, sehingga bisa ketahuan mana yang setidaknya paling bisa saya percaya. Bukan lantas tidak mau repot-repot, ya sudahlah mereka bisa benar, kita bisa benar, yang tahu kebenaran hanya Allah. Wis, lalu jadilah paling toleran, simsalabim, islam nusantara… Nggak gitu, kalo gitu sih nggak perlu ada dakwah saja, nggak perlu diutus Nabi dan Rasul, nggak perlu diturunkan AlQur’an, biar aja setiap manusia percaya dengan keyakinan sendiri-sendiri…
Dalam dunia eksak, selama segala hal yang berbeda bisa dicari pemecahannya, mana yang lebih valid, maka dicari. Bahkan kalo bisa yang berbeda-beda itu diajak bersatu. Sehingga logikanya, bersatu di atas landasan yang kokoh. Bukan sengaja berbeda lalu pura2 bersatu saling toleransi padahal saling sikut. “Kau sangka mereka bersatu padahal hati mereka berpecah belah,” kata ayat dalam Al Qur’an.
Sekarang kan apa-apa ditoleransi, ada kelompok yang penentuan Idul Fitrinya berdasarkan pasang surut air laut, ditoleransi, ada orang ngaku jadi Nabi, ditoleransi, besok ada yang sholat dhuhur 8 rokaat pun pasti ditoleransi. Lha ya udah rusak dakwah ini, tiap mau bilang, “eh ini nggak boleh,” dibales, “kamu merasa bener sendiri, menyesat-nyesatkan orang. Mau memonopoli surga.” Ya sudaaah repot.
Karena itulah pengusung paham buram: saya bisa benar, kamu bisa benar, semua bisa benar, toleran, liberal, itu biasanya datang dari mereka yang kuliah di fakultas non-eksak. Filsafat terutama. Karena sudah dibiasakan berpikir seperti itu. Selama masih bisa ngeles ya ngeles terus. Bermain-main opini saja. Mana yang kelihatan paling keren opininya, paling satir, ya wis, itu yang juara! Nggak urus itu ngawur apa nggak.
Balik ke cerita. Setidaknya satu sisi positif dari hasil bergaul dengan teman-teman HTI dan IM adalah, saya mulai tidak alergi dengan penampilan celana cingkrang dan jenggot. Sebab sebagian teman ada yang begitu. meski saya belum tahu alasannya. Mungkin tren.
Nah, kemudian muncullah sebuah pertanyaan besar: Lalu, kalau orang-orang yang di mesjid dekat rumah, yang cingkrang, jenggotan, itu aliran apa ya?
Mulai deh. Sehabis maghrib biasanya kan ada kajian. Sesekali saya coba duduk di teras mesjid, dengerin yang diomongin si ustadz… Oh, ternyata ustadz itu bicaranya tentang tauhid, syirik, sunnah, bid’ah… Kok kayaknya menarik? Belum pernah nih di kampung ada ceramah kayak gini.
Kemudian lain waktu saya mulai masuk deh ikut kajian itu biarpun nggak ada sertifikat. Sehabis maghrib, malam selasa dan malam sabtu. Asli, saya jatuh cinta. Cara ustadznya menjelaskan, terus banyak hal baru yang saya ketahui dan bikin, “Oh, gitu ya? Oh ternyata gitu?”
Berbeda dengan seminar yang kebanyakan seperti bertele-tele, ustadz di mesjid ini langsung ke poinnya. Dan setelah beberapa kali saya ikuti, ternyata bisa disimpulkan tujuan dakwahnya mereka ini sederhana banget: cuma gimana biar bisa ibadah dengan bener, tahu landasannya, bukan ikut-ikutan. Gimana biar kita terasa hidup dekat dengan Nabi dan para sahabat. Udah. Gitu. Simpel banget. Terlalu simpel malahan.
Nggak ada tujuan bikin negara Islam, bikin gerakan rekrut orang, bai’at, kartu anggota, tur ziarah.. Nggak ada.
Cuma diajarkan, udah meng-Esa-kan (mentauhidkan) Allah dengan bener belum? Ibadah kita selama ini udah sesuai dengan tuntunan Rasulullah belum? Wis, tok, til, itu aja.
Mereka tidak punya penamaan seperti IM atau HTI, sebab konon memang nggak punya nama, cuma berdakwah mengajak pada Islam yang murni dan lurus.
Adapun kemudian saya dengar dari orang-orang, bahwa mereka dinamakan wahabi… Ketika saya baca artikel tentang wahabi, itu wuh sadis banget! Konspirasi dengan Inggris, temennya Mamarika, menghancurkan makam Nabi, radikal, ngajarin pegang senjata. Apalagi kalau levelnya sudah utak-atik sejarah, ada buku judulnya Sejarah Berdarah Sekte Wahabi. Kok sangar temen? Padahal realitas yang saya datangi sendiri, nggak ada itu.
Maka terjadi pergolakan besar dalam diri saya. Dimasuki banyak hal-hal yang terasa baru. Wahabi ternyata tidak merayakan maulid, alasannya: soalnya Rasul tidak merayakannya. Simpel banget! Tapi wahabi justru mengajarkan cinta Rasul dengan meneladani beliau. Akhirnya saya tahu, oh, jadi Rasul memerintahkan kain celana di atas mata kaki, pantesan mereka cingkrang.
Saya ragu, apa mau cingkrang juga ya? Duh, nggak keren lagi dong kalau ke kampus. Antara menuruti jiwa muda untuk tampil modis atau menuruti perintah Rasul? Yah kok Rasul nyuruh gini sih? Berat hati. Sebenarnya kalau saya mau menolak, ada jalannya, yaitu embusan dari orang-orang bahwa cingkrang itu ciri teroris, bahwa itu sebetulnya nggak wajib, bahwa jangan terlalu kaku lah dengan dalil, memahami hadits harus dari sudut pandang modern…
Pokoknya opini-opini yang sifatnya menolak dengan cara ngalor-ngidul dulu mencari-cari pembenaran. Sementara wahabi itu simpel banget: Ada dalil, sahih, kerjakan. Tidak ada, tidak perlu dikerjakan.
Tapi yang sederhana begini, masyaAllah… Dihujat di mana-mana. Apalagi di kalangan penulis intelektual filsafat satiris posmodern, seperti jadi musuh bersama.
Wahabi dibilang anti-maulid, tidak cinta Rasul. Padahal saya lihat mereka yang paling meneladani perilaku Rasulullah. Selama di kampung saya nggak tahu kalo Rasul memerintahkan kain celana di atas mata kaki.
Wahabi dibilang tidak mau shalawat. Padahal saya lihat mereka cuma mencukupkan shalawat yang diajarkan Rasul, yaitu shalawat yang biasa dibaca di tahiyat akhir dalam sholat, bukan shalawat hasil ide-ide kreatif.
Wahabi dibilang melarang ziarah kubur, padahal mereka cuma melarang minta-minta sama orang mati meskipun itu wali, bukan ziarahnya yang dilarang.
Juga dibilangnya wahabi mau bikin mazhab baru, padahal pas kajian mereka tetap mengutip pendapat Imam Syafi’, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad. Bahkan mereka selalu mengkaji, jika 4 pendapat imam itu berbeda, maka mana yang lebih mendekati sunnah, itu yang diikuti, tanpa merendahkan keilmuan salah satu dari imam mazhab. Jadi nggak asal, kita mazhabnya syafi’i, lalu fanatik, sampai ada yang nggak mau nikah dengan mazhab lain.
Dan semua yang wahabi lakukan, itu karena ada dalil dari Rasulullah. Bukan karena ingin memecah belah atau tampil beda atau merasa benar sendiri yang lain sesat.
Bahkan saya lihat, wahabi itu yang paling banyak mengalah dari keinginannya. Gimana gak ngalah? Perempuannya bercadar, jilbab lebar hitam. Padahal kalo dipikir-pikir, kan enakan islam yang ditawarkan kaum liberal, beragama tapi bebas nggak terikat apa-apa. Nggak mesti jilbaban, dll.
Jadi kalau ingin berislam tapi nggak mau disuruh ini itu, saya sarankan ikut liberal, selalu dikasih solusi untuk ngeles. Anda males pake jilbab, tenang, jadilah liberal, baca Quraish Shihab, ada solusinya, jilbab itu nggak wajib kok, anaknya aja nggak berjilbab. Bahkan Anda akan bisa merasa lebih jumawa dari mereka yang pakai cadar…. Lha perempuan wahabi, udah cadaran, sumuk, kehilangan kesempatan bersolek, eh malah jadi bahan olokan. Kalau bukan karena kecintaan terhadap sunnah, dijamin mereka gak akan sibuk merepotkan diri seperti itu.
Sejak itu saya gak terpengaruh lagi dengan opini orang tentang wahabi, mau dibilang gak cinta Rasul kek, dibilang suka membid’ahkan orang kek, suka mengkafirkan orang, merasa masuk surga sendiri yang lain masuk neraka. Karepmu! Sebab saya tahu, realitasnya tidak seperti itu. Dan memang kalau ikut opini orang, nggak bakal selesai.
Masih ingat kan kisah bapak, anak, dan seekor onta? Ketika anaknya naik onta, sementara bapaknya jalan sambil nuntun tali onta, orang-orang bilang, “Anak durhaka, enak-enakan di atas, Bapaknya disuruh nuntun.” Mendengar itu, anaknya turun, lalu ganti, bapaknya naik onta, anaknya nuntun. Orang bilang, “Bapak gak tahu kasihan, enak-enakan di atas onta, anaknya malah disuruh jalan.” Maka sekarang, anak dan bapak berdua sama-sama naik onta. Orang-orang bilang, “Gak tahu kasian sama binatang, onta kurus gitu kok dinaiki berdua.” Ujung-ujungnya bapak dan anak sama-sama jalan nuntun onta. Eh orang masih bilang, “Mereka berdua itu kok goblok banget, punya onta tapi gak dinaikin malah dituntun aja.”
Gitulah, di mana-mana, opini orang gak bisa dijadikan acuan. Apalagi opini dari ahlul pelintir bahasa, wuh, hebat-hebat, yang insecure lah, sesat sejak dalam pikiran lah, ini lah, itu lah. Berbeda dengan wahabi ketika mengomentari sebuah aliran tertentu, itu bukan pakai opini pelintir bahasa, tapi langsung ke akarnya.
Ketika mengomentari syiah misalnya. Pengusung toleransi semu akan menyeret opini bahwa syiah dan sunni cuma perbedaan mazhab, politis, diseret tentang hak asasi, minoritas, dst.. Kalau wahabi langsung ke kitab induk syiah. Bahwa syiah ini menyimpang karena mengkafirkan mayoritas sahabat, menyebut Abu Bakar & Umar sebagai dua berhala Quraisy, menganggap Aisyah sebagai pelacur, menghalalkan darah nashibi (ahlus sunnah), memiliki Al Qur’an 3x lebih tebal, syahadatnya berbeda, adzannya beda, menghalalkan kawin kontrak, malam kawin pagi cerai… Itu. To the point. Kalau alasan itu diterima, mereka memuji Allah. Tidak diterima, tetap memuji Allah.
Saya pun mulai rajin mengikuti kajian wahabi, bahkan yang jauh-jauh dan ustadznya sampai dari Arab. Semakin banyak perbedaan yang bisa ditangkap secara kasat mata:
Pertama. Di kampung saya, kalau kiyai/ustadz datang, itu kadang tangannya jadi rebutan, dicium-cium sama jamaahnya. Bahkan cara cium tangannya itu bisa dramatis sekali ada teknik-teknik tersendiri. Apalagi kalo yang datang itu level syaikh pondok ini, atau anak keturunan syaikh itu, wuh tambah jadi rebutan.
Berbeda dengan kajian wahabi. Biarpun penceramahnya level ulama paling senior dan sepuh pun, sewaktu ulama itu datang dan jalan ke depan, jamaahnya biasa aja duduk.
Kalau pakai opini orang, kesannya wahabi tidak menghormati ulama. Padahal saya melihat, mereka menghormati ulama ya karena ilmunya, bukan karena fisiknya atau keturunan siapa, jadi tidak lebay rebutan cium tangan, apalagi seolah mengkultuskan rebutan air liur, diyakini mustajab, hiii.
Wahabi itu nggak pernah nyebut-nyebut syaikh siapa jadi doa berjamaah, bikin haul. Nggak pernah. Sebab mereka beneran cuma menghargai ilmu, tidak berlebihan terhadap tokoh… Beda di kampung saya, fatihah ila hadarotin syaikh ini, syaikh itu, diulang-ulang tiap ada selamatan, tapi orang-orang nggak tahu syaikh itu siapa sih? Buku kitabnya apa? Nggak ada. Pokoknya kiyai nyebut syaikh itu tiap selamatan, ya sudah sampe turunannya tetap nyebut syaikh itu. jamaahnya ya amin-amin saja terus makan rawon.
Yang kedua. Yang namanya pengajian, di kampung saya biasanya identik dengan nyanyi-nyanyi, baca Al Fatihah, awal Al Baqoroh, ayat kursi, sholawat apa gitu panjang, baru setelah itu ada ceramah. Kalo di wahabi, ustadznya datang, duduk, langsung membuka materi dg khutbatul hajah, lalu mengajar, ada istirahat, tanya jawab, abis itu selesai, pulang. Nggak ribet.
Yang ketiga. Kalo di kampung saya, segala jenis ibadah wis tinggal nyontoh saja, kalo ngaji maghrib itu kadang ada pelajaran sholat dari kiyai, ya sudah langsung baca aja rame-rame dari usholli sampai salam. Tapi di wahabi itu ilmiah sekali, tidak asal ikut ustadznya, melainkan diajari memahami bahwa setiap gerakan sholat itu dilakukan karena ada contohnya, kita melakukan ibadah karena memang ada riwayatnya dari Rasul. Kalau nggak ada riwayatnya, ya nggak perlu repot-repot dikerjakan. Sehingga ketika sholat, setiap gerakan kita terasa dekat dg Rasulullah sebab tahu ada rantai yang bersambung.
Hal lain juga. Saya jadi tahu, misalnya, Allah mengampuni semua dosa kecuali dosa syirik. Dosa syirik tidak akan diampuni kalau pelakunya mati sebelum sempat bertobat. Sebab dosa syirik itu paling besar, paling bahaya, sehingga kita mesti tahu cabang-cabangnya. Bahwa perdukunan itu syirik, meyakini hari sial itu syirik, minta-minta ke orang mati itu syirik, jimat itu syirik, ada syirik besar dan syirik kecil, harus waspada dan selalu mengoreksi diri sendiri.
Sejak itu, ngeri lah karena ternyata banyak keyakinan saya selama ini tergolong syirik, seperti keyakinan kalo nabrak kucing berarti sial, pergi gak boleh hari jumat, dst…. Kalau di kampung saya, yang dimaksud syirik ya menyembah patung berhala. gitu aja. Mana ada hari ini orang islam sekonyol itu nyembah patung? Kalau dosa syirik cuma sebatas nyembah patung, alangkah mudahnya itu dihindari?
Apalagi pas tahu banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan, ternyata bid’ah, tidak diajarkan Rasul. Saya yang sudah telanjur ngefans dengan sholawat nariyah dan hapal di luar kepala sejak ngaji jaman SD, kaget lho jadi sholawat nariyah itu bid’ah? Sempat gak terima. Tapi tumbuhnya kecintaan untuk mengenal, “Jadi, islam yang aslinya sesuai Nabi itu gimana?” Itu membuat saya rela untuk melepas atribut kefanatikan dan segala hal yang sudah diyakini sejak kecil. Seandainya saya sudah anti sejak awal, kan bisa dengan mudah mudah langsung saya cap, “Wo, wahabi itu menyalah-nyalahkan orang, masak sholawatan aja nggak boleh.”
Saya lalu menyadari, faktor penting orang sulit menerima kebenaran, adalah karena kebenaran itu menghantam keras pada apa yang sudah diyakininya selama ini sebagai kebenaran.
Sama, di masa jahiliyah dahulu, Sebelum Muhammad diangkat sebagai Nabi, beliau sudah digelari Al Amin (yg bisa dipercaya) oleh kaumnya, sebab memang sangat dipercaya, sampai-sampai jika Muhammad berkata, “Ada pasukan musuh di balik gunung ini.” Maka mereka percaya. Tapi setelah mendapat wahyu, mengajak untuk menyembah Allah saja, yang mana itu menghantam keras pada keyakinan kaum Quraisy saat itu, langsung berubah mereka menjuluki Rasulullah jadi Majnun, tukang sihir…
Maka dari itu, ketika ada yang bilang wahabi merasa benar sendiri, itu aneh. Sebab wahabi itu justru orang yang mau mencari kebenaran meski konsekuensinya berat karena harus meninggalkan kebiasaan masa lalu yang sudah dianggap sebagai kebenaran… Kalau sejak awal merasa sudah yakin paling benar, tentu mereka akan tetap dengan keyakinan agama kakek moyang selama ini, nggak mau diingatkan tentang syirik, bid’ah dan lain sebagainya.
Nah. Pada akhirnya, saya salut terhadap mereka ini, yang ikhlas mengajak masyarakat untuk kembali ke agama yang murni, mengingatkan orang bahaya syirik, bahaya bid’ah, meskipun dihujat banyak orang, dituduh sesat, macem-macem. Terserah orang lain menamai mereka wahabi, atau seburuk apapun, itu cuma nama saja, tidak mengubah hakikat…
Tapi anggap saja penamaan wahabi diterima. Coba cek di media netral seperti wikipedia.https://id.wikipedia.org/wiki/Wahhabisme, lalu baca, di mana penyimpangannya? Kenapa kok dimusuhi banget?
Saya juga ingin terus belajar. Semoga kita semua mendapat petunjuk untuk mencari hidayah. Hidayah datang dari Allah. Kita mencari kebenaran bukan untuk menyalah-nyalahkan orang.
Selama seseorang ikhlas untuk terus mencari agama Allah yang lurus dan menempuh jalan-jalannya, maka akan disampaikan ke tujuannya.
— Kopas dari status kawan FB ๐๐ค
Selasa, 09 September 2014
5 Jus Yang Baik Saat Diet
DREAMERSRADIO.COM - Salah satu menu diet yang harus dikonsumsi adalah jus buah. Selain buah yang dimakan langsung, jus buah juga bisa dikonsumsi sebagai variasi. Kandungan vitamin dan protein yang terkandung juga tidak akan hilang. Berikut 5 jus tersebut seperti yang dikutip dari Stylecraze.com!
1. Jus semangka
Buah semangka banyak mengandung air yang baik untuk mencegah dehidrasi. Kandungan vitamin A di dalamnya juga mampu mengisi mineral yang dibutuhkan tubuh. Minumlah jus semangka setiap dua hari sekali, yaitu pada saat akan beraktifitas atau di siang hari. Jika terus ingin buang air kecil, maka itu tandanya tubuh sedang membuang racun dari dalam tubuh.
2. Jus wortel
Wortel kaya akan serat yang bagus untuk membersihkan pencernaan dan mengandung antioksidan yang bisa memperkuat imun dan melawan infeksi. Wortel juga sangat baik untuk kesehatan mata dan jantung. Tidak perlu menyaring wortel karena seratnya sehat untuk membersihkan usus dari lemak.
3. Jus delima
Buah ini dapat membantu membakar kalori. Kandungan seratnya dapat mengganti kebutuhan karbohidrat sekaligus antioksidannya memperkuat kekebalan tubuh. Meminum segelas jus delima sebelum tidur juga bisa membantu membuat tidur lebih nyenyak.
4. Jus wheatgrass
Jus ini sangat populer peranannya dalam proses diet. Klorofilnya memiliki kemampuan detoks dan kaya serat. Namun memang harga wheatgrass tidak murah sehingga sedikit sulit untuk dapat mengkonsumsi jus ini.
5. Jus pare
Meski pahit, namun sayur ini baik dalam detoksifikasi tubuh. Pare juga kaya serat yang baik untuk pencernaan dan menurunkan kolesterol.
Senin, 08 September 2014
Panduan Praktis Ruqyah Syar’iyyah Menjadi pribadi muslim yang berakhlak mulia sebagai pagar diri dari gangguan jin
By M.Nadhif Khalyani
A. MEMAHAMI RUQYAH
Ruqyah atau mantera (jawa : suwuk, jopa-japu) sudah ada sejak sebelum Rosulullah SAW diutus. Keberadaannya dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Hanya saja Islam melarang setiap hal yang mendatangkan kerugian dan kesesatan, sekalipun hal itu ‘dibutuhkan’.
Islam menggantikan setiap kebutuhan yang dilarang itu dengan sesuatu yang halal yang lebih baik dan menjamin kebahagiaan hidup selamanya. Mantera-mantera (Ruqyah) untuk perlindungan atau penyembuhan – baik yang jelas ke-syirik-annya maupun yang samar-samar – adalah suatu yang dilarang, sekalipun ‘seolah-olah’ mendatangkan hasil. Dalam sebuah riwayat shohih diberitakan:
ุนَْู ุนٍَْูู ุจِْู ู َุงٍِูู ุฑุถู ุงููู ุนูู ููุงู : َُّููุง َูุฑِْูู ِูู ุงْูุฌَูุงَِِّูููุฉِ، ََُْูููููุง َููุง ุฑَุณَُْูู ุงِููู ََْููู ุชَุฑَู ุจِุฐَِูู ؟ ََููุงَู : ุฃَุนْุฑِุถُْูุง ุนَََّูู ุฑَُูุงُูู ْ ูุงَ ุจَูุฃْุณَ ุจِุงูุฑَُّْููุฉِ ู َุงَูู ْ ุชَُْูู ุดِุฑْููุงً (ุฑูุงู ู ุณูู
“Dari sahabat ‘Auf bin Malik ra dia berkata : Kami dahulu meruqyah di masa Jahiliyyah, maka kami bertanya : “Ya Rosulullah, bagaimana menurut pendapatmu ?” Beliau menjawab : “Tunjukkan padaku Ruqyah (mantera) kalian itu. Tidak mengapa mantera itu selama tidak mengandung kesyirikan” (HR. Muslim).
Hadits tentang 70 ribu golongan yang masuk surga tanpa hisab
Dalam syarh Imam Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud tidak meminta ruqyah dalam hadits ini adalah ruqyah syirkiyah. Adapun ruqyah syari’yyah baik yang meruqyah maupun yang minta diruqyah bukan yang dimaksud dalam hadits ini. Karena bagaimanapun Nabi dan para Sahabatnya juga meruqyah. Bahkan Nabi pun pernah diruqyah oleh Aisyah Ra ketika beliau sakit seperti yang diriwayatkan Imam Al Bukhori dan Muslim.
Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz berpendapat bahwa memintakan Ruqyah bagi yg membutuhkannya tidak menyebabkan seorang muslim tidak memperoleh (kesempatan) termasuk 70 ribu orang (yang dijamin masuk surga tanpa hisab) beliaupun – hafizhohullah – berpandangan bahwa “disukai” melakukan pengobatan dari derita penyakit.
Kaidah dalam Ruqyah
Ibn Hajar mengutip pendapat Imam Nawawi rahimahullah: “Ijma’ Ulama sepakat bahwa boleh melakukan Ruqyah dengan memenuhi 3 syarat”:
Hendaklah dilakukan dengan kalamullah atau Asamaa dan Sifat-Nya.
Hendaklah dengan bahasa arab atau bahasa lain yang dimengerti (yang tidak mengandung kesyirikan).
Berkeyakinan bahwa bukanlah pelaksanaan ruqyah itu semata-mata yang memberi pengaruh tetapi Allah SWT yang memberikannya.
Syubhat-syubhat dalam Ruqyah
Jimat dari Al-Quran
Tamimah adalah suatu yang dijahit dan digantungkan yang diyakini dapat menolak penyakit. Tamimah termasuk kesyirikan: “Barangsiapa menggantungkan sesuatu maka sungguh ia telah menyekutukan Allah (HR. Ahmad).
Khodam dari Malaikat
Khadam adalah pembantu, diyakini dapat menjaga dan melindungi dengan ritual tertentu. Khadam malaikat adalah kebohongan (As-Saba’: 40-41).
Melihat bangsa jin
Melihat jin adalah salah satu bentuk gangguan jin karena pada dasarnya manusia biasa tidak dapat melihat jin (Al-Jinn: 26-27) kecuali didalamnya sudah ada/dibantu oleh jin.
Kerjasama dengan bangsa jin
Kemampuan memerintah dan menguasai bangsa jin adalah kekhususan yang diberikan kepada Nabi dan Rasul terutama Nabi Sulaiman (Shad: 35). Tidak ada jin yang memberi imbalan tanpa minta imbalan (Al-An’am: 128). Meminta perlindungan dari bangsa jin hanya menambah dosa dan kesalahan (Al-Jin: 6).
B. PERSIAPAN RUQYAH
1. Niat untuk ruqyah dan sebaiknya dalam keadaan berwudlu, tazkiyyatunnufus (bersihkan diri dari penyakit hati, segala pintu syaitan: riya’, sombong, marah, dengki, sedih, takut, dsb).
2. Bertaubat dan beristighfar kepada Allah SWT atas dosa-dosa (terutama dosa syirik) dan kemaksiatan yang pernah kita lakukan dari sejak akil baligh. Karena hakekat dari semua musibah yang menimpa kita (termasuk sakit) dikarenakan ulah kita sendiri, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Ash-Shura ayat 30:
َูู َุง ุฃَุตَุงุจَُูู ู ِّู ู ُّุตِูุจَุฉٍ َูุจِู َุง َูุณَุจَุชْ ุฃَْูุฏُِููู ْ ََููุนُْูู ุนَู َูุซِูุฑٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”
Segera meminta maaf kepada kedua orang tua dan orang-orang yang pernah kita sakiti (doakan untuk kebaikan mereka jika sudah wafat).
3. Ikhlas dan ridho dari segala apa yang Allah SWT berikan dan takdirkan, karena yakin bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita.
Berlapang dada dan memaafkan secara ikhlas terhadap orang-orang yang pernah menyakiti hati kita dan mendzolimi kita, doakan mereka agar diberi hidayah oleh Allah SWT (lupakan dan jangan diingat2 kejelekannya lagi). Dengan musibah ini insya Allah akan menggugurkan dosa-dosa kita, meningkatkan derajat disisi Allah SWT, maka sudah sepatutnyalah kita harus selalu bersyukur kepada-Nya.
4. Pasrahkan kesembuhan sepenuhnya kepada Allah SWT, kuatkan keyakinan kita bahwa hanya Allah SWT yang bisa memberikan kesembuhan (bukan dari peruqyah atau yang lainnya)
Dua modal utama dalam menghadapi gangguan jin, yaitu keimanan dan tawakal kepada Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Nahl ayat 99:
ุฅَُِّูู َْููุณَ َُูู ุณُْูุทَุงٌู ุนََูู ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง َูุนََٰูู ุฑَุจِِّูู ْ َูุชََََُّููููู
“Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya”
Jauhi perbuatan syirik, tinggalkan amalan-amalan bid’ah yang tidak ada tuntunan dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, musnahkan jimat dan benda2 pusaka jika masih disimpan, karena dari situlah pintu masuk gangguan syaitan, sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat berikutnya Surah An-Nahl ayat 100:
ุฅَِّูู َุง ุณُْูุทَุงُُูู ุนََูู ุงَّูุฐَِูู َูุชََََُّْููููู َูุงَّูุฐَِูู ُูู ุจِِู ู ُุดْุฑَُِููู
“Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah”
Lalu membaca dua kalimat Syahadat dan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
5. Perkokoh pondasi keimanan kita
Buang rasa was-was dan takut dalam menghadapi jin kafir yang mengganggu, yakin bahwa tipu daya syaitan itu sangat lemah, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 76:
ุงَّูุฐَِูู ุขู َُููุง َُููุงุชَُِููู ِูู ุณَุจِِูู ุงَِّูููู ۖ َูุงَّูุฐَِูู ََููุฑُูุง َُููุงุชَُِููู ِูู ุณَุจِِูู ุงูุทَّุงุบُูุชِ ََููุงุชُِููุง ุฃََِْูููุงุกَ ุงูุดَّْูุทَุงِู ۖ ุฅَِّู َْููุฏَ ุงูุดَّْูุทَุงِู َูุงَู ุถَุนًِููุง
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah”
Dan akhirnya pasti kebenaran itu akan datang dan kebatilan itu akan lenyap, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Isra’ ayat 81:
َُْููู ุฌَุงุกَ ุงْูุญَُّู َูุฒَََูู ุงْูุจَุงุทُِู ۚ ุฅَِّู ุงْูุจَุงุทَِู َูุงَู ุฒًَُูููุง
“Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”
Dalam ayat selanjutnya dijelaskan bahwa ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan akan menjadi syifa (penawar) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, Surat Al-Isra’ ayat 82:
ََُูููุฒُِّู ู َِู ุงُْููุฑْุขِู ู َุง َُูู ุดَِูุงุกٌ َูุฑَุญْู َุฉٌ ِّْููู ُุคْู َِِููู ۙ
ََููุง َูุฒِูุฏُ ุงูุธَّุงِูู َِูู ุฅَِّูุง ุฎَุณَุงุฑًุง
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”
Wallohualam bisowwab..
Minggu, 07 September 2014
BERTENGKAR DENGAN SUAMI SECARA SEHAT
Aug 17, 2016
Tak dapat dipungkiri, pertengkaran dengan suami selalu berhasil menguras energi dan perasaan Anda. Padahal, pertengkaran sudah menjadi makanan sehari-hari para pasangan suami istri. Lalu bagaimana caranya supaya Anda dan suami bisa bertengkar secara lebih sehat dan dewasa, agar tidak menghabiskan tenaga dan emosi masing-masing? Nah, di bawah ini Anda bisa langsung menyimak lima rahasia bertengkar ala pasangan yang berkelas. Silakan ditiru.
Dilarang bertengkar di depan umum
Apa pun masalah yang sedang dihadapi, urusan rumah tangga Anda tak boleh dijadikan konsumsi publik. Bertengkarlah ketika Anda sudah berduaan saja dengan suami, jangan dihadapan keluarga, sahabat, orang asing, atau lewat media sosial. Kalau bertengkar di depan orang lain, Anda dan suami pasti jadi lebih defensif dan ingin menang atau terlihat benar. Padahal, bukan itu tujuan Anda bertengkar. Bertengkar seharusnya menjadi ajang untuk melihat satu hal dari berbagai sisi yang berbeda.
Jangan menyerang pasangan Anda
Baik secara verbal maupun fisik, jangan pernah menyerang suami Anda saat berselisih. Hindari makian, kata-kata yang menyakitkan, atau main tangan. Ingat, ketika sedang emosi, biasanya ego yang berbicara, bukan hati Anda. Maka kendalikan diri dan jangan sampai Anda menyesali perkataan atau perbuatan Anda karena hal-hal tersebut tidak bisa ditarik kembali. Jika emosi Anda sudah begitu memuncak, ambil napas dalam dan mintalah waktu untuk menenangkan diri.
Mendengarkan
Tahan diri dari memotong kata-kata suami, biarkan dia menyelesaikan kalimatnya. Meskipun Anda sudah menebak apa yang akan dia katakan, suami Anda punya hak untuk menyampaikan pendapatnya dan Anda wajib mendengarkan dan menghargainya. Lagipula, asumsi Anda tak selalu benar.
Memaafkan dan meminta maaf dengan tulus
Setelah usai beradu pendapat, Anda berdua harus belajar move on. Caranya dengan memaafkan pasangan dan jangan pernah diungkit-ungkit lagi. Anda sendiri juga harus menekan gengsi untuk meminta maaf pada suami. Bukankah cinta dan hubungan Anda jauh lebih penting dari ego?
Tak perlu diumbar-umbar
Followers dan teman-teman Anda di media sosial tak perlu tahu kesalahan yang diperbuat suami Anda. Bayangkan jika Anda yang berada di posisi suami Anda. Hormati dia dan pernikahan Anda sendiri dengan menjauhkan hal-hal yang bersifat pribadi dari lingkup sosial Anda.
Tak dapat dipungkiri, pertengkaran dengan suami selalu berhasil menguras energi dan perasaan Anda. Padahal, pertengkaran sudah menjadi makanan sehari-hari para pasangan suami istri. Lalu bagaimana caranya supaya Anda dan suami bisa bertengkar secara lebih sehat dan dewasa, agar tidak menghabiskan tenaga dan emosi masing-masing? Nah, di bawah ini Anda bisa langsung menyimak lima rahasia bertengkar ala pasangan yang berkelas. Silakan ditiru.
Dilarang bertengkar di depan umum
Apa pun masalah yang sedang dihadapi, urusan rumah tangga Anda tak boleh dijadikan konsumsi publik. Bertengkarlah ketika Anda sudah berduaan saja dengan suami, jangan dihadapan keluarga, sahabat, orang asing, atau lewat media sosial. Kalau bertengkar di depan orang lain, Anda dan suami pasti jadi lebih defensif dan ingin menang atau terlihat benar. Padahal, bukan itu tujuan Anda bertengkar. Bertengkar seharusnya menjadi ajang untuk melihat satu hal dari berbagai sisi yang berbeda.
Jangan menyerang pasangan Anda
Baik secara verbal maupun fisik, jangan pernah menyerang suami Anda saat berselisih. Hindari makian, kata-kata yang menyakitkan, atau main tangan. Ingat, ketika sedang emosi, biasanya ego yang berbicara, bukan hati Anda. Maka kendalikan diri dan jangan sampai Anda menyesali perkataan atau perbuatan Anda karena hal-hal tersebut tidak bisa ditarik kembali. Jika emosi Anda sudah begitu memuncak, ambil napas dalam dan mintalah waktu untuk menenangkan diri.
Mendengarkan
Tahan diri dari memotong kata-kata suami, biarkan dia menyelesaikan kalimatnya. Meskipun Anda sudah menebak apa yang akan dia katakan, suami Anda punya hak untuk menyampaikan pendapatnya dan Anda wajib mendengarkan dan menghargainya. Lagipula, asumsi Anda tak selalu benar.
Memaafkan dan meminta maaf dengan tulus
Setelah usai beradu pendapat, Anda berdua harus belajar move on. Caranya dengan memaafkan pasangan dan jangan pernah diungkit-ungkit lagi. Anda sendiri juga harus menekan gengsi untuk meminta maaf pada suami. Bukankah cinta dan hubungan Anda jauh lebih penting dari ego?
Tak perlu diumbar-umbar
Followers dan teman-teman Anda di media sosial tak perlu tahu kesalahan yang diperbuat suami Anda. Bayangkan jika Anda yang berada di posisi suami Anda. Hormati dia dan pernikahan Anda sendiri dengan menjauhkan hal-hal yang bersifat pribadi dari lingkup sosial Anda.
Sabtu, 06 September 2014
Cara Tidur Nyenyak Dengan Suami Saat Kandungan Sudah Besar
Oleh Lika Aprilia Samiadi. Data medis direview oleh Thu Truong, PharmD.
Merasa nyaman di atas ranjang mungkin merupakan salah satu tantangan terbesar selama hamil. Semakin sulit karena perut Anda semakin membesar selama trimester kedua dan ketiga.
Berbagi ranjang bersama pasangan Anda, yang juga mencoba tidur dengan nyaman, bisa lebih merepotkan.
Anda mungkin membangunkannya atau mengganggu tidurnya karena Anda mengalami kram atau butuh meregangkan kaki Anda. Bacalah tips berikut yang membantu Anda berdua agar bisa tidur lebih nyenyak:
1. Tidur di ranjang king size
Jika Anda mampu membelinya dan memiliki ruang, belilah ranjang yang berukuran lebih besar sehingga Anda berdua bisa meregangkan tubuh lebih leluasa. Ranjang ini juga akan berguna apabila Anda berencana tidur bersama bayi Anda setelah ia lahir.
2. Membeli matras baru
Bila matras kendur atau berderit, berarti sudah waktunya untuk membeli matras baru. Ahli tidur menyarankan Anda mengubah matras setiap 7-8 tahun sekali agar bisa tidur dengan nyenyak.
3. Bagi dua ranjang
Bantal panjang yang ditempatkan di tengah-tengah ranjang sebagai pembatas mungkin membantu Anda berdua merasa nyaman pada salah satu sisi. Tips lainnya adalah membeli selimut tambahan, sehingga tidak perlu berebut selimut saat tengah malam.
4. Memecahkan masalah mendengkur
Jika salah satu dari Anda mendengkur, solusinya mungkin tidur di ranjang terpisah. Bila Anda tidak memiliki satu kamar tidur lagi, suruh pasangan untuk tidur di ruang keluarga selama beberapa malam. Ini hanya sementara saja untuk membantu Anda berdua tidur.
Bila tidur terpisah bukan merupakan pilihan, sumbat telinga dengan lilin atau silikon benar-benar dapat membantu menutupi bunyi dengkuran. Namun, menggunakan sumbat telinga mungkin menyebabkan pembengkakan pada bagian luar telinga. Untuk membantu mencegahnya, jaga kedua telinga dan sumbat telinga tetap bersih dan kering. Jika telinga terasa gatal dan Anda berpikir Anda mungkin alergi atau sensitif terhadap sumbat telinga, carilah nasihat dari dokter umum.
5. Tidur siang
Jika Anda menderita gangguan tidur pada malam hari, cobalah tidur siang kalau sanggup.
Lebih baik tidur di malam hari pada waktu yang selalu sama. Namun, jika Anda memang sama sekali tidak bisa tidur di malam hari, cobalah tidur 1-2 jam sebelum pasangan Anda tidur. Anda akan dapat memiliki ruang untuk mengubah posisi tidur.
Bila Anda sudah mulai cuti melahirkan, Anda bisa beristirahat setelah pasangan Anda berangkat ke kantor bekerja. Namun, ingat bahwa hal ini mungkin membuat Anda semakin sulit tidur di malam hari.
Merasa nyaman di atas ranjang mungkin merupakan salah satu tantangan terbesar selama hamil. Semakin sulit karena perut Anda semakin membesar selama trimester kedua dan ketiga.
Berbagi ranjang bersama pasangan Anda, yang juga mencoba tidur dengan nyaman, bisa lebih merepotkan.
Anda mungkin membangunkannya atau mengganggu tidurnya karena Anda mengalami kram atau butuh meregangkan kaki Anda. Bacalah tips berikut yang membantu Anda berdua agar bisa tidur lebih nyenyak:
1. Tidur di ranjang king size
Jika Anda mampu membelinya dan memiliki ruang, belilah ranjang yang berukuran lebih besar sehingga Anda berdua bisa meregangkan tubuh lebih leluasa. Ranjang ini juga akan berguna apabila Anda berencana tidur bersama bayi Anda setelah ia lahir.
2. Membeli matras baru
Bila matras kendur atau berderit, berarti sudah waktunya untuk membeli matras baru. Ahli tidur menyarankan Anda mengubah matras setiap 7-8 tahun sekali agar bisa tidur dengan nyenyak.
3. Bagi dua ranjang
Bantal panjang yang ditempatkan di tengah-tengah ranjang sebagai pembatas mungkin membantu Anda berdua merasa nyaman pada salah satu sisi. Tips lainnya adalah membeli selimut tambahan, sehingga tidak perlu berebut selimut saat tengah malam.
4. Memecahkan masalah mendengkur
Jika salah satu dari Anda mendengkur, solusinya mungkin tidur di ranjang terpisah. Bila Anda tidak memiliki satu kamar tidur lagi, suruh pasangan untuk tidur di ruang keluarga selama beberapa malam. Ini hanya sementara saja untuk membantu Anda berdua tidur.
Bila tidur terpisah bukan merupakan pilihan, sumbat telinga dengan lilin atau silikon benar-benar dapat membantu menutupi bunyi dengkuran. Namun, menggunakan sumbat telinga mungkin menyebabkan pembengkakan pada bagian luar telinga. Untuk membantu mencegahnya, jaga kedua telinga dan sumbat telinga tetap bersih dan kering. Jika telinga terasa gatal dan Anda berpikir Anda mungkin alergi atau sensitif terhadap sumbat telinga, carilah nasihat dari dokter umum.
5. Tidur siang
Jika Anda menderita gangguan tidur pada malam hari, cobalah tidur siang kalau sanggup.
Lebih baik tidur di malam hari pada waktu yang selalu sama. Namun, jika Anda memang sama sekali tidak bisa tidur di malam hari, cobalah tidur 1-2 jam sebelum pasangan Anda tidur. Anda akan dapat memiliki ruang untuk mengubah posisi tidur.
Bila Anda sudah mulai cuti melahirkan, Anda bisa beristirahat setelah pasangan Anda berangkat ke kantor bekerja. Namun, ingat bahwa hal ini mungkin membuat Anda semakin sulit tidur di malam hari.
Wanita Ini Berjilbab Tetapi Mengenakan Salib,Ketika Ditanya Mengapa? Jawabanya Justru Mengejutkan…
Mengenakan Jilbab yaitu keharusan untuk sebagian muslimah, tentunya hal semacam ini bisa sudah wajar dan di kenali sejak mulai belasan era silam. Seorang wanita Islam tak dapat sembarang memerlihatkan auratnya di depan orang asing atau yang tidaklah muhrim (terkecuali suami, saudara kandung, bapak, paman, kakek, dan lain-lain).
Namun bagaimana jika peristiwanya seperti photo yang diunggah salah seorang netizen di bawah ini? Wanita berjilbab syar’i tetapi menggunakan kalung salib yang sejatinya yaitu lambang di agama kristen, waktu di bertanya ia menjelaskan bila dirinya memang beragama kristen walaupun itu ia terasa tidak ada yang salah dengan pakaian yang dipakainya untuk tutup aurat.
Kenyataannya jika dikilas balik, perintah tutup aurat tidak cuma ada pada Islam saja, tetapi juga pada ajaran nasrani, tepatnya didalam Alkitab/Bible tegas memerintahkan wanita nasrani untuk bertudung
“Tetapi masing-masing wanita yang berdoa atau menubuat dengan kepala yg tidak bertudung, mengejek kepalanya, sebab ia sama juga dengan wanita yang dicukur rambutnya” (1 Korintus 11 : 5).“Sebab apabila wanita tidak mau menudungi kepalanya, jadi baiknya ia juga menggunting rambutnya. Tetapi apabila untuk wanita yakni penghinaan, bila rambutnya digunting atau dicukur, jadi sebaiknya ia menutupkan kudung ke kepalanya” (11 : 6)“Sebab itu, wanita mesti memakai sinyal wibawa di kepalanya oleh karena sebagian malaikat” (11 : 10)
“Pertimbangkanlah sendiri : patutkah wanita berdoa pada Allah dengan kepala tidak bertudung” (11 : 13)
Info gambar : Golongan wanita nasrani dari beragam belahan dunia seperti Russia, benua Eropa Timur serta Afrika dan tempat yang lain. Bahkan juga dapat anda saksikan di youtube wanita amerika yang tentukan kenakan hijab.
Namun bagaimana jika peristiwanya seperti photo yang diunggah salah seorang netizen di bawah ini? Wanita berjilbab syar’i tetapi menggunakan kalung salib yang sejatinya yaitu lambang di agama kristen, waktu di bertanya ia menjelaskan bila dirinya memang beragama kristen walaupun itu ia terasa tidak ada yang salah dengan pakaian yang dipakainya untuk tutup aurat.
Kenyataannya jika dikilas balik, perintah tutup aurat tidak cuma ada pada Islam saja, tetapi juga pada ajaran nasrani, tepatnya didalam Alkitab/Bible tegas memerintahkan wanita nasrani untuk bertudung
“Tetapi masing-masing wanita yang berdoa atau menubuat dengan kepala yg tidak bertudung, mengejek kepalanya, sebab ia sama juga dengan wanita yang dicukur rambutnya” (1 Korintus 11 : 5).“Sebab apabila wanita tidak mau menudungi kepalanya, jadi baiknya ia juga menggunting rambutnya. Tetapi apabila untuk wanita yakni penghinaan, bila rambutnya digunting atau dicukur, jadi sebaiknya ia menutupkan kudung ke kepalanya” (11 : 6)“Sebab itu, wanita mesti memakai sinyal wibawa di kepalanya oleh karena sebagian malaikat” (11 : 10)
“Pertimbangkanlah sendiri : patutkah wanita berdoa pada Allah dengan kepala tidak bertudung” (11 : 13)
Info gambar : Golongan wanita nasrani dari beragam belahan dunia seperti Russia, benua Eropa Timur serta Afrika dan tempat yang lain. Bahkan juga dapat anda saksikan di youtube wanita amerika yang tentukan kenakan hijab.
Kamis, 04 September 2014
Efek Reaksi Saat Proses Ruqyah
1. Mual muntah menunjukkan gangguan ada disekitar perut dan rahim, jika sihir maka sihir tersebut masuk melalui makanan. Sebagian besar gangguan jin muncul reaksi mual atau muntah. Penanganannya dengan pukulan dipunggung sambil dibacakn alquran atau adzan, dapat dibantu dengan minum air ruqyah, air garam.
2. Menangis. Sebagian besar reaksi menangis menunjukan problem pada batin si pasien, jin yang selama ini mengganggu masuk karena problem berat yang dialami pasien. Sebagian lain, reaksi menangis menunjukkan kondisi jin, mungkin muslim, ingin bertobat, dan kesulitan keluar. Atau jin nasab yang merasa berat untuk dipisahkan. Penangannya, hentikan ruqyah dan lakukan komunikasi untuk memperjelas yang terjadi pada pasien, memberikan arahan dan penguatan, setelah itu diruqyah kembali.
3. Reaksi keras, frontal, tidak terkendali. Kadang berarti trauma, kekecewaan, kemarahan di masa lalu, pemberontakan jiwa yang tidak terselesaikan, Menunjukkan dominasi jin terhadap pasien sangat kuat bahkan jin tersebut telah banyak memperngaruhi dalam keseharian si pasien baik dalam perilaku, kontrol emosi, cara menyikapi sesuatu bahkan dalam mengambil keputusan. Penanganan, hentikan ruqyah, gali masa lalu pasien dan temukan sumber gangguan jin nya, ajak untuk memperbaiki diri dan berikan penguatan pada pasien agar dapat mengendalikan diri, setelah yakin dapat mengendalikan diri baru diruqyah kembali.
4. Melawan secara fisik, sering berarti jin berasal dari kanuragan baik yang dilakukan oleh orangnya sendiri atau oleh leluhurnya, baik jenis jin yang mengaku muslim maupun kafir.
5. Reaksi cenderung tenang, tersenyum, meremehkan adalah jin nasab yang beraliran islam atau jin yang diundang oleh pasien melalui amalan, baik dzikir, puasa dll
6. Pingsan. Seringkali pingsan atau badan terasa sangat lemah menunjukkan bahwa pasien sedang menghadapi problem berat. Penanganan hentikan ruqyah, beri motivasi dan arahan, setelah bisa mengendalikan diri baru diruqyah. Sangat disarankan untuk terapi mandiri.
7. Reaksi ngomel, banyak bicara atau lebih dominan bicara daripada reaksi fisik, artinya jin pembohong, ada problem dalam hidup pasien yang belum selesai. Reaksi jenis ini, tidak bisa digunakan teknik sembelihan, membakar atau sejenisnya. Lebih baik menggunakan nasihat untuk si pasien bukan utk jin nya
8. Setelah ruqyah badan lemas artinya jin belum keluar. Jika keluhan hilang tetapi badan lemas artinya, ikatan, sentuhan jin dalam tubuh pasien lepas, tapi tidak disertai dengan keluarnya jin. Jin tersebut sudah dalam kondisi lemah, insya Alloh.
9. Tercekik, artinya jin berasal dari benda, jimat, pusaka dan sejenisnya
10. Tidak ada reaksi. Jika tanpa gejala gangguan jin, maka patut diduga ain. Jika pasien menunjukkan gejala-gejala positif mengalami gangguan jin, maka hampir dapat dipastikan bahwa reakasi akan muncul, namun demikian memang reaksi ruqyah kadang muncul setelah beberapa kali ruqyah. Kadang berarti jenis sihir, kadang berarti jin yang kekuatannya terkait dengan sesuatu diluar tubuh pasien.atau gangguan terkait dengan salah satu anggota keluarga yang lain.
11. Melihat penampakan secara visual saat memejamkan mata artinya yang terlihat tersebut adalah jin pengganggu, atau rekaman memori buruk dimasa lalu pasien meski pun yang terlihat seolah-olah adalah wujud jin.
12. Badan terasa ringan dan fresh, artinya jin telah keluar atau sebagian buhul dalam diri pasien telah lepas.
13. Badan melayang, sempoyongan artinya jin pengganggu telah terkena efek ruqyah tetapi masih dalam tahap awal saja, belum sampai kalah atau lepas.
14. Sebagian reaksi menunjukkan keluhan yang dialami pasien dalam keseharian, misalnya saat diruqyah terasa panas, nyeri di pinggang maka bisa disimpulkan sehari hari pasien sering sakit disekitar pinggang.
15. Sesak di dada saat ruqyah artinnya beban masa lalu belum terselesaikan secara batin, belum lapang batinnya. Juga bisa berarti, pasien mengalami sakit di daerah pernafasan.
16. Jin menertawakan, meremehkan, atau pasien tiba-tiba tersenyum dan ingin tertawa adalah jin yang sangat tersembunyi dan licik, bukan jin kuat tapi tersembunyi.
✍Ust Muhammad Nadhif Khalyani
Rabu, 03 September 2014
Empat nasihat nabi saw untuk suami sebagai pemimpin terbaik di rumah
Khusus Suami!! Nasehat Rasulullah, Yang Harus Mencuci Pakaian Itu Para Suami, Bukanlah Istri.
Empat nasehat Rasulullah SAW untuk beberapa suami mengenai pekerjaan membersihkan pakaian yang ada dalam buku ciptaan Syaikh Fuad Shalih yang berjudul Liman Yuriidu Az Ziwaaj wa Tazawuj.
Syaikh Fuad merasa harus mencantumkan hadits ini agar sebagian suami selekasnya tahu supaya tidak selamanya menuntut istri menghadirkan yang terbaik untuk dianya, demikian sebaliknya ia harus juga menghadirkan yang terbaik untuk istrinya.
Empat saran ini begitu mengajarkan suami untuk jadi yang terbaik di rumah.
Ini empat nasehat yang di sampaikan Rasulullah SAW :
Cuci Bajumu
Anjuran pertama ini memiliki dua dimensi. Dimensi pertama ada pada system. Dimensi ke-2 ada selanjutnya.
Sebagai satu system, “cucilah bajumu” berarti berbagi dengan istri dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dirumah, terlebih untuk keluarga yg tak memiliki pembantu rumah tangga.
Bersihkan baju tidak dibebankan pada istri saja, tetapi suami juga harus mengerjakannya. Baik bersihkan dengan tangan maupun dengan mesin pencuci.
Gagasan berbagi pekerjaan tersebut yang di berikan oleh Rasulullah. Walau beliau yakni Nabi, pemimpin negara, qiyadah dakwah dan panglima perang, beliau selalu menyempatkan diri untuk membantu istri-istrinya menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.
Dilihat dari dimensi hasil, “cucilah bajumu” buat suami terlihat dengan pakaian rapi dan terlihat menyebalkan di depan istrinya.
Cukup banyak suami tidak membutuhkan tampilan yang rapi di hadapan istrinya, terlebih waktu malam tiba. Sebaliknya, ia selalu menuntut istrinya terlihat prima di hadapannya, mengapa ia tidak menuntut dirinya kerjakan hal yang sama?
Didalam Islam selalu menjunjung keadilan bukan? Kita sebagian suami terkadang belum juga tahu bila wanita itu tak selama-lamanya mencurahkan perasaannya pada suami.
Ia terkadang menyimpannya di hati dan berusaha menyabarkan diri. Saat kita sebagian suami dengan mudah mengemukakan “Pakailah baju yang indah”, sebagian istri hanya menahan sabar saksikan kita menghampirinya dengan baju berbau ataupun kusut.
" Mari kita memulai berusaha merubah itu semua untuk istri yang berusaha selalu jadi sosok wanita hebat di depan sebagian suami.
Atur rambutmu
Waktu pergi kerja, saat akan syuro, waktu ingin isi pengajian, kita sebagian lelaki yg tidak sukai berdandan. Baiknya, minimal kita membereskan rambut.
" Dan saat hanya berdua dengan istri, mengapa kita tidak lakukan hal yang seperti itu? Mengapa kita memprioritaskan orang lain daripada istri kita sendiri? Walaupun sebenarnya beberapa rekanan kerja kita tidak pernah memasakkan kita?
Rekan-rekan kita juga tidak dapat merawat kita waktu tengah sakit. Yang setia temani, yang setia menjaga bukankah tidak lain yakni sosok istri. Dan tidak ada orang lain yang bisa menghangatkannya di waktu kedinginan namun istrinya sendiri. Lalu mengapa kita sebagai suami jadi tidak dapat terlihat rapi saat bersamanya?
Gosoklah gigimu
Bau mulut yakni satu hal yang mengganggu komunikasi dan jadi pembatas kedekatan. Pada saat seorang suami tak sukai pada istrinya mengeluarkan bau saat ia bicara, demikian sebaliknya istripun sebenarnya tak sukai pada apabila suaminya menghampirinya dengan bau yg tidak enak.
Yakni junjungan kita yang mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, masing-masing akan masuk rumah, beliau bersiwak lebih dahulu.
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Bunda Aisyah jadi saksi kebiasaan Rasulullah ini. Waktu di bertanya, “Apa yang ditangani pertama kalinya oleh Rasulullah apabila dia masuk rumahnya? ” Beliau menjawab : ”Bersiwak”.
Jadi sungguh anjuran ini harus diakukan oleh sebagian suami. Baiknya ia rajin bersiwak atau menggosok-gosok giginya.
Apabila berduaan dengan istri, optimis sudah gosok gigi. Optimis tak ada bau yang mengganggu. Hingga berbagi juga jadi mengasyikkan. Hingga berduaan juga jadi penuh kemesraan.
Dan semakin lebih itu, menggosok-gosok gigi atau bersiwak mendatangkan dua kebaikan. Kebersihan dan kesehatan mulut, serta mendatangkan keridhaan Tuhan. “Bersiwak itu bersihkan mulut dan buat Tuhan ridha” (HR. Al Baihaqi dan An Nasa’i).
Berhiaslah untuk istrimu
Sebagian sahabat Nabi yakni suami-suami yang paling depan dalam mengamalkan anjuran ini. Ibnu Abbas mengemukakan, “Aku gemari berhias untuk istriku seperti saya gemari istriku berhias untukku. ”
Mengapa demikian, karena Ibnu Abbas yakini, “Sesungguhnya berhiasnya suami di hadapan istrinya akan membantu istri menundukkan pandangannya dari saksikan lelaki kecuali suaminya. Berhiasnya suami di hadapan istrinya juga makin mendekatkan hati keduanya. ”
Apabila sebagian sahabat yang ribet berdakwah dan berjihad tidak lupa berhias untuk istrinya, bagaimana dengan kita? Semoga bisa meneladani mereka.
Empat nasehat Rasulullah SAW untuk beberapa suami mengenai pekerjaan membersihkan pakaian yang ada dalam buku ciptaan Syaikh Fuad Shalih yang berjudul Liman Yuriidu Az Ziwaaj wa Tazawuj.
Syaikh Fuad merasa harus mencantumkan hadits ini agar sebagian suami selekasnya tahu supaya tidak selamanya menuntut istri menghadirkan yang terbaik untuk dianya, demikian sebaliknya ia harus juga menghadirkan yang terbaik untuk istrinya.
Empat saran ini begitu mengajarkan suami untuk jadi yang terbaik di rumah.
Ini empat nasehat yang di sampaikan Rasulullah SAW :
Cuci Bajumu
Anjuran pertama ini memiliki dua dimensi. Dimensi pertama ada pada system. Dimensi ke-2 ada selanjutnya.
Sebagai satu system, “cucilah bajumu” berarti berbagi dengan istri dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dirumah, terlebih untuk keluarga yg tak memiliki pembantu rumah tangga.
Bersihkan baju tidak dibebankan pada istri saja, tetapi suami juga harus mengerjakannya. Baik bersihkan dengan tangan maupun dengan mesin pencuci.
Gagasan berbagi pekerjaan tersebut yang di berikan oleh Rasulullah. Walau beliau yakni Nabi, pemimpin negara, qiyadah dakwah dan panglima perang, beliau selalu menyempatkan diri untuk membantu istri-istrinya menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.
Dilihat dari dimensi hasil, “cucilah bajumu” buat suami terlihat dengan pakaian rapi dan terlihat menyebalkan di depan istrinya.
Cukup banyak suami tidak membutuhkan tampilan yang rapi di hadapan istrinya, terlebih waktu malam tiba. Sebaliknya, ia selalu menuntut istrinya terlihat prima di hadapannya, mengapa ia tidak menuntut dirinya kerjakan hal yang sama?
Didalam Islam selalu menjunjung keadilan bukan? Kita sebagian suami terkadang belum juga tahu bila wanita itu tak selama-lamanya mencurahkan perasaannya pada suami.
Ia terkadang menyimpannya di hati dan berusaha menyabarkan diri. Saat kita sebagian suami dengan mudah mengemukakan “Pakailah baju yang indah”, sebagian istri hanya menahan sabar saksikan kita menghampirinya dengan baju berbau ataupun kusut.
" Mari kita memulai berusaha merubah itu semua untuk istri yang berusaha selalu jadi sosok wanita hebat di depan sebagian suami.
Atur rambutmu
Waktu pergi kerja, saat akan syuro, waktu ingin isi pengajian, kita sebagian lelaki yg tidak sukai berdandan. Baiknya, minimal kita membereskan rambut.
" Dan saat hanya berdua dengan istri, mengapa kita tidak lakukan hal yang seperti itu? Mengapa kita memprioritaskan orang lain daripada istri kita sendiri? Walaupun sebenarnya beberapa rekanan kerja kita tidak pernah memasakkan kita?
Rekan-rekan kita juga tidak dapat merawat kita waktu tengah sakit. Yang setia temani, yang setia menjaga bukankah tidak lain yakni sosok istri. Dan tidak ada orang lain yang bisa menghangatkannya di waktu kedinginan namun istrinya sendiri. Lalu mengapa kita sebagai suami jadi tidak dapat terlihat rapi saat bersamanya?
Gosoklah gigimu
Bau mulut yakni satu hal yang mengganggu komunikasi dan jadi pembatas kedekatan. Pada saat seorang suami tak sukai pada istrinya mengeluarkan bau saat ia bicara, demikian sebaliknya istripun sebenarnya tak sukai pada apabila suaminya menghampirinya dengan bau yg tidak enak.
Yakni junjungan kita yang mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, masing-masing akan masuk rumah, beliau bersiwak lebih dahulu.
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Bunda Aisyah jadi saksi kebiasaan Rasulullah ini. Waktu di bertanya, “Apa yang ditangani pertama kalinya oleh Rasulullah apabila dia masuk rumahnya? ” Beliau menjawab : ”Bersiwak”.
Jadi sungguh anjuran ini harus diakukan oleh sebagian suami. Baiknya ia rajin bersiwak atau menggosok-gosok giginya.
Apabila berduaan dengan istri, optimis sudah gosok gigi. Optimis tak ada bau yang mengganggu. Hingga berbagi juga jadi mengasyikkan. Hingga berduaan juga jadi penuh kemesraan.
Dan semakin lebih itu, menggosok-gosok gigi atau bersiwak mendatangkan dua kebaikan. Kebersihan dan kesehatan mulut, serta mendatangkan keridhaan Tuhan. “Bersiwak itu bersihkan mulut dan buat Tuhan ridha” (HR. Al Baihaqi dan An Nasa’i).
Berhiaslah untuk istrimu
Sebagian sahabat Nabi yakni suami-suami yang paling depan dalam mengamalkan anjuran ini. Ibnu Abbas mengemukakan, “Aku gemari berhias untuk istriku seperti saya gemari istriku berhias untukku. ”
Mengapa demikian, karena Ibnu Abbas yakini, “Sesungguhnya berhiasnya suami di hadapan istrinya akan membantu istri menundukkan pandangannya dari saksikan lelaki kecuali suaminya. Berhiasnya suami di hadapan istrinya juga makin mendekatkan hati keduanya. ”
Apabila sebagian sahabat yang ribet berdakwah dan berjihad tidak lupa berhias untuk istrinya, bagaimana dengan kita? Semoga bisa meneladani mereka.
Di balik Suami yg sukses pasti ada Istri yg luar biasa
Suatu Hari Presiden Obama & Istrinya Michelle memutuskan utk melakukan sesuatu yg tdk biasa utk menghilangkan kejenuhan dan mereka memutuskan utk makan malam di sebuah resto yg tdk terlalu mewah.
Ketika mereka sdh duduk, sang pemilik resto memohon kpd pasukan pengawal presiden (President Secret Service) agar dia diizinkan utk berbicara 4 mata dgn First Lady tsb. Akhirnya mereka menyetujuinya.
Setelah pembicaraan tsb berlangsung, Presiden Obama bertanya kpd istrinya, "Kenapa Lelaki tsb begitu tertarik utk berbicara dgnmu?" Istrinya berkata bahwa pria tsb sangat tergila-gila kepadanya ketika Michelle masih remaja.
Presiden Obama Berkata; Jadi kalau dia mengawini kamu, kamu pasti menjadi pemilik Resto ini yah,??Michelle menjawab, "O tidak, krn Jika saya mengawini dia, pasti dia yg menjadi Presiden Amerika sekarang." Hmmmmm
Suka atau tidak, kenyataannya seperti itu wanita membuat prianya menjadi demikian.
Utk para pria sadarilah bhw Tuhan membantu Anda utk menemukan jodoh anda yg sepadan dan cocok utk mengubah anda dari seorg yg bukan siapa2 menjadi seorang yg hebat. Dan utk para Wanita semoga anda diberkati, tidak ada pria yg dapat melakukannya tanpa bantuan anda. Istri merupakan penolong yg sepadan bagi suaminya utk menjadi seseorang yg hebat. Dibalik Suami yg sukses pasti ada Istri yg luarbiasa..... (Share from Wulan Roeroe )
Langganan:
Postingan (Atom)
