Janji Pernikahan Adalah Awal Bukan Akhir, Maka…
Beberapa orang menganggap kisah cinta dengan pasangan berakhir setelah selesai mengucapkan janji setia dalam pernikahan. Kenyataannya. Pernikahan adalah awal dari kisah cinta yang sebenarnya. Banyak perubahan yang bisa jadi akan membuat kamu terkejut. Hal tidak terduga tentang pasangan akan banyak kamu temui di awal pernikahanmu.
Berikut adalah tips agar pernikahan yang kamu jalani bersama langgeng dan berjalan menyenangkan. Yuk, simak penjelasannya sebagai berikut:
Bertengkar Bukan Berarti Tidak Cocok
Terlibat perdebatan dengan pasangan dan akhirnya bertengkar bukan berarti kamu tidak cocok dengannya. Perdebatan kecil adalah hal yang biasa dialami pasangan, apalagi di awal pernikahan. Tidak perlu menganggap pertengkaran tersebut adalah sesuatu yang besar. Jadikan hal itu sebagai bumbu manis pernikahan kalian. Masakan tidak hanya butuh gula, tapi juga garam agar lebih gurih. Begitu juga dengan pernikahan butuh pertengkaran kecil untuk menambah romansa kehidupan rumah tangga.
Menerima Hal ‘Aneh’ Pada Diri Pasangan
Di hari pertama pernikahan jangan kaget saat mengetahui si dia ternyata suka mendengkur. Hobi kentut sembarangan dan mungkin sedikit jorok. Jangan jadikan hal ini sebagai bahan pertengkaran. Cobalah untuk menerima hal tersebut. Bukankah setiap manusia memiliki sisi ‘aneh’ masing-masing? Selama hal tersebut bukan sesuatu yang prinsip bagimu, hal itu bukan masalah.
Terikat Bukan Tertekan
Status kalian memang berubah. Menikah bukan berarti membuat kalian harus selalu bersama. Kalian tetap dua orang berbeda dan memiliki kehidupan pribadi masing-masing. Jangan jadikan pernikahan membuat kamu tertekan. Tetap bersosialisasi bersama teman dan menambah pergaulan dengan teman yang sama-sama baru menikah atau sudah lama menikah akan menambah pengetahuanmu.
Sekali untuk Selamanya
Pernikahan adalah janji sakral, yang tentu saja semua berharap terjadi sekali dalam hidup. Pernikahan adalah tentang menjaga komitmen. Maka saat memutuskan menikah tidak ada kata tidak cocok, yang ada adalah terus berjuang atau menyerah.
Nah, demikian 4 hal yang harus kamu perhatikan saat memulai kehidupan baru pernikahan. Menikah akan memberikan banyak warna hidup bagimu. Jadi, apakah kamu sudah siap untuk perubahan tersebut?
Selasa, 20 September 2016
Menikah Itu Tak Perlu Mewah Yang Penting Sah
Ingat !! Menikah Itu Tak Perlu Mewah dan Hamburkan Banyak Rupiah, Yang Penting Sah
Dinda Qilla
Tak Dapat dipungkiri, pernikahan adalah momen penting yang penuh kesakralan. Saat-saat yang pasti jadi tempat berkumpulnya kebahagian, baik itu untuk kedua mempelai, orang tua, handai taulan sampai teman-teman. Tapi sayang momen ini sering kali jadi ajang menghambur-hamburkan uang. Kebanyakan dari kalian berusaha sekali menggelar acara pernikahan mewah, yang katanya juga ini wujud dari gengsi yang dipunya.
Semakin mewah acara, penilaian baik tentang keluarga kalian pun semakin kuat. Tapi apakah benar esensi nikah itu dilihat dari mewahnya? Bukankah yang paling penting itu sahnya saja. Menggelar acara mewah memang hak kalian semua, tapi sebelum benar-benar terlaksana. Yuk ketahui dulu alasan nikah dengan modal sah tanpa acara terlalu mewah itu sebenarnya sudah cukup. Coba dipikirakan baik-baik ya!
1. Kawin mewah hanya membuat pusing tujuh keliling berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun nutup setoran
Ngurusin sewa gedung lah, ketemu vendor catering lah, fitting baju pengantin lah, sampai urusan nyari-nyari undangan dan suvenir, semua itu bukan hal yang bisa diselesaikan dalam waktu satu bulan. Apalagi kalau kamu ingin acara yang mewah nan sempurna. Nggak heran kalau akhirnya kalian sebagai mempelai merasakan pusing berbulan-bulan memikirkan ini itu.
Kepusingan juga tak lantas berhenti ketika acara pernikahan usai. Kalian nggak bisa memungkiri, jika setelah kemewahan di hari itu kamu dan dia dihadapkan dengan krisis keuangan atau biasa dibilang bangkrut. Sebab kenyataannya, pesta yang mewah harus dibayar juga dengan hutang yang menumpuk di akhir acara. Sampai detik ini, masih yakin mau bikin acara mewah dengan kondisi keuangan yang pas-pasan? Pikirkan lagi sebelum pusing merajai kepalamu.
2. Perkawinan itu momen sakral yang kadar khidmatnya bukan ditentukan seberapa banyak tamu yang datang
Urusan mengundang memang hak kamu, dia dan seluruh keluarga besar yang punya hajat. Tapi apa iya, diharuskan sekali mengundang tamu banyak hingga ratusan. Bukankah kekhidmatan pernikahan kalian benar terasa ketika yang hadir itu hanya orang-orang terdekat saja. Hangatnya momen sakral tak tergantung dengan seberapa banyak tamu undangan.
Bandingkan jika yang datang hanya keluarga kalian masing-masing beserta beberapa kerabat saja. Bukan cuma pengeluaran yang lebih hemat, tapi membangun chemistry dua keluarga pun jadi lebih efektif lagi. Berbeda ketika tamu yang datang ke acaramu hampir setiap orang yang kamu kenal, kadang para tamu malah nggak saling kenal dan ngebikin kikuk.
3. Resepsi sederhana tidak membuatmu menunda ibadah dengan alasan belum cukup modal
Daripada setipa kali ditanya kapan nikah,
jawaban kamu terlalu klise berkaitan dengan keuangan. Kenapa nggak nikah yang sederhana aja? kan nikah itu persoalan sah, yang kalaupun perlu selamatan cukup yang sesuai dengan kemampuan finansial sekarang. Kalaupun bersikeras ingin menggelar acara nikahan yang mewah, harus tunggu berapa tahun untuk melakukan ibadah yang seharusnya sederhana?!
4.Ketimbang nikah mewah tapi menyusahkan orangtua, lebih baik sederhana bukti kemandirianmu
Punya orang tua yang berkecukupan memang bisa diandalkan untuk wujudkan cita-citamu menggelar pernikahan mewah. Toh meminta bantuan hal yang mudah. Namun semudah itu pula kemandirianmu dipertanyakan. Berbeda ketika kamu metuskan untuk menikah dengan sederhana, tapi semua modal murni dari usaha kalian berdua saja. Bukankah itu lebih membanggakan dan tak merepotkan orang tua?
5. Toh mewah tidaknya pesta pernikahan, bukan patokan rumah tanggamu langgeng selamanya
Nikah di harapan semua orang pastinya sekali seumur hidup. Makanya dari sana juga lahir sebuah anggapan, kamu dan dia harus bisa merasakan jadi ratu dan raja dalam semalam. Nikahan kalian harus digelar dengan mewahnya. Padahal kemewahan sendiri belum tentu jadi patokan kelanggengan kehidupan rumah tangga kalian. Percuma juga jadinya, kalau nikahannya sudah mewah tapi ujung-ujungannya malah berpisah.
6. Jika pernikahanmu bertujuan ibadah, mengapa harus gelar pesta megah yang justru cenderung riya'?
Semua orang juga pasti sudah paham, jika nikah itu bagian dari ibadah. Lalu bukankah dalam beribadah itu dilarang ria karena terlihat berfoya-foya?! Coba kamu renungkan lagi, tujuan nikahmu itu benar untuk ibadah dan berbagi kebahagian, atau ada niatan untuk umbar gengsi yang berujung riya. Jangan sampai ibadahmu ini mubazir cuma karena niat yang keluar dari jalurnya.
7. Kawinan mewah perlu budget berpuluh juta, padahal kalau modal sah uangmu masih bisa ditabung buat kehidupan rumah tangga
Sewa gedung bisa sampai 10 juta, baju pengantin dengan segala riasannya paling murah sekitar 5 jutaan, belum lagi catering yang mungkin diatas 10 jutaan, pokoknya semua perlengkapan nikah memang memerlukan budget berjuta-juta. Padahal gaji kamu dan dia sebagai pekerja dalam sebulan tak sampai dari angka 4 misalnya. Mau sampai kapan nabung demi pernikahan mewah? Mau dibuang percuma juga kah tabungan yang sudah terkumpul hanya dalam waktu sehari semalam?
Padahal modal kehidupan rumah tangga setelah pernikahan itu justru jauh lebih besar dari bayangan kalian. Jadi, kalau modal sah justru bisa memberi jaminan atau pegangan secara finansial kepada kamu dan dia, kenapa harus bersikukuh untuk nikah mewah?
Semua memang kembali ke diri masing-masing, atau bisa juga kembali kekeluarga besar kalian. Tapi setidaknya sebelum melangsungkan momen sakral ini, kamu dan dia bisa merundingkan bagaimana baiknya.
Dinda Qilla
Tak Dapat dipungkiri, pernikahan adalah momen penting yang penuh kesakralan. Saat-saat yang pasti jadi tempat berkumpulnya kebahagian, baik itu untuk kedua mempelai, orang tua, handai taulan sampai teman-teman. Tapi sayang momen ini sering kali jadi ajang menghambur-hamburkan uang. Kebanyakan dari kalian berusaha sekali menggelar acara pernikahan mewah, yang katanya juga ini wujud dari gengsi yang dipunya.
Semakin mewah acara, penilaian baik tentang keluarga kalian pun semakin kuat. Tapi apakah benar esensi nikah itu dilihat dari mewahnya? Bukankah yang paling penting itu sahnya saja. Menggelar acara mewah memang hak kalian semua, tapi sebelum benar-benar terlaksana. Yuk ketahui dulu alasan nikah dengan modal sah tanpa acara terlalu mewah itu sebenarnya sudah cukup. Coba dipikirakan baik-baik ya!
1. Kawin mewah hanya membuat pusing tujuh keliling berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun nutup setoran
Ngurusin sewa gedung lah, ketemu vendor catering lah, fitting baju pengantin lah, sampai urusan nyari-nyari undangan dan suvenir, semua itu bukan hal yang bisa diselesaikan dalam waktu satu bulan. Apalagi kalau kamu ingin acara yang mewah nan sempurna. Nggak heran kalau akhirnya kalian sebagai mempelai merasakan pusing berbulan-bulan memikirkan ini itu.
Kepusingan juga tak lantas berhenti ketika acara pernikahan usai. Kalian nggak bisa memungkiri, jika setelah kemewahan di hari itu kamu dan dia dihadapkan dengan krisis keuangan atau biasa dibilang bangkrut. Sebab kenyataannya, pesta yang mewah harus dibayar juga dengan hutang yang menumpuk di akhir acara. Sampai detik ini, masih yakin mau bikin acara mewah dengan kondisi keuangan yang pas-pasan? Pikirkan lagi sebelum pusing merajai kepalamu.
2. Perkawinan itu momen sakral yang kadar khidmatnya bukan ditentukan seberapa banyak tamu yang datang
Urusan mengundang memang hak kamu, dia dan seluruh keluarga besar yang punya hajat. Tapi apa iya, diharuskan sekali mengundang tamu banyak hingga ratusan. Bukankah kekhidmatan pernikahan kalian benar terasa ketika yang hadir itu hanya orang-orang terdekat saja. Hangatnya momen sakral tak tergantung dengan seberapa banyak tamu undangan.
Bandingkan jika yang datang hanya keluarga kalian masing-masing beserta beberapa kerabat saja. Bukan cuma pengeluaran yang lebih hemat, tapi membangun chemistry dua keluarga pun jadi lebih efektif lagi. Berbeda ketika tamu yang datang ke acaramu hampir setiap orang yang kamu kenal, kadang para tamu malah nggak saling kenal dan ngebikin kikuk.
3. Resepsi sederhana tidak membuatmu menunda ibadah dengan alasan belum cukup modal
Daripada setipa kali ditanya kapan nikah,
jawaban kamu terlalu klise berkaitan dengan keuangan. Kenapa nggak nikah yang sederhana aja? kan nikah itu persoalan sah, yang kalaupun perlu selamatan cukup yang sesuai dengan kemampuan finansial sekarang. Kalaupun bersikeras ingin menggelar acara nikahan yang mewah, harus tunggu berapa tahun untuk melakukan ibadah yang seharusnya sederhana?!
4.Ketimbang nikah mewah tapi menyusahkan orangtua, lebih baik sederhana bukti kemandirianmu
Punya orang tua yang berkecukupan memang bisa diandalkan untuk wujudkan cita-citamu menggelar pernikahan mewah. Toh meminta bantuan hal yang mudah. Namun semudah itu pula kemandirianmu dipertanyakan. Berbeda ketika kamu metuskan untuk menikah dengan sederhana, tapi semua modal murni dari usaha kalian berdua saja. Bukankah itu lebih membanggakan dan tak merepotkan orang tua?
5. Toh mewah tidaknya pesta pernikahan, bukan patokan rumah tanggamu langgeng selamanya
Nikah di harapan semua orang pastinya sekali seumur hidup. Makanya dari sana juga lahir sebuah anggapan, kamu dan dia harus bisa merasakan jadi ratu dan raja dalam semalam. Nikahan kalian harus digelar dengan mewahnya. Padahal kemewahan sendiri belum tentu jadi patokan kelanggengan kehidupan rumah tangga kalian. Percuma juga jadinya, kalau nikahannya sudah mewah tapi ujung-ujungannya malah berpisah.
6. Jika pernikahanmu bertujuan ibadah, mengapa harus gelar pesta megah yang justru cenderung riya'?
Semua orang juga pasti sudah paham, jika nikah itu bagian dari ibadah. Lalu bukankah dalam beribadah itu dilarang ria karena terlihat berfoya-foya?! Coba kamu renungkan lagi, tujuan nikahmu itu benar untuk ibadah dan berbagi kebahagian, atau ada niatan untuk umbar gengsi yang berujung riya. Jangan sampai ibadahmu ini mubazir cuma karena niat yang keluar dari jalurnya.
7. Kawinan mewah perlu budget berpuluh juta, padahal kalau modal sah uangmu masih bisa ditabung buat kehidupan rumah tangga
Sewa gedung bisa sampai 10 juta, baju pengantin dengan segala riasannya paling murah sekitar 5 jutaan, belum lagi catering yang mungkin diatas 10 jutaan, pokoknya semua perlengkapan nikah memang memerlukan budget berjuta-juta. Padahal gaji kamu dan dia sebagai pekerja dalam sebulan tak sampai dari angka 4 misalnya. Mau sampai kapan nabung demi pernikahan mewah? Mau dibuang percuma juga kah tabungan yang sudah terkumpul hanya dalam waktu sehari semalam?
Padahal modal kehidupan rumah tangga setelah pernikahan itu justru jauh lebih besar dari bayangan kalian. Jadi, kalau modal sah justru bisa memberi jaminan atau pegangan secara finansial kepada kamu dan dia, kenapa harus bersikukuh untuk nikah mewah?
Semua memang kembali ke diri masing-masing, atau bisa juga kembali kekeluarga besar kalian. Tapi setidaknya sebelum melangsungkan momen sakral ini, kamu dan dia bisa merundingkan bagaimana baiknya.
Berapa Uang Kondangan yang Pantas Diberikan?
Serba-serbi Kondangan
Intan Kemala Sari - wolipop
Foto: Ari Saputra
HIGHLIGHTSDo's & Don'ts Kondangan
Jakarta - Di Indonesia, adalah hal wajar jika seorang tamu undangan membawa amplop yang berisi uang sebagai kado pernikahan untuk pengantin. Jumlah yang diberikan pun beragam sesuai dengan kemampuan masing-masing tamu undangan. Namun berapa sebenarnya jumlah uang yang pantas diberikan tamu undangan saat kondangan?
Wolipop sempat melakukan wawancara kepada beberapa orang wanita dan menanyakan berapa jumlah uang yang diberikan saat kondangan. Berikut rangkuman pendapat mengenai jumlah uang kondangan yang pantas diberikan:
"Biasanya aku kasih uang Rp 100 ribu. Tapi kalau yang menikah teman dekat, biasanya kasih kado, patungan sama teman-teman yang lain." - Lusy, 25 Tahun.
"Tergantung seberapa dekat aku sama yang mengundang. Kalau memang dekat, minimal Rp 200 ribu. Tapi biasanya, dekat atau nggak dekat, aku kasih Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu setiap kondangan." - Jani, 26 Tahun.
"Uang kondangan aku tergantung dekat atau nggak sama pengantinnya. Kalau dia orang dekat atau saudaraku, biasanya aku kasih Rp 500 ribu atau kado dengan nilai yang sama." - Sukma, 30 Tahun.
"Aku pukul rata, semuanya sama Rp 150 ribu, mau itu teman dekat atau kenalan biasa saja." - Saskia, 23 Tahun
"Kalau nggak terlalu kenal aku kasih Rp 50 ribu. Dan kalau dekat aku lebih suka kasih barang yang berguna dan bisa dipakai, misalnya peralatan dapur atau bed cover kan lebih bermanfaat." - Mutia, 23 Tahun.
"Zaman sekarang minimal kalau kondangan Rp 100 ribu. Kalau pengantinnya cukup dekat, kayak sahabat atau saudara, minimal Rp 300 ribu." - Tika, 34 Tahun.
Intan Kemala Sari - wolipop
Foto: Ari Saputra
HIGHLIGHTSDo's & Don'ts Kondangan
Jakarta - Di Indonesia, adalah hal wajar jika seorang tamu undangan membawa amplop yang berisi uang sebagai kado pernikahan untuk pengantin. Jumlah yang diberikan pun beragam sesuai dengan kemampuan masing-masing tamu undangan. Namun berapa sebenarnya jumlah uang yang pantas diberikan tamu undangan saat kondangan?
Wolipop sempat melakukan wawancara kepada beberapa orang wanita dan menanyakan berapa jumlah uang yang diberikan saat kondangan. Berikut rangkuman pendapat mengenai jumlah uang kondangan yang pantas diberikan:
"Biasanya aku kasih uang Rp 100 ribu. Tapi kalau yang menikah teman dekat, biasanya kasih kado, patungan sama teman-teman yang lain." - Lusy, 25 Tahun.
"Tergantung seberapa dekat aku sama yang mengundang. Kalau memang dekat, minimal Rp 200 ribu. Tapi biasanya, dekat atau nggak dekat, aku kasih Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu setiap kondangan." - Jani, 26 Tahun.
"Uang kondangan aku tergantung dekat atau nggak sama pengantinnya. Kalau dia orang dekat atau saudaraku, biasanya aku kasih Rp 500 ribu atau kado dengan nilai yang sama." - Sukma, 30 Tahun.
"Aku pukul rata, semuanya sama Rp 150 ribu, mau itu teman dekat atau kenalan biasa saja." - Saskia, 23 Tahun
"Kalau nggak terlalu kenal aku kasih Rp 50 ribu. Dan kalau dekat aku lebih suka kasih barang yang berguna dan bisa dipakai, misalnya peralatan dapur atau bed cover kan lebih bermanfaat." - Mutia, 23 Tahun.
"Zaman sekarang minimal kalau kondangan Rp 100 ribu. Kalau pengantinnya cukup dekat, kayak sahabat atau saudara, minimal Rp 300 ribu." - Tika, 34 Tahun.
Yang Bisa Dilakukan Suami untuk Membantu Istri Saat Melahirkan
Oleh Arinda Veratamala.
Data medis direview oleh Thu Truong, PharmD.
Peran suami sangat dibutuhkan dalam proses persalinan, mulai dari persiapan bahkan sampai setelah persalinan. Kehadiran suami di samping istri saat persalinan membawa energi positif bagi istri sehingga proses persalinan bisa menjadi lebih lancar. Walaupun tugas suami tak seberat tugas istri saat persalinan, tetapi tugas suami untuk membantu istri secara fisik dan emosi tak kalah pentingnya.
Hal ini bisa dimulai pada minggu-minggu mendekati persalinan. Jadi, kalau kata orang, suami harus menjadi suami siaga (siap-antar-jaga) jika sudah mendekati hari-hari kelahiran. Ya, ini menjadi kata-kata yang sangat pas untuk menggambarkan bagaimana sang suami bisa membantu istrinya saat persalinan.
Pertama, suami harus sudah menyiapkan segala sesuatunya sebelum hari kelahiran tiba. Kedua, suami juga harus mengantar istrinya ke rumah sakit untuk melakukan persalinan. Ketiga, suami juga harus menjaga istrinya setelah proses persalinan usai, baik di rumah sakit maupun di minggu-minggu pertama setelah kelahiran karena istri masih membutuhkan banyak bantuan untuk melakukan seluruh tugasnya.
Berikut ini adalah hal yang dapat dilakukan suami dalam membantu istrinya saat persalinan.
Menjelang melahirkan
1. Siapkan segala kebutuhan
Kebutuhan yang dimaksud di sini adalah segala barang yang dibutuhkan istri saat persalinan di rumah sakit. Mulai dari baju ganti istri, baju calon bayi Anda, selimut dan bantal jika perlu, perlengkapan mandi, sandal yang nyaman, makanan ringan, buku atau sesuatu yang bisa mengisi waktu luang, kamera jika Anda ingin mengabadikan momen, dan jangan lupa untuk mempersiapkan keperluan Anda sendiri. Semua kebutuhan ini bisa Anda masukkan dalam koper dari jauh-jauh hari, sehingga jika hari kelahiran tiba, Anda sudah siap untuk langsung membawanya. Jangan lupa untuk membawa semua dokumen yang dibutuhkan untuk administrasi, seperti KTP Anda dan istri, kartu asuransi, dan kartu debit/kredit.
Satu hal lagi yang penting Anda siapkan adalah Anda dan istri sudah sama-sama mengetahui akan melahirkan di mana, di rumah sakit mana atau di bidan mana, dan dengan metode melahirkan apa, normal atau caesar. Sehingga pada saat hari kelahiran tiba, Anda sebagai suami bisa langsung membawa istri ke tempat yang dituju tanpa harus menanyakannya lagi.
2. Bersiap mengantar istri jika tanda-tanda melahirkan sudah mulai terlihat
Pada saat ini kehadiran Anda sangat diperlukan. Istri sedang merasakan sakit dan ingin segera melahirkan, tetapi proses untuk menuju melahirkan itu sangat panjang. Di rumah, mungkin istri sudah mengeluh perutnya terasa mulas, sehingga Anda panik dan langsung membawanya ke rumah sakit tujuan. Namun, tunggu dulu, sebaiknya Anda jangan terburu-buru, bisa saja itu baru merupakan tanda-tanda awal melahirkan, sehingga waktu untuk sampai melahirkan masih jauh. Sebagian besar ibu hamil merasa rumah menjadi tempat yang nyaman untuk menunggu kelahiran daripada harus berlama-lama menunggu kelahiran di rumah sakit.
3. Menemani istri saat mendekati waktu kelahiran
Saat menunggu kelahiran, istri mungkin membutuhkan Anda untuk menemaninya berjalan agar waktu kelahiran cepat datang. Ya, istri sebaiknya melakukan banyak pergerakan, seperti berjalan di lorong rumah sakit untuk memicu melahirkan. Pada saat ini juga, istri pasti merasa gelisah, tugas Anda sebagai suami adalah untuk menenangkan istri dan membuat istri nyaman. Anda bisa membawakan bacaan untuk istri, memperdengarkannya musik, memijatnya, atau hanya sekadar berbicara dan bercanda dengan istri. Buatlah istri melupakan segala kekhawatirannya menjelang persalinan.
Selama proses persalinan
1. Menemani istri saat proses melahirkan
Saatnya tiba! Istri Anda sedang berusaha untuk mengeluarkan bayi Anda. Sebelum Anda menemaninya, sebaiknya Anda sudah mengetahui terlebih dahulu apa saja yang akan terjadi saat proses melahirkan agar Anda tidak terkejut begitu melihatnya. Anda bisa tanyakan ini ke dokter atau ikut kelas ibu hamil sebelumnya.
Saat menemani istri melahirkan, sebaiknya Anda tenang dan memberikan energi positif kepada sang istri agar proses persalinan lancar. Genggam tangan istri dan tatap matanya membuat istri tetap fokus dan merasa lebih tenang saat melahirkan. Tak jarang, mungkin Anda menjadi pelampiasan rasa sakit istri, istri bisa memegang tangan Anda dengan sangat erat, mencakar, dan mencubit Anda. Yang harus Anda lakukan adalah tetap tenang dan terus memberi semangat kepada istri dengan mengatakan hal-hal positif kepadanya.
2. Melihat bayi Anda untuk pertama kali
Melihat proses kelahiran bayi Anda ke dunia dapat menjadi momen berharga bagi Anda. Mendengar suara tangisnya untuk pertama kali membuat Anda sangat senang dan terharu, bahkan mungkin Anda bisa meneteskan air mata. Sesaat setelah bayi lahir, Anda dapat melakukan tugas Anda sebagai suami, yaitu memotong tali pusat bayi Anda dengan tangan Anda sendiri jika Anda menginginkannya, jika Anda tidak ingin, Anda bisa menyerahkannya kepada dokter. Anda juga bisa memeluk dan menggendong bayi Anda pertama kali untuk memberinya kehangatan jika Anda ingin.
Tugas Anda belum selesai
Setelah proses persalinan selesai, bukan berarti tugas Anda ikut selesai. Istri Anda masih membutuhkan bantuan Anda. Saat ini, istri Anda sedang kelelahan setelah melalui proses persalinan yang panjang. Temani ia, ajak ia bicara, suapi ia makanan untuk membantu proses pemulihannya. Setelah bayi lahir, mungkin Anda akan sulit untuk mendapatkan tidur yang cukup dalam beberapa hari ke depan.
Data medis direview oleh Thu Truong, PharmD.
Peran suami sangat dibutuhkan dalam proses persalinan, mulai dari persiapan bahkan sampai setelah persalinan. Kehadiran suami di samping istri saat persalinan membawa energi positif bagi istri sehingga proses persalinan bisa menjadi lebih lancar. Walaupun tugas suami tak seberat tugas istri saat persalinan, tetapi tugas suami untuk membantu istri secara fisik dan emosi tak kalah pentingnya.
Hal ini bisa dimulai pada minggu-minggu mendekati persalinan. Jadi, kalau kata orang, suami harus menjadi suami siaga (siap-antar-jaga) jika sudah mendekati hari-hari kelahiran. Ya, ini menjadi kata-kata yang sangat pas untuk menggambarkan bagaimana sang suami bisa membantu istrinya saat persalinan.
Pertama, suami harus sudah menyiapkan segala sesuatunya sebelum hari kelahiran tiba. Kedua, suami juga harus mengantar istrinya ke rumah sakit untuk melakukan persalinan. Ketiga, suami juga harus menjaga istrinya setelah proses persalinan usai, baik di rumah sakit maupun di minggu-minggu pertama setelah kelahiran karena istri masih membutuhkan banyak bantuan untuk melakukan seluruh tugasnya.
Berikut ini adalah hal yang dapat dilakukan suami dalam membantu istrinya saat persalinan.
Menjelang melahirkan
1. Siapkan segala kebutuhan
Kebutuhan yang dimaksud di sini adalah segala barang yang dibutuhkan istri saat persalinan di rumah sakit. Mulai dari baju ganti istri, baju calon bayi Anda, selimut dan bantal jika perlu, perlengkapan mandi, sandal yang nyaman, makanan ringan, buku atau sesuatu yang bisa mengisi waktu luang, kamera jika Anda ingin mengabadikan momen, dan jangan lupa untuk mempersiapkan keperluan Anda sendiri. Semua kebutuhan ini bisa Anda masukkan dalam koper dari jauh-jauh hari, sehingga jika hari kelahiran tiba, Anda sudah siap untuk langsung membawanya. Jangan lupa untuk membawa semua dokumen yang dibutuhkan untuk administrasi, seperti KTP Anda dan istri, kartu asuransi, dan kartu debit/kredit.
Satu hal lagi yang penting Anda siapkan adalah Anda dan istri sudah sama-sama mengetahui akan melahirkan di mana, di rumah sakit mana atau di bidan mana, dan dengan metode melahirkan apa, normal atau caesar. Sehingga pada saat hari kelahiran tiba, Anda sebagai suami bisa langsung membawa istri ke tempat yang dituju tanpa harus menanyakannya lagi.
2. Bersiap mengantar istri jika tanda-tanda melahirkan sudah mulai terlihat
Pada saat ini kehadiran Anda sangat diperlukan. Istri sedang merasakan sakit dan ingin segera melahirkan, tetapi proses untuk menuju melahirkan itu sangat panjang. Di rumah, mungkin istri sudah mengeluh perutnya terasa mulas, sehingga Anda panik dan langsung membawanya ke rumah sakit tujuan. Namun, tunggu dulu, sebaiknya Anda jangan terburu-buru, bisa saja itu baru merupakan tanda-tanda awal melahirkan, sehingga waktu untuk sampai melahirkan masih jauh. Sebagian besar ibu hamil merasa rumah menjadi tempat yang nyaman untuk menunggu kelahiran daripada harus berlama-lama menunggu kelahiran di rumah sakit.
3. Menemani istri saat mendekati waktu kelahiran
Saat menunggu kelahiran, istri mungkin membutuhkan Anda untuk menemaninya berjalan agar waktu kelahiran cepat datang. Ya, istri sebaiknya melakukan banyak pergerakan, seperti berjalan di lorong rumah sakit untuk memicu melahirkan. Pada saat ini juga, istri pasti merasa gelisah, tugas Anda sebagai suami adalah untuk menenangkan istri dan membuat istri nyaman. Anda bisa membawakan bacaan untuk istri, memperdengarkannya musik, memijatnya, atau hanya sekadar berbicara dan bercanda dengan istri. Buatlah istri melupakan segala kekhawatirannya menjelang persalinan.
Selama proses persalinan
1. Menemani istri saat proses melahirkan
Saatnya tiba! Istri Anda sedang berusaha untuk mengeluarkan bayi Anda. Sebelum Anda menemaninya, sebaiknya Anda sudah mengetahui terlebih dahulu apa saja yang akan terjadi saat proses melahirkan agar Anda tidak terkejut begitu melihatnya. Anda bisa tanyakan ini ke dokter atau ikut kelas ibu hamil sebelumnya.
Saat menemani istri melahirkan, sebaiknya Anda tenang dan memberikan energi positif kepada sang istri agar proses persalinan lancar. Genggam tangan istri dan tatap matanya membuat istri tetap fokus dan merasa lebih tenang saat melahirkan. Tak jarang, mungkin Anda menjadi pelampiasan rasa sakit istri, istri bisa memegang tangan Anda dengan sangat erat, mencakar, dan mencubit Anda. Yang harus Anda lakukan adalah tetap tenang dan terus memberi semangat kepada istri dengan mengatakan hal-hal positif kepadanya.
2. Melihat bayi Anda untuk pertama kali
Melihat proses kelahiran bayi Anda ke dunia dapat menjadi momen berharga bagi Anda. Mendengar suara tangisnya untuk pertama kali membuat Anda sangat senang dan terharu, bahkan mungkin Anda bisa meneteskan air mata. Sesaat setelah bayi lahir, Anda dapat melakukan tugas Anda sebagai suami, yaitu memotong tali pusat bayi Anda dengan tangan Anda sendiri jika Anda menginginkannya, jika Anda tidak ingin, Anda bisa menyerahkannya kepada dokter. Anda juga bisa memeluk dan menggendong bayi Anda pertama kali untuk memberinya kehangatan jika Anda ingin.
Tugas Anda belum selesai
Setelah proses persalinan selesai, bukan berarti tugas Anda ikut selesai. Istri Anda masih membutuhkan bantuan Anda. Saat ini, istri Anda sedang kelelahan setelah melalui proses persalinan yang panjang. Temani ia, ajak ia bicara, suapi ia makanan untuk membantu proses pemulihannya. Setelah bayi lahir, mungkin Anda akan sulit untuk mendapatkan tidur yang cukup dalam beberapa hari ke depan.
Kisah Jin ‘Penghalang’ Jodoh
Ustadz Zunaidi, seorang praktisi Ruqyah Syar’iyah menceritakan salah satu kasus yang ditanganinya. Suatu hari, datanglah seorang wanita ke markaz Qur’anic Healing Indonesia. Parasnya cukup jelita, sehat, pintar dan lumayan mapan. Namun hingga usianya yang ke 40 tahun ini belum ada lelaki yang berhasil berproses menuju pernikahan denganya. Tentu saja kesedihan dan rasa kesepian mulai merasuk dalam jiwanya.
Dalam proses ruqyah bereaksi jin yang mengaku berjumlah banyak, dan telah bekerja selama 25 tahun untuk menjaga wanita tersebut agar tidak menikah dengan siapapun.
Selepas ruqyah wanita tersebut menceritakan bahwa sekitar 25 tahun silam ia pernah putus dengan pacarnya karena ia harus pindah dari Sumatera ke Jakarta bersama keluarga, tapi sang cowok mengancam bahwa ia tak akan menikah dengan siapapun kecuali dengannya.
Dengan ijin Allah, jin pengganggu itupun telah ditumpas. “Semoga Allah menyegerakan jodohnya” doa Ustadz Zunaidi di akhir status Facebook-nya.
Sahabat, bisa jadi ada diantara kita yang diganggu jin. Terutama jika kita mengeluhkan gejala-gejala yang secara medis dan ilmiah tidak dapat dijelaskan.
Di zaman Nabi dan sahabat, fenomena orang diganggu jin sudah ada. Pun di zaman kita saat ini. Jin bisa mengganggu jika ada celah. Misalnya saat jiwa kosong, lalai dari zikir, atau depresi. Bisa juga saat mereka terganggu dengan ulah kita, misalnya buang air di sembarang tempat, atau kita melanggar adab sewaktu di kamar kecil. Sebab pernah terjadi, seorang santri penghafal Qur’an diganggu jin gara-gara ia muraja’ah sewaktu di kamar kecil. Bisa juga gangguan jin datang lantaran kiriman dengan bantuan sihir. Seperti yang dialami wanita di atas.
Untuk membentengi diri dari gangguan jin, yang paling utama adalah meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Berlindunglah kepada Allah. Sebab, siapa saja yang dilindungi oleh Allah, niscaya tiada seorangpun yang sanggup membahayakannya. Dekat dengan Al Qur’an, rajin membacanya, banyak beribadah, banyak dzikir, adalah amal-amal praktis yang meningkatkan keimanan sekaligus menjadi wasilah perlindungan dari gangguan jin.
Lalu jika sudah diganggu, bagaimana cara mengatasinya? Kita bisa melakukan ruqyah mandiri seperti yang dijelaskan Ustadz Zunaidi sebagai berikut:
1. Perbaiki iman dan tawakkal kepada Allah, ingatlah bahwa hanya Allah tempat bergantung seluruh makhluk
2. Berwudlulah dengan sempurna
3. Bacakanlah taawudz, Al Fatihah, ayat kursy, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas
4. Setelah dibaca, tiupkan di kedua telapak tangan Anda
5. Tempelkan di perut bagian paling bawah, lalu tekan dan dorong ke arah leher, dan ilustrasikan seperti membuang sesuatu dari mulut.
Biasanya akan muntah, gemetar, atau serasa ada yang mencekik. Lakukan berulang kali hingga gangguan hilang, tak terasa lagi. Jika gangguan terasa berat mintalah bantuan ulama atau ahli ruqyah.
Dalam proses ruqyah bereaksi jin yang mengaku berjumlah banyak, dan telah bekerja selama 25 tahun untuk menjaga wanita tersebut agar tidak menikah dengan siapapun.
Selepas ruqyah wanita tersebut menceritakan bahwa sekitar 25 tahun silam ia pernah putus dengan pacarnya karena ia harus pindah dari Sumatera ke Jakarta bersama keluarga, tapi sang cowok mengancam bahwa ia tak akan menikah dengan siapapun kecuali dengannya.
Dengan ijin Allah, jin pengganggu itupun telah ditumpas. “Semoga Allah menyegerakan jodohnya” doa Ustadz Zunaidi di akhir status Facebook-nya.
Sahabat, bisa jadi ada diantara kita yang diganggu jin. Terutama jika kita mengeluhkan gejala-gejala yang secara medis dan ilmiah tidak dapat dijelaskan.
Di zaman Nabi dan sahabat, fenomena orang diganggu jin sudah ada. Pun di zaman kita saat ini. Jin bisa mengganggu jika ada celah. Misalnya saat jiwa kosong, lalai dari zikir, atau depresi. Bisa juga saat mereka terganggu dengan ulah kita, misalnya buang air di sembarang tempat, atau kita melanggar adab sewaktu di kamar kecil. Sebab pernah terjadi, seorang santri penghafal Qur’an diganggu jin gara-gara ia muraja’ah sewaktu di kamar kecil. Bisa juga gangguan jin datang lantaran kiriman dengan bantuan sihir. Seperti yang dialami wanita di atas.
Untuk membentengi diri dari gangguan jin, yang paling utama adalah meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Berlindunglah kepada Allah. Sebab, siapa saja yang dilindungi oleh Allah, niscaya tiada seorangpun yang sanggup membahayakannya. Dekat dengan Al Qur’an, rajin membacanya, banyak beribadah, banyak dzikir, adalah amal-amal praktis yang meningkatkan keimanan sekaligus menjadi wasilah perlindungan dari gangguan jin.
Lalu jika sudah diganggu, bagaimana cara mengatasinya? Kita bisa melakukan ruqyah mandiri seperti yang dijelaskan Ustadz Zunaidi sebagai berikut:
1. Perbaiki iman dan tawakkal kepada Allah, ingatlah bahwa hanya Allah tempat bergantung seluruh makhluk
2. Berwudlulah dengan sempurna
3. Bacakanlah taawudz, Al Fatihah, ayat kursy, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas
4. Setelah dibaca, tiupkan di kedua telapak tangan Anda
5. Tempelkan di perut bagian paling bawah, lalu tekan dan dorong ke arah leher, dan ilustrasikan seperti membuang sesuatu dari mulut.
Biasanya akan muntah, gemetar, atau serasa ada yang mencekik. Lakukan berulang kali hingga gangguan hilang, tak terasa lagi. Jika gangguan terasa berat mintalah bantuan ulama atau ahli ruqyah.
Istri yang ingin kerja
Abang, aku mau kerja!”
“Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)”
“Itu, tetangga kita, dia kerja!”
“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”
“Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”
“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”
“Apa-apaan sih?”
“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”
“Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”
“Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat. Akan Abang usahakan, InsyaAllah.”
“Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini tidaklah cukup.”
“Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi pula, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”
“Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”
“Istri Abang yang Abang cintai, dari perut sampai lahir, sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak Abang juga?”
“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”
“Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”
“Jadi, kita harus bagaimana?”
“Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”
“Apa, Bang?”
“Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”
“Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
“Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”
“Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”
“Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”
“Apa?”
“Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”
“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”
“Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”
“Tapi, Bang?!”
“Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”
“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”
“Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”
“Kalau tidak kaya?”
“Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”
“Apa, Bang?
“Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”
***
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah” [H.R. Muslim]
“Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)”
“Itu, tetangga kita, dia kerja!”
“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”
“Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”
“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”
“Apa-apaan sih?”
“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”
“Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”
“Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat. Akan Abang usahakan, InsyaAllah.”
“Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini tidaklah cukup.”
“Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi pula, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”
“Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”
“Istri Abang yang Abang cintai, dari perut sampai lahir, sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak Abang juga?”
“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”
“Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”
“Jadi, kita harus bagaimana?”
“Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”
“Apa, Bang?”
“Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”
“Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
“Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”
“Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”
“Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”
“Apa?”
“Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”
“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”
“Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”
“Tapi, Bang?!”
“Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”
“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”
“Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”
“Kalau tidak kaya?”
“Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”
“Apa, Bang?
“Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”
***
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah” [H.R. Muslim]
Setelah menikah, semuanya berubah
Seorang Wanita muda menatap kosong sesosok bayi di depannya.
Bayi tsb hampir tdk berhenti menangis seharian.
Tubuh wanita tsb sudah letih ga karuan.
Krn bayi tsb tdk mau dibaringkan.
Ia hanya mau tidur dlm gendongan..
Wanita itu, seorang ibu muda yg baru pertama kali mempunyai anak.
Belasan tahun duduk di bangku sekolah, tdk pernah ada mata pelajaran tentang bagaimana cara mengatasi tangisan bayi yg tanpa henti.
Saat ini, semuanya harus dkerjakan sendiri.
Sejak berstatus sbg seorang istri, suami nya membawanya keluar dr pelukan kedua orangtuanya.
Pikirannya kembali berloncatan, teringat dgn cucian dan rumah yg masih berantakan.
Semuanya itu tak mungkin ia kerjakan, saat sang bayi tak mau hentikan tangisan.
Saat wanita itu mendengar bunyi suami nya yg pulang dr kerja, sungguh hatinya teramat bahagia.
Ia berpikir bahwa ia bisa berbagi rasa, atau setidaknya suami nya mau membantu menjaga anaknya.
Namun, yg ia dapat hanya kecewa.
Sang suami langsung pergi mandi, dan kemudian asyik dgn dunianya sendiri.
Bahkan masakan yg ia buat pun, tidak ditengoknya.
Hati perempuan tsb kembali luka.
Ingin rasanya ia berkata
"duhai suami ku sayang, tengoklah anakmu ini, bantulah aku mengurus nya"..
Namun, tdk ada satu katapun yg terucap, dari bibirnya yg terkunci rapat.
Ia tidak ingin ada pertengkaran lagi, dgn suami yg dulu sangat dicintai..
Sementara sang suami pun memendam Lara dalam hati.
Ia berharap saat ia kembali, rumah sudah bersih dan rapi.
Anak pun sudah wangi utk diciumi..
Tapi apa yg ia dapati ?
Rumah masih berantakan,
Wajah istri jauh dari menyenangkan
Belum lagi pakaian kotor yg bertebaran.
Lauk disediakan hanya ala kadarnya, jauh dr mengundang selera..
Ia rindu dgn sosok istrinya yg dulu.
Saat msh blm punya anak, dimana semuanya sepertinya menyenangkan.
Ia pun malas berkata2 dgn sang istri
Karena bisa berakhir dgn emosi..
Ia tidak merasa perlu membantu istrinya, karena toh ia sudah lelah mencari nafkah..
Ia teringat, dulu ibunya bahkan tdk mengijinkannya memegang sapu
Bahkan ia tdk tahu bagaimana cara mencuci baju..
Semua sdh disediakan, sungguh betapa menyenangkan.
Kondisi tsb bisa jadi cuma cerita, bisa juga fakta..
Saat aku + kamu bertambah menjadi kita, sungguh semuanya akan jauh berbeda..
Karena dalam pernikahan, tdk hanya sekedar "hai sayang, kita bikin anak yuk"...
Dalam pernikahan, akan ada :
Tagihan yg harus dibayarkan
Perut2 lapar yg harus dikasih makan
Bekas muntahan dan pupup yg harus dbersihkan
Rumah berantakan yg harus dbereskan
Cucian yg harus diselesaikan
Keluarga besar yg harus dikompromikan
Dan lainnya
Dan lainnya...
Jika pernikahan ingin terus bertahan
Maka ada banyak hal yg harus dkerjakan
Bersama2.. sebagai satu keluarga..
Komunikasi, saling percaya, saling kerjasama dan saling menjaga rasa, bisa menjadi kunci yg luar biasa..
Saat aku + kamu berubah menjadi kita, maka sudah waktunya belajar bersama, agar rasa cinta dan sayang tetap terus ada..
Copas....
Bayi tsb hampir tdk berhenti menangis seharian.
Tubuh wanita tsb sudah letih ga karuan.
Krn bayi tsb tdk mau dibaringkan.
Ia hanya mau tidur dlm gendongan..
Wanita itu, seorang ibu muda yg baru pertama kali mempunyai anak.
Belasan tahun duduk di bangku sekolah, tdk pernah ada mata pelajaran tentang bagaimana cara mengatasi tangisan bayi yg tanpa henti.
Saat ini, semuanya harus dkerjakan sendiri.
Sejak berstatus sbg seorang istri, suami nya membawanya keluar dr pelukan kedua orangtuanya.
Pikirannya kembali berloncatan, teringat dgn cucian dan rumah yg masih berantakan.
Semuanya itu tak mungkin ia kerjakan, saat sang bayi tak mau hentikan tangisan.
Saat wanita itu mendengar bunyi suami nya yg pulang dr kerja, sungguh hatinya teramat bahagia.
Ia berpikir bahwa ia bisa berbagi rasa, atau setidaknya suami nya mau membantu menjaga anaknya.
Namun, yg ia dapat hanya kecewa.
Sang suami langsung pergi mandi, dan kemudian asyik dgn dunianya sendiri.
Bahkan masakan yg ia buat pun, tidak ditengoknya.
Hati perempuan tsb kembali luka.
Ingin rasanya ia berkata
"duhai suami ku sayang, tengoklah anakmu ini, bantulah aku mengurus nya"..
Namun, tdk ada satu katapun yg terucap, dari bibirnya yg terkunci rapat.
Ia tidak ingin ada pertengkaran lagi, dgn suami yg dulu sangat dicintai..
Sementara sang suami pun memendam Lara dalam hati.
Ia berharap saat ia kembali, rumah sudah bersih dan rapi.
Anak pun sudah wangi utk diciumi..
Tapi apa yg ia dapati ?
Rumah masih berantakan,
Wajah istri jauh dari menyenangkan
Belum lagi pakaian kotor yg bertebaran.
Lauk disediakan hanya ala kadarnya, jauh dr mengundang selera..
Ia rindu dgn sosok istrinya yg dulu.
Saat msh blm punya anak, dimana semuanya sepertinya menyenangkan.
Ia pun malas berkata2 dgn sang istri
Karena bisa berakhir dgn emosi..
Ia tidak merasa perlu membantu istrinya, karena toh ia sudah lelah mencari nafkah..
Ia teringat, dulu ibunya bahkan tdk mengijinkannya memegang sapu
Bahkan ia tdk tahu bagaimana cara mencuci baju..
Semua sdh disediakan, sungguh betapa menyenangkan.
Kondisi tsb bisa jadi cuma cerita, bisa juga fakta..
Saat aku + kamu bertambah menjadi kita, sungguh semuanya akan jauh berbeda..
Karena dalam pernikahan, tdk hanya sekedar "hai sayang, kita bikin anak yuk"...
Dalam pernikahan, akan ada :
Tagihan yg harus dibayarkan
Perut2 lapar yg harus dikasih makan
Bekas muntahan dan pupup yg harus dbersihkan
Rumah berantakan yg harus dbereskan
Cucian yg harus diselesaikan
Keluarga besar yg harus dikompromikan
Dan lainnya
Dan lainnya...
Jika pernikahan ingin terus bertahan
Maka ada banyak hal yg harus dkerjakan
Bersama2.. sebagai satu keluarga..
Komunikasi, saling percaya, saling kerjasama dan saling menjaga rasa, bisa menjadi kunci yg luar biasa..
Saat aku + kamu berubah menjadi kita, maka sudah waktunya belajar bersama, agar rasa cinta dan sayang tetap terus ada..
Copas....
Mengapa kita disuruh mendo’akan dengan do’a barakah dan tidak dengan do’a banyak anak, padahal ada beberapa anjuran untuk memperbanyak anak??
‘Engkau Menggigitnya dan Ia Menggigitmu,’ Ujar Rasulullah
Mari kita simak kisah pernikahan Uqail bin Abu Thalib dengan seorang wanita dari kalangan Bani Jasym. Seperti lazimnya upacara pernikahan, tamu- tamu berdatangan. Dan seperti lazimnya upacara pernikahan di masa sekarang, para tamu ketika itu memberi ucapan selamat sekaligus sebagai do’a.
“Semoga bahagia dan banyak anak,” kata para tamu kepada pengantin laki-laki.
Menerima ucapan selamat seperti itu, Uqail segera teringat Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian ia berkata, “Jangan kalian mengatakan demikian, karena sesungguhnya Rasulullah SAW telah melarang hal tersebut.”
“Kalau demikian,” kata mereka, “apakah yang harus kami katakan, wahai Abu Zaid?”
“Katakanlah oleh kalian,” jawab Uqail. “Semoga Allah membarakahi Anda sekalian dan melimpahkan barakah kepada Anda. Demikian yang diperintahkan kepada kita.”
‘Engkau Menggigitnya dan Ia Menggigitmu,’ Ujar Rasulullah
Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa yang paling penting untuk dicari dalam pernikahan bukan kebahagiaan. Yang paling penting justru barakah, konsep yang sangat sering terdengar tetapi tidak banyak diketahui artinya. Mendo’akan pengantin baru agar dapat mencapai pernikahan yang bahagia dan sekaligus banyak anak dilarang (makruh). Sebaliknya, sunnah bagi kita mendo’akan saudara kita yang menikah dengan do’a barakah. Mudah-mudahan pernikahan itu barakah bagi pengantinnya dan barakah atas pengantin-nya, yakni barakah pernikahan tersebut juga terasakan oleh orang-orang di sekelilingnya.
Kalau begitu, apakah “bahagia dan banyak anak” merupakan kata yang tabu dalam pernikahan yang Islami? Bukan begitu. Melalui lisan suci Rasulullah SAW Islam justru mengingatkan kita agar tidak melupakan kriteria memilih istri agar dapat memperoleh kesenangan dan banyak anak.
“Kawinilah wanita yang subur rahimnya (waluud) dan pencinta,” sabda RasulullahSAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, An-Nasa’i dan Al- Hakim. “Sebab aku kelak berbanyak-banyak kepada umat-umat lain de-ngan kalian.”
Rasulullah SAW juga pernah menganjurkan, “Pilihlah yang masih gadis karena ia lebih manis mulutnya, lebih dalam kasih-sayangnya, lebih terbuka, dan lebih menginginkan kemudahan.”
Yang dimaksud dengan “mulut manis” adalah ucapannya, kata Abdul Hamid Kisyik. Adapun yang dimaksud dengan “lebih dalam kasih-sayangnya” adalah banyak melahir-kan anak, terbuka, dan polos.
Ketika seorang sahabat memberi tahu Rasulullah bahwa ia baru saja menikah dengan seorang janda,
Rasulullah SAW mengatakan, “Mengapa tidak gadis yang ia dapat bermain denganmu, dan engkau dapat bermain dengannya, engkau menggigitnya dan ia menggigitmu?” (HR An-Nasa’i, shahih).
Sebagian sahabat Nabi memberi keterangan, Tetaplah kalian mengawini gadis-gadis, sebab mereka lebih manis mulutnya, lebih rapat rahimnya, lebih hangat vaginanya, lebih sedikit tipuannya, dan lebih rela dengan nafkah yang sedikit.
Keterangan sahabat ini senada dengan hadis Nabi yang mengingatkan:
“Kawinilah oleh kalian perawan, sebab perawan itu lebih segar mulutnya, lebih subur rahimnya, lebih hangat vagina-nya, dan lebih rela dengan nafkah yang sedikit,” (HR. Abu Na’im melalui Ibnu Umar r.a.. Periksa Mukhtarul Ahaadits).
Yang dimaksud dengan lebih rapat rahimya (antaqu ar-haman) adalah banyak melahirkan. Umar bin Khaththab menganjurkan, “Perbanyaklah anak karena kalian tidak tahu dari anak yang mana kalian mendapatkan rezeki.”
Anak yang barakah adalah rezeki akhirat sekaligus rezeki dunia. Kita tidak tahu anak yang mana yang paling besar membawa rezeki, sehingga bisa mengangkat kita kepada kebahagiaan akhirat.
Masih ada hadis-hadis mengenai kesenangan-kesenangan yang bisa diperoleh ketika menikah dan perlu dipertimbangkan ketika akan melangkah ke sana. Allah Swt. juga telah berfirman, Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepa-danya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Ruum [30]: 21).
Tetapi ada yang unik. Kita dilarang mendo’akan orang yang menikah agar mendapat kebahagiaan dan banyak anak dalam pernikahannya. Kita diminta untuk mendo’akan me-reka semoga Allah membarakahi pengantin itu dan melim-pahkan barakah bagi mereka. Yang pertama, mendo’akan agar mereka menjadi suami istri yang penuh barakah, sehingga sekelilingnya ikut terkena barakahnya. Yang kedua, mendo’a-kan agar mereka mendapatkan barakah. Wallahu A’lam bisha-wab.
Mengapa kita disuruh mendo’akan dengan do’a barakah dan tidak dengan do’a banyak anak, padahal ada beberapa anjuran untuk memperbanyak anak? Sekali lagi, Allahu A’lam bishawab.
Mari kita simak kisah pernikahan Uqail bin Abu Thalib dengan seorang wanita dari kalangan Bani Jasym. Seperti lazimnya upacara pernikahan, tamu- tamu berdatangan. Dan seperti lazimnya upacara pernikahan di masa sekarang, para tamu ketika itu memberi ucapan selamat sekaligus sebagai do’a.
“Semoga bahagia dan banyak anak,” kata para tamu kepada pengantin laki-laki.
Menerima ucapan selamat seperti itu, Uqail segera teringat Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian ia berkata, “Jangan kalian mengatakan demikian, karena sesungguhnya Rasulullah SAW telah melarang hal tersebut.”
“Kalau demikian,” kata mereka, “apakah yang harus kami katakan, wahai Abu Zaid?”
“Katakanlah oleh kalian,” jawab Uqail. “Semoga Allah membarakahi Anda sekalian dan melimpahkan barakah kepada Anda. Demikian yang diperintahkan kepada kita.”
‘Engkau Menggigitnya dan Ia Menggigitmu,’ Ujar Rasulullah
Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa yang paling penting untuk dicari dalam pernikahan bukan kebahagiaan. Yang paling penting justru barakah, konsep yang sangat sering terdengar tetapi tidak banyak diketahui artinya. Mendo’akan pengantin baru agar dapat mencapai pernikahan yang bahagia dan sekaligus banyak anak dilarang (makruh). Sebaliknya, sunnah bagi kita mendo’akan saudara kita yang menikah dengan do’a barakah. Mudah-mudahan pernikahan itu barakah bagi pengantinnya dan barakah atas pengantin-nya, yakni barakah pernikahan tersebut juga terasakan oleh orang-orang di sekelilingnya.
Kalau begitu, apakah “bahagia dan banyak anak” merupakan kata yang tabu dalam pernikahan yang Islami? Bukan begitu. Melalui lisan suci Rasulullah SAW Islam justru mengingatkan kita agar tidak melupakan kriteria memilih istri agar dapat memperoleh kesenangan dan banyak anak.
“Kawinilah wanita yang subur rahimnya (waluud) dan pencinta,” sabda RasulullahSAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, An-Nasa’i dan Al- Hakim. “Sebab aku kelak berbanyak-banyak kepada umat-umat lain de-ngan kalian.”
Rasulullah SAW juga pernah menganjurkan, “Pilihlah yang masih gadis karena ia lebih manis mulutnya, lebih dalam kasih-sayangnya, lebih terbuka, dan lebih menginginkan kemudahan.”
Yang dimaksud dengan “mulut manis” adalah ucapannya, kata Abdul Hamid Kisyik. Adapun yang dimaksud dengan “lebih dalam kasih-sayangnya” adalah banyak melahir-kan anak, terbuka, dan polos.
Ketika seorang sahabat memberi tahu Rasulullah bahwa ia baru saja menikah dengan seorang janda,
Rasulullah SAW mengatakan, “Mengapa tidak gadis yang ia dapat bermain denganmu, dan engkau dapat bermain dengannya, engkau menggigitnya dan ia menggigitmu?” (HR An-Nasa’i, shahih).
Sebagian sahabat Nabi memberi keterangan, Tetaplah kalian mengawini gadis-gadis, sebab mereka lebih manis mulutnya, lebih rapat rahimnya, lebih hangat vaginanya, lebih sedikit tipuannya, dan lebih rela dengan nafkah yang sedikit.
Keterangan sahabat ini senada dengan hadis Nabi yang mengingatkan:
“Kawinilah oleh kalian perawan, sebab perawan itu lebih segar mulutnya, lebih subur rahimnya, lebih hangat vagina-nya, dan lebih rela dengan nafkah yang sedikit,” (HR. Abu Na’im melalui Ibnu Umar r.a.. Periksa Mukhtarul Ahaadits).
Yang dimaksud dengan lebih rapat rahimya (antaqu ar-haman) adalah banyak melahirkan. Umar bin Khaththab menganjurkan, “Perbanyaklah anak karena kalian tidak tahu dari anak yang mana kalian mendapatkan rezeki.”
Anak yang barakah adalah rezeki akhirat sekaligus rezeki dunia. Kita tidak tahu anak yang mana yang paling besar membawa rezeki, sehingga bisa mengangkat kita kepada kebahagiaan akhirat.
Masih ada hadis-hadis mengenai kesenangan-kesenangan yang bisa diperoleh ketika menikah dan perlu dipertimbangkan ketika akan melangkah ke sana. Allah Swt. juga telah berfirman, Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepa-danya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Ruum [30]: 21).
Tetapi ada yang unik. Kita dilarang mendo’akan orang yang menikah agar mendapat kebahagiaan dan banyak anak dalam pernikahannya. Kita diminta untuk mendo’akan me-reka semoga Allah membarakahi pengantin itu dan melim-pahkan barakah bagi mereka. Yang pertama, mendo’akan agar mereka menjadi suami istri yang penuh barakah, sehingga sekelilingnya ikut terkena barakahnya. Yang kedua, mendo’a-kan agar mereka mendapatkan barakah. Wallahu A’lam bisha-wab.
Mengapa kita disuruh mendo’akan dengan do’a barakah dan tidak dengan do’a banyak anak, padahal ada beberapa anjuran untuk memperbanyak anak? Sekali lagi, Allahu A’lam bishawab.
MAAF, JANGAN MARAH JIKA AKU TIDAK MERAYAKANNYA
Sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mereyakannya, tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan menghindari perayaan semacam itu.
Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada.
Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.
Islam sudah mempunyai Hari Raya, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
“Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]
Nah, jika kita mengadakan hari perayaan tahunan yang tidak termasuk dalam hari raya yang telah disebutkan, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut?
Yang pasti bukan milik kaum muslimin.
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda, “Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]
Semoga manfa'at
Sumber MuslimOrid
Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada.
Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.
Islam sudah mempunyai Hari Raya, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
“Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]
Nah, jika kita mengadakan hari perayaan tahunan yang tidak termasuk dalam hari raya yang telah disebutkan, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut?
Yang pasti bukan milik kaum muslimin.
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda, “Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]
Semoga manfa'at
Sumber MuslimOrid
4 Fakta Penentu Bayi Laki-laki atau Perempuan
TabloidNakita.com - Adakah penentu bayi laki-laki atau bayi perempuan? Ternyata itu sudah ditentukan saat pembuahan terjadi. Yang paling "bertanggung jawab" adalah sperma ayah. Kromosom apa yang dibawa oleh sperma yang membuahi sel telur, itulah yang menentukan jenis kelamin anak. Inilah faktanya.
1.Siapa menang, sperma X atau sperma Y? Seperti diketahui, laki-laki dibentuk dari dua kromosom kelamin yang berbeda, yaitu kromosom X dan Y. Sedangkan perempuan dibentuk dari dua kromosom yang sama, yaitu kromosom X dan X. Kromosom kelamin X dan Y dibawa oleh sperma dalam jumlah yang sama. Sedangkan, semua sel telur hanya membawa kromosom X. Dengan demikian, jika sperma X berhasil membuahi sel telur, maka yang terbentuk adalah kelamin XX alias bayi perempuan. Lain halnya kalau yang berhasil membuahi sel telur adalah sperma Y, maka yang terbentuk adalah kelamin XY alias bayi laki-laki.
2. Dua belas jam yang menentukan bayi laki-laki atau perempuan. Pada masa subur (ovulasi), sebuah sel telur yang sudah masak akan dilepaskan oleh indung telur (ovarium). Sel ini bisa dibuahi hanya dalam jangka waktu 12 jam. Nah, apakah yang dihasilkan bayi perempuan atau bayi laki-laki ditentukan oleh sperma mana yang dalam waktu 12 jam itu berhasil menembus dinding sel telur. Jika sperma X yang lebih dulu, maka terbentuklah bayi perempuan. Tapi jika sperma Y yang lebih dulu, maka jadilah bayi laki-laki.
3.Sperma Y gesit, sperma X lamban. Sperma Y bersinar terang, bentuknya bundar, ukurannya hanya sepertiga dari sperma X, jalannya pun gesit, tetapi sperma Y lebih cepat musnah. Sedangkan sperma X bentuknya panjang, besar, jalannya lamban, tetapi dapat bertahan hidup lebih lama. Sperma bisa mencapai tuba falopi dalam 20 menit hingga 2 jam. Di dalam tubuh perempuan, sperma dapat hidup selama 4 hingga 7 hari lamanya, bergantung pada kondisi. Jadi, meskipun hubungan seks dilakukan beberapa hari sebelum masa subur (ovulasi), sperma masih bisa melakukan pembuahan. Meski hanya satu sel sperma yang membuahi sel telur, dibutuhkan jutaan sperma lainnya untuk dapat menempuh perjalanan yang sulit menuju saluran telur. Umumnya dalam sekali ejakulasi, laki-laki mengeluarkan 100 juta sel sperma. Menurut WHO, laki-laki yang memiliki kurang dari 20 juta sel sperma dalam setiap mililiter cairannya (semen) berisiko mengalami kemandulan.
4.Bercinta di masa subur (ovulasi) atau sebelumya tentukan calon jenis kelamin bayi. Jika suami istri bercinta di masa subur atau ovulasi (di antara 12 jam yang menetukan), kemungkinan besar yang akan terbentuk adalah bayi laki-laki. Mengapa? Karena sperma Y yang gesit akan menemui sel telur lebih dulu. Lain halnya kalau hubungan intim dilakukan sebelum tiba ovulasi, kemungkinan besar sperma X-lah yang beruntung bertemu dengan sel telur, karena pada saat sel telur keluar dan bertahan 12 jam, sperma Y yang maju lebih dulu sebelum itu sudah keburu musnah. Nasib baik didapat oleh sperma X yang bisa bertahan hidup lebih lama dan akhirnya berjumpa dengan sel telur.
1.Siapa menang, sperma X atau sperma Y? Seperti diketahui, laki-laki dibentuk dari dua kromosom kelamin yang berbeda, yaitu kromosom X dan Y. Sedangkan perempuan dibentuk dari dua kromosom yang sama, yaitu kromosom X dan X. Kromosom kelamin X dan Y dibawa oleh sperma dalam jumlah yang sama. Sedangkan, semua sel telur hanya membawa kromosom X. Dengan demikian, jika sperma X berhasil membuahi sel telur, maka yang terbentuk adalah kelamin XX alias bayi perempuan. Lain halnya kalau yang berhasil membuahi sel telur adalah sperma Y, maka yang terbentuk adalah kelamin XY alias bayi laki-laki.
2. Dua belas jam yang menentukan bayi laki-laki atau perempuan. Pada masa subur (ovulasi), sebuah sel telur yang sudah masak akan dilepaskan oleh indung telur (ovarium). Sel ini bisa dibuahi hanya dalam jangka waktu 12 jam. Nah, apakah yang dihasilkan bayi perempuan atau bayi laki-laki ditentukan oleh sperma mana yang dalam waktu 12 jam itu berhasil menembus dinding sel telur. Jika sperma X yang lebih dulu, maka terbentuklah bayi perempuan. Tapi jika sperma Y yang lebih dulu, maka jadilah bayi laki-laki.
3.Sperma Y gesit, sperma X lamban. Sperma Y bersinar terang, bentuknya bundar, ukurannya hanya sepertiga dari sperma X, jalannya pun gesit, tetapi sperma Y lebih cepat musnah. Sedangkan sperma X bentuknya panjang, besar, jalannya lamban, tetapi dapat bertahan hidup lebih lama. Sperma bisa mencapai tuba falopi dalam 20 menit hingga 2 jam. Di dalam tubuh perempuan, sperma dapat hidup selama 4 hingga 7 hari lamanya, bergantung pada kondisi. Jadi, meskipun hubungan seks dilakukan beberapa hari sebelum masa subur (ovulasi), sperma masih bisa melakukan pembuahan. Meski hanya satu sel sperma yang membuahi sel telur, dibutuhkan jutaan sperma lainnya untuk dapat menempuh perjalanan yang sulit menuju saluran telur. Umumnya dalam sekali ejakulasi, laki-laki mengeluarkan 100 juta sel sperma. Menurut WHO, laki-laki yang memiliki kurang dari 20 juta sel sperma dalam setiap mililiter cairannya (semen) berisiko mengalami kemandulan.
4.Bercinta di masa subur (ovulasi) atau sebelumya tentukan calon jenis kelamin bayi. Jika suami istri bercinta di masa subur atau ovulasi (di antara 12 jam yang menetukan), kemungkinan besar yang akan terbentuk adalah bayi laki-laki. Mengapa? Karena sperma Y yang gesit akan menemui sel telur lebih dulu. Lain halnya kalau hubungan intim dilakukan sebelum tiba ovulasi, kemungkinan besar sperma X-lah yang beruntung bertemu dengan sel telur, karena pada saat sel telur keluar dan bertahan 12 jam, sperma Y yang maju lebih dulu sebelum itu sudah keburu musnah. Nasib baik didapat oleh sperma X yang bisa bertahan hidup lebih lama dan akhirnya berjumpa dengan sel telur.
5 Kebiasaan Cowok yang Pasti Akan Hilang Setelah Menikah
5 Kebiasaan Cowok yang Pasti Akan Hilang Setelah Menikah. Sedih Sih, Tapi Mau Gimana Lagi
Andrall Intrakta DC
Menikah memang menjadi impian semua orang, nggak terkecuali kaum Adam yang konon masih ragu untuk melanjutkan hubungan ke pelaminan. Tapi, ketika cowok telah memutuskan untuk melanjutkan hubungan dengan kekasihnya pada jenjang yang lebih tinggi, itu berarti cowok telah siap untuk melepaskan semua kebiasaannya selama dia jomblo atau single. Dan, inilah perbedaan kebiasaan cowok sebelum dan sesudah menikah. Mau nggak mau, kamu harus segera meninggalkan kebiasaanmu dulu.
Harus dan wajib segera kamu tinggalkan; godain cewek lain di mana pun kamu berada. Yah…
Jangan harap bisa ganjen sana sini, ya! via www.flirt.com
Sepertinya ini menjadi kebiasaan, sekaligus menjadi sebuah keterpaksaan bagi hampir semua cowok. Entah emang karena cowok udah dikodratkan sebagai manusia paling genit, atau entah karena apa. Nah, tapi ketika cowok udah memutuskan untuk menikah, kebiasaan ini mau nggak mau harus segera ditinggalkan. Meski terpaksa, setidaknya meninggalkan kebiasaan ini akan membuat istrimu jauh lebih bahagia. Karena kamu dinilai telah dewasa dan matang dalam menjalani hubungan rumah tangga.
Sepulang kerja, kamu nggak bisa lagi mampir nongkrong sampai larut. Karena istri sudah menunggumu dalam selimut
Mau pulang jam berapa, Mas? via guff.com
Jangan harap kamu bisa nongkrong dengan leluasa setelah menikah nanti. Intensitas kebiasaan nongkrongmu harus segera kamu kurangi. Apalagi nongkrong sehabis kerja bareng teman-teman sampai larut. Beuh! Kamu nggak akan bisa lagi seperti itu. Sebab kamu akan lebih tergoda dengan istrimu yang udah nungguin kamu dalam selimut. Cowok atau suami mana yang nggak meleleh ketika hendak pulang kerja, mendengar kabar bahwa istrinya sudah menantinya di kamar dengan pose genit? :p
Pupus sudah cita-citamu punya mobil sport yang bisa buat ngebut-ngebutan. Mobil keluarga adalah pilihan
Mesti mobil gede. via blog.militaryautosource.com
Jauh sebelum menikah, cowok menyimpan banyak cita-cita yang pengen banget mereka wujudkan. Nggak salah juga kalau kamu punya impian untuk memiliki motor atau mobil sport yang bisa buat ngebut di jalanan. Tapi, semua akan sirna begitu saja ketika kamu sudah menikah nanti. Mobil sport dengan kecepatan gila, hanya akan menjadi cita-cita remaja. Sudah saatnya kamu menabung untuk membeli mobil keluarga yang bisa muat banyak untuk anak dan istri tercinta.
Kebiasaan nonton bola tengah malam harus segera kamu akhiri. Sebab kamu Nggak akan menang rebutan remote TV lawan istrimu
Mau nggak mau deh. via howto.watch
Cowok dan sepakbola memang nggak bisa dilepaskan. Apalagi buat kita orang Indonesia yang hanya bisa nonton pertandingan sepakbola di waktu yang kurang bersahabat; tengah malam. Banyak pertandingan sepakbola luar negeri yang tayang pada waktu itu karena perbedaan waktu. Itu jugalah yang bikin cowok rela begadang demi mendukung tim kesayangannya bertanding. Tapi, kebiasaanmu itu harus segera kamu akhiri, sebab kamu akan berpikir bahwa bangun tengah malam itu percuma. Lagipula, kamu nggak akan bisa beranjak dari pelukan istrimu hingga pagi nanti.
Kebiasaan tidur dengan tumpukan bantal dan guling akan kamu akhiri. Kamu yang akhirnya jadi guling untuk anak istrimu nanti
Udah nggak kesepian, ‘kan? via famfrenzy.com
Nah, kebiasaan inilah yang tentu akan sangat kamu harapkan ketika sudah menikah nanti. Bahkan, ketika kamu jomblo pun, kamu pengen banget ninggalin kebiasaan ini. Ya, siapa sih yang nggak capek tidur bareng tumpukan bantal dan guling? Enaknya setelah menikah, kamulah yang akan menjadi guling bagi anak dan istrimu nanti. Dan itu akan menjadi kebiasaan yang nggak bisa kamu tinggalkan.
Yup, itulah beberapa kebiasaan cowok sebelum dan setelah menikah. Mau nggak mau, kamu harus meninggalkan kebiasaanmu itu, ya. Keputusan menikah itu berarti kamu siap dengan segala perubahan yang harus kamu lalui.
Andrall Intrakta DC
Menikah memang menjadi impian semua orang, nggak terkecuali kaum Adam yang konon masih ragu untuk melanjutkan hubungan ke pelaminan. Tapi, ketika cowok telah memutuskan untuk melanjutkan hubungan dengan kekasihnya pada jenjang yang lebih tinggi, itu berarti cowok telah siap untuk melepaskan semua kebiasaannya selama dia jomblo atau single. Dan, inilah perbedaan kebiasaan cowok sebelum dan sesudah menikah. Mau nggak mau, kamu harus segera meninggalkan kebiasaanmu dulu.
Harus dan wajib segera kamu tinggalkan; godain cewek lain di mana pun kamu berada. Yah…
Jangan harap bisa ganjen sana sini, ya! via www.flirt.com
Sepertinya ini menjadi kebiasaan, sekaligus menjadi sebuah keterpaksaan bagi hampir semua cowok. Entah emang karena cowok udah dikodratkan sebagai manusia paling genit, atau entah karena apa. Nah, tapi ketika cowok udah memutuskan untuk menikah, kebiasaan ini mau nggak mau harus segera ditinggalkan. Meski terpaksa, setidaknya meninggalkan kebiasaan ini akan membuat istrimu jauh lebih bahagia. Karena kamu dinilai telah dewasa dan matang dalam menjalani hubungan rumah tangga.
Sepulang kerja, kamu nggak bisa lagi mampir nongkrong sampai larut. Karena istri sudah menunggumu dalam selimut
Mau pulang jam berapa, Mas? via guff.com
Jangan harap kamu bisa nongkrong dengan leluasa setelah menikah nanti. Intensitas kebiasaan nongkrongmu harus segera kamu kurangi. Apalagi nongkrong sehabis kerja bareng teman-teman sampai larut. Beuh! Kamu nggak akan bisa lagi seperti itu. Sebab kamu akan lebih tergoda dengan istrimu yang udah nungguin kamu dalam selimut. Cowok atau suami mana yang nggak meleleh ketika hendak pulang kerja, mendengar kabar bahwa istrinya sudah menantinya di kamar dengan pose genit? :p
Pupus sudah cita-citamu punya mobil sport yang bisa buat ngebut-ngebutan. Mobil keluarga adalah pilihan
Mesti mobil gede. via blog.militaryautosource.com
Jauh sebelum menikah, cowok menyimpan banyak cita-cita yang pengen banget mereka wujudkan. Nggak salah juga kalau kamu punya impian untuk memiliki motor atau mobil sport yang bisa buat ngebut di jalanan. Tapi, semua akan sirna begitu saja ketika kamu sudah menikah nanti. Mobil sport dengan kecepatan gila, hanya akan menjadi cita-cita remaja. Sudah saatnya kamu menabung untuk membeli mobil keluarga yang bisa muat banyak untuk anak dan istri tercinta.
Kebiasaan nonton bola tengah malam harus segera kamu akhiri. Sebab kamu Nggak akan menang rebutan remote TV lawan istrimu
Mau nggak mau deh. via howto.watch
Cowok dan sepakbola memang nggak bisa dilepaskan. Apalagi buat kita orang Indonesia yang hanya bisa nonton pertandingan sepakbola di waktu yang kurang bersahabat; tengah malam. Banyak pertandingan sepakbola luar negeri yang tayang pada waktu itu karena perbedaan waktu. Itu jugalah yang bikin cowok rela begadang demi mendukung tim kesayangannya bertanding. Tapi, kebiasaanmu itu harus segera kamu akhiri, sebab kamu akan berpikir bahwa bangun tengah malam itu percuma. Lagipula, kamu nggak akan bisa beranjak dari pelukan istrimu hingga pagi nanti.
Kebiasaan tidur dengan tumpukan bantal dan guling akan kamu akhiri. Kamu yang akhirnya jadi guling untuk anak istrimu nanti
Udah nggak kesepian, ‘kan? via famfrenzy.com
Nah, kebiasaan inilah yang tentu akan sangat kamu harapkan ketika sudah menikah nanti. Bahkan, ketika kamu jomblo pun, kamu pengen banget ninggalin kebiasaan ini. Ya, siapa sih yang nggak capek tidur bareng tumpukan bantal dan guling? Enaknya setelah menikah, kamulah yang akan menjadi guling bagi anak dan istrimu nanti. Dan itu akan menjadi kebiasaan yang nggak bisa kamu tinggalkan.
Yup, itulah beberapa kebiasaan cowok sebelum dan setelah menikah. Mau nggak mau, kamu harus meninggalkan kebiasaanmu itu, ya. Keputusan menikah itu berarti kamu siap dengan segala perubahan yang harus kamu lalui.
Hadiah untuk para istri
Cerita ini buat suami biar selalu ingat .. " ISTERI "..
* SIAPAKAH " ISTERI " ? *
Orang selalu berkata:
ADA....
" ... bekas istri "
" ... bekas suami "
TIDAK ADA
" bekas anak "
" bekas orangtua ".....
Seorang Profesor melakukan riset kecil kpd mahasiswa" nya yang sudah berkeluarga.
Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.
🤓Professor : " Tuliskan 10 nama orang yg paling dekat denganmu."
Lalu mahasiswa itu menulis 10 nama ; ada nama tetangga, orangtua, teman kerja, istri, anak, saudara, dst..
🤓Profesor : " Sekarang silakan pilih 7 orang di antara 10 nama tsb yg kamu benar2 ingin hidup terus bersamanya "
Mahasiswa itu lalu mencoret 3 nama.
🤓Profesor : " Silakan coret 2 nama lagi. "
Tinggalah 5 nama tersisa.
🤓Profesor : " Coret lagi 2 nama."
Tersisalah 3 nama yaitu nama :
" ibu "
" Istri " dan
" anak ".
Suasana kelas jadi hening.... Mereka mengira semuanya sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih...
Tiba2 ......
🤓Profesor berkata : " Silakan coret 1 nama lagi..! "
Mahasiswa itu tertegun untuk sementara waktu,.. lalu dengan perlahan ia mengambil pilihan yg amat sulit...dan mencoret nama
" IBU " nya... !!!
..suasana semakin hening..
🤓Profesor berkata lagi : " Silakan coret 1 nama lagi !"
Hati sang mahasiswa makin bingung....
Suasana kelas makin tegang ....
Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yg terbaik...
Mahasiswa itu kemudian mengangkat spidolnya dan dengan sangat lambat ia mencoret nama:
" ANAK " nya ....!!!
Bersamaan dengan itulah sang mahasiswa tidak kuat lagi membendung air matanya, dan ..., Ia pun " Menangis "...
Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang kuliah....
Setelah suasana lebih tenang,..... akhirnya sang Profesor bertanya..
🤓 Professor :
" Kenapa kamu tidak memilih " orang tua " yg membesarkanmu ...?!?
tidak juga memilih
" anak " yang adalah darah dagingmu...?!?
kenapa kamu memilih
" ISTERI " ....?!? ...
Toh istri bisa dicari lagi khan..?!?..
Semua orang didalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari mulut mahasiswa itu...
Lalu mahasiswa itu berkata lirih :
"Seiring waktu berlalu,... orang tua saya harus pergi.... dan meninggalkan saya....;
Demikian juga anak saya... Jika dia sudah dewasa lalu menikah... Artinya dia pasti meninggalkan saya juga.....
Akhirnya... orang yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini... bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport saya saat tertatih dan terseok-seok berjalan menghadapi himpitan kehidupan untuk meraih karir hanyalah " ISTRI " saya yang selalu ada ....
Setelah nenarik nafas panjang dia melanjutkan,
"Orangtua dan anak bukanlah saya yg memilih....., tapi Allah SWT yang menganugerahkan..
Sedangkan " ISTERI "..
saya sendirilah yang memilihnya dari sekian wanita yang ada dan saya kenal...
😊😊😊 Salam hormat buat para istri yg rela bangun lebih awal untuk menyiapkan keperluan para suami dan anak-anaknya....
Sang istri sibuk dengan rencana masakan yg akan disajikan.....
Terkadang mereka kehabisan ide untuk menyajikan masakah terbaik dan terenak untuk cintanya..
Semoga Allah SWT selalu menyiapkan tempat yg mulia di Surga. Menjadikan Ratu dari para bidadari yang suami miliki nanti..
...Aamiin.. aamiin.. aamiin ya Rabbana 😊😊😊😘😘😘``` —
* SIAPAKAH " ISTERI " ? *
Orang selalu berkata:
ADA....
" ... bekas istri "
" ... bekas suami "
TIDAK ADA
" bekas anak "
" bekas orangtua ".....
Seorang Profesor melakukan riset kecil kpd mahasiswa" nya yang sudah berkeluarga.
Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.
🤓Professor : " Tuliskan 10 nama orang yg paling dekat denganmu."
Lalu mahasiswa itu menulis 10 nama ; ada nama tetangga, orangtua, teman kerja, istri, anak, saudara, dst..
🤓Profesor : " Sekarang silakan pilih 7 orang di antara 10 nama tsb yg kamu benar2 ingin hidup terus bersamanya "
Mahasiswa itu lalu mencoret 3 nama.
🤓Profesor : " Silakan coret 2 nama lagi. "
Tinggalah 5 nama tersisa.
🤓Profesor : " Coret lagi 2 nama."
Tersisalah 3 nama yaitu nama :
" ibu "
" Istri " dan
" anak ".
Suasana kelas jadi hening.... Mereka mengira semuanya sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih...
Tiba2 ......
🤓Profesor berkata : " Silakan coret 1 nama lagi..! "
Mahasiswa itu tertegun untuk sementara waktu,.. lalu dengan perlahan ia mengambil pilihan yg amat sulit...dan mencoret nama
" IBU " nya... !!!
..suasana semakin hening..
🤓Profesor berkata lagi : " Silakan coret 1 nama lagi !"
Hati sang mahasiswa makin bingung....
Suasana kelas makin tegang ....
Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yg terbaik...
Mahasiswa itu kemudian mengangkat spidolnya dan dengan sangat lambat ia mencoret nama:
" ANAK " nya ....!!!
Bersamaan dengan itulah sang mahasiswa tidak kuat lagi membendung air matanya, dan ..., Ia pun " Menangis "...
Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang kuliah....
Setelah suasana lebih tenang,..... akhirnya sang Profesor bertanya..
🤓 Professor :
" Kenapa kamu tidak memilih " orang tua " yg membesarkanmu ...?!?
tidak juga memilih
" anak " yang adalah darah dagingmu...?!?
kenapa kamu memilih
" ISTERI " ....?!? ...
Toh istri bisa dicari lagi khan..?!?..
Semua orang didalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari mulut mahasiswa itu...
Lalu mahasiswa itu berkata lirih :
"Seiring waktu berlalu,... orang tua saya harus pergi.... dan meninggalkan saya....;
Demikian juga anak saya... Jika dia sudah dewasa lalu menikah... Artinya dia pasti meninggalkan saya juga.....
Akhirnya... orang yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini... bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport saya saat tertatih dan terseok-seok berjalan menghadapi himpitan kehidupan untuk meraih karir hanyalah " ISTRI " saya yang selalu ada ....
Setelah nenarik nafas panjang dia melanjutkan,
"Orangtua dan anak bukanlah saya yg memilih....., tapi Allah SWT yang menganugerahkan..
Sedangkan " ISTERI "..
saya sendirilah yang memilihnya dari sekian wanita yang ada dan saya kenal...
😊😊😊 Salam hormat buat para istri yg rela bangun lebih awal untuk menyiapkan keperluan para suami dan anak-anaknya....
Sang istri sibuk dengan rencana masakan yg akan disajikan.....
Terkadang mereka kehabisan ide untuk menyajikan masakah terbaik dan terenak untuk cintanya..
Semoga Allah SWT selalu menyiapkan tempat yg mulia di Surga. Menjadikan Ratu dari para bidadari yang suami miliki nanti..
...Aamiin.. aamiin.. aamiin ya Rabbana 😊😊😊😘😘😘``` —
Cara Ruqyah Rumah Syarriyyah
Cara Ruqyah Rumah dan jangan percaya sama peruqyah abal-abal
Perlu waspada kepada peruqyah yang masih bisa melihat yang ghaib karena ada indikasi masih terkena gangguan jin ,sudah sering kita lihat banyak peruqyah yang tidak syar' i namun mengaku syar'iyyah sehingga banyak mendustakan para pasen serta hanya mencari sensasi saja.
Peruqyah yang kita kenal di dumay pun banyak yang tidak syariyyah namun mereka mengaku ruqyah nya syariyyah ,sampai sampai ngaku bisa melihat bayangan , sisik yang ghaib / menampakan , mereka tidak sadar klo itu gangguan jin, di anggap sebuah keistimewaan/ kelabihan yang di berikan oleh Allah , anak indigo pun mereka yakin itu kelabihan yang di berikan oleh Allah ,namun itu adakah makar syaiton yang di tujukan kepada Bani Adam sehingga mereka terlena dan lupa diri.
Allah memerintahkan kepada NabiNya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberitahukan kepada manusia bahwa tidak ada seorangpun di bumi maupun di langit yang mengetahui ilmu ghaib kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya orang yang mengaku mengetahui ilmu yang ghaib, maka ia telah mendustakan Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang khabar ini.
Kita tanyakan kepada mereka : Bagaimana mungkin kalian mengetahui yang ghaib, sedangkan Nabi saja tidak mengetahui ? Apakah kalian lebih mulia daripada Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam ? Jika mereka menjawab : “Kami lebih mulia daripada Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka mereka telah kafir karena ucapan itu. Jika mereka mengatakan : Bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih mulia, maka kami katakan : Kenapa Rasul tidak mengetahui yang ghaib, sedangkan kalian mengetahui ? Allah berfirman.
“Artinya : (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridahiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya” [Al-Jin : 26-27]
Kali ini lakukan ruqyah rumah sendiri dari pada menyuruh peruqyah yang abal abal sehingga tidak akan menjadi fitnah
Lakukan ruqyah rumah mandiri :
1. Meng-ucapkan salam ketika masuk rumah dan banyak berzikir, baik di rumah ada orang atau tidak.
Al-Imam An-Nawawi t berkata, “Disenangi seseorang mengucapkan bismillah dan banyak berzikir kepada Allah l serta mengucapkan salam, sama saja apakah dalam rumah itu ada manusia atau tidak, berdasarkan firman Allah l:
“Apabila kalian masuk ke rumah-rumah maka ucapkanlah salam (kepada penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri-diri kalian sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkahi lagi baik.” (An-Nur: 61) [Al-Adzkar, hal. 25]
2. Berzikir kepada Allah l ketika makan dan minum.
Jabir bin Abdillah c berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah n bersabda:
ﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺑَﻴْﺘَﻪُ ﻓَﺬَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺩُﺧُﻮْﻟِﻪِ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻃَﻌَﺎﻣِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ : ﻻَ ﻣَﺒِﻴْﺖَ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻻَ ﻋَﺸَﺎﺀَ . ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺩُﺧُﻮْﻟِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ : ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺒِﻴْﺖَ . ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﻃَﻌَﺎﻣِﻪِ ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺒِﻴْﺖَ ﻭَﺍﻟْﻌَﺸَﺎﺀَُ
Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu ia berzikir kepada Allah saat masuknya dan ketika hendak menyantap makanannya, berkatalah setan, “Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam.” Bila ia masuk rumah dalam keadaan tidak berzikir kepada Allah ketika masuknya, berkatalah setan, “Kalian mendapatkan tempat bermalam.” Bila ia tidak berzikir kepada Allah ketika makannya, berkatalah setan, “Kalian mendapatkan tempat bermalam sekaligus makan malam.” (HR. Muslim no. 5230)
3. Banyak membaca Al-Qur’an dalam rumah
Al-Qur’anul Karim akan mengharumkan rumah seorang muslim dan akan mengusir para setan. Abu Musa Al-Asy’ari z mengabarkan dari Nabi n:
ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﺄَﺗْﺮُﺟَّﺔِ، ﺭِﻳْﺤُﻬَﺎ ﻃَﻴِّﺐٌ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﻃَﻴِّﺐٌ . ﻭَﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻻَ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟﺘَّﻤْﺮَﺓِ، ﻻَ ﺭِﻳْﺢَ ﻟَﻬَﺎ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﺣُﻠْﻮٌ . ﻭَﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻖِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟﺮَّﻳْﺤَﺎﻧَﺔِ، ﺭِﻳْﺤُﻬَﺎ ﻃَﻴِّﺐٌ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﻣُﺮٌّ . ﻭَﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻖِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻻَ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟْﺤَﻨْﻈَﻠَﺔِ، ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻬَﺎ ﺭِﻳْﺢٌ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﻣُﺮٌّ
“Permisalan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah atrujah, baunya harum dan rasanya enak. Permisalan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak ada baunya namun rasanya manis. Adapun orang munafik yang membaca Al-Qur’an permisalannya seperti buah raihanah, baunya wangi tapi rasanya pahit. Sementara orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah hanzhalah, tidak ada baunya, rasanya pun pahit.” (HR. Al-Bukhari no. 5020 dan Muslim no. 1857)
4. Membaca surah Al-Baqarah dalam rumah
Bila engkau merasa di rumahmu demikian banyak masalah, tampak banyak penyimpangan dan anggota-anggotanya saling berselisih, maka ketahuilah setan hadir di rumahmu, maka bersungguh-sungguhlah mengusirnya. Bagaimanakah cara mengusirnya? Rasulullah n memberikan jawabannya dengan sabda beliau:
ﺇِﻥَّ ﻟِﻜُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺳَﻨَﺎﻣًﺎ، ﻭَﺳَﻨَﺎﻡُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﺳُﻮْﺭَﺓُ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓِ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺳَﻤِﻊَ ﺳُﻮْﺭَﺓَ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓِ ﺗُﻘْﺮَﺃُ ﺧَﺮَﺝَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻘْﺮُﺃُ ﻓِﻴْﻪِ ﺳُﻮْﺭَﺓُ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓِ
“Sesungguhnya segala sesuatu ada puncaknya (punuknya) dan puncak dari Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah. Sungguh setan bila mendengar dibacakannya surah Al-Baqarah, ia akan keluar dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tersebut.” (HR. Al-Hakim, dihasankan Al-Albani t dalam Ash-Shahihah no. 588)
5. Banyak melakukan shalat nafilah/sunnah di rumah
Ibnu Umar menyampaikan bahwa Nabi n bersabda:
ﺍﺟْﻌَﻠُﻮْﺍ ﻣِﻦْ ﺻَﻼَﺗِﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮْﺗِﻜُﻢْ ﻭَﻻَ ﺗَﺘَّﺨِﺬُﻭْﻫَﺎ ﻗُﺒُﻮْﺭًﺍ
“Jadikanlah bagian dari shalat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Al-Bukhari no. 432 dan Muslim no. 1817)
Perlu waspada kepada peruqyah yang masih bisa melihat yang ghaib karena ada indikasi masih terkena gangguan jin ,sudah sering kita lihat banyak peruqyah yang tidak syar' i namun mengaku syar'iyyah sehingga banyak mendustakan para pasen serta hanya mencari sensasi saja.
Peruqyah yang kita kenal di dumay pun banyak yang tidak syariyyah namun mereka mengaku ruqyah nya syariyyah ,sampai sampai ngaku bisa melihat bayangan , sisik yang ghaib / menampakan , mereka tidak sadar klo itu gangguan jin, di anggap sebuah keistimewaan/ kelabihan yang di berikan oleh Allah , anak indigo pun mereka yakin itu kelabihan yang di berikan oleh Allah ,namun itu adakah makar syaiton yang di tujukan kepada Bani Adam sehingga mereka terlena dan lupa diri.
Allah memerintahkan kepada NabiNya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberitahukan kepada manusia bahwa tidak ada seorangpun di bumi maupun di langit yang mengetahui ilmu ghaib kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya orang yang mengaku mengetahui ilmu yang ghaib, maka ia telah mendustakan Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang khabar ini.
Kita tanyakan kepada mereka : Bagaimana mungkin kalian mengetahui yang ghaib, sedangkan Nabi saja tidak mengetahui ? Apakah kalian lebih mulia daripada Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam ? Jika mereka menjawab : “Kami lebih mulia daripada Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka mereka telah kafir karena ucapan itu. Jika mereka mengatakan : Bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih mulia, maka kami katakan : Kenapa Rasul tidak mengetahui yang ghaib, sedangkan kalian mengetahui ? Allah berfirman.
“Artinya : (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridahiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya” [Al-Jin : 26-27]
Kali ini lakukan ruqyah rumah sendiri dari pada menyuruh peruqyah yang abal abal sehingga tidak akan menjadi fitnah
Lakukan ruqyah rumah mandiri :
1. Meng-ucapkan salam ketika masuk rumah dan banyak berzikir, baik di rumah ada orang atau tidak.
Al-Imam An-Nawawi t berkata, “Disenangi seseorang mengucapkan bismillah dan banyak berzikir kepada Allah l serta mengucapkan salam, sama saja apakah dalam rumah itu ada manusia atau tidak, berdasarkan firman Allah l:
“Apabila kalian masuk ke rumah-rumah maka ucapkanlah salam (kepada penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri-diri kalian sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkahi lagi baik.” (An-Nur: 61) [Al-Adzkar, hal. 25]
2. Berzikir kepada Allah l ketika makan dan minum.
Jabir bin Abdillah c berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah n bersabda:
ﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺑَﻴْﺘَﻪُ ﻓَﺬَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺩُﺧُﻮْﻟِﻪِ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻃَﻌَﺎﻣِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ : ﻻَ ﻣَﺒِﻴْﺖَ ﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻻَ ﻋَﺸَﺎﺀَ . ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﻓَﻠَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺩُﺧُﻮْﻟِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ : ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺒِﻴْﺖَ . ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﺬْﻛُﺮِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋِﻨْﺪَ ﻃَﻌَﺎﻣِﻪِ ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺒِﻴْﺖَ ﻭَﺍﻟْﻌَﺸَﺎﺀَُ
Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu ia berzikir kepada Allah saat masuknya dan ketika hendak menyantap makanannya, berkatalah setan, “Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam.” Bila ia masuk rumah dalam keadaan tidak berzikir kepada Allah ketika masuknya, berkatalah setan, “Kalian mendapatkan tempat bermalam.” Bila ia tidak berzikir kepada Allah ketika makannya, berkatalah setan, “Kalian mendapatkan tempat bermalam sekaligus makan malam.” (HR. Muslim no. 5230)
3. Banyak membaca Al-Qur’an dalam rumah
Al-Qur’anul Karim akan mengharumkan rumah seorang muslim dan akan mengusir para setan. Abu Musa Al-Asy’ari z mengabarkan dari Nabi n:
ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﺄَﺗْﺮُﺟَّﺔِ، ﺭِﻳْﺤُﻬَﺎ ﻃَﻴِّﺐٌ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﻃَﻴِّﺐٌ . ﻭَﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻻَ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟﺘَّﻤْﺮَﺓِ، ﻻَ ﺭِﻳْﺢَ ﻟَﻬَﺎ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﺣُﻠْﻮٌ . ﻭَﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻖِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟﺮَّﻳْﺤَﺎﻧَﺔِ، ﺭِﻳْﺤُﻬَﺎ ﻃَﻴِّﺐٌ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﻣُﺮٌّ . ﻭَﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻖِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻻَ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟْﺤَﻨْﻈَﻠَﺔِ، ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻬَﺎ ﺭِﻳْﺢٌ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﻣُﺮٌّ
“Permisalan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah atrujah, baunya harum dan rasanya enak. Permisalan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak ada baunya namun rasanya manis. Adapun orang munafik yang membaca Al-Qur’an permisalannya seperti buah raihanah, baunya wangi tapi rasanya pahit. Sementara orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah hanzhalah, tidak ada baunya, rasanya pun pahit.” (HR. Al-Bukhari no. 5020 dan Muslim no. 1857)
4. Membaca surah Al-Baqarah dalam rumah
Bila engkau merasa di rumahmu demikian banyak masalah, tampak banyak penyimpangan dan anggota-anggotanya saling berselisih, maka ketahuilah setan hadir di rumahmu, maka bersungguh-sungguhlah mengusirnya. Bagaimanakah cara mengusirnya? Rasulullah n memberikan jawabannya dengan sabda beliau:
ﺇِﻥَّ ﻟِﻜُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺳَﻨَﺎﻣًﺎ، ﻭَﺳَﻨَﺎﻡُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﺳُﻮْﺭَﺓُ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓِ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺳَﻤِﻊَ ﺳُﻮْﺭَﺓَ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓِ ﺗُﻘْﺮَﺃُ ﺧَﺮَﺝَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻘْﺮُﺃُ ﻓِﻴْﻪِ ﺳُﻮْﺭَﺓُ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓِ
“Sesungguhnya segala sesuatu ada puncaknya (punuknya) dan puncak dari Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah. Sungguh setan bila mendengar dibacakannya surah Al-Baqarah, ia akan keluar dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tersebut.” (HR. Al-Hakim, dihasankan Al-Albani t dalam Ash-Shahihah no. 588)
5. Banyak melakukan shalat nafilah/sunnah di rumah
Ibnu Umar menyampaikan bahwa Nabi n bersabda:
ﺍﺟْﻌَﻠُﻮْﺍ ﻣِﻦْ ﺻَﻼَﺗِﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮْﺗِﻜُﻢْ ﻭَﻻَ ﺗَﺘَّﺨِﺬُﻭْﻫَﺎ ﻗُﺒُﻮْﺭًﺍ
“Jadikanlah bagian dari shalat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Al-Bukhari no. 432 dan Muslim no. 1817)
Berikut ini 14 pertanyaan untuk barat
Mualaf asal Jerman Pierre Vogel yg mengikrarkan syahadat pada tahun 2001 melontarkan beberapa pertanyaan kepada dunia barat yg selama ini menuduh Islam identik dengan Teroris.
Berikut ini 14 pertanyaan yg disampaikan Pierre dalam sebuah ceramahnya sebagaimana dilansir pijar.net, untuk menjawab tuduhan Ketika Islam dituduh sebagai agama Teroris:
Siapakan yg selalu menjajah sebuah negara damai, aman, tenteram hanya untuk kepentingan ekspansi?
Siapakah yg menyulut perang dunia pertama?
Siapakah yg menyulut perang dunia kedua?
Siapa yg selalu menyiarkan sebuah ajaran agama dgn cara menjajahnya terlebih dahulu?
Siapakah yg menjatuhkan bom atom atas Hiroshima dengan keji, tidak berperikemanusiaan, dan mengorbankan jutaan rakyat sipil?
Siapakah yg membantai 20 juta suku Aborigin di Australia?
Siapakah yg membantai lebih dari 100 juta suku indian merah di Benua Utara Amerika?
Siapakah yg membantai lebih dari lebih dari 50 juta Indian merah di benua Selatan Amerika?
Siapakah yg menjadikan lebih dari 150 juta manusia dari Afrika sebagai budak (apartheid), Diantara 77 % dari mereka mati di perjalanan dan dikubur di lautan Atlantik?
Siapa yang selalu tertarik untuk menguasai serta “merampas” minyak suatu negara baik dgn cara mengadu domba negara tersebut, mendanai oposisinya, menyebar fitnah bom, membuat negara tersebut tak kunjung ada kedamaian?
Siapa renternir dunia (IMF) yang justru membuat negara pasiennya jadi tambah sengsara dgn system busuk dan kejinya? (Salah satunya Indonesia)
Siapa pelaku dan pendukung penjajahan, perampasan lahan masyarakat, pembantaian warga Palestina dari tahun 1948 hingga sekarang?
Siapa pelaku & pendukung krisis dibeberapa negara dgn cara membuat nilai dollar (dengan cara licik) menjadi tinggi hingga negara tersebut tidak sanggup membayar utang dollar & harus menjual berbagai asetnya?
Siapa pelaku yg selalu menghina dan melecehkan sebuah ajaran agama baik dgn menghina tokoh agamanya atau membakar kitabnya?
Dari 14 pertanyaan tersebut sama sekali bukan negara Islam maupun orang Islam yg melakukanya. .
Tag 5 Muslim Lainnya agar Islam tidak selalu Menjadi Kambing Hitam dari Teori Korporasi Kafir
.
Berikut ini 14 pertanyaan yg disampaikan Pierre dalam sebuah ceramahnya sebagaimana dilansir pijar.net, untuk menjawab tuduhan Ketika Islam dituduh sebagai agama Teroris:
Siapakan yg selalu menjajah sebuah negara damai, aman, tenteram hanya untuk kepentingan ekspansi?
Siapakah yg menyulut perang dunia pertama?
Siapakah yg menyulut perang dunia kedua?
Siapa yg selalu menyiarkan sebuah ajaran agama dgn cara menjajahnya terlebih dahulu?
Siapakah yg menjatuhkan bom atom atas Hiroshima dengan keji, tidak berperikemanusiaan, dan mengorbankan jutaan rakyat sipil?
Siapakah yg membantai 20 juta suku Aborigin di Australia?
Siapakah yg membantai lebih dari 100 juta suku indian merah di Benua Utara Amerika?
Siapakah yg membantai lebih dari lebih dari 50 juta Indian merah di benua Selatan Amerika?
Siapakah yg menjadikan lebih dari 150 juta manusia dari Afrika sebagai budak (apartheid), Diantara 77 % dari mereka mati di perjalanan dan dikubur di lautan Atlantik?
Siapa yang selalu tertarik untuk menguasai serta “merampas” minyak suatu negara baik dgn cara mengadu domba negara tersebut, mendanai oposisinya, menyebar fitnah bom, membuat negara tersebut tak kunjung ada kedamaian?
Siapa renternir dunia (IMF) yang justru membuat negara pasiennya jadi tambah sengsara dgn system busuk dan kejinya? (Salah satunya Indonesia)
Siapa pelaku dan pendukung penjajahan, perampasan lahan masyarakat, pembantaian warga Palestina dari tahun 1948 hingga sekarang?
Siapa pelaku & pendukung krisis dibeberapa negara dgn cara membuat nilai dollar (dengan cara licik) menjadi tinggi hingga negara tersebut tidak sanggup membayar utang dollar & harus menjual berbagai asetnya?
Siapa pelaku yg selalu menghina dan melecehkan sebuah ajaran agama baik dgn menghina tokoh agamanya atau membakar kitabnya?
Dari 14 pertanyaan tersebut sama sekali bukan negara Islam maupun orang Islam yg melakukanya. .
Tag 5 Muslim Lainnya agar Islam tidak selalu Menjadi Kambing Hitam dari Teori Korporasi Kafir
.
Baca Doa Ini Ketika Bertengkar dengan Pasangan
Putri Octavia
Perasaan marah atau emosi tentu dimiliki oleh semua orang, tidak terkecuali pasangan suami istri. Akan tetapi mereka berusaha untuk mengurangi bahkan menghindari perasaan tersebut muncul agar hubungannya baik-baik saja.
Akan tetapi pada kenyataannya perasaan emosi bisa terjadi kapan saja. Ada banyak alasan yang bisa menyulut terjadinya emosi dalam sebuah hubungan. Mulai dari salah paham, kekurangan uang belanja hingga cemburu yang berlebihan.
Biasanya masalah-masalah seperti ini bisa menyebabkan pertengkaran dan hubungan menjadi renggang. Untuk menghindari hal tersebut, ternyata di dalam agama Islam telah diajarkan tentang doa yang bisa dibaca ketika sedang bertengkar dengan pasangan. Bagaimana bacaan doa tersebut? Berikut informasinya.
Ketika sedang bertengkar dengan pasangan, berusahalah untuk terus bersabar dan jangan sampai tersulut emosi yang berlebihan. Selain itu, bacalah doa berikut ini saat bertengkar dengan pasangan:
“A’uudzu billaahi minasy syaithaanirr rajiim. Allaahummaghfir lii dzanbii wa adzhib ghaidza qalbii wa ajirnii minasy syaithaanir rajiim.”
Artinya: “Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk. Ya Allah, ampunilah dosaku dan hilangkanlah kepanasan hatiku dan lepaskanlah aku dari setan yang terkutuk.” (HR. Bukhari Muslim).
Menurut riwayat Ibnu Sunni, Aisyah pada suatu hari sedang marah, maka Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Ya Aisyah, bacalah olehmu zikir ini (diatas) supaya hilang kemarahanmu.”
Menurut riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah Saw. berkata kepada salah seorang sahabat yang kala itu sedang memuncak kemarahannya, “Saya memiliki kalimat yang kalau dibaca maka hilanglah kemarahanmu, yaitu ta’awwudz ini (doa diatas).”
Selain membaca doa di atas, berusahalah untuk mengalah dan jangan mengedepankan ego masing-masing. Sebab ketika keduanya sama-sama egois, hal buruk berpotensi dapat terjadi pada hubungan anda dan pasangan.
Hindari pula kata-kata yang memaki ataupun menyakitkan lainnya, sebab hal ini bisa saja membuat pasangan menjadi sedih dan kecewa dengan sikap emosi anda yang terlalu berlebihan tersebut. Berusahalah untuk selalu menjadi pendengar yang baik ketika sedang bertengkar dan perbanyaklah introspeksi diri.
Demikianlah ulasan mengenai doa yang harus dibaca ketika pasangan sedang bertengkar. Belajarlah untuk selalu mengontrol emosi dan amarah, agar hubungan yang sudah dibina itu berjalan dengan baik dan jika terjadi masalah maka selesaikanlah dengan hati yang dingin dan pikiran yang tenang.
Perasaan marah atau emosi tentu dimiliki oleh semua orang, tidak terkecuali pasangan suami istri. Akan tetapi mereka berusaha untuk mengurangi bahkan menghindari perasaan tersebut muncul agar hubungannya baik-baik saja.
Akan tetapi pada kenyataannya perasaan emosi bisa terjadi kapan saja. Ada banyak alasan yang bisa menyulut terjadinya emosi dalam sebuah hubungan. Mulai dari salah paham, kekurangan uang belanja hingga cemburu yang berlebihan.
Biasanya masalah-masalah seperti ini bisa menyebabkan pertengkaran dan hubungan menjadi renggang. Untuk menghindari hal tersebut, ternyata di dalam agama Islam telah diajarkan tentang doa yang bisa dibaca ketika sedang bertengkar dengan pasangan. Bagaimana bacaan doa tersebut? Berikut informasinya.
Ketika sedang bertengkar dengan pasangan, berusahalah untuk terus bersabar dan jangan sampai tersulut emosi yang berlebihan. Selain itu, bacalah doa berikut ini saat bertengkar dengan pasangan:
“A’uudzu billaahi minasy syaithaanirr rajiim. Allaahummaghfir lii dzanbii wa adzhib ghaidza qalbii wa ajirnii minasy syaithaanir rajiim.”
Artinya: “Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk. Ya Allah, ampunilah dosaku dan hilangkanlah kepanasan hatiku dan lepaskanlah aku dari setan yang terkutuk.” (HR. Bukhari Muslim).
Menurut riwayat Ibnu Sunni, Aisyah pada suatu hari sedang marah, maka Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Ya Aisyah, bacalah olehmu zikir ini (diatas) supaya hilang kemarahanmu.”
Menurut riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah Saw. berkata kepada salah seorang sahabat yang kala itu sedang memuncak kemarahannya, “Saya memiliki kalimat yang kalau dibaca maka hilanglah kemarahanmu, yaitu ta’awwudz ini (doa diatas).”
Selain membaca doa di atas, berusahalah untuk mengalah dan jangan mengedepankan ego masing-masing. Sebab ketika keduanya sama-sama egois, hal buruk berpotensi dapat terjadi pada hubungan anda dan pasangan.
Hindari pula kata-kata yang memaki ataupun menyakitkan lainnya, sebab hal ini bisa saja membuat pasangan menjadi sedih dan kecewa dengan sikap emosi anda yang terlalu berlebihan tersebut. Berusahalah untuk selalu menjadi pendengar yang baik ketika sedang bertengkar dan perbanyaklah introspeksi diri.
Demikianlah ulasan mengenai doa yang harus dibaca ketika pasangan sedang bertengkar. Belajarlah untuk selalu mengontrol emosi dan amarah, agar hubungan yang sudah dibina itu berjalan dengan baik dan jika terjadi masalah maka selesaikanlah dengan hati yang dingin dan pikiran yang tenang.
Jangan Pernah Minta Izin Makhluk Ghaib Ketika melewati Tempat Seram
Naudzubillah…. Jangan Pernah Minta Izin Makhluk Ghaib Ketika melewati Tempat Seram!!!!
Putri Octavia
Rafi bin Umair at Tamimi adalah seorang sahabat yang berasal dari kabilah Bani Tamim. Kisah keislamannya termasuk unik, karena berawal dari sebuah mimpi ketika ia tertidur di padang pasir yang luas.
Suatu ketika Rafi sedang melakukan perjalanan menembus padang pasir yang luas. Jika siang harinya sangat panas membakar, ia melakukan perjalanan pada malam hari, dan ia beristirahat sambil berteduh di bawah pepohonan atau bayang-bayang batuan besar. Pada suatu malam, ketika ia tiba di suatu lembah yang bernama Ramal ‘Alij, ia merasakan kantuk yang tidak tertahankan, karena itu ia turun dari untanya dan bermaksud tidur sebentar sampai kantuknya hilang. Seperti kebiasaan para musafir jahiliah, sebelum tidur ia berdoa, “Aku berlindung kepada penunggu/penguasa lembah ini dari gangguan jin!!”
Belum lama tertidur, ia bermimpi melihat seorang laki-laki membawa tombak yang akan ditusukkan ke tulang rusuk untanya. Tentu saja ia kaget dan tiba-tiba terbangun, ia melihat ke kanan-kirinya, dan ia tidak melihat apa-apa, untanya-pun keadaannya baik-baik saja. Karena kantuknya belum hilang, ia meneruskan tidurnya.
Sesaat tertidur, sekali lagi ia bermimpi yang sama seperti sebelumnya, dan ia tersentak bangun. Kali ini ia melihat untanya berontak, dan seorang lelaki yang membawa tombak seperti yang terlihat pada mimpinya sedang berusaha menyerang untanya. Tetapi seorang lelaki tua memeganginya dan berusaha menghalangi niatnya. Keduanya tampak bertengkar dan berdebat keras, sampai tiba-tiba datang tiga ekor banteng (sapi liar) menghampiri mereka. Orang tua itu berkata, “Ambillah salah satu banteng ini sebagai pengganti dari unta milik manusia yang ingin engkau ambil, sesungguhnya ia dalam perlindunganku!!”
Lelaki yang membawa tombak itu memilih salah satu dari tiga banteng tersebut dan berlalu pergi. Si orang tua berpaling kepada Rafi dan berkata, “Hai manusia, jika engkau beristirahat di suatu lembah, dan engkau merasa ngeri dengan seramnya lembah itu, maka katakanlah : Aku berlindung kepada Tuhannya Muhammad dari seramnya lembah ini!! Janganlah engkau meminta perlindungan kepada jin atau siapapun dari penghuni lembah itu, sesungguhnya hal itu adalah perkara yang bathil!!”
Rafi berkata, “Siapakah Muhammad itu!!”
Orang tua berkata, “Dia adalah seorang nabi berbangsa Arab, dia bukan dari timur dan bukan pula dari barat, dan diutus sebagai rasul pada hari senin!!”
Maksudnya dari timur, adalah Persia dan dari barat adalah Romawi. Dua kerajaan besar itulah yang saat itu menjangkau ke wilayah Arab. Di bagian timur dan selatan, yakni Yaman dan sekitarnya termasuk kekuasaan Kisra Persia, dan di wilayah barat dan utara seperti Syam, Palestina, Mesir dan sekitarnya termasuk kekuasaan Kaisar Romawi.
“Dimanakah tempat tinggalnya?” Tanya Rafi lagi.
“Di Kota Yatsrib, yang banyak pohon kurmanya!!” Kata lelaki tua itu.
Sebelum sempat berkata dan menanyakan sesuatu lagi, lelaki tua itu hilang dari pandangannya. Rafi membatalkan tujuan perjalanannya, dan ia memacu tunggangannya menuju Yatsrib yang saat itu namanya telah berubah menjadi Madinah.
Setibanya di sana, ia menanyakan tentang Nabi SAW dan mereka menunjukkan tempatnya di masjid. Ia segera menuju Masjid Nabi, dan melihat kedatangannya, Nabi SAW langsung menyambutnya dengan gembira. Sebelum sempat ia menceritakan pengalamannya, beliau yang terlebih dahulu menceritakan apa yang dialaminya, dan menyatakan kalau dua orang yang dilihatnya itu adalah dari bangsa jin. Lelaki tua yang melindunginya itu adalah jin yang telah memeluk Islam.
Nabi SAW menceritakan tentang risalah Islam, dan menyeru Rafi untuk mengikutinya, dan tanpa banyak pertimbangan lagi ia memenuhi ajakan beliau tersebut memeluk Islam. Sungguh keislamannya merupakan berkah dari dakwah tidak langsung dari jin penghuni lembah Ramal ‘Alij, di tengah belantara padang pasir yang luas.
Putri Octavia
Rafi bin Umair at Tamimi adalah seorang sahabat yang berasal dari kabilah Bani Tamim. Kisah keislamannya termasuk unik, karena berawal dari sebuah mimpi ketika ia tertidur di padang pasir yang luas.
Suatu ketika Rafi sedang melakukan perjalanan menembus padang pasir yang luas. Jika siang harinya sangat panas membakar, ia melakukan perjalanan pada malam hari, dan ia beristirahat sambil berteduh di bawah pepohonan atau bayang-bayang batuan besar. Pada suatu malam, ketika ia tiba di suatu lembah yang bernama Ramal ‘Alij, ia merasakan kantuk yang tidak tertahankan, karena itu ia turun dari untanya dan bermaksud tidur sebentar sampai kantuknya hilang. Seperti kebiasaan para musafir jahiliah, sebelum tidur ia berdoa, “Aku berlindung kepada penunggu/penguasa lembah ini dari gangguan jin!!”
Belum lama tertidur, ia bermimpi melihat seorang laki-laki membawa tombak yang akan ditusukkan ke tulang rusuk untanya. Tentu saja ia kaget dan tiba-tiba terbangun, ia melihat ke kanan-kirinya, dan ia tidak melihat apa-apa, untanya-pun keadaannya baik-baik saja. Karena kantuknya belum hilang, ia meneruskan tidurnya.
Sesaat tertidur, sekali lagi ia bermimpi yang sama seperti sebelumnya, dan ia tersentak bangun. Kali ini ia melihat untanya berontak, dan seorang lelaki yang membawa tombak seperti yang terlihat pada mimpinya sedang berusaha menyerang untanya. Tetapi seorang lelaki tua memeganginya dan berusaha menghalangi niatnya. Keduanya tampak bertengkar dan berdebat keras, sampai tiba-tiba datang tiga ekor banteng (sapi liar) menghampiri mereka. Orang tua itu berkata, “Ambillah salah satu banteng ini sebagai pengganti dari unta milik manusia yang ingin engkau ambil, sesungguhnya ia dalam perlindunganku!!”
Lelaki yang membawa tombak itu memilih salah satu dari tiga banteng tersebut dan berlalu pergi. Si orang tua berpaling kepada Rafi dan berkata, “Hai manusia, jika engkau beristirahat di suatu lembah, dan engkau merasa ngeri dengan seramnya lembah itu, maka katakanlah : Aku berlindung kepada Tuhannya Muhammad dari seramnya lembah ini!! Janganlah engkau meminta perlindungan kepada jin atau siapapun dari penghuni lembah itu, sesungguhnya hal itu adalah perkara yang bathil!!”
Rafi berkata, “Siapakah Muhammad itu!!”
Orang tua berkata, “Dia adalah seorang nabi berbangsa Arab, dia bukan dari timur dan bukan pula dari barat, dan diutus sebagai rasul pada hari senin!!”
Maksudnya dari timur, adalah Persia dan dari barat adalah Romawi. Dua kerajaan besar itulah yang saat itu menjangkau ke wilayah Arab. Di bagian timur dan selatan, yakni Yaman dan sekitarnya termasuk kekuasaan Kisra Persia, dan di wilayah barat dan utara seperti Syam, Palestina, Mesir dan sekitarnya termasuk kekuasaan Kaisar Romawi.
“Dimanakah tempat tinggalnya?” Tanya Rafi lagi.
“Di Kota Yatsrib, yang banyak pohon kurmanya!!” Kata lelaki tua itu.
Sebelum sempat berkata dan menanyakan sesuatu lagi, lelaki tua itu hilang dari pandangannya. Rafi membatalkan tujuan perjalanannya, dan ia memacu tunggangannya menuju Yatsrib yang saat itu namanya telah berubah menjadi Madinah.
Setibanya di sana, ia menanyakan tentang Nabi SAW dan mereka menunjukkan tempatnya di masjid. Ia segera menuju Masjid Nabi, dan melihat kedatangannya, Nabi SAW langsung menyambutnya dengan gembira. Sebelum sempat ia menceritakan pengalamannya, beliau yang terlebih dahulu menceritakan apa yang dialaminya, dan menyatakan kalau dua orang yang dilihatnya itu adalah dari bangsa jin. Lelaki tua yang melindunginya itu adalah jin yang telah memeluk Islam.
Nabi SAW menceritakan tentang risalah Islam, dan menyeru Rafi untuk mengikutinya, dan tanpa banyak pertimbangan lagi ia memenuhi ajakan beliau tersebut memeluk Islam. Sungguh keislamannya merupakan berkah dari dakwah tidak langsung dari jin penghuni lembah Ramal ‘Alij, di tengah belantara padang pasir yang luas.
Panggilan 'sayang' untuk istri
"Hallo selamat pagi, sayang?”. Bukankah kalimat tersebut terdengar manis dan hangat di telinga Anda? Panggilan “Sayang”, menurut peneliti, memiliki efek positif signifikan di otak wanita.
Panggilan mesra
tersebut efektif dalam melepas hormon oksitosin di tubuh wanita yang menghasilkan perasaan bahagia dan hangat.
Selain itu, wanita yang sering dipanggil “Sayang”, ditemukan jarang mengalami stres dan lebih ikhlas dalam menghadapi segala tantangan hidup.
Oleh karena itu, “Sayang” dianggap sebagai kata positif yang memberikan dampak baik pada wanita. Menurut paparan di Psychology Today, panggilan “Sayang” pada wanita menciptakan perasaan aman dan nyaman. Mereka pun jadi lebih percaya diri dalam beraktivitas.
“Sensasi sensual dibalik panggilan ‘Sayang’ menciptakan dopamine yang membuat kecanduan mendengar panggilan tersebut. Lalu, efek neurochemicals seperti oksitosin dan vasotosin, hormon cinta, membantu pasangan untuk membangun hubungan yang penuh cinta, kasih, dan loyalitas,” jelas laporan Psychology Today.
Berdasarkan Tech Knowledge, kata-kata positif dan negatif, memiliki efek terhadap energy tubuh, termasuk semangat dan motivasi.
Orang yang sering mendengar kata “Tidak” cenderung lebih mudah stres, ketimbang mereka yang mendengar kata “Ya” dan “Sayang”.
Sebuah laporan yang dipublikasikan oleh Harvard Law School mempelajari efek dari kata positif dan negatif.
Menurut studi, gambar-gambar indah yang disertakan kata negatif, akan memberikan pengaruh buruk pada pilihan orang yang melihatnya.
Oleh karena itu, banyak karyawan profesional yang sangat berhati-hati dalam pemilihan kata untuk materi presentasi. Mereka menghindari menggunakan kata negatif, dan menggantinya dengan kata penolakan yang lebih diplomatis.
So, sering-seringlah memanggil pasanganmu dengan kata "Sayang..", agar dia terus merasa BAHAGIA. Bukankah membahagiakan pasangan akan menambah rezeki?
Panggilan mesra
tersebut efektif dalam melepas hormon oksitosin di tubuh wanita yang menghasilkan perasaan bahagia dan hangat.
Selain itu, wanita yang sering dipanggil “Sayang”, ditemukan jarang mengalami stres dan lebih ikhlas dalam menghadapi segala tantangan hidup.
Oleh karena itu, “Sayang” dianggap sebagai kata positif yang memberikan dampak baik pada wanita. Menurut paparan di Psychology Today, panggilan “Sayang” pada wanita menciptakan perasaan aman dan nyaman. Mereka pun jadi lebih percaya diri dalam beraktivitas.
“Sensasi sensual dibalik panggilan ‘Sayang’ menciptakan dopamine yang membuat kecanduan mendengar panggilan tersebut. Lalu, efek neurochemicals seperti oksitosin dan vasotosin, hormon cinta, membantu pasangan untuk membangun hubungan yang penuh cinta, kasih, dan loyalitas,” jelas laporan Psychology Today.
Berdasarkan Tech Knowledge, kata-kata positif dan negatif, memiliki efek terhadap energy tubuh, termasuk semangat dan motivasi.
Orang yang sering mendengar kata “Tidak” cenderung lebih mudah stres, ketimbang mereka yang mendengar kata “Ya” dan “Sayang”.
Sebuah laporan yang dipublikasikan oleh Harvard Law School mempelajari efek dari kata positif dan negatif.
Menurut studi, gambar-gambar indah yang disertakan kata negatif, akan memberikan pengaruh buruk pada pilihan orang yang melihatnya.
Oleh karena itu, banyak karyawan profesional yang sangat berhati-hati dalam pemilihan kata untuk materi presentasi. Mereka menghindari menggunakan kata negatif, dan menggantinya dengan kata penolakan yang lebih diplomatis.
So, sering-seringlah memanggil pasanganmu dengan kata "Sayang..", agar dia terus merasa BAHAGIA. Bukankah membahagiakan pasangan akan menambah rezeki?
Waspadai Stres di Awal Pernikahan
Sahabat Ummi, alih-alih penuh bunga, masa awal pernikahan bisa jadi penuh duri. Ada banyak kenyataan yang ternyata tak sesuai harapan.
Banyak yang bilang tahun-tahun pertama pernikahan adalah masa terberat yang dihadapi setiap pasangan. Kehidupan baru yang berbeda dengan kehidupan semasa lajang tak ayal membuat gamang. Belum lagi permasalahan lain yang mesti dihadapi setelah pesta pernikahan. Maka, stres bisa menjadi bagian romantika semasa bulan madu.
Wajar dan Mesti Dihadapi
“Kondisi ini wajar sekali terjadi. Ibarat sedang masuk ke lingkungan baru, kita membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri,” kataNurindah Fitria, M.Psi, dosen dan psikolog di Fakultas Psikologi Universitas Yarsi, Jakarta.
Baca juga: 5 Tahun Awal Pernikahan Merupakan Masa Terberat, Ini Alasannya!
Nurindah menjelaskan, ada bebeberapa penyebab munculnya stres di awal pernikahan. Yang utama, penyesuaian diri dengan peran baru, yaitu sebagai seorang istri atau suami plus peran sebagai menantu. Bila tak lama setelah menikah langsung terjadi kehamilan, maka adaptasi berikutnya yang harus pula dijalani adalah peran sebagai calon orangtua.
Harapan-harapan yang muncul dari masing-masing pasangan juga berpotensi menimbulkan stres. Setiap orang pasti memiliki harapan ideal tertentu sebelum pernikahan, baik terhadap pasangan maupun diri sendiri. Namun, harapan tak selalu sesuai kenyataan. Sosok pasangan bisa jadi berbeda dengan apa yang kita harapkan.
Begitu pula harapan terhadap diri sendiri, yang ingin tampil sempurna di hadapan pasangan. Padahal setiap orang punya keterbatasan dan jauh dari sempurna. “Ketika kita tidak dapat melakukan hal yang sempurna menurut kita untuk pasangan, ini akan menjadi beban bagi diri sendiri,” ujar Nurindah yang mendapat gelar master dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.
Ditegaskan Nurindah, tak hanya pihak istri yang dapat mengalami stres di awal pernikahan, suami pun bisa. Hanya saja cara mengatasi stres (coping stress) yang berbeda antara laki-laki dan perempuan akan memberi kesan yang berbeda pula.
Perempuan biasanya mengatasi stres dengan fokus pada pengelolaan emosi (emotional focused coping). Misalnya, meluapkan emosi dengan marah dan menangis. Inilah gejala stres yang paling dikenali. Belanja atau merawat diri ke salon juga merupakan cara sebagian perempuan untuk meredakan stres.
Sedangkan lelaki umumnya mengatasi stres dengan langsung mengatasi masalahnya (problem focused coping). Cara yang dilakukannya, antara lain, dengan bekerja lebih keras untuk menyesuaikan diri dengan peran barunya sebagai suami. Dengan cara itu stresnya bisa berkurang, sehingga terlihat lelaki seolah tak mengalami stres pasca pernikahan.
Stres tentu membuat tak nyaman. Sayangnya, stres tidak bisa dicegah. Namun, bisa diantisipasi. Idealnya, sebelum menikah bukan hanya pesta pernikahan yang harus dipersiapkan, tapi juga mental menghadapi pernikahan. Pasangan perlu mendapatkan gambaran tentang kehidupan pernikahan. Karena itu, akan sangat membantu bila pasangan yang hendak menikah mengikuti layanan konseling pra nikah.
Kemampuan Bertahan
Stres karena proses adaptasi bisa berlangsung lama atau sebentar tergantung pada karakteristik kepribadian yang dimiliki masing-masing pasangan. “Kunci penyesuaian yang cepat adalah sikap keterbukaan terhadap pasangan. Semakin terbuka diri kita, penyesuaian diri pun akan semakin cepat,” jelas Nurindah. Tentunya keterbukaan dilakukan oleh kedua pihak, bukan hanya salah satunya. Singkirkan rasa egois, lalu kedepankan kepentingan bersama, maka penyesuaian lebih cepat terwujud.
Yang perlu diingat, segeralah atasi stres-stres kecil yang bisa terjadi setiap hari agar tidak bertumpuk terus-menerus menjadi stres yang sulit diatasi. Sebelum menikah pun kita kerap mengalami stres-stres kecil dalam keseharian. Maka kemampuan kita mengatasi stres itu sebelum menjadi besar bisa pula digunakan saat mengalami stres pasca pernikahan.
Kemampuan mengatasi stres juga dipengaruhi oleh kemampuan bertahan secara psikologis (psychological hardiness) yang dimiliki masing-masing individu. Mereka yang memiliki kemampuan bertahan yang baik adalah individu yang menyukai tantangan, memiliki komitmen, dan memiliki kendali atas apa yang dihadapi. Berbagai perbedaan yang ditemui dalam pernikahan menjadi tantangan yang harus dihadapi demi komitmen pernikahan. Stres besar maupun kecil dalam pernikahan akan mudah saja diatasi.
Namun, dalam kondisi tertentu stres yang dialami pasangan yang baru menikah perlu penanganan segera. Misalnya saja bila pertengkaran terjadi terus-menerus sepanjang pernikahan, munculnya masalah yang sulit diselesaikan oleh pasangan, dan sebagainya. Tentu harus dicari apa pemicu dan solusi atas masalah yang menimbulkan stres tersebut.
Asmawati
Wawancara: Nur Fitriyani
Membangun Komunikasi Pengantin Baru
Saling terbuka adalah kunci cepatnya proses adaptasi di awal pernikahan. Namun, keterbukaan tanpa disertai komunikasi yang efektif malah akan membuat masalah baru. Berikut beberapa cara membangun komunikasi efektif.
Redakan dulu amarah sebelum bicara. Jangan bicara saat diliputi kemarahan. Begitu pula saat pasangan marah, jangan balas dengan kemarahan.
Tunjukkan rasa hormat terhadap pendapat pandangan agar ia tak merasa direndahkan, walau mungkin kita tak setuju dengan pandangannya.
Gunakan pernyataan saya dalam mengutarakan perasaan. Jangan katakan, “Kamu menyakiti saya,” sebaiknya katakan, “Saya sedang marah kepadamu sekarang.”
Hindari menggunakan kata selalu atau tidak pernah. Misalnya, “Kamu tidak pernah mendengarkan saya.” Ini akan menyakiti pasangan.
Katakan secara spesifik apa yang tidak kita sukai. Jangan melebar ke mana-mana. Misalnya, “Saya kesal kamu tidak mendengarkan pendapat saya.”
Banyak yang bilang tahun-tahun pertama pernikahan adalah masa terberat yang dihadapi setiap pasangan. Kehidupan baru yang berbeda dengan kehidupan semasa lajang tak ayal membuat gamang. Belum lagi permasalahan lain yang mesti dihadapi setelah pesta pernikahan. Maka, stres bisa menjadi bagian romantika semasa bulan madu.
Wajar dan Mesti Dihadapi
“Kondisi ini wajar sekali terjadi. Ibarat sedang masuk ke lingkungan baru, kita membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri,” kataNurindah Fitria, M.Psi, dosen dan psikolog di Fakultas Psikologi Universitas Yarsi, Jakarta.
Baca juga: 5 Tahun Awal Pernikahan Merupakan Masa Terberat, Ini Alasannya!
Nurindah menjelaskan, ada bebeberapa penyebab munculnya stres di awal pernikahan. Yang utama, penyesuaian diri dengan peran baru, yaitu sebagai seorang istri atau suami plus peran sebagai menantu. Bila tak lama setelah menikah langsung terjadi kehamilan, maka adaptasi berikutnya yang harus pula dijalani adalah peran sebagai calon orangtua.
Harapan-harapan yang muncul dari masing-masing pasangan juga berpotensi menimbulkan stres. Setiap orang pasti memiliki harapan ideal tertentu sebelum pernikahan, baik terhadap pasangan maupun diri sendiri. Namun, harapan tak selalu sesuai kenyataan. Sosok pasangan bisa jadi berbeda dengan apa yang kita harapkan.
Begitu pula harapan terhadap diri sendiri, yang ingin tampil sempurna di hadapan pasangan. Padahal setiap orang punya keterbatasan dan jauh dari sempurna. “Ketika kita tidak dapat melakukan hal yang sempurna menurut kita untuk pasangan, ini akan menjadi beban bagi diri sendiri,” ujar Nurindah yang mendapat gelar master dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.
Ditegaskan Nurindah, tak hanya pihak istri yang dapat mengalami stres di awal pernikahan, suami pun bisa. Hanya saja cara mengatasi stres (coping stress) yang berbeda antara laki-laki dan perempuan akan memberi kesan yang berbeda pula.
Perempuan biasanya mengatasi stres dengan fokus pada pengelolaan emosi (emotional focused coping). Misalnya, meluapkan emosi dengan marah dan menangis. Inilah gejala stres yang paling dikenali. Belanja atau merawat diri ke salon juga merupakan cara sebagian perempuan untuk meredakan stres.
Sedangkan lelaki umumnya mengatasi stres dengan langsung mengatasi masalahnya (problem focused coping). Cara yang dilakukannya, antara lain, dengan bekerja lebih keras untuk menyesuaikan diri dengan peran barunya sebagai suami. Dengan cara itu stresnya bisa berkurang, sehingga terlihat lelaki seolah tak mengalami stres pasca pernikahan.
Stres tentu membuat tak nyaman. Sayangnya, stres tidak bisa dicegah. Namun, bisa diantisipasi. Idealnya, sebelum menikah bukan hanya pesta pernikahan yang harus dipersiapkan, tapi juga mental menghadapi pernikahan. Pasangan perlu mendapatkan gambaran tentang kehidupan pernikahan. Karena itu, akan sangat membantu bila pasangan yang hendak menikah mengikuti layanan konseling pra nikah.
Kemampuan Bertahan
Stres karena proses adaptasi bisa berlangsung lama atau sebentar tergantung pada karakteristik kepribadian yang dimiliki masing-masing pasangan. “Kunci penyesuaian yang cepat adalah sikap keterbukaan terhadap pasangan. Semakin terbuka diri kita, penyesuaian diri pun akan semakin cepat,” jelas Nurindah. Tentunya keterbukaan dilakukan oleh kedua pihak, bukan hanya salah satunya. Singkirkan rasa egois, lalu kedepankan kepentingan bersama, maka penyesuaian lebih cepat terwujud.
Yang perlu diingat, segeralah atasi stres-stres kecil yang bisa terjadi setiap hari agar tidak bertumpuk terus-menerus menjadi stres yang sulit diatasi. Sebelum menikah pun kita kerap mengalami stres-stres kecil dalam keseharian. Maka kemampuan kita mengatasi stres itu sebelum menjadi besar bisa pula digunakan saat mengalami stres pasca pernikahan.
Kemampuan mengatasi stres juga dipengaruhi oleh kemampuan bertahan secara psikologis (psychological hardiness) yang dimiliki masing-masing individu. Mereka yang memiliki kemampuan bertahan yang baik adalah individu yang menyukai tantangan, memiliki komitmen, dan memiliki kendali atas apa yang dihadapi. Berbagai perbedaan yang ditemui dalam pernikahan menjadi tantangan yang harus dihadapi demi komitmen pernikahan. Stres besar maupun kecil dalam pernikahan akan mudah saja diatasi.
Namun, dalam kondisi tertentu stres yang dialami pasangan yang baru menikah perlu penanganan segera. Misalnya saja bila pertengkaran terjadi terus-menerus sepanjang pernikahan, munculnya masalah yang sulit diselesaikan oleh pasangan, dan sebagainya. Tentu harus dicari apa pemicu dan solusi atas masalah yang menimbulkan stres tersebut.
Asmawati
Wawancara: Nur Fitriyani
Membangun Komunikasi Pengantin Baru
Saling terbuka adalah kunci cepatnya proses adaptasi di awal pernikahan. Namun, keterbukaan tanpa disertai komunikasi yang efektif malah akan membuat masalah baru. Berikut beberapa cara membangun komunikasi efektif.
Redakan dulu amarah sebelum bicara. Jangan bicara saat diliputi kemarahan. Begitu pula saat pasangan marah, jangan balas dengan kemarahan.
Tunjukkan rasa hormat terhadap pendapat pandangan agar ia tak merasa direndahkan, walau mungkin kita tak setuju dengan pandangannya.
Gunakan pernyataan saya dalam mengutarakan perasaan. Jangan katakan, “Kamu menyakiti saya,” sebaiknya katakan, “Saya sedang marah kepadamu sekarang.”
Hindari menggunakan kata selalu atau tidak pernah. Misalnya, “Kamu tidak pernah mendengarkan saya.” Ini akan menyakiti pasangan.
Katakan secara spesifik apa yang tidak kita sukai. Jangan melebar ke mana-mana. Misalnya, “Saya kesal kamu tidak mendengarkan pendapat saya.”
TERNYATA HIDUPKU CERMINAN DARI SHOLATKU
Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya : nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.
Hasan al-Bashri berkata :
.
"Apa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat."
Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.
Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?
"Hayya 'alas sholah ... hayya 'alal falaah ..." artinya : "Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan."
Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?
.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan sholat tepat pada waktunya. Semoga kita selalu mendapat Ridho & Pertolongan-Nya, Aamiin Aamiin Ya Robbal Aalamiin......
===============================
Hasan al-Bashri berkata :
.
"Apa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat."
Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.
Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?
"Hayya 'alas sholah ... hayya 'alal falaah ..." artinya : "Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan."
Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?
.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan sholat tepat pada waktunya. Semoga kita selalu mendapat Ridho & Pertolongan-Nya, Aamiin Aamiin Ya Robbal Aalamiin......
===============================
Jangan Takut Menikah Dengan Lelaki yang Miskin Harta
Wahai ukhti, jangan takut jika menikah dengan lelaki yang miskin harta, karena harta bisa dicari bersama setelah menikah.
Tapi takutlah menikah dengan lelaki yang miskin iman dan tanggung jawab, karena hal itu dapat membuatmu tidak akan nyaman didalam rumah tanggamu kelak.
Percayalah, saat kita menikah, maka Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rezeki dengan mudah, entah itu datangnya dari suami ataukah istri.
Allah SWT Berfirman: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32).
Percayalah, selama kita beriman dan bertaqwa dijalan Allah, maka sangat mudah bagi-Nya untuk mengabulkan segala doa-doa anak Adam, yang sedang meminta diberkahi karena telah menyempurnakan separuh Agamanya.
Mungkin saat awal menikah perabotan rumah belum kita miliki. Bahkan rumah pun masih sewa dan kendaraan masih menyicil.
Teruslah bersyukur, dan teruslah doakan kebaikan untuknya. Karena bisa jadi saat ini Allah memberi kita hidup serba pas pasan, bisa jadi esok, lusa, ataukah nanti, Allah SWT mengirimkan berbagai
kemudahan untuknya mendapat rejeki yang lebih.
Tidak ada yang sulit bagi Allah untuk mengubah rezeki seseorang.
Yakinlah, bahwa harta kekayaan, gelar, pangkat jabatan dan kejayaan di dunia hanyalah semu. Semua itu akan berakhir saat kita berbaring diatas dipan dan tertutup tanah.
Kebahagiaan yang sebenarnya itu adalah saat kita bersabar semasa di dunia dan bersyukur saat kita disatukan dengannya di Surga-Nya yang telah lama dirindukan.
Tapi takutlah menikah dengan lelaki yang miskin iman dan tanggung jawab, karena hal itu dapat membuatmu tidak akan nyaman didalam rumah tanggamu kelak.
Percayalah, saat kita menikah, maka Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rezeki dengan mudah, entah itu datangnya dari suami ataukah istri.
Allah SWT Berfirman: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32).
Percayalah, selama kita beriman dan bertaqwa dijalan Allah, maka sangat mudah bagi-Nya untuk mengabulkan segala doa-doa anak Adam, yang sedang meminta diberkahi karena telah menyempurnakan separuh Agamanya.
Mungkin saat awal menikah perabotan rumah belum kita miliki. Bahkan rumah pun masih sewa dan kendaraan masih menyicil.
Teruslah bersyukur, dan teruslah doakan kebaikan untuknya. Karena bisa jadi saat ini Allah memberi kita hidup serba pas pasan, bisa jadi esok, lusa, ataukah nanti, Allah SWT mengirimkan berbagai
kemudahan untuknya mendapat rejeki yang lebih.
Tidak ada yang sulit bagi Allah untuk mengubah rezeki seseorang.
Yakinlah, bahwa harta kekayaan, gelar, pangkat jabatan dan kejayaan di dunia hanyalah semu. Semua itu akan berakhir saat kita berbaring diatas dipan dan tertutup tanah.
Kebahagiaan yang sebenarnya itu adalah saat kita bersabar semasa di dunia dan bersyukur saat kita disatukan dengannya di Surga-Nya yang telah lama dirindukan.
Gaji Langsung Habis di Tanggal Muda
[Gaji Langsung Habis di Tanggal Muda]
Galau karena gaji langsung habis di tanggal muda? Untuk nafkah istri, bayar listrik, air, biaya pendidikan anak dan keperluan keluarga lainnya?
Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah, satu dinar yang engkau belanjakan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau belanjakan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau belanjakan untuk keluargamu. (HR. Muslim)
Sesungguhnya nafkah untuk istri dan anak merupakan sedekah, bahkan pahalanya lebih besar daripada sedekah lainnya.
Jadi.. jangan galau, jangan bersedih hati jika gajimu habis untuk menafkahi istri dan anak-anak. Sebab menafkahi istri dan anak-anak merupakan sedekah utama,
Apa yang engkau nafkahkan untuk makanmu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan anakmu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan istrimu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan pembantumu, ia juga dinilai sebagai sedekah bagimu. (HR. Ahmad)
Masya Allah
Masihkah dirimu galau?
(Diariesimage)
Oleh : Pusat Buku Sunnah
Bahkan jika anda berniat untuk menyebarkan kalimat ini, niatkanlah untuk kebaikan. Mudah-mudahan Allah menghilangkan untukmu kesulitan dari kesulitan-kesulitan dunia dan akhirat.
Galau karena gaji langsung habis di tanggal muda? Untuk nafkah istri, bayar listrik, air, biaya pendidikan anak dan keperluan keluarga lainnya?
Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah, satu dinar yang engkau belanjakan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau belanjakan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau belanjakan untuk keluargamu. (HR. Muslim)
Sesungguhnya nafkah untuk istri dan anak merupakan sedekah, bahkan pahalanya lebih besar daripada sedekah lainnya.
Jadi.. jangan galau, jangan bersedih hati jika gajimu habis untuk menafkahi istri dan anak-anak. Sebab menafkahi istri dan anak-anak merupakan sedekah utama,
Apa yang engkau nafkahkan untuk makanmu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan anakmu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan istrimu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan pembantumu, ia juga dinilai sebagai sedekah bagimu. (HR. Ahmad)
Masya Allah
Masihkah dirimu galau?
(Diariesimage)
Oleh : Pusat Buku Sunnah
Bahkan jika anda berniat untuk menyebarkan kalimat ini, niatkanlah untuk kebaikan. Mudah-mudahan Allah menghilangkan untukmu kesulitan dari kesulitan-kesulitan dunia dan akhirat.
Jangan berani bentak suami
Untuk Para Istri, Jangan Pernah Bentak Suami, Inilah Hukum Membentak Suami Menurut Islam,Tolong Sebarkan....!!!
Dalam kehidupan Rumah Tangga berlangsung sedikit perbedaan pendapat pada suami istri yaitu hal yang lumrah. dengan kondisi seperti apa pun seorang istri mesti memelankan suaranyaketika bicara dengan suaminya walaupun dia mengganggap gagasannya benar. Seorang suami yaitu orang yang paling mesti ditaati dan dihormati oleh istri. Seperti kita kenali kalau Rasulullah dalam beberapa haditsnya menunjukkan begitu tinggi kedudukan suami untuk istrinya :
“Seandai saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri utk sujud pada suaminya. ” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)
“Tidaklah layak untuk seorang manusia untuk sujud pada manusia yang lain. Kalau pantas/bisa untuk seorang untuk sujud pada seorang yang lain pasti saya perintahkan istri untuk sujud pada suaminya karena besarnya hak suaminya terhadapnya…” (HR. Ahmad)
“Dan sebaik-baik istri yaitu yang taat pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tak sukai membicarakan suatu hal yg tidak berguna, tak cerewet serta tak sukai bersuara hingar-bingar dan setia pada suaminya. ” (HR. An Nasa'i)
Bila suami berbuat salah atau salah, Jadi telah semestinya untuk sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan suara lemah lembut, tak membentak (bertemura keras), dan tak juga menyinggung perasaannya.
Sikap kasar istri pada suami –dan sebaliknya– menandakan kurangnya pengetahuan dan keburukan akhlak. Rasulullah SAW bersabda :
“Sebaik-baiknya wanita — untuk suami — adalah yang menyenangkan saat diliat, taat saat diperintah, dan tak menentang suaminya baik dalam hatinya serta tak membelanjakan (memakai) hartanya pada perkara yang dibenci suaminya” (H. R. Ahmad)
Sebagaimana anak dapat dikira durhaka pada orang tua, jadi istri dapat juga dikatakan durhaka pada suami saat berani membentaknya. Wallahu A'lam.
Bidadari Geram pada Istri yang Memarahi Suaminya
Bila seseorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, jadi beberapa bidadari di surga bakal geram pada istri yang memarahi suaminya.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya didunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari bakal berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu ; nyaris saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami” (HR. At-Tirmidzi)
Ini seharusnya jadi pelajaran untuk para istri tidak untuk mendzalimi suaminya. Saingannya berat, saingannya bukanlah lagi madumu atau yang lain. tetapi sainganmu yaitu bidadari yang Allah subhaanahu wa ta'ala mensifatkannya di dalam Al qur'an. Diantara sifatnya yaitu :
" Sebenarnya orang-orang yang bertaqwa memperoleh kemenangan, (yakni) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya. " (QS an-Naba' : 31-33)
" Sekianlah, dan Kami berikanlah pada mereka bidadari. " (QS. Ad-Dhukhan : 54)
" Mereka bertelekan diatas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. " (QS. At-Thur : 20)
" (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. " (QS. Ar-Rahman : 72)
" Didalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. " (QS. Ar-Rahman : 70)
" Sebenarnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan segera. 1 Dan kami menjadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. " (QS. Al-Waqi'ah : 35-37)
Hadits Abdullah ibnu Mas’ud Radiyallahu 'anhu :
“Kelompok pertama kalinya yang masuk surga, seakan muka mereka cahaya rembulan pada malam purnama. Grup kedua seperti bintang kejora yang paling baik di langit. Untuk setiap orang dari pakar surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya bisa terlihat dari balik daging dan perhiasannya, sebagaimana minuman merah bisa diliat di gelas putih. ” (HR. Thabrani dengan sanad shahih)
Nah beberapa istri, janganlah mendzalimi terlebih membentak suami kalian lagi. sainganmu bidadari loh!
Solusi Bila Memanglah Ingin Marah Pada Suami
Bila kemarahan menempa dan telah tidak tertahankan, tentunya tak dianjurkan untuk mengekspresikan lewat cara meledak-ledak di depan pasangan. Terlebih dengan cara membentak. Ada beberapa hal yang dapat kita kerjakan bila tengah ingin geram pada suami.
Hal yang pertama dilakukan yaitu katakan istighfar. Mohon ampunlah pada Allah. Istighfar bakal memperingan hati kita.
Setelah itu, klarifikasi secara detil duduk persoalan. jangan ikuti nafsu lantaran emosi bakal makin meluap-luap. Namun sebisa mungkin, tahanlah dahulu emosi.
Lantaran bicara dalam kondisi emosi cuma bakal memperburuk kondisi, lantaran terkadang kita menginginkan menumpahkan kekesalan, bahkan juga kekesalan yang sudah lalu.
Bila di rasa telah dapat mengendalikan diri, Ambil air wudhu lalu lakukan shalat dan berdoalah. Adukan semua masalah pada Allah. Semua kekesalan, kecewa, adukan saja. Dan tidak lupa, mintalah padaNya untuk diberikan jalan keluar.
Bila diri telah tenang, awalilah bicara dengan suami. Ingat, yang bakal dibicarakan yaitu dalam rangka mencari jalan keluar, bukanlah untuk menambahkan kericuhan. Tidak lupa, ada unsur saling menasehati dalam rumah tangga. Berikan nasehat pada pasangan atas kesalahan yang dikerjakan.
Semoga beberapa hal itu dapat makin mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah dalam rumah tangga kita. Aamiin
Dalam kehidupan Rumah Tangga berlangsung sedikit perbedaan pendapat pada suami istri yaitu hal yang lumrah. dengan kondisi seperti apa pun seorang istri mesti memelankan suaranyaketika bicara dengan suaminya walaupun dia mengganggap gagasannya benar. Seorang suami yaitu orang yang paling mesti ditaati dan dihormati oleh istri. Seperti kita kenali kalau Rasulullah dalam beberapa haditsnya menunjukkan begitu tinggi kedudukan suami untuk istrinya :
“Seandai saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri utk sujud pada suaminya. ” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)
“Tidaklah layak untuk seorang manusia untuk sujud pada manusia yang lain. Kalau pantas/bisa untuk seorang untuk sujud pada seorang yang lain pasti saya perintahkan istri untuk sujud pada suaminya karena besarnya hak suaminya terhadapnya…” (HR. Ahmad)
“Dan sebaik-baik istri yaitu yang taat pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tak sukai membicarakan suatu hal yg tidak berguna, tak cerewet serta tak sukai bersuara hingar-bingar dan setia pada suaminya. ” (HR. An Nasa'i)
Bila suami berbuat salah atau salah, Jadi telah semestinya untuk sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan suara lemah lembut, tak membentak (bertemura keras), dan tak juga menyinggung perasaannya.
Sikap kasar istri pada suami –dan sebaliknya– menandakan kurangnya pengetahuan dan keburukan akhlak. Rasulullah SAW bersabda :
“Sebaik-baiknya wanita — untuk suami — adalah yang menyenangkan saat diliat, taat saat diperintah, dan tak menentang suaminya baik dalam hatinya serta tak membelanjakan (memakai) hartanya pada perkara yang dibenci suaminya” (H. R. Ahmad)
Sebagaimana anak dapat dikira durhaka pada orang tua, jadi istri dapat juga dikatakan durhaka pada suami saat berani membentaknya. Wallahu A'lam.
Bidadari Geram pada Istri yang Memarahi Suaminya
Bila seseorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, jadi beberapa bidadari di surga bakal geram pada istri yang memarahi suaminya.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya didunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari bakal berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu ; nyaris saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami” (HR. At-Tirmidzi)
Ini seharusnya jadi pelajaran untuk para istri tidak untuk mendzalimi suaminya. Saingannya berat, saingannya bukanlah lagi madumu atau yang lain. tetapi sainganmu yaitu bidadari yang Allah subhaanahu wa ta'ala mensifatkannya di dalam Al qur'an. Diantara sifatnya yaitu :
" Sebenarnya orang-orang yang bertaqwa memperoleh kemenangan, (yakni) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya. " (QS an-Naba' : 31-33)
" Sekianlah, dan Kami berikanlah pada mereka bidadari. " (QS. Ad-Dhukhan : 54)
" Mereka bertelekan diatas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. " (QS. At-Thur : 20)
" (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. " (QS. Ar-Rahman : 72)
" Didalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. " (QS. Ar-Rahman : 70)
" Sebenarnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan segera. 1 Dan kami menjadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. " (QS. Al-Waqi'ah : 35-37)
Hadits Abdullah ibnu Mas’ud Radiyallahu 'anhu :
“Kelompok pertama kalinya yang masuk surga, seakan muka mereka cahaya rembulan pada malam purnama. Grup kedua seperti bintang kejora yang paling baik di langit. Untuk setiap orang dari pakar surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya bisa terlihat dari balik daging dan perhiasannya, sebagaimana minuman merah bisa diliat di gelas putih. ” (HR. Thabrani dengan sanad shahih)
Nah beberapa istri, janganlah mendzalimi terlebih membentak suami kalian lagi. sainganmu bidadari loh!
Solusi Bila Memanglah Ingin Marah Pada Suami
Bila kemarahan menempa dan telah tidak tertahankan, tentunya tak dianjurkan untuk mengekspresikan lewat cara meledak-ledak di depan pasangan. Terlebih dengan cara membentak. Ada beberapa hal yang dapat kita kerjakan bila tengah ingin geram pada suami.
Hal yang pertama dilakukan yaitu katakan istighfar. Mohon ampunlah pada Allah. Istighfar bakal memperingan hati kita.
Setelah itu, klarifikasi secara detil duduk persoalan. jangan ikuti nafsu lantaran emosi bakal makin meluap-luap. Namun sebisa mungkin, tahanlah dahulu emosi.
Lantaran bicara dalam kondisi emosi cuma bakal memperburuk kondisi, lantaran terkadang kita menginginkan menumpahkan kekesalan, bahkan juga kekesalan yang sudah lalu.
Bila di rasa telah dapat mengendalikan diri, Ambil air wudhu lalu lakukan shalat dan berdoalah. Adukan semua masalah pada Allah. Semua kekesalan, kecewa, adukan saja. Dan tidak lupa, mintalah padaNya untuk diberikan jalan keluar.
Bila diri telah tenang, awalilah bicara dengan suami. Ingat, yang bakal dibicarakan yaitu dalam rangka mencari jalan keluar, bukanlah untuk menambahkan kericuhan. Tidak lupa, ada unsur saling menasehati dalam rumah tangga. Berikan nasehat pada pasangan atas kesalahan yang dikerjakan.
Semoga beberapa hal itu dapat makin mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah dalam rumah tangga kita. Aamiin
MATTRAS PROTECTOR
Glamoure home matras protector merupakan pelindung kasur yang terbuat dari halusin dan katun CVC. Matras protector dibuat khusus untuk memberikan kenyamanan dan mampu mengurangi noda noda dalam spring bed anda, selain itu juga mampu berikan kenyamanan sehingga menambah kualitas dalam istirahat anda.
.
MATERIAL HALUSIN
Halusin merupakan material yang memberikan KEELASTISAN seperti material karet yang lentur dan nyaman sehingga bahan ini mampu memberikan keNYAMANAN pada tempat tidur anda.
.
FUNGSI MATRAS PROTECTOR
- Sebagai pelindung bed dari NODA KOTOR dan NODA AIR (BASAH) sehingga lebih menjaga kebersihan pada BED
- Dibuat dari bahan katun yang LEMBUT sehingga memberikan kualitas NYAMAN pada tidur anda.
- Terbuat dari bahan Halusin yang bersifat AWET dan KENYAL sehingga mampu meningkatkan KUALITAS TIDUR anda.
.
.
Karakteristik Matras Protector
- Matras Jahit berpola onion (dengan menggunakan mesin quilting) dengan ukuran jahitan ukuran tersebut maka dalam pencucian bisa menggunakan mesin dan TANPA MENGGUMPAL
- Matras dengan mengguanakan HALUSIN 10OZ dengan ketebalan 1-2 cm
- 4 KARET disetiap sudutnya dengan ketebalan MAKSIMAL 40cm dan dengan kualitas KARET 3M (KUALITAS PREMIUM) jadi awet walaupun sering dipake tidak mudah molor
- Bagian sampingnya ada finishing list sehingga memberikan KESAN MEWAH pada produk MATRAS PROTECTOR GLAMOURE HOME
- Mendapatkan Tas untuk Matras protector sehingga bisa digunakan untuk penyimpanan setelah dicuci.
.
SIZE MATTRES PROTECTOR
Size 100x200 Harga 320rb Diskon 20% TINGGAL 256rb
Size 120x200 Harga 325rb Diskon 20% TINGGAL 260rb
Size 160x200 Harga 370rb Diskon 20% TINGGAL 296rb
Size 180x200 Harga 375rb Diskon 20% TINGGAL 300rb
Size 200x200 Harga 385rb Diskon 20%
.
MATERIAL HALUSIN
Halusin merupakan material yang memberikan KEELASTISAN seperti material karet yang lentur dan nyaman sehingga bahan ini mampu memberikan keNYAMANAN pada tempat tidur anda.
.
FUNGSI MATRAS PROTECTOR
- Sebagai pelindung bed dari NODA KOTOR dan NODA AIR (BASAH) sehingga lebih menjaga kebersihan pada BED
- Dibuat dari bahan katun yang LEMBUT sehingga memberikan kualitas NYAMAN pada tidur anda.
- Terbuat dari bahan Halusin yang bersifat AWET dan KENYAL sehingga mampu meningkatkan KUALITAS TIDUR anda.
.
.
Karakteristik Matras Protector
- Matras Jahit berpola onion (dengan menggunakan mesin quilting) dengan ukuran jahitan ukuran tersebut maka dalam pencucian bisa menggunakan mesin dan TANPA MENGGUMPAL
- Matras dengan mengguanakan HALUSIN 10OZ dengan ketebalan 1-2 cm
- 4 KARET disetiap sudutnya dengan ketebalan MAKSIMAL 40cm dan dengan kualitas KARET 3M (KUALITAS PREMIUM) jadi awet walaupun sering dipake tidak mudah molor
- Bagian sampingnya ada finishing list sehingga memberikan KESAN MEWAH pada produk MATRAS PROTECTOR GLAMOURE HOME
- Mendapatkan Tas untuk Matras protector sehingga bisa digunakan untuk penyimpanan setelah dicuci.
.
SIZE MATTRES PROTECTOR
Size 100x200 Harga 320rb Diskon 20% TINGGAL 256rb
Size 120x200 Harga 325rb Diskon 20% TINGGAL 260rb
Size 160x200 Harga 370rb Diskon 20% TINGGAL 296rb
Size 180x200 Harga 375rb Diskon 20% TINGGAL 300rb
Size 200x200 Harga 385rb Diskon 20%
9 Suvenir Pernikahan yang Diam-Diam Bisa Mengecewakan Tamu Undangan. Yakin Mau Berikan?
Tirsari
Menjelang hari pernikahanmu dengan si dia pastilah akan ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari mencari gedung, katering, makeup artist, busana pengantin, sampai pada suvenir. Yap! Suvenir untuk para tamu undangan menjadi hal yang sangat perlu kamu pikirkan dan nggak boleh disepelekan.
Sebab, pada kenyataannya suvenir menjadi sesuatu yang diam-diam bisa membuat tamu undanganmu merasa kecewa. Untuk itu, kamu perlu benar-benar menyiapkannya dengan baik. Nah, untuk membantu kamu memilih suvenir yang tepat, Hipwee Wedding pun hadir dengan beberapa daftar suvenir yang bisa membuat tamu undanganmu kecewa.
Yuk, langsung cari tahu supaya kamu nggak memberikan kekecewaan di hari bahagiamu.
1. Memberikan kipas sebagai suvenirmu memang bagus, tapi pilihlah kipas yang kuat dan nggak gampang rusak
pilih kipas yang kuat, ya. :)) via www.victoriacoburg.pl
Suvenir pernikahan berupa kipas rasanya memang menjadi favorit bagi para pengantin. Selain harganya yang relatif murah dan praktis, kipas juga terasa manfaatnya saat para tamu undangan merasa gerah. Namun, untuk memberikan kipas rasanya kamu perlu memerhatikan dengan baik kualitas yang ada. Alasannya sederhana kok, supaya kipas itu nggak mengecewakan tamu undangan karena mudah rusak. Untuk itu, jangan asal pilih kipas sebagai suvenirmu, ya.
2. Alat manicure memang asyik jadi suvenir, tapi kalau nggak tajam alias tumpul kan jadi percuma
kalau nggak tajem kan sayang :( via hipwee.com
Peralatan manicure rasanya memang lucu dan asyik banget dijadikan suvenir. Selain kepraktisannya, itu akan menjadi sangat berguna bagi para tamu undanganmu. Namun, kamu perlu memikirkannya dengan matang perihal kegunaan alat itu nantinya. Dalam arti, alat manicure itu nggak tumpul sehingga bisa digunakan oleh mereka. Kalau nggak tajem kan akan percuma nggak bisa digunakan nantinya. Jadi, pastikan dengan baik ya, nggak salah lho kalau kamu minta sampelnya dulu pada penjualnya.
3. Memberikan mug sebagai suvenir bukan masalah kok, tapi rasanya agak kurang berguna kalau bentuknya terlalu kecil
mug-nya yang biasa aja~ via www.marcomario.com
Menjadikan mug sebagai suvenir rasanya menjadi ide yang menarik. Sebab, seperti nggak perlu diragukan lagi kalau itu akan begitu bermanfaat. Namun, mungkin kamu perlu memerhatikan ukuran dari mug itu sendiri. Kan sayang banget mug yang hanya muat air setegukan saja.
4. Gantungan kunci yang tertuliskan nama serta tanggal pernikahan dengan tulisan yang besar. Apa nggak bisa dibikin lebih simpel?
Nggak salah sih kalau kamu mau menjadikan gantungan kunci sebagai suvenir di hari bahagia kamu dan si dia. Bisa jadi itu menjadi hal sederhana yang berkesan, asal kamu tahu betul cara memilih desain yang baik. Maksudnya, kamu nggak perlu menghias gantungan kunci tersebut dengan ukiran nama serta tanggal pernikahan kamu dengan tulisan yang besar agar tidak jadi berlebihan. Kalau kamu ingin menuliskannya, cukup kok dengan ukiran yang kecil dan sederhana, rasanya itu akan membuatnya lebih terlihat manis.
5. Suvenir berupa hiasan rumah agaknya juga kurang pas untuk diberikan pada para tamu undangan
hiasan dinding~ via www.hipwee.com
Jika kamu berpikir untuk memberikan suvenir berupa hiasan rumah atau hiasan dinding, sebaiknya dipikirkan lagi. Sebab, agaknya kurang pas jika itu diberikan pada para tamu undangan. Alasannya simpel sih, karena belum tentu semua di antara mereka memiliki kesempatan untuk memajangnya di dinding rumah mereka. Jadi, alangkah lebih baik kalau kamu memberikan suvenir dalam bentuk yang lainnya.
6. Memberikan garpu dan sendok yang begitu kecil rasanya juga nggak memberikan manfaat berarti untuk para tamu undanganmu
sendoknya buat apaaa? >.< via souvenirpernikahanmurahmeriah.net
Hal berikutnya yang sebaiknya dihindari untuk kamu berikan pada tamu undangan adalah garpu serta sendok yang begitu kecil. Sebab, menggunakannya untuk makan pun nggak bisa, dibuat sebagai pajangan pun rasanya agak mengganggu. Jadi, rasanya dengan kamu memberikan itu sebagai suvenirmu nggak akan ada banyak manfaat bagi para tamu undangan. Pikirkan suvenir yang lainnya, lebih baik.
7. Jika ingin memberikan pulpen sebagai hadiah bagi para tamu, pastikan pulpennya benar-benar bisa digunakan
pulpennya harus nyala~ via id.priceaz.com
Pulpen juga menjadi salah satu benda yang sebaiknya dihindari untuk dijadikan suvenir pernikahanmu nanti. Sebab bukan nggak mungkin ada pulpen yang nggak nyata dengan sempurna saat digunakan untuk menulis. Sebuah ketidakmungkinan juga bagi kamu dan pasangan untuk mengecek pulpen itu satu per satu, ‘kan. Jadi, daripada membuat tamu undangan merasa kecewa, lebih baik cari suvenir yang lain saja.
8. Kain lap ingus. Hmm, pikirkan lagi kira-kira bakal dipakai sama tamu nggak ya?
yakin mau ngasih sapu tangan? via www.tokopedia.com
Saat ini jarang banget orang yang masih memakai sapu tangan untuk membersihkan diri ketika bepergian. Orang pilih cara praktis dengan tisu. Sehingga diragukan lagi kalau barang ini akan terpakai oleh para tamu. Akan lebih baik kalau kamu memikirkan benda lain yang lebih bisa memberikan manfaat untuk tamu.
9. Kalender dengan foto pengantin yang besar. Serius?
kalender dengan foto pernikahan via www.zonacreativeku.com
Ini biasanya terjadi pada pengantin yang narsis. Inginnya semua suvenir dipajangi foto mereka. Tapi seriuslah, pernahkah berpikir bahwa foto kalian itu begitu penting untuk dipandangi oleh teman-teman atau kerabat tamu yang datang? Apakah para tamu cukup peduli untuk memajang kalender hasil kondangan di dinding rumah/meja kerja mereka?
Itulah beberapa benda yang sebaiknya kamu hindari untuk dijadikan suvenir di hari pernikahanmu nanti. Ya, bukan tanpa alasan, tapi menjaga perasaan tamu undangan agar tidak kecewa juga perlu kamu pikirkan. Selain itu, kamu juga harus memikirkan kualitas dari suvenir yang akan kamu pilih, ingat jangan sebatas tergiur pada harganya yang murah saja ya. Selamat memilih!
Suka artikel ini? Yuk follow
Menjelang hari pernikahanmu dengan si dia pastilah akan ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari mencari gedung, katering, makeup artist, busana pengantin, sampai pada suvenir. Yap! Suvenir untuk para tamu undangan menjadi hal yang sangat perlu kamu pikirkan dan nggak boleh disepelekan.
Sebab, pada kenyataannya suvenir menjadi sesuatu yang diam-diam bisa membuat tamu undanganmu merasa kecewa. Untuk itu, kamu perlu benar-benar menyiapkannya dengan baik. Nah, untuk membantu kamu memilih suvenir yang tepat, Hipwee Wedding pun hadir dengan beberapa daftar suvenir yang bisa membuat tamu undanganmu kecewa.
Yuk, langsung cari tahu supaya kamu nggak memberikan kekecewaan di hari bahagiamu.
1. Memberikan kipas sebagai suvenirmu memang bagus, tapi pilihlah kipas yang kuat dan nggak gampang rusak
pilih kipas yang kuat, ya. :)) via www.victoriacoburg.pl
Suvenir pernikahan berupa kipas rasanya memang menjadi favorit bagi para pengantin. Selain harganya yang relatif murah dan praktis, kipas juga terasa manfaatnya saat para tamu undangan merasa gerah. Namun, untuk memberikan kipas rasanya kamu perlu memerhatikan dengan baik kualitas yang ada. Alasannya sederhana kok, supaya kipas itu nggak mengecewakan tamu undangan karena mudah rusak. Untuk itu, jangan asal pilih kipas sebagai suvenirmu, ya.
2. Alat manicure memang asyik jadi suvenir, tapi kalau nggak tajam alias tumpul kan jadi percuma
kalau nggak tajem kan sayang :( via hipwee.com
Peralatan manicure rasanya memang lucu dan asyik banget dijadikan suvenir. Selain kepraktisannya, itu akan menjadi sangat berguna bagi para tamu undanganmu. Namun, kamu perlu memikirkannya dengan matang perihal kegunaan alat itu nantinya. Dalam arti, alat manicure itu nggak tumpul sehingga bisa digunakan oleh mereka. Kalau nggak tajem kan akan percuma nggak bisa digunakan nantinya. Jadi, pastikan dengan baik ya, nggak salah lho kalau kamu minta sampelnya dulu pada penjualnya.
3. Memberikan mug sebagai suvenir bukan masalah kok, tapi rasanya agak kurang berguna kalau bentuknya terlalu kecil
mug-nya yang biasa aja~ via www.marcomario.com
Menjadikan mug sebagai suvenir rasanya menjadi ide yang menarik. Sebab, seperti nggak perlu diragukan lagi kalau itu akan begitu bermanfaat. Namun, mungkin kamu perlu memerhatikan ukuran dari mug itu sendiri. Kan sayang banget mug yang hanya muat air setegukan saja.
4. Gantungan kunci yang tertuliskan nama serta tanggal pernikahan dengan tulisan yang besar. Apa nggak bisa dibikin lebih simpel?
Nggak salah sih kalau kamu mau menjadikan gantungan kunci sebagai suvenir di hari bahagia kamu dan si dia. Bisa jadi itu menjadi hal sederhana yang berkesan, asal kamu tahu betul cara memilih desain yang baik. Maksudnya, kamu nggak perlu menghias gantungan kunci tersebut dengan ukiran nama serta tanggal pernikahan kamu dengan tulisan yang besar agar tidak jadi berlebihan. Kalau kamu ingin menuliskannya, cukup kok dengan ukiran yang kecil dan sederhana, rasanya itu akan membuatnya lebih terlihat manis.
5. Suvenir berupa hiasan rumah agaknya juga kurang pas untuk diberikan pada para tamu undangan
hiasan dinding~ via www.hipwee.com
Jika kamu berpikir untuk memberikan suvenir berupa hiasan rumah atau hiasan dinding, sebaiknya dipikirkan lagi. Sebab, agaknya kurang pas jika itu diberikan pada para tamu undangan. Alasannya simpel sih, karena belum tentu semua di antara mereka memiliki kesempatan untuk memajangnya di dinding rumah mereka. Jadi, alangkah lebih baik kalau kamu memberikan suvenir dalam bentuk yang lainnya.
6. Memberikan garpu dan sendok yang begitu kecil rasanya juga nggak memberikan manfaat berarti untuk para tamu undanganmu
sendoknya buat apaaa? >.< via souvenirpernikahanmurahmeriah.net
Hal berikutnya yang sebaiknya dihindari untuk kamu berikan pada tamu undangan adalah garpu serta sendok yang begitu kecil. Sebab, menggunakannya untuk makan pun nggak bisa, dibuat sebagai pajangan pun rasanya agak mengganggu. Jadi, rasanya dengan kamu memberikan itu sebagai suvenirmu nggak akan ada banyak manfaat bagi para tamu undangan. Pikirkan suvenir yang lainnya, lebih baik.
7. Jika ingin memberikan pulpen sebagai hadiah bagi para tamu, pastikan pulpennya benar-benar bisa digunakan
pulpennya harus nyala~ via id.priceaz.com
Pulpen juga menjadi salah satu benda yang sebaiknya dihindari untuk dijadikan suvenir pernikahanmu nanti. Sebab bukan nggak mungkin ada pulpen yang nggak nyata dengan sempurna saat digunakan untuk menulis. Sebuah ketidakmungkinan juga bagi kamu dan pasangan untuk mengecek pulpen itu satu per satu, ‘kan. Jadi, daripada membuat tamu undangan merasa kecewa, lebih baik cari suvenir yang lain saja.
8. Kain lap ingus. Hmm, pikirkan lagi kira-kira bakal dipakai sama tamu nggak ya?
yakin mau ngasih sapu tangan? via www.tokopedia.com
Saat ini jarang banget orang yang masih memakai sapu tangan untuk membersihkan diri ketika bepergian. Orang pilih cara praktis dengan tisu. Sehingga diragukan lagi kalau barang ini akan terpakai oleh para tamu. Akan lebih baik kalau kamu memikirkan benda lain yang lebih bisa memberikan manfaat untuk tamu.
9. Kalender dengan foto pengantin yang besar. Serius?
kalender dengan foto pernikahan via www.zonacreativeku.com
Ini biasanya terjadi pada pengantin yang narsis. Inginnya semua suvenir dipajangi foto mereka. Tapi seriuslah, pernahkah berpikir bahwa foto kalian itu begitu penting untuk dipandangi oleh teman-teman atau kerabat tamu yang datang? Apakah para tamu cukup peduli untuk memajang kalender hasil kondangan di dinding rumah/meja kerja mereka?
Itulah beberapa benda yang sebaiknya kamu hindari untuk dijadikan suvenir di hari pernikahanmu nanti. Ya, bukan tanpa alasan, tapi menjaga perasaan tamu undangan agar tidak kecewa juga perlu kamu pikirkan. Selain itu, kamu juga harus memikirkan kualitas dari suvenir yang akan kamu pilih, ingat jangan sebatas tergiur pada harganya yang murah saja ya. Selamat memilih!
Suka artikel ini? Yuk follow
Kenapa cowok enggan memamerkan kemesraan di media sosial
Ada juga cowok yang beralasan kenapa dia tak pamer kemesraan berdua di sosial media adalah karena dia suka pamer. Bagi cowok-cowok semacam ini, kebahagiaan, kesedihan dan seluruh hal yang dia alami adalah hal pribadi yang tak perlu banyak orang tau. Demikian juga dengan kemesraan berdua yang kamu dan dia lakukan, tak perlu deh ada orang yang tau. Toh belum tentu juga ada yang senang saat kamu dan dia senang dan belum tentu juga ada yang sedih saat kamu dan dia sedih. Bagi cowok-cowok semacam ini, kebahagiaan sejati itu adanya dari hati, bukan dari postingan di akun pribadi.
Nah, itu tadi alasan utama kenapa cowokmu tak selalu suka posting soal kemesraan kalian di akun pribadinya. Bukan karena dia tak cinta, namun ada banyak pertimbangan kenapa dia tak tega menampilkan momen berdua di akun sosial media. Sebelum kamu marah karena dia tak mau menuruti kemauanmu untuk posting, tolong perhatikan hal ini dulu, ya~
Nah, itu tadi alasan utama kenapa cowokmu tak selalu suka posting soal kemesraan kalian di akun pribadinya. Bukan karena dia tak cinta, namun ada banyak pertimbangan kenapa dia tak tega menampilkan momen berdua di akun sosial media. Sebelum kamu marah karena dia tak mau menuruti kemauanmu untuk posting, tolong perhatikan hal ini dulu, ya~
Rajin Dzikir kok Malah Dekat dengan Setan?
By Pirman Bahagia
Dzikir merupakan ibadah unggulan yang bisa dilakukan dimana saja. Tiada batas. Bahkan dianjurkan untuk dilakukan sebanyak-banyaknya. Semakin banyak waktu yang digunakan dan jumlah bilangan dzikir, maka seorang hamba akan semakin dekat dengan Allah Ta’ala.
Namun, ada satu kejadian yang dialami oleh seorang hamba sebagaimana terjadi pada salah satu murid Imam al-Ghazali. Sang murid mengaku dalam konsultasinya. Semakin rajin berdzikir, mengapa ada orang yang justru semakin dekat dengan setan terlaknat?
“Syaikh,” tuturnya, “bukankah dzikir membuat seorang beriman dekat dengan Allah Ta’ala dan setan berlari darinya?”
“Betul,” jawab Imam al-Ghazali.
“Tapi, kenapa ada orang yang rajin berdzikir dan justru dekat dengan amalan-amalan setan bahkan menjadi pasukannya?” lanjut sang murid.
Laki-laki yang menjadi imam para penempuh jalan tasawuf ini pun bertutur, “Bagaimana menurutmu dengan orang yang mengusir anjing, tapi dia masih menyimpan tulang dan berbagai makanan kesukaan anjing di sekitarnya?”
“Tentu,” jawab sang murid, “anjing itu akan kembali datang setelah diusir.”
Sang imam menjelaskan, demikian pula dengan orang-orang yang rajin berdzikir tapi masih menyimpan berbagai penyakit hati di dalam dirinya. Setan akan terus datang dan mendekat bahkan bersahabat dengannya.
Ialah kesombongan, dengki, syirik, kasar, dan berbagai penyakit hati lainnya. Tatkala penyakit-penyakit itu terdapat di dalam diri seorang hamba, maka setan terlaknat akan senantiasa datang, mengakrabkan diri, lalu menjadi sahabat dekatnya.
Inilah esensi dzikir yang sering dilupakan oleh sebagian besar kaum Muslimin. Mereka hanya fokus pada dzikir jahr dan melupakan dzikir sirr. Mereka lebih suka dzikir ritual dibanding dzikir dengan perbuatan. Mereka hanya berhenti pada tataran jumlah, tapi melupakan akhlak yang seharusnya menjadi bukti pertama dari bagusnya dzikir yang dilakukan.
Maka ada orang yang rajin berdzikir, tapi tetap sibuk dengan hal yang sia-sia. Banyak pula orang yang ikut berbagai majlis dzikir, tapi kelakuan dan kehidupannya justru semakin jauh dari nilai-nilai Ilahiah.
Meskipun, mereka masih lebih baik daripada orang buruk yang tidak berdzikir. Sebagaimana dinasihatkan oleh Imam Ibnu Athailah as-Sakandari, “Orang yang lalai saat berdzikir lebih baik daripada orang lalai yang tidak berdzikir.”
Semoga kita bisa naik kelas dari dzikir lisan menjadi dzikir hati tanpa mengesampingkan dzikir lisan. Aamiin.
Dzikir merupakan ibadah unggulan yang bisa dilakukan dimana saja. Tiada batas. Bahkan dianjurkan untuk dilakukan sebanyak-banyaknya. Semakin banyak waktu yang digunakan dan jumlah bilangan dzikir, maka seorang hamba akan semakin dekat dengan Allah Ta’ala.
Namun, ada satu kejadian yang dialami oleh seorang hamba sebagaimana terjadi pada salah satu murid Imam al-Ghazali. Sang murid mengaku dalam konsultasinya. Semakin rajin berdzikir, mengapa ada orang yang justru semakin dekat dengan setan terlaknat?
“Syaikh,” tuturnya, “bukankah dzikir membuat seorang beriman dekat dengan Allah Ta’ala dan setan berlari darinya?”
“Betul,” jawab Imam al-Ghazali.
“Tapi, kenapa ada orang yang rajin berdzikir dan justru dekat dengan amalan-amalan setan bahkan menjadi pasukannya?” lanjut sang murid.
Laki-laki yang menjadi imam para penempuh jalan tasawuf ini pun bertutur, “Bagaimana menurutmu dengan orang yang mengusir anjing, tapi dia masih menyimpan tulang dan berbagai makanan kesukaan anjing di sekitarnya?”
“Tentu,” jawab sang murid, “anjing itu akan kembali datang setelah diusir.”
Sang imam menjelaskan, demikian pula dengan orang-orang yang rajin berdzikir tapi masih menyimpan berbagai penyakit hati di dalam dirinya. Setan akan terus datang dan mendekat bahkan bersahabat dengannya.
Ialah kesombongan, dengki, syirik, kasar, dan berbagai penyakit hati lainnya. Tatkala penyakit-penyakit itu terdapat di dalam diri seorang hamba, maka setan terlaknat akan senantiasa datang, mengakrabkan diri, lalu menjadi sahabat dekatnya.
Inilah esensi dzikir yang sering dilupakan oleh sebagian besar kaum Muslimin. Mereka hanya fokus pada dzikir jahr dan melupakan dzikir sirr. Mereka lebih suka dzikir ritual dibanding dzikir dengan perbuatan. Mereka hanya berhenti pada tataran jumlah, tapi melupakan akhlak yang seharusnya menjadi bukti pertama dari bagusnya dzikir yang dilakukan.
Maka ada orang yang rajin berdzikir, tapi tetap sibuk dengan hal yang sia-sia. Banyak pula orang yang ikut berbagai majlis dzikir, tapi kelakuan dan kehidupannya justru semakin jauh dari nilai-nilai Ilahiah.
Meskipun, mereka masih lebih baik daripada orang buruk yang tidak berdzikir. Sebagaimana dinasihatkan oleh Imam Ibnu Athailah as-Sakandari, “Orang yang lalai saat berdzikir lebih baik daripada orang lalai yang tidak berdzikir.”
Semoga kita bisa naik kelas dari dzikir lisan menjadi dzikir hati tanpa mengesampingkan dzikir lisan. Aamiin.
Belum Ikhlas memaafkan setelah bertengkar
Perhatikanlah orang yang habis bertengkar, lalu kemudia baikan. Jarang sekali melakukan kontak mata, karena takut ketahuan orang bahwa dia belum ikhlas. Kalau kita tanpa sengaja, terlalu banyak menggerakan mata kearah kanan, kita membantu orang untuk mencurigai kita. Ada baiknya kita mengarahkan bahu kita kearah orang itu, sehingga wajah kita lebih kearah kiri, sehingga kita lebih aman, dan kelihatan lebih bersungguh-sungguh disana. Jadi ada strategi disegala sesuatu, berhati-hatilah dan ikhlaslah memperbaharui diri.
Making Love Setelah Bertengkar
Making Love Setelah Bertengkar? Ayo Aja, Demi Kehangatan Cinta yang Harus Segera Kembali!
I love making love with you. I love knowing that you're mine.
Sebuah polling yang dibuat situs psikologi Queendom mengatakan, 24% istri mengaku tidak mau bercinta dengan suami ketika mereka sedang bertengkar atau beberapa saat setelah itu.
Memang sih wajar jika Mama kehilangan ataupun nggak punya hasrat untuk bercinta usai bertengkar. Banyak dari kita yang mengalami kesulitan untuk berbaikan seteah bertengkar. Penyebabnya tak lain adalah rasa enggan untuk saling mengakui kesalahan dan meminta maaf. Jangankan bercinta, untuk saling memberikan pelukan dan saling menegur saja membutuhkan waktu hingga berhari-hari. Bener nggak, Ma?
Lalu, mengapa Papa tetap bisa memilliki keinginan bercinta setelah bertengkar?
Baca juga: Jangan Salah, Papa Juga Sesekali Mengalami PMS. Ini Dia 7 Tandanya!
Karena kaum pria cenderung lebih cepat dan lebih mudah melupakan pertengkaran dengan pasangannya. Hanya butuh sekitar 10 menit saja untuk lelaki kembali bersikap normal setelah bertengkar. Sebaliknya, perempuan justru bisa berlama-lama memendam amarahnya.
Hmmm ....
Well, marah sih boleh-boleh saja, Ma. Namun, kalau Papa sudah mengajak berdamai meski tanpa kata-kata, jangan diteruskan dong marahnya. Cepat keriput nanti! Hehehe. Menerima ajakan Papa bercinta pada saat bertengkar bukan berarti Mama mengaku kalah, dan Papa yang menang. Justru bercinta sesaat setelah bertengkar menggambarkan penghargaan terhadap cinta Mama dan Papa di saat yang nggak mengenakkan sekalipun.
Menurut Diane Andoscia Urso, psikolog asal New York, masalah yang menyebabkan pertengkaran mungkin tidak akan bisa dituntaskan dengan bercinta. Namun, hubungan seks yang menggebu-gebu setelah bertengkar bisa menyingkirkan ganjalan-ganjalan yang ada. Dengan bercinta setelah bertengkar, Mama pun bisa belajar dari pasangan untuk meninggalkan ganjalan itu segera.
Percaya atau nggak, bercinta usai bertengkar akan memberikan sensasi yang luar biasa, Ma. Bahkan bisa lebih menggairahkan daripada acara bercinta rutin Mama dan Papa. Uhuk.
Baca juga: Butuh Variasi? Cobain 5 Resep Permainan Panas a la Para Selebriti Dunia Ini!
Terus, gimana cara melakukannya setelah bertengkar?
Di dalam pikiran Mama pasti terbersit, “Memulai inilah yang paling sulit.” Bener kan, Ma? Hehehe. Jangan terburu-buru membayangkan bahwa Mamalah yang harus memulai duluan. Tunggu saja aksi Papa. Jika Papa mulai mencium, membelai dan mencoba memeluk, barulah Mama bereaksi. Bukan dengan penolakan ya, melainkan dengan membuka diri dan membalas aksi Papa.
Namun, jika masih ada ganjalan di hati Mama, 5 tips ini bisa bantu Mama untuk meredakannya.
Tips bercinta setelah pertengkaran
1. Lupakan amarah
Yes, yang pertama kali harus diatasi adalah "rasa marah". Daripada menahan atau memendamnya, mengapa tidak membiarkan amarah itu merangsang Mama?
FYI nih, Ma, rasa marah ringan sebenarnya meningkatkan kadar adrenalin yang menciptakan efek seperti ketika kita merasa bergairah secara seksual. Mama hanya perlu sedikit berkonsentrasi dengan mencoba merasakan aspek erotis dari marah Mama.
2. Ambil jeda
Kebanyakan perempuan yang sedang marah membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk melakukan cooling down. So, take your time, Ma!
Jika Papa mulai merayu dan Mama merasa masih belum bisa melupakan pertengkaran itu, mintalah Papa bersabar sebentar. Dengan begitu, Mama bisa meredakan emosi dan menyambut ajakannya.
Baca juga: Ups, Flirty Me! 3 Rencana untuk Membuat Malam Ini Jadi Malam Panjang Bersama Suami!
3. Tertawa sejenak
Karena tertawa merupakan obat pereda amarah yang paling manjur. Ssst, tertawa juga bisa bersifat erotis lho, Ma!
Jadi, ketika amarah menguasai hati Mama, tapi tangan Papa sudah mulai bergerilya, tersenyumlah. Lalu, tertawalah dengan manja pada Papa sambil memeluknya.
Memang sih nggak mudah, namun nggak ada salahnya untuk dicoba kan, Ma?
4. Akhiri dengan cinta
Beberapa dari perempuan membutuhkan kalimat penutup untuk mengakhiri rasa marahnya, sebelum mengubah ‘sesi’ pertengkaran menjadi ‘sesi’ bercinta. Nah, untuk urusan satu ini Mama memang perlu meminta dukungan Papa.
Jadi, saat Papa mulai menunjukkan tanda-tanda bergairah, maka ini saatnya bagi Mama untuk melunakkan hati Mama secara perlahan. Lalu, katakan pada Papa dengan kata-kata sugesti sambil menerima ajakannya, “Baiklah, kita bisa membicarakan masalah kita lain kali.”
5. Ciptakan ritual berbaikan
Mama bisa melakukan misalnya mandi bersama atau saling memijat untuk dijadikan ritual setelah bertengkar.
Kegiatan apa pun asalkan Mama dan suami anggap kegiatan tersebut sebagai ajakan ‘gencatan senjata’, maka lakukanlah. Ritual ini akan menjadi jembatan penghubung antar rasa marah dan cinta di antara suami istri. So, ayo, Ma, lakukan.
Baca juga: Agar Permainan Bercinta Jadi Lebih Asyik, Kenali Dulu Zona-Zona Erotis Berdasarkan Zodiak Ini!
Oke, itu tadi adalah tips jika Papa telah mengajak untuk melakukan gencatan senjata. Lalu, bagaimana jika Mama yang harus memulainya? Awkward! Enggaklah, Ma, Mama kan selalu bisa menjadi pertama yang memulai. Nggak harus Papa terus yang mulai.
Lakukan 5 langkah memulai aksi bercinta ini then enjoy it!
Mulailah dengan pelukan. Ingatkan diri sendiri, Ma, bahwa pelukan adalah obat berbagai masalah. Mama bisa memeluk Papa dari belakang atau dari samping. Katakan padanya Mama minta maaf karena telah berargumen dengan keras dan mintalah Papa untuk balas memeluk Mama.
Cium leher Papa. Minta Papa untuk melupakan dulu pertengkaran tadi.
Rapatkan tubuh Mama pada Papa. Bisikkan di telinganya bahwa akan lebih menyenangkan jika Mama dan Papa berada dalam posisi saat ini.
Mainkan jari-jari Mama dan gelitik punggung Papa dari atas ke bawah dan sebaliknya. Lalu, gerakan jemari Mama ke bahu Papa, leher dan pinggul.
Papa mulai memberi perhatian? Tarik perlahan Papa ke kamar dan silakan tentukan aksi selanjutnya. *tutup pintu kamar*
Baca juga: Coba Rasakan Pelukan Papa Sesekali. Masing-masing Ternyata Memberikan Arti Tersendiri Lho!
Well, namanya rumah tangga. There are ups and downs. Berbeda pendapat itu biasa banget. Bagaimanapun suami istri adalah dua pribadi yang berbeda dan sama kuat, nggak boleh ada yang mendominasi satu pada yang lainnya. Masalah pertengkaran memang mengesalkan, tapi kita nggak ingin kan hanya karena masalah kecil aksi diam pun dilakukan berhari-hari. Nggak enak banget deh! Sesekali kita mesti mencoba untuk menghangatkan hubungan sehabis bertengkar.
So, Mama, cobalah untuk lepaskan emosi yang mengganjal dan bercintalah! Buatlah pernikahan lebih berwarna.
Stay in love, Mama!
I love making love with you. I love knowing that you're mine.
Sebuah polling yang dibuat situs psikologi Queendom mengatakan, 24% istri mengaku tidak mau bercinta dengan suami ketika mereka sedang bertengkar atau beberapa saat setelah itu.
Memang sih wajar jika Mama kehilangan ataupun nggak punya hasrat untuk bercinta usai bertengkar. Banyak dari kita yang mengalami kesulitan untuk berbaikan seteah bertengkar. Penyebabnya tak lain adalah rasa enggan untuk saling mengakui kesalahan dan meminta maaf. Jangankan bercinta, untuk saling memberikan pelukan dan saling menegur saja membutuhkan waktu hingga berhari-hari. Bener nggak, Ma?
Lalu, mengapa Papa tetap bisa memilliki keinginan bercinta setelah bertengkar?
Baca juga: Jangan Salah, Papa Juga Sesekali Mengalami PMS. Ini Dia 7 Tandanya!
Karena kaum pria cenderung lebih cepat dan lebih mudah melupakan pertengkaran dengan pasangannya. Hanya butuh sekitar 10 menit saja untuk lelaki kembali bersikap normal setelah bertengkar. Sebaliknya, perempuan justru bisa berlama-lama memendam amarahnya.
Hmmm ....
Well, marah sih boleh-boleh saja, Ma. Namun, kalau Papa sudah mengajak berdamai meski tanpa kata-kata, jangan diteruskan dong marahnya. Cepat keriput nanti! Hehehe. Menerima ajakan Papa bercinta pada saat bertengkar bukan berarti Mama mengaku kalah, dan Papa yang menang. Justru bercinta sesaat setelah bertengkar menggambarkan penghargaan terhadap cinta Mama dan Papa di saat yang nggak mengenakkan sekalipun.
Menurut Diane Andoscia Urso, psikolog asal New York, masalah yang menyebabkan pertengkaran mungkin tidak akan bisa dituntaskan dengan bercinta. Namun, hubungan seks yang menggebu-gebu setelah bertengkar bisa menyingkirkan ganjalan-ganjalan yang ada. Dengan bercinta setelah bertengkar, Mama pun bisa belajar dari pasangan untuk meninggalkan ganjalan itu segera.
Percaya atau nggak, bercinta usai bertengkar akan memberikan sensasi yang luar biasa, Ma. Bahkan bisa lebih menggairahkan daripada acara bercinta rutin Mama dan Papa. Uhuk.
Baca juga: Butuh Variasi? Cobain 5 Resep Permainan Panas a la Para Selebriti Dunia Ini!
Terus, gimana cara melakukannya setelah bertengkar?
Di dalam pikiran Mama pasti terbersit, “Memulai inilah yang paling sulit.” Bener kan, Ma? Hehehe. Jangan terburu-buru membayangkan bahwa Mamalah yang harus memulai duluan. Tunggu saja aksi Papa. Jika Papa mulai mencium, membelai dan mencoba memeluk, barulah Mama bereaksi. Bukan dengan penolakan ya, melainkan dengan membuka diri dan membalas aksi Papa.
Namun, jika masih ada ganjalan di hati Mama, 5 tips ini bisa bantu Mama untuk meredakannya.
Tips bercinta setelah pertengkaran
1. Lupakan amarah
Yes, yang pertama kali harus diatasi adalah "rasa marah". Daripada menahan atau memendamnya, mengapa tidak membiarkan amarah itu merangsang Mama?
FYI nih, Ma, rasa marah ringan sebenarnya meningkatkan kadar adrenalin yang menciptakan efek seperti ketika kita merasa bergairah secara seksual. Mama hanya perlu sedikit berkonsentrasi dengan mencoba merasakan aspek erotis dari marah Mama.
2. Ambil jeda
Kebanyakan perempuan yang sedang marah membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk melakukan cooling down. So, take your time, Ma!
Jika Papa mulai merayu dan Mama merasa masih belum bisa melupakan pertengkaran itu, mintalah Papa bersabar sebentar. Dengan begitu, Mama bisa meredakan emosi dan menyambut ajakannya.
Baca juga: Ups, Flirty Me! 3 Rencana untuk Membuat Malam Ini Jadi Malam Panjang Bersama Suami!
3. Tertawa sejenak
Karena tertawa merupakan obat pereda amarah yang paling manjur. Ssst, tertawa juga bisa bersifat erotis lho, Ma!
Jadi, ketika amarah menguasai hati Mama, tapi tangan Papa sudah mulai bergerilya, tersenyumlah. Lalu, tertawalah dengan manja pada Papa sambil memeluknya.
Memang sih nggak mudah, namun nggak ada salahnya untuk dicoba kan, Ma?
4. Akhiri dengan cinta
Beberapa dari perempuan membutuhkan kalimat penutup untuk mengakhiri rasa marahnya, sebelum mengubah ‘sesi’ pertengkaran menjadi ‘sesi’ bercinta. Nah, untuk urusan satu ini Mama memang perlu meminta dukungan Papa.
Jadi, saat Papa mulai menunjukkan tanda-tanda bergairah, maka ini saatnya bagi Mama untuk melunakkan hati Mama secara perlahan. Lalu, katakan pada Papa dengan kata-kata sugesti sambil menerima ajakannya, “Baiklah, kita bisa membicarakan masalah kita lain kali.”
5. Ciptakan ritual berbaikan
Mama bisa melakukan misalnya mandi bersama atau saling memijat untuk dijadikan ritual setelah bertengkar.
Kegiatan apa pun asalkan Mama dan suami anggap kegiatan tersebut sebagai ajakan ‘gencatan senjata’, maka lakukanlah. Ritual ini akan menjadi jembatan penghubung antar rasa marah dan cinta di antara suami istri. So, ayo, Ma, lakukan.
Baca juga: Agar Permainan Bercinta Jadi Lebih Asyik, Kenali Dulu Zona-Zona Erotis Berdasarkan Zodiak Ini!
Oke, itu tadi adalah tips jika Papa telah mengajak untuk melakukan gencatan senjata. Lalu, bagaimana jika Mama yang harus memulainya? Awkward! Enggaklah, Ma, Mama kan selalu bisa menjadi pertama yang memulai. Nggak harus Papa terus yang mulai.
Lakukan 5 langkah memulai aksi bercinta ini then enjoy it!
Mulailah dengan pelukan. Ingatkan diri sendiri, Ma, bahwa pelukan adalah obat berbagai masalah. Mama bisa memeluk Papa dari belakang atau dari samping. Katakan padanya Mama minta maaf karena telah berargumen dengan keras dan mintalah Papa untuk balas memeluk Mama.
Cium leher Papa. Minta Papa untuk melupakan dulu pertengkaran tadi.
Rapatkan tubuh Mama pada Papa. Bisikkan di telinganya bahwa akan lebih menyenangkan jika Mama dan Papa berada dalam posisi saat ini.
Mainkan jari-jari Mama dan gelitik punggung Papa dari atas ke bawah dan sebaliknya. Lalu, gerakan jemari Mama ke bahu Papa, leher dan pinggul.
Papa mulai memberi perhatian? Tarik perlahan Papa ke kamar dan silakan tentukan aksi selanjutnya. *tutup pintu kamar*
Baca juga: Coba Rasakan Pelukan Papa Sesekali. Masing-masing Ternyata Memberikan Arti Tersendiri Lho!
Well, namanya rumah tangga. There are ups and downs. Berbeda pendapat itu biasa banget. Bagaimanapun suami istri adalah dua pribadi yang berbeda dan sama kuat, nggak boleh ada yang mendominasi satu pada yang lainnya. Masalah pertengkaran memang mengesalkan, tapi kita nggak ingin kan hanya karena masalah kecil aksi diam pun dilakukan berhari-hari. Nggak enak banget deh! Sesekali kita mesti mencoba untuk menghangatkan hubungan sehabis bertengkar.
So, Mama, cobalah untuk lepaskan emosi yang mengganjal dan bercintalah! Buatlah pernikahan lebih berwarna.
Stay in love, Mama!
Perbanyak konsumsi vitamin D : Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan
Mau Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan? Perbanyak Konsumsi Vitamin D!
Share Yuk!
Tabloid-Nakita.com – Rasa sakit saat melahirkan menjadi ketakutan banyak Mama. Sebuah penelitian mencoba mencari cara mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Studi yang diterbirkan oleh American Society of Anesthesiologists mengatakan bahwa Mama hamil yang mengonsumsi vitamin D lebih banyak akan memiliki rasa sakit melahirkan yang sedikit. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah mendapatkan vitamin D dari matahari pagi.
Baca juga: Persalinan tanpa rasa sakit: mulai dari hypnobirthing sampai homebirth
Penelitian ini memelajari 93 wanita saat melahirkan. Hasilnya, wanita yang memiliki kekurangan vitamin D mengonsumsi obat penghilang rasa sakit lebih banyak. “Dengan mengonsumsi vitamin D pada ibu hamil sangat signifikan dalam menurunkan nyeri persalinan,” ujar Andrew Geller, MD, seorang peneliti dari Medical Center Los Angeles. Vitamin D berfungsi untuk membantu tubuh menekan rasa nyeri.
Baca juga: Mengenal tahapan pembukaan saat melahirkan
Sayangnya, banyak ibu hamil yang tidak mendapatkan asupan vitamin D yang cukup. Penelitian ini bahkan membuktikan bahwa 82% ibu hamil tidak memenuhi kebutuhan vitamin D yang dibutuhkan. Selain itu, vitamin ini juga dapat menurunkan risiko kelahiran prematur, preeklamsia, diabetes dan infeksi selama kehamilan. Lalu, bagaimana caranya mendapatkan asupan vitamin D?
Sinar matahari pagi menjadi sumber vitamin D tertinggi. Jadi, ada baiknya sebelum proses melahirkan Mama menghabiskan waktu di luar rumah. Sinar matahari menjadi cara paling alami untuk menurunkan rasa sakit. Susu juga jadi pilihan yang tepat untuk mendapatkan asupan vitamin D. Tidak hanya susu sapi, susu kedelai juga memiliki asupan vitamin D.
Baca juga: Kiat melahirkan normal bebas jahitan
Vitamin prenatal juga menjadi cara mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Maka dari itu, Mama tak boleh melewatkan mengonsumsi vitamin setiap hari. Ada pula makanan alami yang bisa Mama konsumsi untuk mendapatkan asupan vitamin D seperti ikan salmon, telur, tempe dan tahu.
Share Yuk!
Tabloid-Nakita.com – Rasa sakit saat melahirkan menjadi ketakutan banyak Mama. Sebuah penelitian mencoba mencari cara mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Studi yang diterbirkan oleh American Society of Anesthesiologists mengatakan bahwa Mama hamil yang mengonsumsi vitamin D lebih banyak akan memiliki rasa sakit melahirkan yang sedikit. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah mendapatkan vitamin D dari matahari pagi.
Baca juga: Persalinan tanpa rasa sakit: mulai dari hypnobirthing sampai homebirth
Penelitian ini memelajari 93 wanita saat melahirkan. Hasilnya, wanita yang memiliki kekurangan vitamin D mengonsumsi obat penghilang rasa sakit lebih banyak. “Dengan mengonsumsi vitamin D pada ibu hamil sangat signifikan dalam menurunkan nyeri persalinan,” ujar Andrew Geller, MD, seorang peneliti dari Medical Center Los Angeles. Vitamin D berfungsi untuk membantu tubuh menekan rasa nyeri.
Baca juga: Mengenal tahapan pembukaan saat melahirkan
Sayangnya, banyak ibu hamil yang tidak mendapatkan asupan vitamin D yang cukup. Penelitian ini bahkan membuktikan bahwa 82% ibu hamil tidak memenuhi kebutuhan vitamin D yang dibutuhkan. Selain itu, vitamin ini juga dapat menurunkan risiko kelahiran prematur, preeklamsia, diabetes dan infeksi selama kehamilan. Lalu, bagaimana caranya mendapatkan asupan vitamin D?
Sinar matahari pagi menjadi sumber vitamin D tertinggi. Jadi, ada baiknya sebelum proses melahirkan Mama menghabiskan waktu di luar rumah. Sinar matahari menjadi cara paling alami untuk menurunkan rasa sakit. Susu juga jadi pilihan yang tepat untuk mendapatkan asupan vitamin D. Tidak hanya susu sapi, susu kedelai juga memiliki asupan vitamin D.
Baca juga: Kiat melahirkan normal bebas jahitan
Vitamin prenatal juga menjadi cara mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Maka dari itu, Mama tak boleh melewatkan mengonsumsi vitamin setiap hari. Ada pula makanan alami yang bisa Mama konsumsi untuk mendapatkan asupan vitamin D seperti ikan salmon, telur, tempe dan tahu.
Saat pembantu mencelakai anak tuannya
Salah seorang Putra ‘Amar bin Yasir meriwayatkan bahwa: pada suatu hari Ali bin Husein kedatangan suatu kaum, lalu beliau menyuruh pembantunya untuk membuatkan daging panggang, kemudian pembantu itu dengan terburu-buru sehingga besi untuk membakar daging terjatuh mengenai kepala anak Ali bin Husein yang masih kecil sehingga anak tersebut meninggal. Maka Ali berkata kepada pembantunya, ‘kamu kepanasan, sehingga besi itu jatuh’. Setelah itu beliau sendiri mempersiapkan untuk memakamkan anaknya.” Menunjukkan kesabaran dan kepasrahan beliau, dimana seorang pembantu telah menyebabkan kematian anaknya. sehingga ia membalas kejelekan dengan suatu kebaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)