Bismillah... ...
Sebelum menyesal, peluklah dengan erat istrimu sebelum berangkat kerja...
Sebelum menyesal, pada saat bekerja,luangkan waktu untuk menyapa istrimu...
Sebelum menyesal, saat pulang bekerja, berikan senyuman terbaik untuk istrimu...
Sebelum menyesal, dengarkanlah keluh kesah istrimu...
Sebelum menyesal, suapi istirmu dengan manja...
Sebelum menyesal, belailah rambutnya dan kecup kening istrimu saat ia tidur...
Sebelum menyesal, lembutlah pada istrimu...
Para suami, pernahkah kita berpikir?
Istri sebagai penyempurna nilai mu, karena sejatinya kita banyak kekurangan.
Istri selalu menutup aib dirimu, karena sejatinya kita banyak khilaf.
Bahkan, saat kita berhutang dan kita tidak tahu harus membayar darimana hutang-hutang itu, istri dengan ikhlas "berkeliling" mencari pinjaman dan membuang jauh-jauh yang bernama "malu". Dan ia melakukan semua itu hanya untuk menjaga "harga diri" dan "kehormatan" mu.
Sebelum menyesal, jagalah istrimu dengan hati.
Berlemah lembutlah...
Bila ia menangis, berikanlah dadamu untuk ia bersandar, peluklah ia...
#Ya Allah, rindu
#one month without you
#last pic
--- My Beloved Wife ---
Rani Srigantini
24 April 1983 - 03 Mei 2017
"Allahummaghfirlaha Warhamha Wa ‘Aafihi Wa’fu ‘Anha Wa Akrim Nuzulaha Wa Wassi’ Mudkhalaha Waghsilha Bilmaa`I Wats Tsalji Wal Baradi"
Sabtu, 16 Desember 2017
Jumat, 15 Desember 2017
Kejaran Anjing Kredit
Dulu ketika masih berada pd masa Jahiliyah (hehe...) pernah seorang teman berpesan,,
Pelihara lah Anjing biar kamu nanti makin Semangat Bekerja
Dalam hal ini yg d maksud Anjing adalah dg memiliki beberapa tanggungan Kredit, baik kartu kredit, kredit mobil, kredit motor, dll
Pokok'a makin banyak bakal makin semangat
Hmm memang sih, secara logika, seseorang akan mengeluarkan kemampuan terbaik'a ketika dia kepepet
Misal:
1. Lari lebih kencang ketika d kejar Anjing
2. Berani lompat dr lantai 3 ketika berada d dlm kondisi kebakaran
3. Bisa dapet Uang mendadak ketika deadline byr Sekolah Anak, Rumah Sakit, dll
4. dll
Tp stelah berHijrah, memelihara Anjing jenis itu (Hutang, apalagi yg ada Riba) bkn lah hal yg tepat
Karena,,
'Jika kamu tidak melaksanakannya (mninggalkan Riba), maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zhalim (merugikan) dan tidak dizhalimi (dirugikan)'
(Al-Baqarah 279)
tunggu ktika suatu saat nanti ia menggiggit mu, maka akan membuat kehidupan (bisnis) mu terluka
'berhati" lah kamu dlm berHutang, sesungguh'a Hutang itu mendatangkan kerisauan d malam hari & mnyebabkan kehinaan d siang hari'
(HR.Al-Baihaqi)
Sudah bnyak yg mengalami,,
Siang" d kejar collector, d tongkrongi rmh'a, dll
Sampai" tdur malam pun tdk tenang krn kpikiran gmn besok byr Hutang
Jadi, tdk perlu Anda mengalami kondisi kepepet tsb secara riil
Cukup membayangkn saja dg jikalau jikalau jikalau
Seperti:
1. Jikalau saya besok sakit, bisakah Usaha ini tetap jln & sy berpenghasilan?
(melecut Anda membangun Sistem)
2. Jikalau tahun depan Anak mulai sekolah dg biaya sekian, Omzet brp yg harus saya stabilkan dr skr?
(melecut Anda mngejar Omzet)
3. Jikalau ada kluarga yg sakit, brp cadangan kas yg hrs ada?
(melecut Anda memiliki tabungan)
4. dll
So, rubah mindset Anda
Jauhi segala hal yg bersifat beban & tanggungan krn hanya akan membuat Anda stag
Tapi buat lah kondisi kepepet dg target" yg membuat Anda makin maju k depan
.
#pengusahamuslim
#pengusahamuda
#pengusahasukses
#pengusahacerdas
#rejekihalal
#hartahalal
#rejekiberkah
#fiqhmuamalah
#ilmubisnis
#bisnissyariah
#kajian
#kajianbisnis
IG: @fiqh.muamalah
Pelihara lah Anjing biar kamu nanti makin Semangat Bekerja
Dalam hal ini yg d maksud Anjing adalah dg memiliki beberapa tanggungan Kredit, baik kartu kredit, kredit mobil, kredit motor, dll
Pokok'a makin banyak bakal makin semangat
Hmm memang sih, secara logika, seseorang akan mengeluarkan kemampuan terbaik'a ketika dia kepepet
Misal:
1. Lari lebih kencang ketika d kejar Anjing
2. Berani lompat dr lantai 3 ketika berada d dlm kondisi kebakaran
3. Bisa dapet Uang mendadak ketika deadline byr Sekolah Anak, Rumah Sakit, dll
4. dll
Tp stelah berHijrah, memelihara Anjing jenis itu (Hutang, apalagi yg ada Riba) bkn lah hal yg tepat
Karena,,
'Jika kamu tidak melaksanakannya (mninggalkan Riba), maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zhalim (merugikan) dan tidak dizhalimi (dirugikan)'
(Al-Baqarah 279)
tunggu ktika suatu saat nanti ia menggiggit mu, maka akan membuat kehidupan (bisnis) mu terluka
'berhati" lah kamu dlm berHutang, sesungguh'a Hutang itu mendatangkan kerisauan d malam hari & mnyebabkan kehinaan d siang hari'
(HR.Al-Baihaqi)
Sudah bnyak yg mengalami,,
Siang" d kejar collector, d tongkrongi rmh'a, dll
Sampai" tdur malam pun tdk tenang krn kpikiran gmn besok byr Hutang
Jadi, tdk perlu Anda mengalami kondisi kepepet tsb secara riil
Cukup membayangkn saja dg jikalau jikalau jikalau
Seperti:
1. Jikalau saya besok sakit, bisakah Usaha ini tetap jln & sy berpenghasilan?
(melecut Anda membangun Sistem)
2. Jikalau tahun depan Anak mulai sekolah dg biaya sekian, Omzet brp yg harus saya stabilkan dr skr?
(melecut Anda mngejar Omzet)
3. Jikalau ada kluarga yg sakit, brp cadangan kas yg hrs ada?
(melecut Anda memiliki tabungan)
4. dll
So, rubah mindset Anda
Jauhi segala hal yg bersifat beban & tanggungan krn hanya akan membuat Anda stag
Tapi buat lah kondisi kepepet dg target" yg membuat Anda makin maju k depan
.
#pengusahamuslim
#pengusahamuda
#pengusahasukses
#pengusahacerdas
#rejekihalal
#hartahalal
#rejekiberkah
#fiqhmuamalah
#ilmubisnis
#bisnissyariah
#kajian
#kajianbisnis
IG: @fiqh.muamalah
Kamis, 14 Desember 2017
Fakta Setelah Menikah
:: ::
Coba deh perhatiin perbedaan antara laki-laki dan perempuan sesudah menikah. Kalau seorang lelaki sebelum nikah itu identik dengan penampilannya yang cuek, kurus, kusut dan hmm.. bayangin aja sendiri ya mak gimana dulu suaminya waktu masih jomblo, hehe.. bisa senyum-senyum sendiri deh kalo inget masa-masa itu 😜
Tapi setelah menikah, inilah faktanya. Laki-laki tampak lebih terawat. Bersih, rapi dan wangi (kayak loundry yak 😅😅) tambah ganteng karena jiwa kebapakannya yang mapan penuh kasih sayang. Kalian tau mengapa? Karena ada bidadari surga di dalam rumahnya, yang menyiapkan segala kebutuhannya. Dari urusan dapur hingga kasur mampu ia lakukan. Saat ingin makan, sudah ada yang menyajikan. Pakaian, kopi, teh, adegan ranjang sampai tukang pijit pun🙊 semua sudah tersedia.
Kebalikan 180 derajat dengan perempuan. Kalau sebelum menikah biasanya perempuan tampak lebih terawat, cantik, rapi, rambut panjang terurai, wangi memikat dan memiliki kulit yang halus. Tapi setelah menikah, ah.. berat ngomongnya, ngomingin diri sendiri ini mah.
Badanku dulu tak begini..Dulu cantik jelita banyak temannya, kini menjelma menjadi ibu peri berdaster yang cuma sibuk di rumah bersama anak-anaknya. Dulu sering luluran, kulit mulus, lalat aja mleseet saking licinnya, sekarang mandi pun sesempatnya aja. Lebih sering bau bawang ketimbang wewangian. Rambut dikucir pakai karet pun jadi asal anak nggak kebangun saat pagi buta demi menyiapkan sarapan hanya karena mengambil jepit rambut yang tertinggal di kamar. Wajah pun minim sentuhan skincare. Udah nggak sempat ngurus diri sendiri. Me timenya hanya sekedar makan mie rebus tengah malam saat anak-anak udah pada tidur pules. Baginya yang utama adalah suami dan buah hatinya mendapat asupan gizi dan atmosfer keluarga yang sehat.
Nah, kebayang ya repotnya. Ternyata kehidupan dalam pernikahan itu nggak melulu seindah kehidupan princess di kerajaan disney.
Wahai lelaki, sungguh berdosa jika engkau menghianati ketulusannya. Perempuan itu,
Yang rela berpisah jauh dengan keluarganya
Yang rela mengubur mimpinya dalam dalam
Yang rela menghabiskan waktunya
Yang rela menanggalkan kesenangannya
Yang rela menahan tangis ketika rindu dengan ayah ibunya
Demi apa? Ya, demi lelakinya, anak-anaknya dan keluarganya. Ia adalah istri yang mencintai suaminya bukan karena ada apanya tapi apa adanya.
Karena itulah, Tuhan meninggikan derajatnya tiga kali lebih mulia dibanding lelaki. Jangan memantik api perselingkuhan, apalagi membuka ruang bagi pelakor, sebab kamu akan menyesalinya. Berterimakasihlah pada ayah ibunya yang telah mendidiknya dan merelakannya menjadi teman hidupmu.
Nah, selamat mengingat kenangan masa muda ya guys, semoga makin rukun dan saling bertambah cinta bersama pasangan halalnya.
Sumber: purjianto.web.id
Please Like and Share
Coba deh perhatiin perbedaan antara laki-laki dan perempuan sesudah menikah. Kalau seorang lelaki sebelum nikah itu identik dengan penampilannya yang cuek, kurus, kusut dan hmm.. bayangin aja sendiri ya mak gimana dulu suaminya waktu masih jomblo, hehe.. bisa senyum-senyum sendiri deh kalo inget masa-masa itu 😜
Tapi setelah menikah, inilah faktanya. Laki-laki tampak lebih terawat. Bersih, rapi dan wangi (kayak loundry yak 😅😅) tambah ganteng karena jiwa kebapakannya yang mapan penuh kasih sayang. Kalian tau mengapa? Karena ada bidadari surga di dalam rumahnya, yang menyiapkan segala kebutuhannya. Dari urusan dapur hingga kasur mampu ia lakukan. Saat ingin makan, sudah ada yang menyajikan. Pakaian, kopi, teh, adegan ranjang sampai tukang pijit pun🙊 semua sudah tersedia.
Kebalikan 180 derajat dengan perempuan. Kalau sebelum menikah biasanya perempuan tampak lebih terawat, cantik, rapi, rambut panjang terurai, wangi memikat dan memiliki kulit yang halus. Tapi setelah menikah, ah.. berat ngomongnya, ngomingin diri sendiri ini mah.
Badanku dulu tak begini..Dulu cantik jelita banyak temannya, kini menjelma menjadi ibu peri berdaster yang cuma sibuk di rumah bersama anak-anaknya. Dulu sering luluran, kulit mulus, lalat aja mleseet saking licinnya, sekarang mandi pun sesempatnya aja. Lebih sering bau bawang ketimbang wewangian. Rambut dikucir pakai karet pun jadi asal anak nggak kebangun saat pagi buta demi menyiapkan sarapan hanya karena mengambil jepit rambut yang tertinggal di kamar. Wajah pun minim sentuhan skincare. Udah nggak sempat ngurus diri sendiri. Me timenya hanya sekedar makan mie rebus tengah malam saat anak-anak udah pada tidur pules. Baginya yang utama adalah suami dan buah hatinya mendapat asupan gizi dan atmosfer keluarga yang sehat.
Nah, kebayang ya repotnya. Ternyata kehidupan dalam pernikahan itu nggak melulu seindah kehidupan princess di kerajaan disney.
Wahai lelaki, sungguh berdosa jika engkau menghianati ketulusannya. Perempuan itu,
Yang rela berpisah jauh dengan keluarganya
Yang rela mengubur mimpinya dalam dalam
Yang rela menghabiskan waktunya
Yang rela menanggalkan kesenangannya
Yang rela menahan tangis ketika rindu dengan ayah ibunya
Demi apa? Ya, demi lelakinya, anak-anaknya dan keluarganya. Ia adalah istri yang mencintai suaminya bukan karena ada apanya tapi apa adanya.
Karena itulah, Tuhan meninggikan derajatnya tiga kali lebih mulia dibanding lelaki. Jangan memantik api perselingkuhan, apalagi membuka ruang bagi pelakor, sebab kamu akan menyesalinya. Berterimakasihlah pada ayah ibunya yang telah mendidiknya dan merelakannya menjadi teman hidupmu.
Nah, selamat mengingat kenangan masa muda ya guys, semoga makin rukun dan saling bertambah cinta bersama pasangan halalnya.
Sumber: purjianto.web.id
Please Like and Share
Rabu, 13 Desember 2017
Pesan dari supir truk untuk buat pengendara kendaraan(khususnya motor)
.1. Jangan pernah berhenti mendadak didepan truk muatan berat di bawah 12 meter, sesungguhnya anda telah mati jika melakukaan itu, bila anda tidak mati maka sekitar anda yang jadi korban.
2. Kami driver truk berat berbeda dengan bus malam. Kecepatan kami terbatas bahkan kami masih kalah cepat dengan maho naik skuter ga jelas.
3. Jika kami terkena macet tolong liat kami, dan jangan memaki kami karna pelannya truck, kalau liat lebih jelas mata kami pasti merah kami selalu antisipasi jika motor atau mobil nyelonong didepan,kami pasti siaga dan tanpa terlena mata ini terus memandang anda dan aspal sepanjang jalan.
4. Baca selalu lampu sein kita kemana arahnya…
5. Selalu hidupkan lampu belakang motor anda
6. Jgn pake lampu putih.Pesan dari supir truk untuk buat pengendara kendaraan(khususnya motor)
7.Bagi pengguna motor gunakan lampu sein secara bijak contoh sein kiri belok kanan(biasanya ibu ibu)
Wes ngunu ae...
Bully en aku cuek
Selasa, 12 Desember 2017
MAU TAHU ADANYA SAKINAH DI RUMAH TANGGAMU ????
Bismillah... :: ::
1. Sakinah itu saat kau rela menolak undangan makan malam dari bosmu demi bisa segera pulang utk makan bersama anak dan istrimu
2. Sakinah itu saat kau diajak makan siang di restoran mewah, diam2 membungkus beberapa sisa makanan utk bisa dicicipi oleh anak dan istrimu di rumah
3. Sakinah itu saat kau masih mampu mengingat tanggal dan hari pernikahanmu meski dirimu sudah beranak cucu
4. Sakinah itu saat kau dinas jauh namun suka melihat kalender sambil menghitung hari kepulanganmu
5. Sakinah itu saat kau bertemu wanita cantik di luar buru2 memberitahu istrimu seraya mengatakan "dirimu selalu menjadi ratu di hatiku"
6. Sakinah itu ketika kau lupa dimana menaruh HP mu saking asyiknya bercengkrama dgn anak dan istrimu
7. Sakinah itu saat kau masih mampu tersenyum saat dicubit keras istrimu namun masih bisa marah2 saat wanita lain membelai mesra pipimu
8. Sakinah itu saat kau masih mampu membeli martabak telor meski tanggung bulan demi melihat senyum manis anak istrimu
9. Sakinah itu saat kau sungguh2 menjaga kesehatanmu demi bisa menjalani hari tua bersama istrimu
10. Sakinah itu saat kau bekerja jauh di negeri sebrang tiba2 pengeluaran pulsamu hampir menyamai biaya makan per bulan
11. Sakinah itu saat kau masih tetap menanyakan 'sudah makan belum?' kepada istrimu meski kau habis bertengkar dengannya. Sebab kemarahan tak lenyapkan rasa pedulimu
12. Sakinah itu saat untaian doa tak henti terucap untuk belahan jiwamu meski raga terpisah jarak dan waktu..
SETUJU....???
Ya Allah, jadikanlah rumah tangga kami yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, yang setiap hari selalu hadir rahmat dan kasih sayang-Mu ya Rabb.. Berilah kami anak keturunan yang sholeh dan sholehah. Untuk yang belum menikah, semoga Allah pertemukan jodoh terbaiknya sehingga dalam waktu yang dekat dapat melangsungkan pernikahan.
Aamiin ya Rabbal'alamin
Silahkan klik "suka", dan "bagikan" serta katakan "Aamiin" di kolom komentar. Semoga Allah mendengar dan langsung mengijabahkan doa kita ini
1. Sakinah itu saat kau rela menolak undangan makan malam dari bosmu demi bisa segera pulang utk makan bersama anak dan istrimu
2. Sakinah itu saat kau diajak makan siang di restoran mewah, diam2 membungkus beberapa sisa makanan utk bisa dicicipi oleh anak dan istrimu di rumah
3. Sakinah itu saat kau masih mampu mengingat tanggal dan hari pernikahanmu meski dirimu sudah beranak cucu
4. Sakinah itu saat kau dinas jauh namun suka melihat kalender sambil menghitung hari kepulanganmu
5. Sakinah itu saat kau bertemu wanita cantik di luar buru2 memberitahu istrimu seraya mengatakan "dirimu selalu menjadi ratu di hatiku"
6. Sakinah itu ketika kau lupa dimana menaruh HP mu saking asyiknya bercengkrama dgn anak dan istrimu
7. Sakinah itu saat kau masih mampu tersenyum saat dicubit keras istrimu namun masih bisa marah2 saat wanita lain membelai mesra pipimu
8. Sakinah itu saat kau masih mampu membeli martabak telor meski tanggung bulan demi melihat senyum manis anak istrimu
9. Sakinah itu saat kau sungguh2 menjaga kesehatanmu demi bisa menjalani hari tua bersama istrimu
10. Sakinah itu saat kau bekerja jauh di negeri sebrang tiba2 pengeluaran pulsamu hampir menyamai biaya makan per bulan
11. Sakinah itu saat kau masih tetap menanyakan 'sudah makan belum?' kepada istrimu meski kau habis bertengkar dengannya. Sebab kemarahan tak lenyapkan rasa pedulimu
12. Sakinah itu saat untaian doa tak henti terucap untuk belahan jiwamu meski raga terpisah jarak dan waktu..
SETUJU....???
Ya Allah, jadikanlah rumah tangga kami yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, yang setiap hari selalu hadir rahmat dan kasih sayang-Mu ya Rabb.. Berilah kami anak keturunan yang sholeh dan sholehah. Untuk yang belum menikah, semoga Allah pertemukan jodoh terbaiknya sehingga dalam waktu yang dekat dapat melangsungkan pernikahan.
Aamiin ya Rabbal'alamin
Silahkan klik "suka", dan "bagikan" serta katakan "Aamiin" di kolom komentar. Semoga Allah mendengar dan langsung mengijabahkan doa kita ini
Senin, 11 Desember 2017
Itu istri apa pembantu?
Digaji tiap bulan, suruh beresin rumahnya, nyiapin makan untuknya, dan ngurusin anak2 nya?!
Tapi, nyenengin istrinya mh kaga.. 😬
Surga istri memang ada pada suami....
Dan surga suami memang masih ada pada ibunya..
Tapi ingat, suami tidak akan masuk surga apabila selama hidupnya tidak pernah MEMULIAKAN istrinya..
Tidak MEMBAHAGIAKAN istrinya..
Apalagi tidak memberinya NAFKAH..
Dan saya jelaskan bahwa NAFKAH DENGAN UANG BELANJA ITU BERBEDA...
Nafkah adalah kebutuhan pribadi seorang istri seperti membeli pakaian, kosmetik dll yg termasuk kebutuhan pribadi diri seorang istri..
Dan uang belanja adalah uang yang di pakai sehari hari untuk makan, memberi jajan anak, dan membeli kebutuhan rumah tangga lainya...
Sedangkan kewajiban istri hanya melayani suami, mentaati suami, dan mengurus anak2..
Sedangkan tugas rumah tangga seperti memasak, menyapu, mengepel, mencuci dan tugas seabreg lainnya itu sebenarnya tugas seorang suami..
Tapi mengapa 100% kebanyakan orang, seorang istri lah yang melakukan semua pekerjaan tersebut..
Mengapa ???
Karena seorang istri hanya ingin mencari Ridho sang suami..
Ingin Meringankan beban suami..
Jadi sangat terbalik apabila suami sedang ada di rumah yang membantu istrinya memasak/ pekerjaan lainnya dengan anggapan (Suami meringankan beban istri)
Bukan !
Karena sesungguhnya seorang istrilah yg selalu meringankan beban suami..
Dan bukan berarti meringankan beban seorang suami itu, istri harus membantu suami untu mencari uang (bekerja).
Tidak!!
Hanya suami lah yang berkewajiban mencari uang/nafkah..
Dan saya ingatkan lagi..
Jangan pernah menjadikan istri atau menganggap istri layaknya seorang pembantu..
Karena seorang istri bukanlah seorang pembantu, melainkan pendamping hidup untuk mencapai Surganya Allah...
Dan semoga kita termasuk istri yang sholehah, memiliki suami yang sholeh..
Dengan membina rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah..
Aaamiiin Allahumma Aamiiin....
Minggu, 10 Desember 2017
erita waktu USG anak kedua
Dr : bu anak nya napas apa ga?
Me : napas dong dok, kl ga napas ga gerak dong
Dr : lhooh ya ga lah bu, klo napas mah anak ibu udh ga didalem perut lagi
Me : koq bisa dok??
Dr : anak ibu anak ikan bukan?
Me : bukan lah dok
Dr : kan anak ibu berenang didalam air, air ketuban
Me : iya tapi kan bukan anak ikan dok
Sambil nuangin gel khusus untuk alat Usg,, si dokter marah liat luka bekas Sc sy anak yg pertama, Lalu marah lagi ketika liat riwayat usg anak sy yg pertama, karna lahir jauh dari hari yg diprediksi
Lebih 2mingguan,,
Dr : knp ibu mau aja perut nya disobek sm dokter (baca Sc)
Me : ya kan sy ada kendala asma dok,, riskan klo lahiran normal, blm lagi body yg subur (baca ndutt)
Dr : klo seumpama saya ditabrak sm suster (yg badannya kurus) sm ibu (sy yg berbadan gemuk) kira2 sy bisa jatuh klo ditabrak sm siapa?
Me : ya klo ditabrak saya lah dok
Dr : nah itu tau, berarrti kekuatan ibu lbh besar dorongan nya ketimbang suster yg badanya kecil/kurus
Me : ???
Dr : klo balon ditiup sampai keras , kira2 bisa pecah apa ga?
Me : iya pecah lah dok,
Dr : kenapa ibu lahirin anak pertama nya koq jauh dr hari prediksi? Sedangkan rosululloh aja sdh memberitahu bayi siap dilahirkan usia 9bulan 10hari, percaya dokter atau rasul?
Me : hanya diam^^^_
Dr : ibu minum susu?
Me : kadang dok, sy ga rutin juga sih klo inget aja
Dr : di amerika ga ada itu dokter2 yg menyarankan buat bumil minum susu, bahkan dari WHO juga, karna kita tfk tau kondisi janin di dalam itu kira2 alergi tdk sm protein2 susu buatan pabrik,
Me : ohhh
Dr : jng ya,, susu bumil bisa membuat janin besar didalam perut, sehingga susah nanti buat dilahirkan secara normal
Me : lalu dok seumpama klo mmg blm mules2, (37-38week) kan patokannya 9bulan 10hari, kan harus nunggu mules dok, atau harus diinduksi?
Dr : ya ga lah,, ttp diusahakan harus lahir usia 37-38week
Biasa nya lewat dari itu air ketubannya sdh ga bagus lagi,
Me : lalu gimana solusi nya klo sy ini gemuk lalu ada asma juga?
Dr : sebelum hari H ibu bnyak2 therapy napas, diuap nebu, rajin makan buah apel, olah raga,
Me : ohh iya dok,
Dr : hanya di indonesia lho bu, org lahiran gampang sekali main SC SC aja,, hanya diindonesia
Me : iya dok,
Dr : Sc kan sakit, dr mah enak2 aja main operasi,
Me : oh gt dok,, seumpama sy lahiran normal kan harus di RS dok, riwayat Sc yg pertama
Dr : ya ga harus juga gpp sih, klo ada dokter nya,
Me : oh iya dok, mdh2n sy bisa lahiran normal yaa
Dan masih panjang sebenernya percakapan sy sm beliau,,
Inti nya beliau pro bgt sm lahiran normal, apapyn kondisi nya, dan lagi, jika ada pasien yg kurang mampu pun, beliau mau dengan lega hati menolong biaya persalinanya,
Salutt deh buat beliau,, semoga panjang umur sehat selalu ya dok,, ^_^
Sabtu, 09 Desember 2017
Bawa Anak Usia Balita di tempat umum
Dear keluarga yang bawa anak usia balita naik transportasi umum, bisakah kalian mengajarkan ke anak kalian bahwa yang ditumpangi adalah transportasi umum yang mana berarti setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan ketenangan dalam perjalanan?
Saya nggak pernah masalah sama bayi nangis saat take off atau landing pesawat, karena saya tahu mereka mungkin sakit telinganya dan belum bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi itu. Saya juga nggak masalah sama bayi menangis pada umumnya, ya mau dibilangin gimana juga dia masih bayi gitu, belum paham. Atau sama anak berkebutuhan khusus, saya fine, saya tahu memang agak sulit bilangin mereka. Tapi ketahuilah, saya mantan Guru TK dan saya tahu anak usia 3 - 5 tahun tak berkebutuhan khusus itu sudah bisa dibilangin. Kalau anak usia 3 - 5 tahun teriak-teriak tak terkendali di kereta atau menempati kursi lebih dari jatahnya di bus atau lari-lari di restoran (apalagi di sofa - pakai sandal atau sepatu pula), sejujurnya, saya nggak paham kenapa saya (dan orang lain) tidak boleh memandang kalian, orangtuanya, dengan pandangan, "DUDE, TAME YOUR KIDS!!"
Saya punya dua keponakan, usia 2 dan 4, mereka bebas teriak-teriak, lari-larian, mukul-mukul mainan palu, loncat dari sofa, gegulingan di kasur, howling, mooing, dan lain sebagainya DI RUMAH. Tapi begitu kami berada di ruang publik, gerak mereka akan kami batasi. Karena apa? Karena itu adalah ruang publik. Kami berbagi tempat dengan orang lain. Mereka harus belajar untuk juga menghormati orang lain yang memiliki hak sama atas ruang itu. Key dan Ken lari-larian di mall? Ya. Dalam pengawasan kami dan hanya kami bolehkan dalam batas pandangan juga kalau keadaan tidak terlalu ramai. Kalau mereka tak sengaja menabrak orang lain, kami akan cepat datang dan minta maaf ke orang tersebut. Lama-lama, Key sudah bisa minta maaf sendiri kalau tidak sengaja menabrak orang lain. Lari-larian di restoran? Tidak pernah! Sebelum berusia tiga tahun, mereka akan duduk di baby chair. Setelah tiga tahun, mereka duduk bersama kami. Harus!
Anak-anak bosan menunggu, iya saya tahu. Tapi itu bukan alasan mereka bisa lari-larian di restoran sambil menunggu Bapak Ibunya selesai makan. Kami makan secara bergantian. Shift-shiftan. Dan kami akan makan dengan kecepatan lebih dari biasanya. Saya dan Kak Ari makan cepat sementara Mama nyuapin Key dan Mbak Citra nyuapin Ken. Selesai makan, saya dan Kak Ari ajak KeyKen ke luar restoran kalau mereka bosan, Mama dan Mbak Citra bisa makan. Nyuapin anak sambil mereka lari-larian akan ditentang keras sama Mama saya. Bukan karena kami keluarga Jawa penuh tata krama tapi karena menyuapi makan anak sambil mereka lari-larian itu meningkatkan kemungkinan mereka tersedak? There. Common sense. Sekarang usia 4 tahun, Key tidak diperbolehkan keluar dengan alasan bosan menunggu yang lain makan. Tapi kami jelaskan sebab dan mutual understandingnya. Kami jelaskan perihal kesopanan di meja makan. Dan dia mengerti. Sebosan apapun dia menunggu kami selesai makan, dia akan bertahan di kursi. Paling nanya berulangkali, "Belum ya Aunty? Masih lama ya? Duh Key bosan nih." ya gpp, kami jelaskan saja berulang kali juga. Wkwkwkwk.
Beberapa dari kalian akan berlindung di balik ucapan, "Ya loe belum punya anak aja Lan. Jadi loe gak tau ribetnya." DUDE, MY BRO AND SIS-IN-LAW GOT KIDS!! Usia dua anaknya lumayan dekat dan mereka bisa menjinakkan anaknya saat berada di ruang publik. Banyak teman saya yang bisa. So it's doable! Gak usah lah kalian berlindung di balik, "Ya namanya juga anak-anak." Halah mbelghedes! Bilang aja kalian gak mampu jaga. Atau respon paling sering saya dapat dari Ibu-ibu kalau saya tegur karena anaknya loncat-loncat di sofa restoran, "Anak itu anugerah, Mbak. Titipan. Jangan dilarang-larang." EBUSEH SUNGGU LUAR BIASA.
That leads to another comment my friend once say, which then I agreed to, "Parents who can't control their kids in public space, please don't reproduce!!" 😂😂😂
Tertanda,
Aunty yang agak emosi karena setiap sudah hampir tidur, anak di sebelah tiba-tiba teriak kenceng banget dan panjang, "Aaaaaaa!!!" for no reason!! Kakeknya dia yang juga lagi coba tidur sampai kebangun kaget dua kali. Bapak Ibunya ya selow ngobrol. Nggak ada yang bilangin. Karena berkali-kali, barusan Bapak sebelah saya (yang juga punya anak usia mirip) akhirnya negur, "Jangan teriak-teriak ya Nak. Bapak sampai kaget." dan Bapak Ibunya anak itu gak ada minta maaf atau bilangin anaknya. Diam aja mereka. Good Lord. Bye tata krama. God, please don't let them reproduce (again). 😅
Saya nggak pernah masalah sama bayi nangis saat take off atau landing pesawat, karena saya tahu mereka mungkin sakit telinganya dan belum bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi itu. Saya juga nggak masalah sama bayi menangis pada umumnya, ya mau dibilangin gimana juga dia masih bayi gitu, belum paham. Atau sama anak berkebutuhan khusus, saya fine, saya tahu memang agak sulit bilangin mereka. Tapi ketahuilah, saya mantan Guru TK dan saya tahu anak usia 3 - 5 tahun tak berkebutuhan khusus itu sudah bisa dibilangin. Kalau anak usia 3 - 5 tahun teriak-teriak tak terkendali di kereta atau menempati kursi lebih dari jatahnya di bus atau lari-lari di restoran (apalagi di sofa - pakai sandal atau sepatu pula), sejujurnya, saya nggak paham kenapa saya (dan orang lain) tidak boleh memandang kalian, orangtuanya, dengan pandangan, "DUDE, TAME YOUR KIDS!!"
Saya punya dua keponakan, usia 2 dan 4, mereka bebas teriak-teriak, lari-larian, mukul-mukul mainan palu, loncat dari sofa, gegulingan di kasur, howling, mooing, dan lain sebagainya DI RUMAH. Tapi begitu kami berada di ruang publik, gerak mereka akan kami batasi. Karena apa? Karena itu adalah ruang publik. Kami berbagi tempat dengan orang lain. Mereka harus belajar untuk juga menghormati orang lain yang memiliki hak sama atas ruang itu. Key dan Ken lari-larian di mall? Ya. Dalam pengawasan kami dan hanya kami bolehkan dalam batas pandangan juga kalau keadaan tidak terlalu ramai. Kalau mereka tak sengaja menabrak orang lain, kami akan cepat datang dan minta maaf ke orang tersebut. Lama-lama, Key sudah bisa minta maaf sendiri kalau tidak sengaja menabrak orang lain. Lari-larian di restoran? Tidak pernah! Sebelum berusia tiga tahun, mereka akan duduk di baby chair. Setelah tiga tahun, mereka duduk bersama kami. Harus!
Anak-anak bosan menunggu, iya saya tahu. Tapi itu bukan alasan mereka bisa lari-larian di restoran sambil menunggu Bapak Ibunya selesai makan. Kami makan secara bergantian. Shift-shiftan. Dan kami akan makan dengan kecepatan lebih dari biasanya. Saya dan Kak Ari makan cepat sementara Mama nyuapin Key dan Mbak Citra nyuapin Ken. Selesai makan, saya dan Kak Ari ajak KeyKen ke luar restoran kalau mereka bosan, Mama dan Mbak Citra bisa makan. Nyuapin anak sambil mereka lari-larian akan ditentang keras sama Mama saya. Bukan karena kami keluarga Jawa penuh tata krama tapi karena menyuapi makan anak sambil mereka lari-larian itu meningkatkan kemungkinan mereka tersedak? There. Common sense. Sekarang usia 4 tahun, Key tidak diperbolehkan keluar dengan alasan bosan menunggu yang lain makan. Tapi kami jelaskan sebab dan mutual understandingnya. Kami jelaskan perihal kesopanan di meja makan. Dan dia mengerti. Sebosan apapun dia menunggu kami selesai makan, dia akan bertahan di kursi. Paling nanya berulangkali, "Belum ya Aunty? Masih lama ya? Duh Key bosan nih." ya gpp, kami jelaskan saja berulang kali juga. Wkwkwkwk.
Beberapa dari kalian akan berlindung di balik ucapan, "Ya loe belum punya anak aja Lan. Jadi loe gak tau ribetnya." DUDE, MY BRO AND SIS-IN-LAW GOT KIDS!! Usia dua anaknya lumayan dekat dan mereka bisa menjinakkan anaknya saat berada di ruang publik. Banyak teman saya yang bisa. So it's doable! Gak usah lah kalian berlindung di balik, "Ya namanya juga anak-anak." Halah mbelghedes! Bilang aja kalian gak mampu jaga. Atau respon paling sering saya dapat dari Ibu-ibu kalau saya tegur karena anaknya loncat-loncat di sofa restoran, "Anak itu anugerah, Mbak. Titipan. Jangan dilarang-larang." EBUSEH SUNGGU LUAR BIASA.
That leads to another comment my friend once say, which then I agreed to, "Parents who can't control their kids in public space, please don't reproduce!!" 😂😂😂
Tertanda,
Aunty yang agak emosi karena setiap sudah hampir tidur, anak di sebelah tiba-tiba teriak kenceng banget dan panjang, "Aaaaaaa!!!" for no reason!! Kakeknya dia yang juga lagi coba tidur sampai kebangun kaget dua kali. Bapak Ibunya ya selow ngobrol. Nggak ada yang bilangin. Karena berkali-kali, barusan Bapak sebelah saya (yang juga punya anak usia mirip) akhirnya negur, "Jangan teriak-teriak ya Nak. Bapak sampai kaget." dan Bapak Ibunya anak itu gak ada minta maaf atau bilangin anaknya. Diam aja mereka. Good Lord. Bye tata krama. God, please don't let them reproduce (again). 😅
Jumat, 08 Desember 2017
Pemahaman Yang Keliru terkait MPASI
—�—�—�-
1. MPASI tidak boleh diberikan rasa apapun. Spt Keju,margarin,gula, garam). Karena
a. Biar anak tdk terbiasa dg rasa manis dan asin yg tdk alami
b. Fungsi ginjal anak belum normal
Yang Benar ADALAH anak perlu rasa, bisa dari keju,margarin atau gula garam(secukupnya, tdk berlebihan). Usia 6 bln fungsi ginjal siap menerima makanan dan gulgar asal tdk berlebihan.
—�—�—�—
2. MPASI pertama: hrs beras,umbi2an,tepung atau sayur SAJA. Tanpa diolah dg bahan lain, sehingga hanya karbohidrat saja tanpa lemak dan protein.
Yang Benar ADALAH: makanan harus mengandung Kandungan gizi yang seimbang, karbo,lemak,protein,vitamin & mineral. Tekstur hrs lembut bertahap menuju kasar (1-2 th makanan keluarga)
—�—�—�—
3. Fobia Alergi Yang berlebihan, shg ketakutan dan tidak mengenalkan protein hewani
Yang Benar ADALAH penundaan Makanan tertentu tdk menjamin terhindar dari alergi.
—�—�—�—�
4. Salah info bahwa bayi sebenarnya juga butuh citra rasa. Dan sering ibu membikin makanan yang "aneh" : nasi di campur pisang susu --> rasa nya jd aneh kan.
AKIBAT nya:
1. Bayi jd kurang gizi karena tidak mendapat gizi yang seimbang (karbohidrat,protein dan lemak).
2. Berat badan jd tdk optimal. Karena bayi jd tdk nafsu makan dan kalori dr tiap makanan yg tidak optimal pula.
3. GTM = Gerakan Tutup Mulut. Bayi bosan karena rasa yg di sajikan "aneh" atau tidak enak dan tdk ada variasi.
Jadi beri makan dg gizi seimbang dg citra rasa yang baik. Konsep makan yg tepat sehak awal akan membentuk karakter makan yang baik.
Yukk share pengalaman 😊
Salam Sehat
#ardisantoso
1. MPASI tidak boleh diberikan rasa apapun. Spt Keju,margarin,gula, garam). Karena
a. Biar anak tdk terbiasa dg rasa manis dan asin yg tdk alami
b. Fungsi ginjal anak belum normal
Yang Benar ADALAH anak perlu rasa, bisa dari keju,margarin atau gula garam(secukupnya, tdk berlebihan). Usia 6 bln fungsi ginjal siap menerima makanan dan gulgar asal tdk berlebihan.
—�—�—�—
2. MPASI pertama: hrs beras,umbi2an,tepung atau sayur SAJA. Tanpa diolah dg bahan lain, sehingga hanya karbohidrat saja tanpa lemak dan protein.
Yang Benar ADALAH: makanan harus mengandung Kandungan gizi yang seimbang, karbo,lemak,protein,vitamin & mineral. Tekstur hrs lembut bertahap menuju kasar (1-2 th makanan keluarga)
—�—�—�—
3. Fobia Alergi Yang berlebihan, shg ketakutan dan tidak mengenalkan protein hewani
Yang Benar ADALAH penundaan Makanan tertentu tdk menjamin terhindar dari alergi.
—�—�—�—�
4. Salah info bahwa bayi sebenarnya juga butuh citra rasa. Dan sering ibu membikin makanan yang "aneh" : nasi di campur pisang susu --> rasa nya jd aneh kan.
AKIBAT nya:
1. Bayi jd kurang gizi karena tidak mendapat gizi yang seimbang (karbohidrat,protein dan lemak).
2. Berat badan jd tdk optimal. Karena bayi jd tdk nafsu makan dan kalori dr tiap makanan yg tidak optimal pula.
3. GTM = Gerakan Tutup Mulut. Bayi bosan karena rasa yg di sajikan "aneh" atau tidak enak dan tdk ada variasi.
Jadi beri makan dg gizi seimbang dg citra rasa yang baik. Konsep makan yg tepat sehak awal akan membentuk karakter makan yang baik.
Yukk share pengalaman 😊
Salam Sehat
#ardisantoso
Kamis, 07 Desember 2017
EMOSI BUKAN SOLUSI
Suatu hari ada seorang ibu yang bersifat pemarah dan sering memarahi anaknya.
Lalu ia betekad untuk mengurangi marahnya lalu si ibu tadi datang menemui Sang Kakek bijak, setelah mendengarkan semua cerita si ibu lalu sang kakek bijak memberikan sekantong paku dan mengatakan pada si ibu itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah...
Hari pertama ibu itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah....
Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang....
Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar...
Akhirnya tibalah hari dimana ibu tersebut merasa bisa mengendalikan amarahnya secara penuh dan tidak lagi cepat kehilangan kesabarannya...
Dia memberitahukan hal ini kepada sang Kakek bijak, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari penuh dimana dia tidak marah....
Hari-hari berlalu dan si ibu itu akhirnya memberitahu sang kakek bijak bahwa semua paku telah tercabut olehnya...
"Lalu sang kakek menuntun ibu tersebut ke pagar..……."Hmm....? Kamu telah berhasil dengan baik anakku...,..tapi, lihatlah lubang-lubang bekas paku ini, kayu pagar ini ,tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya, "
"ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan pada anakmu.….. "
"Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini... di hati anakmu dan orang lain".
dishare by ayah edy
Rabu, 06 Desember 2017
Anak Autis Karena TV dan Gadget
HAI ANAKKU, SUNGGUH SEMUA INI SALAHKU
Foto ini diambil sekitar 2 tahun yang lalu. Usia rei baru hitungan bulan.
Waktu itu seorang teman di grup dengan sengaja berkomentar, "Jangan dikasih tv dong. Kasian.. Anak umur segitu ga bagus kalau kena tv dan gadget."
Lalu apa tanggapan saya?
Sebagai ibu muda dengan tingkat emosi yang masih suka meledak-ledak, saya gak terima. Sebagai ibu muda yang sedang berjuang dengan status barunya, saya sebel dikomentarin.
Sebagai ibu muda yang emang belum belajar banyak tentang parenting yang baik, saya ga mau tau.
Karena... orang yang komentar masih single.
Dalam hati, saya malah balik nyinyir.
"Eh kamu ya, nikah aja belom. Gatau rasanya jadi ibu. Gatau rasanya jadi stay at home mom, yang ga punya pembantu. Berharap si bocah anteng sebentar biar ibunya bisa masak ala kadarnya, sekedar makan setelah lemes disedot Asinya sama bocah, sekedar mandi, sekedar rehat nonton tv. Kalau ga ada pengalihan gini. Mana bisa emaknya ngerjain yang lain."
😒😒😒
Fix... Saya membela diri.
Lalu...
Waktupun berlalu...
Rei makin kecanduan nonton kartun di TV. Favoritnya dulu adalah Marsha and the bear.
Yang jelas-jelas ngobrolnya pakai bahasa rusia. 😩😩
Setiap saya ngerjain sesuatu, dia maunya nonton TV.
Kalau enggak di setelin TV, anak ini mengamuk dan tantrum.
Pikir saya "Ah gapapa lah. Yang penting anteng. Bisa di sambi ngerjain urusan rumah tangga."
Makin lama....
Anak ini beneran anteng banget kalau di depan tv. Dia bisa ketawa-ketawa sendiri tiap si marsha jahil. Atau tiap si Bear jatuh guling-guling dikerjain marsha.
Kalau acara marsha nya bubar, dia akan nangis mengamuk.
Kalau g lagi nonton tv, dia ngapain? Ya seperti lazimnya anak-anak, dia akan pecicilan kesana kemari mainan apa aja.
Memasuki usia setahun dimana seharusnya anak sudah mulai mengucap beberapa kata dengan jelas, anak saya masih mengoceh pakai bahasa bayi. Mana kalau ngamuk minta apa sukanya tantrum dengan aksi mukulin kepala atau berguling-guling di lantai. Setiap dipanggil namanya, dia cuek-cuek aja.
Sampai di sini... Saya dan suami mulai kewalahan, tapi masih menganggap wajar. Baru setahun ini. Di amati dulu lah. Begitu pemikiran saya.
Secara motorik memang ga ada keterlambatan dalam diri anak saya. Hanya beberapa hal yang saya pikir (lagi-lagi menurut saya) WAJAR.
Apakah itu?
1. Anak saya dari bayi suka kagetan. Kalau ada suara keras seperti klakson mobil atau orang teriak dia akan bangun sambil menangis. Mitosnya, kalau orang jawa "Dulu pas baru lahir gak di gebrak ya?" 😓 😓
2. Ketika sudah bisa jalan, dia suka sekali tiba-tiba jalan jinjit. Seperti tidak mau kalau kakinya kotor. Dia juga ga suka tidur di selimutin (padahal pakai AC). Dia ga mau menginjak karpet atau keset bulu-bulu.
3. Setiap habis mandi lalu disisir rambutnya dengan sisir berbentuk sikat, anak ini selalu terlihat tidak nyaman. Pernah bahkan sampai menangis.
Memasuki usia 2 tahun anak saya masih juga belum bisa bicara. Jangan tanya seberapa dongkolnya saya tiap dapat pertanyaan dari para kerabat "Kog belom bisa ngomong sih?" atau ketika rei ngoceh "Haduuuuh cah ganteng, kamu ngomong apa kog kayak bahasa alien."
(Emangnya udah pernah ketemu alien?)
😌
Sampai akhirnya demi memuaskan para pemberi kritik, saya bawa Rei ke sebuah klinik tumbuh kembang.
Hasil konsultasi pertama saat itu bikin saya seketika gak sreg.
Kenapa?
Hla masa tiba-tiba dibilang anak saya 'speech delay mengarah ke Autis'.
HAH... APAAA....!!!
Segampang itukah menyatakan seorang anak itu Autis?
"Hallooo... Gini-gini saya pernah dapat perkuliahan dengan materi Autisme ya. Seingat saya tes untuk diagnosa autis itu buwaaanyaaak. Gak cuman di tes denver doang. Lalu masa karena anak saya cueknya setengah mati, asyik dengan mainannya lalu bisa dibilang autis. Gitu?
No no no... "
Lagi.... Emosi dan ego "ibu muda" saya bergejolak.
Saya gak terima. Titik.
Seketika itu saya males membawa anak saya ke klinik tumbuh kembang lagi.
Tapi dengan berbagai desakan, dan hasil perenungan saya sebagai seorang ibu yang memang merasakan ada yang salah dengan tumbuh kembang anak, akhirnya saya googling lagi. Mencari second opinion. Mencari pengalaman ibu-ibu lain dengan anak yang belum bisa bicara sama sekali di usia 2 tahun. Mencari apapun yang bisa saya ketahui dengan keyword "autisme", "speech delay", "keterlambatan bicara" dan lain lain.
Akhirnya saya menemukan klinik yang ga terlalu jauh dari rumah, bisa dijangkau sendiri naik motor. Saya pun mendiskusikan lagi dengan suami.
Apa katanya?
"Yang bilang anak kita autis itu siapa? Gak usah di dengerin kenapa sih? Orang anaknya baik-baik aja. Nanti kalau udah waktunya pasti juga bisa ngomong."
Hyaaak... des... Suami saya pun sama ngeyelnya dengan saya dulu.
"Tapi mas, kan ga ada salahnya juga cek lagi. Daripada aku kepikiran. Nanti, apapun hasil tesnya seenggaknya kita tahu apa yang harus dilakuin. "
Ribut lah kami malam itu.
Akhirnya apa?
Saya bawa Rei konsultasi lagi. Naik motor sendiri sambil gendong bocah pakai babycarier.
Luaaaar biasaaa kan.
Ayahnya cuman saya watsap, "aku ke klinik udah janjian mau observasi Rei."
Selama kurang lebih satu jam penuh observasi dilakukan oleh terapis di klinik tsb.
Saya juga diharuskan mengisi form tanya jawab seputar riwayat kesehatan kehamilan dan riwayat kesehatan anak sejak dia lahir. Masih dilanjutkan dengan wawancara.
Selama observasi, saya tidak diperbolehkan masuk ke ruangan. Dari luar terdengar suara Rei yang menangis meraung-raung. Entah diapain itu bocah di dalam. Mau ngintip pun rasanya gak tega.
Ya Allah... kenapa lagi itu anak. Saya terus meneguhkan hati kalau keputusan yang saya ambil ini tepat.
Hasil dari observasi hari itu adalah anak saya benar-benar "Speech delay" alias Terlambat Bicara.
😭😭
Mau nangis aja rasanya. Merasa bersalah sama diri sendiri.
"Anak baru satu aja kog ga bisa ngurusnya sih?"
"Kenapa juga dulu ngasih anak TV !"
"Kenapa dulu gak dengerin peringatan temen?"
"Kenapa? Kenapa?"
"Semua salahmu..."
Bermacam-macam perdebatan dalam hati.
Tapi mau gimana lagi lah. Nasi sudah jadi bubur. Kalau punya mesin waktu, mungkin saya sudah balik ke masa dia masih bayi. Saya ga akan ngulangin kesalahan macam ini lagi.
😭😭😭
Hei nak.. Maafin ibumu..
Semua ini salahku... 😭😭😭😭
***
Pertanyaan saya ke terapis saat itu adalah "apakah speech delay itu berarti anak autis?"
"Oh enggak bu. Salah satu gejala anak autis memang telat berbicara. Tapi tidak semua anak yang telat berbicara dikatakan autis. Untuk anak ibu, dia telat bicara lebih dikarenakan kurangnya fokus dan cenderung hiperaktif. Dia perlu diberikan kegiatan-kegiatan tertentu yang merangsang pusat sensorinya agar dia fokus dan informasi bisa masuk. Itulah nanti yang kita namakan terapy sensory integrasi. Selama ini kan anak cenderung suka nonton tv. Indranya asyik menikmati gambar di tv, padahal secara sensori dia belum bisa menangkap gambar yang bergerak cepat seperti tayangan TV.
Jadi nantinya kita berikan terapi untuk membuka pusat sensori di otaknya. Selama anak belum bisa menerima informasi yang masuk dengan benar, darimana dia bisa merespon dengan benar juga. Ibaratnya kita mau masuk ruangan yang dikunci, ya kita cari dulu kan kuncinya yang pas, biar kita bisa masuk lalu keluar lagi."
Untuk kasus anak ibu, kalau dilihat dari usianya yang baru 2 tahun masih termasuk Golden Age. Kita akan berikan terapi untuk mengejar ketinggalannya. Beda dengan kasus dimana anak baru dibawa kemari setelah usianya lewat dari 5 tahun. Biasanya saya marahin itu orang tuanya "Kog baru dibawa sekarang sih pak buk?!".
Anak-anak speech delay yang cenderung lebih cepat ditangani akan lebih nampak hasilnya dibandingkan yang sudah lewat golden age. Kalau sudah lewat 3 tahun saja, penderita speech delay biasanya akan dilakukan tes untuk mendeteksi adakah gejala-gejala autisme lain yang menyertai.
Alhamdulillah... dapat penjelasan yang bagi saya masuk akal dan melegakan. Bukan sekedar "hai buk, anakmu autis".
Menurut sang terapis, penyebab speech delay itu bermacam-macam. Jadi nantinya penanganannya disesuaikan dengan penyebabnya.
Dari nomer 1-3 yang saya sebutkan di atas ternyata erat kaitannya dengan proses sensori di otak anak. Itulah kenapa kelainan proses sensori bisa menjadi salah satu penyebab anak mengalami keterlambatan bicara.
Jadi siapa yang bilang jadi ibu dan mengasuh anak itu mudah?
Menjadi seorang ibu itu bagi saya berarti harus belajar lagi. Lebih legowo dengan kritik dan masukan. Kalau memang tidak paham ilmunya, gak akan ada salahnya belajar lagi. Ya meskipun ga semua teori seputar parenting bisa di tiru dan dilakukan.
Untuk para orang tua dimanapun kalian berada, semoga pengalaman saya ini bisa dijadikan pelajaran.
Hikmah dari memiliki anak dengan speech delay adalah, saya menyadari bahwa:
"TV dan gadget itu sungguh tidak memberikan manfaat untuk balita terutama mereka yang usianya di bawah 2 tahun."
Oleh: Risca Widyasari A
Foto ini diambil sekitar 2 tahun yang lalu. Usia rei baru hitungan bulan.
Waktu itu seorang teman di grup dengan sengaja berkomentar, "Jangan dikasih tv dong. Kasian.. Anak umur segitu ga bagus kalau kena tv dan gadget."
Lalu apa tanggapan saya?
Sebagai ibu muda dengan tingkat emosi yang masih suka meledak-ledak, saya gak terima. Sebagai ibu muda yang sedang berjuang dengan status barunya, saya sebel dikomentarin.
Sebagai ibu muda yang emang belum belajar banyak tentang parenting yang baik, saya ga mau tau.
Karena... orang yang komentar masih single.
Dalam hati, saya malah balik nyinyir.
"Eh kamu ya, nikah aja belom. Gatau rasanya jadi ibu. Gatau rasanya jadi stay at home mom, yang ga punya pembantu. Berharap si bocah anteng sebentar biar ibunya bisa masak ala kadarnya, sekedar makan setelah lemes disedot Asinya sama bocah, sekedar mandi, sekedar rehat nonton tv. Kalau ga ada pengalihan gini. Mana bisa emaknya ngerjain yang lain."
😒😒😒
Fix... Saya membela diri.
Lalu...
Waktupun berlalu...
Rei makin kecanduan nonton kartun di TV. Favoritnya dulu adalah Marsha and the bear.
Yang jelas-jelas ngobrolnya pakai bahasa rusia. 😩😩
Setiap saya ngerjain sesuatu, dia maunya nonton TV.
Kalau enggak di setelin TV, anak ini mengamuk dan tantrum.
Pikir saya "Ah gapapa lah. Yang penting anteng. Bisa di sambi ngerjain urusan rumah tangga."
Makin lama....
Anak ini beneran anteng banget kalau di depan tv. Dia bisa ketawa-ketawa sendiri tiap si marsha jahil. Atau tiap si Bear jatuh guling-guling dikerjain marsha.
Kalau acara marsha nya bubar, dia akan nangis mengamuk.
Kalau g lagi nonton tv, dia ngapain? Ya seperti lazimnya anak-anak, dia akan pecicilan kesana kemari mainan apa aja.
Memasuki usia setahun dimana seharusnya anak sudah mulai mengucap beberapa kata dengan jelas, anak saya masih mengoceh pakai bahasa bayi. Mana kalau ngamuk minta apa sukanya tantrum dengan aksi mukulin kepala atau berguling-guling di lantai. Setiap dipanggil namanya, dia cuek-cuek aja.
Sampai di sini... Saya dan suami mulai kewalahan, tapi masih menganggap wajar. Baru setahun ini. Di amati dulu lah. Begitu pemikiran saya.
Secara motorik memang ga ada keterlambatan dalam diri anak saya. Hanya beberapa hal yang saya pikir (lagi-lagi menurut saya) WAJAR.
Apakah itu?
1. Anak saya dari bayi suka kagetan. Kalau ada suara keras seperti klakson mobil atau orang teriak dia akan bangun sambil menangis. Mitosnya, kalau orang jawa "Dulu pas baru lahir gak di gebrak ya?" 😓 😓
2. Ketika sudah bisa jalan, dia suka sekali tiba-tiba jalan jinjit. Seperti tidak mau kalau kakinya kotor. Dia juga ga suka tidur di selimutin (padahal pakai AC). Dia ga mau menginjak karpet atau keset bulu-bulu.
3. Setiap habis mandi lalu disisir rambutnya dengan sisir berbentuk sikat, anak ini selalu terlihat tidak nyaman. Pernah bahkan sampai menangis.
Memasuki usia 2 tahun anak saya masih juga belum bisa bicara. Jangan tanya seberapa dongkolnya saya tiap dapat pertanyaan dari para kerabat "Kog belom bisa ngomong sih?" atau ketika rei ngoceh "Haduuuuh cah ganteng, kamu ngomong apa kog kayak bahasa alien."
(Emangnya udah pernah ketemu alien?)
😌
Sampai akhirnya demi memuaskan para pemberi kritik, saya bawa Rei ke sebuah klinik tumbuh kembang.
Hasil konsultasi pertama saat itu bikin saya seketika gak sreg.
Kenapa?
Hla masa tiba-tiba dibilang anak saya 'speech delay mengarah ke Autis'.
HAH... APAAA....!!!
Segampang itukah menyatakan seorang anak itu Autis?
"Hallooo... Gini-gini saya pernah dapat perkuliahan dengan materi Autisme ya. Seingat saya tes untuk diagnosa autis itu buwaaanyaaak. Gak cuman di tes denver doang. Lalu masa karena anak saya cueknya setengah mati, asyik dengan mainannya lalu bisa dibilang autis. Gitu?
No no no... "
Lagi.... Emosi dan ego "ibu muda" saya bergejolak.
Saya gak terima. Titik.
Seketika itu saya males membawa anak saya ke klinik tumbuh kembang lagi.
Tapi dengan berbagai desakan, dan hasil perenungan saya sebagai seorang ibu yang memang merasakan ada yang salah dengan tumbuh kembang anak, akhirnya saya googling lagi. Mencari second opinion. Mencari pengalaman ibu-ibu lain dengan anak yang belum bisa bicara sama sekali di usia 2 tahun. Mencari apapun yang bisa saya ketahui dengan keyword "autisme", "speech delay", "keterlambatan bicara" dan lain lain.
Akhirnya saya menemukan klinik yang ga terlalu jauh dari rumah, bisa dijangkau sendiri naik motor. Saya pun mendiskusikan lagi dengan suami.
Apa katanya?
"Yang bilang anak kita autis itu siapa? Gak usah di dengerin kenapa sih? Orang anaknya baik-baik aja. Nanti kalau udah waktunya pasti juga bisa ngomong."
Hyaaak... des... Suami saya pun sama ngeyelnya dengan saya dulu.
"Tapi mas, kan ga ada salahnya juga cek lagi. Daripada aku kepikiran. Nanti, apapun hasil tesnya seenggaknya kita tahu apa yang harus dilakuin. "
Ribut lah kami malam itu.
Akhirnya apa?
Saya bawa Rei konsultasi lagi. Naik motor sendiri sambil gendong bocah pakai babycarier.
Luaaaar biasaaa kan.
Ayahnya cuman saya watsap, "aku ke klinik udah janjian mau observasi Rei."
Selama kurang lebih satu jam penuh observasi dilakukan oleh terapis di klinik tsb.
Saya juga diharuskan mengisi form tanya jawab seputar riwayat kesehatan kehamilan dan riwayat kesehatan anak sejak dia lahir. Masih dilanjutkan dengan wawancara.
Selama observasi, saya tidak diperbolehkan masuk ke ruangan. Dari luar terdengar suara Rei yang menangis meraung-raung. Entah diapain itu bocah di dalam. Mau ngintip pun rasanya gak tega.
Ya Allah... kenapa lagi itu anak. Saya terus meneguhkan hati kalau keputusan yang saya ambil ini tepat.
Hasil dari observasi hari itu adalah anak saya benar-benar "Speech delay" alias Terlambat Bicara.
😭😭
Mau nangis aja rasanya. Merasa bersalah sama diri sendiri.
"Anak baru satu aja kog ga bisa ngurusnya sih?"
"Kenapa juga dulu ngasih anak TV !"
"Kenapa dulu gak dengerin peringatan temen?"
"Kenapa? Kenapa?"
"Semua salahmu..."
Bermacam-macam perdebatan dalam hati.
Tapi mau gimana lagi lah. Nasi sudah jadi bubur. Kalau punya mesin waktu, mungkin saya sudah balik ke masa dia masih bayi. Saya ga akan ngulangin kesalahan macam ini lagi.
😭😭😭
Hei nak.. Maafin ibumu..
Semua ini salahku... 😭😭😭😭
***
Pertanyaan saya ke terapis saat itu adalah "apakah speech delay itu berarti anak autis?"
"Oh enggak bu. Salah satu gejala anak autis memang telat berbicara. Tapi tidak semua anak yang telat berbicara dikatakan autis. Untuk anak ibu, dia telat bicara lebih dikarenakan kurangnya fokus dan cenderung hiperaktif. Dia perlu diberikan kegiatan-kegiatan tertentu yang merangsang pusat sensorinya agar dia fokus dan informasi bisa masuk. Itulah nanti yang kita namakan terapy sensory integrasi. Selama ini kan anak cenderung suka nonton tv. Indranya asyik menikmati gambar di tv, padahal secara sensori dia belum bisa menangkap gambar yang bergerak cepat seperti tayangan TV.
Jadi nantinya kita berikan terapi untuk membuka pusat sensori di otaknya. Selama anak belum bisa menerima informasi yang masuk dengan benar, darimana dia bisa merespon dengan benar juga. Ibaratnya kita mau masuk ruangan yang dikunci, ya kita cari dulu kan kuncinya yang pas, biar kita bisa masuk lalu keluar lagi."
Untuk kasus anak ibu, kalau dilihat dari usianya yang baru 2 tahun masih termasuk Golden Age. Kita akan berikan terapi untuk mengejar ketinggalannya. Beda dengan kasus dimana anak baru dibawa kemari setelah usianya lewat dari 5 tahun. Biasanya saya marahin itu orang tuanya "Kog baru dibawa sekarang sih pak buk?!".
Anak-anak speech delay yang cenderung lebih cepat ditangani akan lebih nampak hasilnya dibandingkan yang sudah lewat golden age. Kalau sudah lewat 3 tahun saja, penderita speech delay biasanya akan dilakukan tes untuk mendeteksi adakah gejala-gejala autisme lain yang menyertai.
Alhamdulillah... dapat penjelasan yang bagi saya masuk akal dan melegakan. Bukan sekedar "hai buk, anakmu autis".
Menurut sang terapis, penyebab speech delay itu bermacam-macam. Jadi nantinya penanganannya disesuaikan dengan penyebabnya.
Dari nomer 1-3 yang saya sebutkan di atas ternyata erat kaitannya dengan proses sensori di otak anak. Itulah kenapa kelainan proses sensori bisa menjadi salah satu penyebab anak mengalami keterlambatan bicara.
Jadi siapa yang bilang jadi ibu dan mengasuh anak itu mudah?
Menjadi seorang ibu itu bagi saya berarti harus belajar lagi. Lebih legowo dengan kritik dan masukan. Kalau memang tidak paham ilmunya, gak akan ada salahnya belajar lagi. Ya meskipun ga semua teori seputar parenting bisa di tiru dan dilakukan.
Untuk para orang tua dimanapun kalian berada, semoga pengalaman saya ini bisa dijadikan pelajaran.
Hikmah dari memiliki anak dengan speech delay adalah, saya menyadari bahwa:
"TV dan gadget itu sungguh tidak memberikan manfaat untuk balita terutama mereka yang usianya di bawah 2 tahun."
Oleh: Risca Widyasari A
Selasa, 05 Desember 2017
Setelah Menikah, Perempuan Harus Melakukan 5 Kewajiban ini Terhadap Orang Tua
dalamislam.com
Setelah menikah, seorang perempuan harus menaati suaminya. Dan suami harus bertanggung jawab penuh atas dan kepada istrinya.
Islam memerintahkan muslimah agar selalu mentaati suaminya selagi masih dalam aturan atau syariat Islam.
Akan tetapi, tentu saja bukan berarti seorang anak perempuan harus melupakan orang tuanya atau lepas dari tanggung jawabnya terhadap orang tua. Ia masih harus berbakti dan menjadi anak dari orang tuanya.
Tentu saja, orang tua telah memberikan jasanya pada kita sejak kecil dan tidak akan pernah terganti atau terhitung sebarapa banyaknya. Hal ini sebagiamana disampaikan oleh hadist nabi:
Baca Juga: Wahai Suami, Kecantikan Istri adalah Tanggung Jawabmu. Jangan Mengeluh Istri Kurang Cantik
“Keridhoaan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua” (HR Tirmidzi)
Kewajiban Anak Perempuan Pada Orang Tua
Sebagai anak perempuan yang sudah menikah, tentu saja orang tua masih membutuhkan anaknya dan juga berstatus sebagai orang tua. Anak harus taat kepada orang tua selagi itu tidak melanggar perintah Allah.
Mengutip dalamislam.com, berikut adalah 5 kewajiban anak perempuan terhadap orang tua setelah menikah, yang harus di lakukan.
1. Tetap Berbakti Terhadap Orang Tua
Walaupun sudah menikah, seorang muslimah haruslah tetap taat dan berbakti kepada orang tuanya. Orang tua tentu saja menginginkan yang terbaik dan menasehati yang terbaik untuk anaknya. Untuk itu, terhadap orang tua anak perempuan tidaklah berubah dan tetap harus menghormati.
Sering kali ada orang-orang yang melupakan orang tuanya ketika sudah menikah. Padahal, orang tua tetaplah harus dihargai sebagaimana mereka telah memberikan kasih sayang juga perhatian yang tulus selama kita kecil.
2. Membantu Kehidupan Orang Tua
Ketika orang tua semakin menua, tentunya hal ini menjadi kewajiban bagi kita untuk membantu kehidupannya. Kehidupan orang tua tentu saja semakin tua semakin renta dan membutuhkan perawatan. Suatu saat tentunya kita akan menghadapi masa tersebut dan harus membantunya.
Salah satu yang dapat dibantu oleh kita adalah memberikan bantuan berupa finansial, mengingat mereka di usia tua pasti telah pensiun dan tidak bekerja. Bahkan, mereka jika bisa tidak dianjurkan untuk terus bekerja karena usianya yang sudah tua.
3. Bersilahturahmi dan Menjalin Komunikasi
Anak perempuan dengan orang tua, terutama ibunya harus tetap bersilahturahmi dan menjalin komunikasi yang baik. Silahutrahmi dan komunikasi yang baik tentu saja tidak hanya terjadi ketika sebelum menikah.
Ketika sesudah menikah pun bersilahturahmi adalah kewajiban bagi anak perempuan walaupun di tengah kesibukan mengurus suami dan keluarganya.
Hal ini juga disampaikan dalam Al-Quran mengenai silahturahmi,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa : 1)
4. Tidak Menyulitkan atau Menggantungkan Diri pada Orang Tua
Tidak menyulitkan dan menggantungkan diri pada orang tua adalah hal yang harus dilakukan setelah menikah. Pada dasarnya anak perempuan tentu sebelum menikah atau bekerja, ia masih dalam tanggung jawab orang tuanya dan harus dinafkahi oleh keluarganya.
Setelah menikah, maka janganlah mempersulit orang tua dan berikan yang terbaik untuk mereka. Hal ini sebagai kewajiban kita agar tidak menyulitkan orang tua yang sudah semakin berusia, malah justru kita harus meringankan bebannya di masa tua.
5. Melayani Orang Tua di Masa Renta
Kewajiban selanjutnya adalah anak perempuan juga jangan melupakan orang tuanya di masa renta walaupun sudah menikah.
Kewajiban untuk melayani, menjaga, dan merawat orang tua tetap haruslah dijalankan walaupun tidak bisa 100% atau secara penuh waktu dilakukan. Namun setidaknya sebagaimana anak perempuan, kita telah peduli dan memberikan kasih sayang pada mereka.
Hikmah Melaksanakan Kewajiban Bagi Anak Perempuan
Melaksanakan kewajiban anak perempuan tersebut tentu saja memiliki hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Allah dalam memberikan perintah untuk segala hal pasti memiliki hikmah dan pelajaran yang bisa diambil termasuk juga ketika melaksanakan perintah berbakti kepada orang tua.
Baca Juga: Rahasia Keistimewaan Puasa Ayyamul Bidh (Tanggal 13, 14, 15 Bulan Sya'ban)
Diantara kewajiban anak perempuan setelah menikah tersebut, berikut adalah hikmah yang bisa diambil oleh kita sebagai muslim.
1. Mendapatkan pahala Sebagai Anak yang Berbakti
Dengan melaksanakan kewajiban sebagai anak perempuan terhadap orang tua walaupun sudah menikah, tentu saja kita akan mendapatkan pahala dari apa yang kita lakukan tersebut.
Apa yang kita lakukan kepada orang tua dengan kebaikan dan keikhlasan hati tentunya akan mengalirkan pula pahala dari apa yang kita lakukan. Walaupun hal ini tentunya tidak akan sebandung dengan apa yang pernah orang tua kita lakukan kepada kita.
2. Memberikan Kebahagiaan Bagi Orang Tua
Memberikan kebahagiaan pada orang tua adalah hal yang akan berdampak kepada kebahagiaan kita juga. Memberikan kebahagiaan pada orang tua tentunya membuat orang tua lebih sehat, lebih cerah dan ceria.
Hal ini karena kebahagiaan orang tua adalah kebahagiaan kita, dan kebahagiaan kita adalah kebahagiaan bagi orang tua.
3. Menjalankan Perintah Islam
Dengan memberikan kebahagiaan dan tetap berbakti kepada orang tua, tentunya kita telah menjalankan perintah islam. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Allah dalam al-Qur’an surat Al-Isra’
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا () وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil’.” (QS. Al-Isra : 23-24.)
Semoga kewajiban yang kita lakukan ini dapat memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kasih sayang orang tua sepanjang massa dan kita tidak akan bisa membalasnya sebagiamana mereka mendidik kita waktu kecil.
Menangani Anak yang Sedang Merajuk
Banyak orang tua yang bingung dalam menghadapi anaknya pd saat merajuk meminta sesuatu sampai marah atau (tantrum).
Mungkin orang tua belum mengetahui atau sudah mengetahui namun belum mempraktekkannya.
Jika kita ingin mudah mengendalikan anak dengan baik, maka sesungguhnya kita wajib mengetahui dan memahami bagaimana cara alamiah otak manusia bekerja.
Anak adalah ciptaan Tuhan yg super canggih. Namun sayang, banyak orang tua yang tidak mengetahui bagaimana cara mengendalikan anak melalui pendekatan cara kerja otaknya.
Taukah kita bahwa satu bentakan saja dapat membunuh miliaran sel otak anak ? Taukah kita, jika kita sering memarahi anak, maka anak kita cendrung lebih agresif ?
Jika anak kita sudah memasuki usia SD, namun masih suka tantrum.. Yuk, kita evaluasi bagaimana pola asuh kita di rumah ?
Otak manusia terbagi menjadi 3 bagian spesifik, yaitu ;
SATU, neocortex (otak berfikir), berfungsi merencanakan masa depan, menyelesaikan masalah, berbicara dan berkomunikasi, mengendalikan motorik, berfikir kreatif dan intuisi.
DUA, mamalian (otak rasa), berfungsi utk kekebalan, memori jangka panjang, cinta kasih, sbg saklar yg menghubungkan informasi yang masuk ke dlm otak dan di teruskan ke neocortex.
TIGA, reptil (otak primitif), berfungsi sbg respon bertahan hidup, melawan atau lari ketika bahaya mengancam.
Orang tua cenderung lebih sering mengaktifkan otak reptil anak. Contoh pada saat anak mulai berperilaku yang tidak sesuai dg harapan orangtua, seperti tantrum dan merajuk, orang tua justru memarahinya, sehingga otak reptil anak justru berkembang baik.
Pada saat anak tantrum, otak yg sedang aktif adalah otak reptilnya. Seharusnya orang tua dapat memindahkan atau mengaktifkan otak neocortex anak agar anak dpt berfikir dan memecahkan masalahnya. Mengapa saya harus tantrum?
Beberapa cara bagaimana mengaktifkan otak neocortex anak adalah :
1. Mengalihkan perhatiannya dan
melakukan hal-hal yg
menyenangkan.
2.Tenang dan jangan menyerah
untuk memenuhi keinginan anak.
Jika orang tua menyerah akan di
jadikan senjata ampuh bagi anak
3.Tidak mengejek atau
mentertawakan anak yg sedang
tantrum. Diam adalah cara yg
ampuh untuk menenangkan diri
kita dan diri anak.
4.Berikan pelukan atau belaian untuk
menurunkan emosi anak. Setelah
anak tenang, maka ajaklah anak
untuk berdiskusi.
5.Setelah anak berhenti tantrum
berikan pengertian kepada
mereka, bagaimana cara
mengungkapkan perasaan yang
tepat.
@specialthanksto-mamaJiya.
Mungkin orang tua belum mengetahui atau sudah mengetahui namun belum mempraktekkannya.
Jika kita ingin mudah mengendalikan anak dengan baik, maka sesungguhnya kita wajib mengetahui dan memahami bagaimana cara alamiah otak manusia bekerja.
Anak adalah ciptaan Tuhan yg super canggih. Namun sayang, banyak orang tua yang tidak mengetahui bagaimana cara mengendalikan anak melalui pendekatan cara kerja otaknya.
Taukah kita bahwa satu bentakan saja dapat membunuh miliaran sel otak anak ? Taukah kita, jika kita sering memarahi anak, maka anak kita cendrung lebih agresif ?
Jika anak kita sudah memasuki usia SD, namun masih suka tantrum.. Yuk, kita evaluasi bagaimana pola asuh kita di rumah ?
Otak manusia terbagi menjadi 3 bagian spesifik, yaitu ;
SATU, neocortex (otak berfikir), berfungsi merencanakan masa depan, menyelesaikan masalah, berbicara dan berkomunikasi, mengendalikan motorik, berfikir kreatif dan intuisi.
DUA, mamalian (otak rasa), berfungsi utk kekebalan, memori jangka panjang, cinta kasih, sbg saklar yg menghubungkan informasi yang masuk ke dlm otak dan di teruskan ke neocortex.
TIGA, reptil (otak primitif), berfungsi sbg respon bertahan hidup, melawan atau lari ketika bahaya mengancam.
Orang tua cenderung lebih sering mengaktifkan otak reptil anak. Contoh pada saat anak mulai berperilaku yang tidak sesuai dg harapan orangtua, seperti tantrum dan merajuk, orang tua justru memarahinya, sehingga otak reptil anak justru berkembang baik.
Pada saat anak tantrum, otak yg sedang aktif adalah otak reptilnya. Seharusnya orang tua dapat memindahkan atau mengaktifkan otak neocortex anak agar anak dpt berfikir dan memecahkan masalahnya. Mengapa saya harus tantrum?
Beberapa cara bagaimana mengaktifkan otak neocortex anak adalah :
1. Mengalihkan perhatiannya dan
melakukan hal-hal yg
menyenangkan.
2.Tenang dan jangan menyerah
untuk memenuhi keinginan anak.
Jika orang tua menyerah akan di
jadikan senjata ampuh bagi anak
3.Tidak mengejek atau
mentertawakan anak yg sedang
tantrum. Diam adalah cara yg
ampuh untuk menenangkan diri
kita dan diri anak.
4.Berikan pelukan atau belaian untuk
menurunkan emosi anak. Setelah
anak tenang, maka ajaklah anak
untuk berdiskusi.
5.Setelah anak berhenti tantrum
berikan pengertian kepada
mereka, bagaimana cara
mengungkapkan perasaan yang
tepat.
@specialthanksto-mamaJiya.
Senin, 04 Desember 2017
DI BALIK FOTO ANAK YANG MANIS, LUCU & IMUT.. ADA IBU YANG KELELAHAN….
Sebenarnya apa rahasia dibalik foto anak yang cantik, menggemaskan, manis dan lucu?
Saat Bunda melihat di beranda halaman media sosial yang Bunda punya, pastilah ada foto anak dari teman-teman Bunda yang rapi, wangi, lucu. Namun hanya seorang ibu yang tahu bahwa ada rahasia besar yang tak diungkapkan dibalik foto-foto itu..
Bener gak nih..? :D
Tahu kan, apa yang sebenarnya terjadi dibalik foto-foto itu..?
Yup, dibalik foto anak yang lucu dan imut, pasti ada seorang Ibu yang LELAH dan teler. :D Itulah alasan kenapa lebih banyak yang posting foto anaknya. Hihihi..
Setuju atau setuju nih…
Nah, Bunda… semua ibu pasti mengalami hal itu. Betapa lelahnya dan ribet saat mengurus anak yang masih balita. Dan di tulisan kali ini saya ingin sedikit berbagi tips agar Bunda bisa menjalaninya dengan riang gembira.
Jadi, pertama, bila Bunda merasa lelah saat mengurus anak dan rumah, satu hal penting yang bisa Bunda lakukan adalah: Menurunkan standar kebersihan dan kerapihan rumah. Kenapa? Karena si kecil yang sedang aktifnya akan membuat rumah Bunda berantakan lagi. Daripada bunda marah-marah rumah berantakan, lebih baik turunkanlah standar kebersihan dan kerapihan rumah Bunda.
Sudahlah, namanya juga punya anak balita. Rumah gak perlu rapi-rapi amat kayak di sinetron televisi juga gak apa-apa bukan…? :)
Rumah Bunda bisa jadi tidak akan pernah terlihat seperti yang ada di dalam majalah. Sadarilah hal ini. Move on. Hehehe.... Punya bayangan rumah Bunda seperti tampak dalam majalah? Sudahlah. Move On yaaa.... :)
Kedua, Bila Bunda tidak bisa mengubah tingkah laku anak-anak, maka ubahlah sudut pandang (perspektif) Bunda. Misalnya begini, si kecil lari-lari di dalam rumah? Si kecil maunya main petak umpet bersama Bunda? Yup, kalau tidak bisa mengubah perilaku si kecil, kenapa tidak Bunda ikut bermain bersama buah hati? Iya kan? :)
Ketiga, Selalu sediakan banyak es lolipop/es krim di freezer. Yup, si kecil selalu suka dengan es krim. Tak ada salahnya menyediakannya kan? Saat anak mulai rewel, Bunda bisa menenangkannya sesekali dengan memberi makanan kesuakaan anak.
Eiitts, namun selalu ingat yaa.. jangan berlebihan memberi si kecil es lolipop atau es krim. Secukupnya saja. Atau bisa juga diganti dengan makanan lain, yang lebih sehat. Anak-anak itu suka makan kok Bund.. Tenang aja. Atau lebih tepatnya sih, anak-anak suka bermain dengan makanannya.. hehehe..
Keempat, Nikmati kekacauan yang ada. Nikmatilah segala bentuk kekacauan yang ada dalam rumah. Pakaian yang belum disetrika, mainan yang berantakan, si kecil yang corat coret. Yup, nikmatilah dan ikutlah bermain.
Kelima, lelah dengan suara berisik anak-anak? Hemm.. mau pakai headphone yang bisa menahan suara berisik? Ada yang jual..? :D
Punya anak usia balita memang akan berisik. Jangan berharap Bunda tak mendengar tangisan ataupn rengekan dan celoteh si kecil.
Keenam, (Jangan lupa untuk) Bernapas. Ambil nafas panjang... Hembuskan.. dan tahan amarah Bunda.
Bersabarlah, Bunda. Suatu hari semua akan terlihat lucu kok. Sadarlah bahwa semua hal yang bunda lalui akan menjadi sesuatu yang lucu untuk dikenang kelak di masa tua.
Ketujuh, Apakah Bunda lebih senang mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri, menyuruh anak-anak melakukannya, atau mengikhlaskan semuanya? Bila Bunda bingung harus memilih yang mana, lihat tips pertama di atas yaa.. :)
Nah, yang terakhir, sampaikan pesan ini kepada para Suami. Catat kalimat ini baik-baik ya Bunda. Lalu pastikan suami Bunda untuk tahu. Ini bukan perkataan saya lho, tapi saya kutip dari guru saya… Begini katanya;
"Bila memberi nafkah kepada istri, lebihkan sedikit untuk keperluan pribadi istri. Semisal kebutuhan rumah tangga sebulan 1,5 juta, maka lebihkan 500rb atau lebih buat istri , agar istri bisa membeli kebutuhan pribadinya, tentu semua itu untuk menjaga penampilannya agar suami tetap merasa senang dengan istrinya. Intinya jangan pelit kepada istri.”
Dengan itu maka tidak hanya foto anak yang tampak lucu dan menggemaskan, foto Bundanya pun akan terlihat makin cantik… ^_^
Nah, Bunda bisa juga kalau ingin konsultasi dan curhat-curhat gimana caranya biar anak tumbuh sehat… silahkan bisa kok langsung aja Chatting sama Mbak VITRI (SMS/WA) 0821-3531-5746
.
.
adv. GIZIDAT — MADU IKAN SIDAT + PROBIOTIK | MENINGKATKAN NAFASU MAKAN & BERAT BADAN ANAK | NUTRISI OTAK ANAK | BIKIN ANAK GAK GAMPANG SAKIT |
Setiap kali seorang ibu hendak memberikan pemenuhan gizi yang baik untuk anaknya, terkadang masalah yang muncul adalah: ANAK SUSAH SEKALI disuruh untuk makan. Padahal ibu sudah capek-capek menyiapkan makanan.
Lantas apa yang akan terjadi?
Banyak sekali Ibu yang malah MARAH pada anak. Banyak juga yang MEMAKSA anak untuk makan. Menjanjikan sebuah hal yang pada akhirnya tidak ditepati agar anaknya mau makan. Karena Anak susah makan, akibatnya Penyerapan Nutrisi jadi berkurang dan anak bisa kurang optimal tumbuh kembangnya.
Pastinya Bunda ingin anak yang sehat, gak gampang sakit, serta tumbuh cerdas bukan?
MULAI SEKARANG, Anda bisa MENGGUNAKAN CARA yang lebih baik.
Yaitu Berikan pada Anak Anda GIZIDAT, Madu Ikan Sidat Plus Probiotik, merupakan perpaduan Madu + Ekstrak Ikan Sidat yang diperkaya dengan Probiotik, serta ektrak temulawak.
Formula anak usia 1- 12 tahun untuk: Menambah nafsu makan, meningkatkan imunitas agar anak tidak gampang sakit, menambah berat badan anak, meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan mempercepat penyembuhan semua penyakit pada anak terutama demam, flu dan batuk, serta Mencerdaskan otak anak.
TESTIMONI:
“Nah, pas ada Onty ol shop yang kirimin Madu Anak Gizidat, gak berapa lama kemudian, dua-tiga hari-lah, udah kerasa betul reaksinya. Makan apa pun jadi doyan..Aduuh, seneng banget liat Karin nafsu makannya jadi lahap.. Makasih yaa Onty, berkat Gizidat juga Karin nafsu makannya lahap. Sukanya minum dicampur susu, katanya sih, ENAK.. Selain rasanya enak, manfaatnya juga bagus buat Karin.. :)” - Diolah dari testimoni ig karinanjani590
INFORMASI & PEMESANAN:
CS VITRI (SMS/WA) 0821-3531-5746 / PIN BBM http://pin.bbm.com/57211CC1
.
Order via WhatsApp KLIK Aja: http://bit.ly/OrderGIZIDATVItri
.
LINE@ ; Klik aja: http://tuturma.ma/s/line
.
GABUNG GRUP PARENTING BERSAMA PAKAR:http://bit.ly/MenjadiOrangTuaHebat
.
WEB: http://gizidat.com/
Minggu, 03 Desember 2017
Cara Efektif Berantas Kutu Rambut
Jarang Diketahui!
Selain mennggunakan sisir bergigi rapat, ternyata ada cara yang lebih mudah dan cepat emmbasmi kutu rambut.
Reporter : Ratih Wulan
1. Semprotkan Obat Kumur pada Rambut
Dream - Berikut langkah-langkah yang harus kamu lakukan. Pertama-tama siapkan terlebih dahulu `alat tempurnya`, yang terdiri dari obat kumur (merek terserah), sisir serit, cuka putih, beberapa lembar handuk, dan shower cup atau tas plastik.
Langkah selanjutnya adalah mencuci rambut dengan obat kumur sampai benar-benar basah. Tutup kepala dengan shower cup atau tas plastik. Biarkan seperti itu paling lama satu jam.
Kemudian angkat penutup kepala dan cuci rambut dengan cuka. Setelah itu tutup lagi dengan shower cup atau tas plastik selama satu jam.
Setelah itu buka penutup kepala dan keramas dengan shampo biasa sampai bersih. Gunakan sisir serit untuk menjebak kutu rambut dan telur-telurnya yang saat itu mungkin sudah pingsan atau bahkan telah mati.
Cara ini cukup efektif karena kutu rambut sangat tidak menyukai bau pepermin yang terkadung pada obat kumur. Kamu juga bisa menyemprotkan obat kumur ke rambut anak-anak sebelum mereka pergi ke sekolah untuk mencegah mereka terus menggaruk kepala selama pelajaran berlangsung.
Cara ini lebih baik dan murah dibandingkan jika menggunakan shampo kutu rambut khusus yang harganya mahal, dan tentu saja mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kulit kepala.
Selain mennggunakan sisir bergigi rapat, ternyata ada cara yang lebih mudah dan cepat emmbasmi kutu rambut.
Reporter : Ratih Wulan
1. Semprotkan Obat Kumur pada Rambut
Dream - Berikut langkah-langkah yang harus kamu lakukan. Pertama-tama siapkan terlebih dahulu `alat tempurnya`, yang terdiri dari obat kumur (merek terserah), sisir serit, cuka putih, beberapa lembar handuk, dan shower cup atau tas plastik.
Langkah selanjutnya adalah mencuci rambut dengan obat kumur sampai benar-benar basah. Tutup kepala dengan shower cup atau tas plastik. Biarkan seperti itu paling lama satu jam.
Kemudian angkat penutup kepala dan cuci rambut dengan cuka. Setelah itu tutup lagi dengan shower cup atau tas plastik selama satu jam.
Setelah itu buka penutup kepala dan keramas dengan shampo biasa sampai bersih. Gunakan sisir serit untuk menjebak kutu rambut dan telur-telurnya yang saat itu mungkin sudah pingsan atau bahkan telah mati.
Cara ini cukup efektif karena kutu rambut sangat tidak menyukai bau pepermin yang terkadung pada obat kumur. Kamu juga bisa menyemprotkan obat kumur ke rambut anak-anak sebelum mereka pergi ke sekolah untuk mencegah mereka terus menggaruk kepala selama pelajaran berlangsung.
Cara ini lebih baik dan murah dibandingkan jika menggunakan shampo kutu rambut khusus yang harganya mahal, dan tentu saja mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kulit kepala.
Sabtu, 02 Desember 2017
BERPIKIR CERDAS
**
-----------------------------------
Di dunia kita mungkin sering mengalami penyesalan, namun seberat apapun penyesalan itu tidak sebanding penyesalan di akherat.
Sesal di dunia, masih ada penghibur dan pengharapan. Mungkin dia bisa merencanakan ulang, memperbaiki cara ataupun menambahkan kesungguhan untuk meraih apa yang pernah luput darinya.
Akan tetapi, berbeda dengan penyesalan seseorang saat habis peluang dan kesempatan. Penyesalan saat telah berlaku keputusan Allah ta'ala. Tidak ada lagi kesempatan ulang ataupun mengajukan banding. Apalagi resiko yang akan dia hadapi adalah resiko terberat yaitu neraka dan sesuatu yang akan terlepas darinya adalah kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, yaitu syurga.
Rasulullah bersabda:
الكيس من دان نفسه و عمل لما بعد الموت
_"Orang yang cerdas adalah orang yang introspeksi diri dan berbekal untuk hidup setelah kematian"_
_(HR. Bukhari)_
*Mumpung "pasar" masih dibuka, selagi "modal" masih tersedia, belilah keselamatan dan kebahagiaan abadimu sekarang juga.*
_______________________
-----------------------------------
Di dunia kita mungkin sering mengalami penyesalan, namun seberat apapun penyesalan itu tidak sebanding penyesalan di akherat.
Sesal di dunia, masih ada penghibur dan pengharapan. Mungkin dia bisa merencanakan ulang, memperbaiki cara ataupun menambahkan kesungguhan untuk meraih apa yang pernah luput darinya.
Akan tetapi, berbeda dengan penyesalan seseorang saat habis peluang dan kesempatan. Penyesalan saat telah berlaku keputusan Allah ta'ala. Tidak ada lagi kesempatan ulang ataupun mengajukan banding. Apalagi resiko yang akan dia hadapi adalah resiko terberat yaitu neraka dan sesuatu yang akan terlepas darinya adalah kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, yaitu syurga.
Rasulullah bersabda:
الكيس من دان نفسه و عمل لما بعد الموت
_"Orang yang cerdas adalah orang yang introspeksi diri dan berbekal untuk hidup setelah kematian"_
_(HR. Bukhari)_
*Mumpung "pasar" masih dibuka, selagi "modal" masih tersedia, belilah keselamatan dan kebahagiaan abadimu sekarang juga.*
_______________________
Jumat, 01 Desember 2017
Buat Anak Kecanduan Tak Berhenti Baca Qur’an
5 Tips Ibu Aminah Buat Anak Kecanduan Tak Berhenti Baca Qur’an
foto: siakap keli
ANAK-anak adalah anugerah terindah buat orangtua. Anak-anak seperti kain putih yang harus didesain oleh ibu dan ayahnya.
Sejak dari kecil lagi, berbagai kebiasaan telah diberikan orangtua kepada anak-anak, agar mereka dapat tumbuh dengan baik. Salah satu kebiasaan orangtua dalam mendidik anak-anaknya ialah memberikan pendidikan untuk membaca Al-Qur’an.
Salah satu contoh keluarga yang memberikan kebiasaan untuk membaca Al-Qur’an ialah keluarga Siti Aminah Sulaiman.
Ibu asal negeri Jiran, Malaysia ini membiasakan anak-anaknya untuk membaca Al-Qur’an setiap hari agar mereka mencintai Al-Qur’an. Sebagai seorang ibu yang bertugas mendidik anak-anak dan mengatur urusan rumah tangga, Aminah termasuk ibu yang cerdas lagi sholeha. Pasalnya, lewat didikannya akhirnya anak-anak Aminah sudah menjadikan Al-Qur’an sebagai sesuatu yang sangat penting dalam keseharian mereka. Bahkan, salah satu anak lelakinya kecanduan untuk membaca Al-Qur’an, hingga ia tidak bisa berhenti sehari pun untuk membaca Al-Qur’an. Subhana Allah.
Lantas, seperti apa sih cara Aminah membiasakan anak-anaknya untuk membaca Al-Qur’an?
Dikutip siakap keli, berikut beberapa pendekatan yang digunakan Aminah dalam melatih anaknya agar cinta Al-Qur’an :
1. Berhenti Menyuruh Anak
Menurut Aminah, cara pertama yakni berhenti menyuruh anak untuk membaca Al-Qur’an. Artinya sebagai orangtua kita tidak hanya meyuruh anak tapi harus memberikan tauladan atau contoh yang baik kepada anak-anak terlebih dahulu.
Misalnya Aminah, ia mengitikadkan membaca Al-Qur’an setiap selesai shalat wajib. Demi memberikan tauladan, biasanya waktu antara maghrib ke Isya Aminah meninggalkan semua agenda belanja barang dapur dan kebutuhan lainnya. Ia memberikan teladan kepada anak-nya untuk membaca Al-Qur’an.
Saat Aminah sudah membiasakan membaca Al-Quran selesai shalat, awalnya anak-anaknya hanya cuek dan mengintipnya saja. Namun, setelah beberapa hari anaknya mulai penasaran dan mendekati Aminah hingga mereka pun ingin belajar dan membiasakan baca Al-Qur’an sama sepeti ibunya. Jika hal itu konsisten dilakukan, maka orangtua tidak perlu menyuruh dulu anaknya untuk membaca Al-Qur’an tapi justru sang anak yang menginginkannya.
2. Meluangkan Waktu untuk Membuat Halaqah Al-Qur’an
Aminah membuat agenda keluarga untuk membuat halaqah qur’an. Setiap hari Jumat, ia mewajibkan keluarganya untuk membuat halaqah, dimana mereka duduk dalam lingkaran, kemudian bergantian membaca Al-Qur’an. Biasanya Aminah membaca Surah Al kahfi setiap hari Jumat.
3. Tadabbur Terjemahan Al-Quran
Agar anak-anaknya tertarik untuk mentadaburi Al-Qur’an, maka Aminah mulai membiasakan tadabbur terjemahan Al-Quran. Akhirnya setelah ia konsisten, anak-anaknya pun penasaran dan ingin mengikuti apa yang dilakukan ibu mereka. Saat mereka mendengarkan tadabbur terjemahan Al-Qur’an, anak-anak mulai mengerti makna dari ayat-ayat Al-Qur’an yang setiap hari mereka baca.
4. Mencoba Menghafal Al-Qur’an Bersama
Jika sebelumnya anak-anak Aminah biasa menghafal Al-Qur’an sendiri, maka untuk membuat anaknya tidak bosan untuk menghafal Al-Qur’an, maka Aminah mengajak anaknya untuk menghafal Al-Qur’an bersama-sama.
Setelah ia ikut menghafal Al-Qur’an, Aminah baru mengetahui susahnya menghafal Al-Qur’an. Akhirnya, ia pun memahami apa yang anaknya lalui untuk menghafal Al-Qur’an.
5) Puji Anak Depan Suami
Untuk membuat minat anak semakin besar terhadao Al-Qur’an, maka Aminah biasa memuji setiap perkembangan anaknya dalam mempelajari Al-Qur’an kepada suaminya. Aminah sengaja memuji anak-anak di depan ayahnya, agar mereka merasa diakui dan semangatnya semakin besar untuk mempelajari Al-Qur’an.
Bagaimana ibu sholeha, apakah Anda sudah memahami tips cerdas bagi ibu sholeha untuk mengajak anaknya cinta Al-Qur’an?
Yaps, intinya sebelum orangtua mengajak anak untuk cinta Al-Qur’an maka orangtua harus terlebih dahulu mencintai Al-Qur’an, maka barulah lahir anak-anak pecinta Al-Qu’ran. Selamat menjadi pendidik cerdas dan sholeha. Selamat mencoba!
Sumber: Inspiradata
foto: siakap keli
ANAK-anak adalah anugerah terindah buat orangtua. Anak-anak seperti kain putih yang harus didesain oleh ibu dan ayahnya.
Sejak dari kecil lagi, berbagai kebiasaan telah diberikan orangtua kepada anak-anak, agar mereka dapat tumbuh dengan baik. Salah satu kebiasaan orangtua dalam mendidik anak-anaknya ialah memberikan pendidikan untuk membaca Al-Qur’an.
Salah satu contoh keluarga yang memberikan kebiasaan untuk membaca Al-Qur’an ialah keluarga Siti Aminah Sulaiman.
Ibu asal negeri Jiran, Malaysia ini membiasakan anak-anaknya untuk membaca Al-Qur’an setiap hari agar mereka mencintai Al-Qur’an. Sebagai seorang ibu yang bertugas mendidik anak-anak dan mengatur urusan rumah tangga, Aminah termasuk ibu yang cerdas lagi sholeha. Pasalnya, lewat didikannya akhirnya anak-anak Aminah sudah menjadikan Al-Qur’an sebagai sesuatu yang sangat penting dalam keseharian mereka. Bahkan, salah satu anak lelakinya kecanduan untuk membaca Al-Qur’an, hingga ia tidak bisa berhenti sehari pun untuk membaca Al-Qur’an. Subhana Allah.
Lantas, seperti apa sih cara Aminah membiasakan anak-anaknya untuk membaca Al-Qur’an?
Dikutip siakap keli, berikut beberapa pendekatan yang digunakan Aminah dalam melatih anaknya agar cinta Al-Qur’an :
1. Berhenti Menyuruh Anak
Menurut Aminah, cara pertama yakni berhenti menyuruh anak untuk membaca Al-Qur’an. Artinya sebagai orangtua kita tidak hanya meyuruh anak tapi harus memberikan tauladan atau contoh yang baik kepada anak-anak terlebih dahulu.
Misalnya Aminah, ia mengitikadkan membaca Al-Qur’an setiap selesai shalat wajib. Demi memberikan tauladan, biasanya waktu antara maghrib ke Isya Aminah meninggalkan semua agenda belanja barang dapur dan kebutuhan lainnya. Ia memberikan teladan kepada anak-nya untuk membaca Al-Qur’an.
Saat Aminah sudah membiasakan membaca Al-Quran selesai shalat, awalnya anak-anaknya hanya cuek dan mengintipnya saja. Namun, setelah beberapa hari anaknya mulai penasaran dan mendekati Aminah hingga mereka pun ingin belajar dan membiasakan baca Al-Qur’an sama sepeti ibunya. Jika hal itu konsisten dilakukan, maka orangtua tidak perlu menyuruh dulu anaknya untuk membaca Al-Qur’an tapi justru sang anak yang menginginkannya.
2. Meluangkan Waktu untuk Membuat Halaqah Al-Qur’an
Aminah membuat agenda keluarga untuk membuat halaqah qur’an. Setiap hari Jumat, ia mewajibkan keluarganya untuk membuat halaqah, dimana mereka duduk dalam lingkaran, kemudian bergantian membaca Al-Qur’an. Biasanya Aminah membaca Surah Al kahfi setiap hari Jumat.
3. Tadabbur Terjemahan Al-Quran
Agar anak-anaknya tertarik untuk mentadaburi Al-Qur’an, maka Aminah mulai membiasakan tadabbur terjemahan Al-Quran. Akhirnya setelah ia konsisten, anak-anaknya pun penasaran dan ingin mengikuti apa yang dilakukan ibu mereka. Saat mereka mendengarkan tadabbur terjemahan Al-Qur’an, anak-anak mulai mengerti makna dari ayat-ayat Al-Qur’an yang setiap hari mereka baca.
4. Mencoba Menghafal Al-Qur’an Bersama
Jika sebelumnya anak-anak Aminah biasa menghafal Al-Qur’an sendiri, maka untuk membuat anaknya tidak bosan untuk menghafal Al-Qur’an, maka Aminah mengajak anaknya untuk menghafal Al-Qur’an bersama-sama.
Setelah ia ikut menghafal Al-Qur’an, Aminah baru mengetahui susahnya menghafal Al-Qur’an. Akhirnya, ia pun memahami apa yang anaknya lalui untuk menghafal Al-Qur’an.
5) Puji Anak Depan Suami
Untuk membuat minat anak semakin besar terhadao Al-Qur’an, maka Aminah biasa memuji setiap perkembangan anaknya dalam mempelajari Al-Qur’an kepada suaminya. Aminah sengaja memuji anak-anak di depan ayahnya, agar mereka merasa diakui dan semangatnya semakin besar untuk mempelajari Al-Qur’an.
Bagaimana ibu sholeha, apakah Anda sudah memahami tips cerdas bagi ibu sholeha untuk mengajak anaknya cinta Al-Qur’an?
Yaps, intinya sebelum orangtua mengajak anak untuk cinta Al-Qur’an maka orangtua harus terlebih dahulu mencintai Al-Qur’an, maka barulah lahir anak-anak pecinta Al-Qu’ran. Selamat menjadi pendidik cerdas dan sholeha. Selamat mencoba!
Sumber: Inspiradata
Langganan:
Postingan (Atom)