Selasa, 20 September 2016

Making Love Setelah Bertengkar

Making Love Setelah Bertengkar? Ayo Aja, Demi Kehangatan Cinta yang Harus Segera Kembali!

I love making love with you. I love knowing that you're mine.
Sebuah polling yang dibuat situs psikologi Queendom mengatakan, 24% istri mengaku tidak mau bercinta dengan suami ketika mereka sedang bertengkar atau beberapa saat setelah itu.
Memang sih wajar jika Mama kehilangan ataupun nggak punya hasrat untuk bercinta usai bertengkar. Banyak dari kita yang mengalami kesulitan untuk berbaikan seteah bertengkar. Penyebabnya tak lain adalah rasa enggan untuk saling mengakui kesalahan dan meminta maaf. Jangankan bercinta, untuk saling memberikan pelukan dan saling menegur saja membutuhkan waktu hingga berhari-hari. Bener nggak, Ma?

Lalu, mengapa Papa tetap bisa memilliki keinginan bercinta setelah bertengkar?



Baca juga: Jangan Salah, Papa Juga Sesekali Mengalami PMS. Ini Dia 7 Tandanya!


Karena kaum pria cenderung lebih cepat dan lebih mudah melupakan pertengkaran dengan pasangannya. Hanya butuh sekitar 10 menit saja untuk lelaki kembali bersikap normal setelah bertengkar. Sebaliknya, perempuan justru bisa berlama-lama memendam amarahnya.

Hmmm ....






Well, marah sih boleh-boleh saja, Ma. Namun, kalau Papa sudah mengajak berdamai meski tanpa kata-kata, jangan diteruskan dong marahnya. Cepat keriput nanti! Hehehe. Menerima ajakan Papa bercinta pada saat bertengkar bukan berarti Mama mengaku kalah, dan Papa yang menang. Justru bercinta sesaat setelah bertengkar menggambarkan penghargaan terhadap cinta Mama dan Papa di saat yang nggak mengenakkan sekalipun.

Menurut Diane Andoscia Urso, psikolog asal New York, masalah yang menyebabkan pertengkaran mungkin tidak akan bisa dituntaskan dengan bercinta. Namun, hubungan seks yang menggebu-gebu setelah bertengkar bisa menyingkirkan ganjalan-ganjalan yang ada. Dengan bercinta setelah bertengkar, Mama pun bisa belajar dari pasangan untuk meninggalkan ganjalan itu segera.

Percaya atau nggak, bercinta usai bertengkar akan memberikan sensasi yang luar biasa, Ma. Bahkan bisa lebih menggairahkan daripada acara bercinta rutin Mama dan Papa. Uhuk.



Baca juga: Butuh Variasi? Cobain 5 Resep Permainan Panas a la Para Selebriti Dunia Ini!



Terus, gimana cara melakukannya setelah bertengkar?

Di dalam pikiran Mama pasti terbersit, “Memulai inilah yang paling sulit.” Bener kan, Ma? Hehehe. Jangan terburu-buru membayangkan bahwa Mamalah yang harus memulai duluan. Tunggu saja aksi Papa. Jika Papa mulai mencium, membelai dan mencoba memeluk, barulah Mama bereaksi. Bukan dengan penolakan ya, melainkan dengan membuka diri dan membalas aksi Papa.

Namun, jika masih ada ganjalan di hati Mama, 5 tips ini bisa bantu Mama untuk meredakannya.



Tips bercinta setelah pertengkaran




1. Lupakan amarah
Yes, yang pertama kali harus diatasi adalah "rasa marah". Daripada menahan atau memendamnya, mengapa tidak membiarkan amarah itu merangsang Mama?
FYI nih, Ma, rasa marah ringan sebenarnya meningkatkan kadar adrenalin yang menciptakan efek seperti ketika kita merasa bergairah secara seksual. Mama hanya perlu sedikit berkonsentrasi dengan mencoba merasakan aspek erotis dari marah Mama.



2. Ambil jeda
Kebanyakan perempuan yang sedang marah membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk melakukan cooling down. So, take your time, Ma!

Jika Papa mulai merayu dan Mama merasa masih belum bisa melupakan pertengkaran itu, mintalah Papa bersabar sebentar. Dengan begitu, Mama bisa meredakan emosi dan menyambut ajakannya.



Baca juga: Ups, Flirty Me! 3 Rencana untuk Membuat Malam Ini Jadi Malam Panjang Bersama Suami!



3. Tertawa sejenak
Karena tertawa merupakan obat pereda amarah yang paling manjur. Ssst, tertawa juga bisa bersifat erotis lho, Ma!

Jadi, ketika amarah menguasai hati Mama, tapi tangan Papa sudah mulai bergerilya, tersenyumlah. Lalu, tertawalah dengan manja pada Papa sambil memeluknya.

Memang sih nggak mudah, namun nggak ada salahnya untuk dicoba kan, Ma?






4. Akhiri dengan cinta
Beberapa dari perempuan membutuhkan kalimat penutup untuk mengakhiri rasa marahnya, sebelum mengubah ‘sesi’ pertengkaran menjadi ‘sesi’ bercinta. Nah, untuk urusan satu ini Mama memang perlu meminta dukungan Papa.

Jadi, saat Papa mulai menunjukkan tanda-tanda bergairah, maka ini saatnya bagi Mama untuk melunakkan hati Mama secara perlahan. Lalu, katakan pada Papa dengan kata-kata sugesti sambil menerima ajakannya, “Baiklah, kita bisa membicarakan masalah kita lain kali.”



5. Ciptakan ritual berbaikan
Mama bisa melakukan misalnya mandi bersama atau saling memijat untuk dijadikan ritual setelah bertengkar.

Kegiatan apa pun asalkan Mama dan suami anggap kegiatan tersebut sebagai ajakan ‘gencatan senjata’, maka lakukanlah. Ritual ini akan menjadi jembatan penghubung antar rasa marah dan cinta di antara suami istri. So, ayo, Ma, lakukan.



Baca juga: Agar Permainan Bercinta Jadi Lebih Asyik, Kenali Dulu Zona-Zona Erotis Berdasarkan Zodiak Ini!



Oke, itu tadi adalah tips jika Papa telah mengajak untuk melakukan gencatan senjata. Lalu, bagaimana jika Mama yang harus memulainya? Awkward! Enggaklah, Ma, Mama kan selalu bisa menjadi pertama yang memulai. Nggak harus Papa terus yang mulai.






Lakukan 5 langkah memulai aksi bercinta ini then enjoy it!

Mulailah dengan pelukan. Ingatkan diri sendiri, Ma, bahwa pelukan adalah obat berbagai masalah. Mama bisa memeluk Papa dari belakang atau dari samping. Katakan padanya Mama minta maaf karena telah berargumen dengan keras dan mintalah Papa untuk balas memeluk Mama.
Cium leher Papa. Minta Papa untuk melupakan dulu pertengkaran tadi.
Rapatkan tubuh Mama pada Papa. Bisikkan di telinganya bahwa akan lebih menyenangkan jika Mama dan Papa berada dalam posisi saat ini.
Mainkan jari-jari Mama dan gelitik punggung Papa dari atas ke bawah dan sebaliknya. Lalu, gerakan jemari Mama ke bahu Papa, leher dan pinggul.
Papa mulai memberi perhatian? Tarik perlahan Papa ke kamar dan silakan tentukan aksi selanjutnya. *tutup pintu kamar*


Baca juga: Coba Rasakan Pelukan Papa Sesekali. Masing-masing Ternyata Memberikan Arti Tersendiri Lho!



Well, namanya rumah tangga. There are ups and downs. Berbeda pendapat itu biasa banget. Bagaimanapun suami istri adalah dua pribadi yang berbeda dan sama kuat, nggak boleh ada yang mendominasi satu pada yang lainnya. Masalah pertengkaran memang mengesalkan, tapi kita nggak ingin kan hanya karena masalah kecil aksi diam pun dilakukan berhari-hari. Nggak enak banget deh! Sesekali kita mesti mencoba untuk menghangatkan hubungan sehabis bertengkar.

So, Mama, cobalah untuk lepaskan emosi yang mengganjal dan bercintalah! Buatlah pernikahan lebih berwarna.

Stay in love, Mama!

0 komentar:

Posting Komentar