Suami.. Ini Tanda Cinta Istri Yang Seringkali Tidak Kau Pahami
KabarMakkah.Com – Dalam kehidupan berumah tangga, tentu diperlukan yang namanya saling mengerti dan memahami. Ini karena setiap laki-laki maupun perempuan memiliki kepribadian tersendiri. Meski telah cukup lama menjalani sebuah hubungan rumah tangga, namun ternyata cinta sang istri sering tidak dipahami oleh suami.
Disaat istri membicarakan isi hatinya, suami akan beranggapan bahwa istrinya adalah wanita yang cerewet dan banyak bicara. Bahkan cukup mengganggu konsentrasi dari aktivitas yang dilakukan si suami. Padahal sebenarnya, sikap mengutarakan isi hati atau curhat merupakan sebuah tanda cinta dan kenyamanan seorang istri kepada suaminya.
Sifat seorang wanita saat dilanda sebuah masalah ataupun kesulitan, seringkali mencari tempat untuk mengutarakan isi hatinya. Tentunya tidak semua orang dijadikan tempat curhat karena wanita akan mencari seseorang yang dipercayainya dan nantinya ia akan merasa lega telah mengutarakan kepada orang yang tepat.
Lain halnya dengan seorang laki-laki yang lebih senang membereskan masalahnya sendiri sehingga tidak terlalu butuh tempat curhat. Wanita akan mampu menyelesaikan masalahnya tatkala ia telah membagikan masalahnya atau perasaannya kepada orang lain.
Wanita memiliki pandangan bahwa berbagi kesulitan merupakan sebuah tanda cinta dan bukti dari kepercayaan. Jadi jangan kesal saat seorang istri sering curhat kepada suami. Boleh jadi sikap tersebut merupakan tanda cintanya. Seorang istri bukanlah seorang yang lemah dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Seorang istri juga bukanlah orang yang cerewet dan bisa hanya berbicara tanpa ada tindakan. Yang ia inginkan hanya memperoleh kelegaan saat semua masalah atau problemanya dibagikan dengan yang lain terutama suaminya.
Karakteristik seorang wanita tidaklah malu jika memiliki masalah. Ia akan senang mengutarakan masalahnya dan diketahui oleh orang lain yang menjadi kepercayaannya. Hal ini berbeda jauh dengan sifat laki-laki yang lebih senang menyimpan masalahnya sendiri dan berusaha menyelesaikan. Namun jika memang menemui jalan buntu, suami pun akan meminta saran dari yang lebih ahli.
Wanita memang berbeda dengan laki-laki dimana laki-laki hanya berorientasi pada hasil. Sementara seorang wanita akan lebih senang pada proses hubungan antar individu dan juga cinta.
Bagi seorang istri yang bercerita kepada suaminya tentang masalah yang dihadapinya, ia hanya ingin didengarkan. Seorang istri ingin setiap kata-katanya didengar, dikomentari dan tidak diacuhkan. Namun wanita juga tidak suka dipotong ceritanya jika belum selesai, meski itu merupakan sebuah solusi.
Kebanyakan dari suami akan berkomentar saat istrinya tengah curhat, dengan perkataan :
“Masalah itu-itu lagi !!”
“Ini sudah kelima kalinya kamu membicarakan hal itu.”
“Bukannya kemarin juga kamu ngobrol tentang ini?”
Kata-kata tersebut merupakan sebuah kesalahan pertama dimana seorang suami tidak boleh menyela pembicaraan istrinya yang tengah curhat.
Masalah yang kedua adalah saat suami hanya mencari solusi dibandingkan sifat istri yang hanya ingin didengarkan saja. Contoh yang sering banyak terjadi adalah ketika istri mengeluh kecapekan karena mengurus rumah ataupun mengikuti pengajian dan rapat PKK.
Istri : “Yah, hari ini aku capek banget”
Suami : “Itu karena kamu ikut pengajian dan rapat. Padahal kan bisa memilih diantara salah satunya”
Istri : “Tapi kan Yah, dua-duanya penting buat tambah ilmu dan sosialisasi dan aku senang ko menjalani keduanya. Hanya saja tempatnya cukup jauh”
Suami : “Usulin aja supaya tempatnya jadi satu, gitu !”
Istri : “Gimana kan susah soalnya panitianya beda-beda”
Suami : “Kalo begitu jangan mengeluh”
Istri : “Aku gak mengeluh kok, Yah”
Suami : “Lha yang tadi itu apa?”
Istri : “Ayah memang gak bisa mendengarkan curhatanku”
Suami : “Kalo aku gak mendengarkan, mana mungkin aku ngasih solusi”
Hal tersebut terus berlanjut yang diakhiri dengan sikap cemberut dan kekesalan si istri.
Oleh karena itu buat para suami, meski Anda memiliki solusi, alangkah lebih baiknya mendengarkan saja keluhan seorang istri. Setelah itu dukunglah apa yang dilakukannya jika hal tersebut memang baik untuk dilakukan. Istri hanya ingin didengarkan saja sehingga akhirnya unek-unek yang ada di pikirannya bisa lega.
Kamis, 17 September 2015
Rabu, 16 September 2015
WARISAN IBU
_(perspektif ilmu Quantum Biologi Molecular)_
Teori terdahulu menyebutkan karakteristik dan sifat-sifat bawaan seorang anak diwariskan dari ibu dan bapaknya dalam proporsi 50 : 50. Artinya, ayah dan ibu memberikan sumbangan yang sebanding dan setara dalam diri seorang anak.
Akan tetapi, penelitian biologi molekuler terbaru menemukan bahwa seorang ibu mewariskan 75% unsur genetikanya kepada anak, sedangkan bapak hanya 25%. Oleh karena itu, sifat baik, kecerdasan, dan kesalihan seorang anak sangat ditentukan oleh sifat baik, kecerdasan dan kesalihan ibunya.
Sebaliknya, sifat buruk, kebodohan, dan ketidak-taatan seorang anak sangat ditentukan oleh sifat buruk, kebodohan, dan ketidak-taatan ibunya.
Apa yang disabdakan Rasulullah Muhammad SAW, ternyata memiliki kesesuaian dengan fakta ini.
Ketika seorang Sahabat bertanya kepada Baginda Nabi, mana yang harus diprioritaskan seorang anak, apakah ibunya atau ayahnya, beliau pun menjawab, _“Ibumu, ibumu, ibumu...lalu Ayah mu”_. Proporsinya tiga berbanding satu (3:1).
Mari kita lihat lebih jauh. Di dalam sel-sel manusia terdapat sebuah _organel_ yang memiliki fungsi sangat strategis, namanya _mitokondria_.
Organel berbentuk bulat lonjong ini berongga. Selaputnya terdiri atas dua lapis _membran_. Membran dalam bertonjolan ke dalam rongga ( _matriks_ ) dan mengandung banyak enzim pernapasan.
Tugas utama _mitokondria_ adalah memproduksi bahan kimia tubuh bernama *ATP* _(adenosin triphosphat)_. Energi yang dihasilkan dari reaksi ATP inilah yang kemudian menjadi sumber energi bagi manusia.
_Mitokondria_ bersifat semiotonom karena 40% kebutuhan protein dan enzim dihasilkan sendiri oleh gen-nya.
_Mitokondria_ adalah salah satu bagian sel yang memiliki *DNA* _(deoxyribonucleic acid)_ sendiri, selebihnya dihasilkan gen di inti sel.
Sekali lagi, dan ini sangat menarik, mitokondria hanya diwariskan oleh ibu, tidak oleh bapak. Mengapa? Karena mitokondria berasal dari sel telur, bukan dari sel sperma. Itulah sebabnya, investasi seorang ibu dalam diri anak mencapai 75%.
Kita dapat berkata, inilah _*“organel cinta”*_ seorang ibu yang menghubungkan kita dengan Allah Swt dan alam semesta.
Tanpa kehadiran _mitokondria_, hidup menjadi hampa, tidak ada energi yang mampu menggelorakan semangat.
Tanpa _mitokondria_, kita tidak dapat melihat, mendengar, sehingga akhirnya tidak dapat membaca, mencerna dan merasa.
Oleh karena itu, jangan heran jika kontak batin antara ibu dan anaknya sangat kuat dan intens. Jarak sejauh apapun tidak bisa menghalangi sensitivitas hati seorang ibu.
Hal ini memperlihatkan adanya energi cinta yang menembus dimensi. Teori _*superstring*_ yang kita ambil dari ilmu Fisika Quantum dapat sedikit memperjelas hal ini.
Para ilmuwan di MIT, USA, yang tergabung dalam kelompok 18, menemukan sebuah _supersimetri_, yaitu sebuah persamaan matematika yang menciptakan ruang di alam semesta terdiri atas 57 bentuk dalam 248 dimensi. Konsep supersimetri menyebutkan, andai dunia ini dibagi-bagi menjadi bentuk apapun, sebenarnya hanya ada satu titik yang melingkupinya.
Artinya, ilmu pengetahuan menemukan bahwa jarak itu tidak dapat membatasi jiwa dan ruh yang bersemayam dalam satu titik yang sama.
Jika kita menggunakan konsep ini, dimana pun berada, hati seorang ibu selalu berada di titik yang sama.
Itulah sebabnya, apa yang dirasakan anak dan apa yang dirasakan ibu, bioelektriknya berada pada titik yang sama.
_Mitokondria_ nya berada dalam posisi yang sama sehingga titik pertemuannya pun sama. Dengan kata lain, perasaan seorang ibu kepada anaknya bagaikan perasaan dia terhadap dirinya sendiri...
Jadi, saudara-riku tercinta... Jika anda ingin mendapatkan anak yg berkualitas, maka kondisikan sang ibu lebih dahulu agar menjadi pribadi yg berkualitas...
😊❤💕
*الله أكبر!*
*Allahu Akbar!*
Sumber : buku _"The Secret of Mother"_
Teori terdahulu menyebutkan karakteristik dan sifat-sifat bawaan seorang anak diwariskan dari ibu dan bapaknya dalam proporsi 50 : 50. Artinya, ayah dan ibu memberikan sumbangan yang sebanding dan setara dalam diri seorang anak.
Akan tetapi, penelitian biologi molekuler terbaru menemukan bahwa seorang ibu mewariskan 75% unsur genetikanya kepada anak, sedangkan bapak hanya 25%. Oleh karena itu, sifat baik, kecerdasan, dan kesalihan seorang anak sangat ditentukan oleh sifat baik, kecerdasan dan kesalihan ibunya.
Sebaliknya, sifat buruk, kebodohan, dan ketidak-taatan seorang anak sangat ditentukan oleh sifat buruk, kebodohan, dan ketidak-taatan ibunya.
Apa yang disabdakan Rasulullah Muhammad SAW, ternyata memiliki kesesuaian dengan fakta ini.
Ketika seorang Sahabat bertanya kepada Baginda Nabi, mana yang harus diprioritaskan seorang anak, apakah ibunya atau ayahnya, beliau pun menjawab, _“Ibumu, ibumu, ibumu...lalu Ayah mu”_. Proporsinya tiga berbanding satu (3:1).
Mari kita lihat lebih jauh. Di dalam sel-sel manusia terdapat sebuah _organel_ yang memiliki fungsi sangat strategis, namanya _mitokondria_.
Organel berbentuk bulat lonjong ini berongga. Selaputnya terdiri atas dua lapis _membran_. Membran dalam bertonjolan ke dalam rongga ( _matriks_ ) dan mengandung banyak enzim pernapasan.
Tugas utama _mitokondria_ adalah memproduksi bahan kimia tubuh bernama *ATP* _(adenosin triphosphat)_. Energi yang dihasilkan dari reaksi ATP inilah yang kemudian menjadi sumber energi bagi manusia.
_Mitokondria_ bersifat semiotonom karena 40% kebutuhan protein dan enzim dihasilkan sendiri oleh gen-nya.
_Mitokondria_ adalah salah satu bagian sel yang memiliki *DNA* _(deoxyribonucleic acid)_ sendiri, selebihnya dihasilkan gen di inti sel.
Sekali lagi, dan ini sangat menarik, mitokondria hanya diwariskan oleh ibu, tidak oleh bapak. Mengapa? Karena mitokondria berasal dari sel telur, bukan dari sel sperma. Itulah sebabnya, investasi seorang ibu dalam diri anak mencapai 75%.
Kita dapat berkata, inilah _*“organel cinta”*_ seorang ibu yang menghubungkan kita dengan Allah Swt dan alam semesta.
Tanpa kehadiran _mitokondria_, hidup menjadi hampa, tidak ada energi yang mampu menggelorakan semangat.
Tanpa _mitokondria_, kita tidak dapat melihat, mendengar, sehingga akhirnya tidak dapat membaca, mencerna dan merasa.
Oleh karena itu, jangan heran jika kontak batin antara ibu dan anaknya sangat kuat dan intens. Jarak sejauh apapun tidak bisa menghalangi sensitivitas hati seorang ibu.
Hal ini memperlihatkan adanya energi cinta yang menembus dimensi. Teori _*superstring*_ yang kita ambil dari ilmu Fisika Quantum dapat sedikit memperjelas hal ini.
Para ilmuwan di MIT, USA, yang tergabung dalam kelompok 18, menemukan sebuah _supersimetri_, yaitu sebuah persamaan matematika yang menciptakan ruang di alam semesta terdiri atas 57 bentuk dalam 248 dimensi. Konsep supersimetri menyebutkan, andai dunia ini dibagi-bagi menjadi bentuk apapun, sebenarnya hanya ada satu titik yang melingkupinya.
Artinya, ilmu pengetahuan menemukan bahwa jarak itu tidak dapat membatasi jiwa dan ruh yang bersemayam dalam satu titik yang sama.
Jika kita menggunakan konsep ini, dimana pun berada, hati seorang ibu selalu berada di titik yang sama.
Itulah sebabnya, apa yang dirasakan anak dan apa yang dirasakan ibu, bioelektriknya berada pada titik yang sama.
_Mitokondria_ nya berada dalam posisi yang sama sehingga titik pertemuannya pun sama. Dengan kata lain, perasaan seorang ibu kepada anaknya bagaikan perasaan dia terhadap dirinya sendiri...
Jadi, saudara-riku tercinta... Jika anda ingin mendapatkan anak yg berkualitas, maka kondisikan sang ibu lebih dahulu agar menjadi pribadi yg berkualitas...
😊❤💕
*الله أكبر!*
*Allahu Akbar!*
Sumber : buku _"The Secret of Mother"_
Senin, 14 September 2015
Lelaki seperti apa, menghasilkan istri seperti apa
Cerita hari ini,,
Seorang teman merasa istrinya semakin lama semakin egois dan kasar. Karena itu, mereka bertengkar setiap hari.
Saking seringnya bertengkar, lelaki ini memiliki selingkuhan.
Akhirnya, mereka bercerai dan sang suami menikah lagi dengan selingkuhannya. Sang mantan istripun tak lama kemudian menikah lagi.
Mereka masih belum dikaruniai anak. pernikahan baru keduanya masing masing berjalan dengan sangat lancar.
Tetapi setelah menikah, istri baru dari lelaki ini semakin lamapun kelembutannya semakin pudar.
Rumah tangga mereka berakhir sama seperti yg dulu, sedikit sedikit bertengkar.
Istri barunya bahkan tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah, teman saya terpaksa membersihkan rumah sendiri.
Teman saya merasa nasib dia tidak baik, mengapa ia selalu memilih istri yg kurang baik, setiap hari ia mengeluh.
Sampai suatu hari, di suatu acara makan malam ia secara kebetulan bertemu dengan suami baru mantan istrinya.
Pada awalnya kedua lelaki ini tidak berbicara apa apa, tetapi setelah saling menyapa merekapun minum bersama.
Akhirnya teman saya tak bisa menahan diri lagi dan bertanya bagaimana keadaan rumah tangga mereka. Suami baru mantan istrinya ini tidak tampan, tetapi sangat teliti dalam berbicara.
Ia berkata, “Istri saya adalah wanita yg sangat hebat, sangat perhatian dan lembut, ia mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tanpa mengeluh. Juga sangat menyayangi saya, ia selalu bersikap baik ke orangtua, saudara, dan teman teman saya. Saatnya jujur dia akan jujur, saatnya butuh perhatian, dia akan memberi perhatian penuh. Wanita seperti ini, sudah sedikit sekali.”
Teman saya setelah mendengarnya merasa bingung, dan berpikir apa dia memang sebaik itu?. Mengapa dulu dia sama sekali tidak menyadarinya?. Pasti ini semua cuma bualan suami baru istrinya ini untuk membuat saya bingung.
Tak lama kemudian, kebetulan sekali, teman saya pergi berbelanja ke supermarket dan melihat mantan istri dan suami barunya sedang berbelanja.
Ia bersembunyi di samping dan memperhatikan, akhirnya ia menyadari pasangan itu benar benar bahagia.
Kebahagian itu bisa ia lihat dari senyuman mantan istrinya yg selalu bermekaran. Juga bisa dilihat dari pelukan lembut yg diberikan oleh lelaki di sampingnya itu.
Sebenarnya, di bermacam situasi, istri berubah menjadi malaikat atau berubah menjadi nenek sihir, semua tergantung pada lelaki.
Didetik wanita memutuskan untuk menikah, ia juga memutuskan untuk menjalani hidup dengan baik bersama suaminya.
Walaupun dalam pernikahan, kesabaran merupakan suatu kebajikan, tetapi jika ada cinta maka ada toleransi.
Saat anda merasa tidak puas dengan wanita anda, wanita pun tidak peduli lagi.
Jadi, jika anda menginginkan wanita baik seperti malaikat, terlebih dahulu perlakukan dia sebagai malaikat.
Karena semua wanita di dunia yang sudah menjadi “istri seseorang” memiliki potensi menjadi malaikat.
Saat anda bisa melakukannya dengan baik, anda akan menyadari bahwa perubahan sikap anda dapat membentuk sesosok malaikat yg sempurna.
Cinta wanita muncul karena kasih sayang pria, Kebencian wanita muncul karena kebohongan pria; Keluhan wanita muncul karena kedinginan pria. Kebahagiaan wanita muncul karena kehangatan pria. Kecantikan wanita muncul karena dimanjakan pria. Kerusakan wanita adalah hutang pria.
Wanita adalah sebuah piano, jika bertemu dengan seorang pianis handal, suara yg dihasilkan adalah lagu kelas dunia, jika dimainkan oleh orang biasa, maka akan menghasilkan lagu pop, tetapi apabila dimainkan oleh orang sembarangan, pasti tidak akan membentuk sebuah lagu.
Seorang teman merasa istrinya semakin lama semakin egois dan kasar. Karena itu, mereka bertengkar setiap hari.
Saking seringnya bertengkar, lelaki ini memiliki selingkuhan.
Akhirnya, mereka bercerai dan sang suami menikah lagi dengan selingkuhannya. Sang mantan istripun tak lama kemudian menikah lagi.
Mereka masih belum dikaruniai anak. pernikahan baru keduanya masing masing berjalan dengan sangat lancar.
Tetapi setelah menikah, istri baru dari lelaki ini semakin lamapun kelembutannya semakin pudar.
Rumah tangga mereka berakhir sama seperti yg dulu, sedikit sedikit bertengkar.
Istri barunya bahkan tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah, teman saya terpaksa membersihkan rumah sendiri.
Teman saya merasa nasib dia tidak baik, mengapa ia selalu memilih istri yg kurang baik, setiap hari ia mengeluh.
Sampai suatu hari, di suatu acara makan malam ia secara kebetulan bertemu dengan suami baru mantan istrinya.
Pada awalnya kedua lelaki ini tidak berbicara apa apa, tetapi setelah saling menyapa merekapun minum bersama.
Akhirnya teman saya tak bisa menahan diri lagi dan bertanya bagaimana keadaan rumah tangga mereka. Suami baru mantan istrinya ini tidak tampan, tetapi sangat teliti dalam berbicara.
Ia berkata, “Istri saya adalah wanita yg sangat hebat, sangat perhatian dan lembut, ia mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tanpa mengeluh. Juga sangat menyayangi saya, ia selalu bersikap baik ke orangtua, saudara, dan teman teman saya. Saatnya jujur dia akan jujur, saatnya butuh perhatian, dia akan memberi perhatian penuh. Wanita seperti ini, sudah sedikit sekali.”
Teman saya setelah mendengarnya merasa bingung, dan berpikir apa dia memang sebaik itu?. Mengapa dulu dia sama sekali tidak menyadarinya?. Pasti ini semua cuma bualan suami baru istrinya ini untuk membuat saya bingung.
Tak lama kemudian, kebetulan sekali, teman saya pergi berbelanja ke supermarket dan melihat mantan istri dan suami barunya sedang berbelanja.
Ia bersembunyi di samping dan memperhatikan, akhirnya ia menyadari pasangan itu benar benar bahagia.
Kebahagian itu bisa ia lihat dari senyuman mantan istrinya yg selalu bermekaran. Juga bisa dilihat dari pelukan lembut yg diberikan oleh lelaki di sampingnya itu.
Sebenarnya, di bermacam situasi, istri berubah menjadi malaikat atau berubah menjadi nenek sihir, semua tergantung pada lelaki.
Didetik wanita memutuskan untuk menikah, ia juga memutuskan untuk menjalani hidup dengan baik bersama suaminya.
Walaupun dalam pernikahan, kesabaran merupakan suatu kebajikan, tetapi jika ada cinta maka ada toleransi.
Saat anda merasa tidak puas dengan wanita anda, wanita pun tidak peduli lagi.
Jadi, jika anda menginginkan wanita baik seperti malaikat, terlebih dahulu perlakukan dia sebagai malaikat.
Karena semua wanita di dunia yang sudah menjadi “istri seseorang” memiliki potensi menjadi malaikat.
Saat anda bisa melakukannya dengan baik, anda akan menyadari bahwa perubahan sikap anda dapat membentuk sesosok malaikat yg sempurna.
Cinta wanita muncul karena kasih sayang pria, Kebencian wanita muncul karena kebohongan pria; Keluhan wanita muncul karena kedinginan pria. Kebahagiaan wanita muncul karena kehangatan pria. Kecantikan wanita muncul karena dimanjakan pria. Kerusakan wanita adalah hutang pria.
Wanita adalah sebuah piano, jika bertemu dengan seorang pianis handal, suara yg dihasilkan adalah lagu kelas dunia, jika dimainkan oleh orang biasa, maka akan menghasilkan lagu pop, tetapi apabila dimainkan oleh orang sembarangan, pasti tidak akan membentuk sebuah lagu.
Sabtu, 12 September 2015
Istri yang 'Gila' Usai Melahirkan
:: Kisah Seorang Suami menghadapi Istri yang 'Gila' Usai Melahirkan ::
Seorang suami menuliskan pengalaman pribadinya ketika istrinya
mengalami perubahan setelah melahirkan. Berikut kisahnya:
Perkenalkan, saya Topan Pramukti, bapak satu anak yang pernah menyaksikan istri berjuang melawan Post Partum Depression. Pernah dengar? Saya tidak akan menjelaskan secara teori, di sini saya hanya ingin memohon agar kalian duduk sebentar, luangkan waktu barang 10 menit untuk membaca cerita saya ini sampai habis. Saya mohon.
Namanya Bunga, seorang teman saya yang tentu bukan nama sebenarnya. Beberapa waktu lalu ia melahirkan anak pertamanya. Kalau kalian pikir dia sekarang sedang di puncak bahagia, kalian salah. Hari-harinya, saat ini, dilalui dengan penuh air mata dan rasa cemas. Berkali-kali dia harus melawan dirinya sendiri, saat pisau di dekatnya kerap dia todongkan pada bayinya. Berkali-kali pula dia nyaris kehilangan nyawa, sebab baginya, pilihan hanya dua: dia atau anaknya yang mati.
Suaminya kemana? Ada. Mereka tinggal satu rumah dan tidur satu ranjang. Hubungan mereka baik-baik saja dan keluarga mereka (kelihatannya) normal dan bahagia. Tak ada masalah, tak pula ada orang ketiga. Ekonomi keluarga sedang berada di titik baik, pun kesehatan, semua baik.
Namun Bunga tetap meneteskan air mata setiap hari, dia tetap sesenggukan, menangis, dan butuh pertolongan. Ibu muda itu sebisa mungkin menghindarkan pandangannya dari pisau atau benda tajam apapun, karena bisikan jahat itu bisa datang kapanpun dimanapun. Bunga selalu tidur membelakangi bayinya, karena untuknya, berhadapan dengan bayinya adalah drama yang berujung histeris semalaman.
Pasti Anda pikir, Bunga gila, ya? Bukan..Dia adalah ibu yang menderita Post Partum Depression.
Cerita lain datang dari Lala, lagi-lagi bukan nama sebenarnya. Satu dari lusinan perempuan yang menjadikan istri saya, tempat mencari pertolongan. Saya tak pernah mengenal perempuan ini, seperti saya tak pernah mengenal perempuan-perempuan pencari pertolongan lain yang berderet di daftar kontak hape istri saya. Yang saya tahu, ada seorang ibu muda tiba-tiba menulis pesan pada istri saya di Twitter. Meminta nomer hape karena dia butuh diselamatkan. Satu alarm yang membuat istri saya langsung memberikan kontak padahal belum kenal: dalam pesannya dia menyebut-nyebut Post Partum Depression.
Singkatnya, Lala dan istri saya berkomunikasi lewat aplikasi whatsapp. Lala mengaku sering mendapati tubuhnya membiru, dingin, dan gemetar. Dia seperti mau mati, katanya. Lala takut keramas, dia cemas saat bilas matanya harus tertutup, membuka mata dalam keadaan tak bernyawa. Lala takut keluar rumah, takut mati di jalan. Lala takut ketemu orang baru, takut dibunuh.
Lala gila, ya? Bukan.. Dia sama seperti Bunga, seorang ibu yang menderita Post Partum Depression.
Lala dan Bunga bukan cuma ada dua, mereka banyak. Istri saya kerap salah menyebut nama, saking banyaknya yang harus diladeni curhat. Saking banyaknya yang tiba-tiba menelpon sambil menangis jerit-jerit. Padahal sederet nama di kontak hape kami, hanya yang diantar takdir untuk menemukan kami, sebagai sebut saja: penyintas (survival) Post Partum Depression.
Lala dan Bunga punya satu kesamaan, mereka merasa gila dan tak ada seorangpun yang peduli dengan itu. Termasuk suami. Orang yang setiap hari ada di samping mereka, satu-satunya manusia yang mereka harapkan dapat mengerti kondisi mereka, bergeming tak peduli. Mereka melawan sendirian, berjuang sendirian.
Dua setengah tahun yang lalu, istri saya adalah Lala dan Bunga. Ia pernah nyaris membunuh bayi kami. Dia pernah hidup berhari-hari di kolong kasur karena takut mati. Saya, pernah menganggapnya sakit jiwa. Saya pernah memilih diam tidak peduli. Ia pernah berjuang melawan Post Partum Depression, sendirian.
Tapi di tengah perjuangannya, dia melawan dengan sangat keras. Dia mengumpulkan artikel-artikel tentang Post Partum Depression dan memberikannya pada saya, memohon agar saya membacanya seperti yang saat ini saya lakukan pada kalian.
Istri saya menekuk lutut, mengatupkan tangan, menangis, dan memohon sejadi-jadinya agar saya mau membaca dan memahami kondisinya saat itu. Karena dia tahu, hanya saya yang bisa membantunya berjuang melawan. Menurutnya, hanya saya yang mampu menyelamatkan nyawanya dan bayi kami.
Dia memeluk saya kencang, meminta setulus yang dia bisa, membasahi dada saya dengan air matanya, membiarkan hati kami yang bicara. Saat itu, dia mungkin tahu, tak ada satu katapun yang dapat meluluhkan hati saya. Belum banyak pengetahuan soal Post Partum Depression beredar di masyarakat, tak ada banyak teori yang bisa dia sodorkan untuk saya. Di mata saya, dia sakit jiwa.
Dia cuma punya mata basah dan hati yang meluluh paling luluh, tanpa bicara dia memohon, dengan sangat. Hati tetaplah hati. Mata saya ikut basah, kami berpengangan tangan dan berjuang bersama-sama.
Kami, berdua, melewati hari-hari paling sulit. Saat dimana keuangan keluarga carut marut, bayi kami merindukan ibunya, pekerjaan yang menumpuk, dan istri yang terus hidup di kolong kasur sambil menangis menggerung-gerung. Kondisi istri saya semakin tak terkendali, sudah tak dapat dihitung berapa kali tinju yang dilayangkannya ke tubuh saya, tembok yang dipukuli, dan pintu yang dibanting.
Kami berdua, menjalani titik rumah tangga paling rapuh. Andai saja saya memilih menyerah, mungkin saat ini kami tak lagi bersama. Mungkin istri atau bayi saya sudah pergi menghadap Gusti Allah, atau kami bertiga sedang menjalani hidup masing-masing yang entah seperti apa hancurnya. Andai saja waktu itu saya memilih menyerah, tetap tidak peduli, rumah tangga kami berakhir sudah.
Kepada para suami, dimanapun kalian…
Post Partum Depression adalah serangan depresi yang menyerang ibu paska melahirkan. Pintu masuknya, adalah depresi yang lebih ringan, atau terkenal dengan nama Baby Blues. Faktanya, 80% ibu yang baru melahirkan MENGALAMI BABY BLUES. Jadi mari kita simpulkan, bahwa Post Partum Depression sangat mungkin terjadi pada siapapun, termasuk istri-istri kalian.
Saya mohon, dengan sangat, kalau sampai itu terjadi, tetaplah di sana. Tetaplah di sisi perempuan yang kalian ikat dengan janji suci, peluk dia erat-erat, dan ikutlah berjuang. Bertahanlah, wahai para Ayah… Saya bersumpah atas nama Tuhan, bahwa Post Partum Depression bukanlah hal yang mudah untuk dilewati sendirian. Perempuan yang memelukmu sambil berurai air mata, benar-benar butuh pertolongan. Sangat membutuhkan.
Cari sebanyak-banyaknya artikel tentang depresi ini, konsultasikan pada dokter atau ahli, genggam tangannya erat, terus berjalan dan menangkan perjuangan ini.
Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia.
Seorang suami menuliskan pengalaman pribadinya ketika istrinya
mengalami perubahan setelah melahirkan. Berikut kisahnya:
Perkenalkan, saya Topan Pramukti, bapak satu anak yang pernah menyaksikan istri berjuang melawan Post Partum Depression. Pernah dengar? Saya tidak akan menjelaskan secara teori, di sini saya hanya ingin memohon agar kalian duduk sebentar, luangkan waktu barang 10 menit untuk membaca cerita saya ini sampai habis. Saya mohon.
Namanya Bunga, seorang teman saya yang tentu bukan nama sebenarnya. Beberapa waktu lalu ia melahirkan anak pertamanya. Kalau kalian pikir dia sekarang sedang di puncak bahagia, kalian salah. Hari-harinya, saat ini, dilalui dengan penuh air mata dan rasa cemas. Berkali-kali dia harus melawan dirinya sendiri, saat pisau di dekatnya kerap dia todongkan pada bayinya. Berkali-kali pula dia nyaris kehilangan nyawa, sebab baginya, pilihan hanya dua: dia atau anaknya yang mati.
Suaminya kemana? Ada. Mereka tinggal satu rumah dan tidur satu ranjang. Hubungan mereka baik-baik saja dan keluarga mereka (kelihatannya) normal dan bahagia. Tak ada masalah, tak pula ada orang ketiga. Ekonomi keluarga sedang berada di titik baik, pun kesehatan, semua baik.
Namun Bunga tetap meneteskan air mata setiap hari, dia tetap sesenggukan, menangis, dan butuh pertolongan. Ibu muda itu sebisa mungkin menghindarkan pandangannya dari pisau atau benda tajam apapun, karena bisikan jahat itu bisa datang kapanpun dimanapun. Bunga selalu tidur membelakangi bayinya, karena untuknya, berhadapan dengan bayinya adalah drama yang berujung histeris semalaman.
Pasti Anda pikir, Bunga gila, ya? Bukan..Dia adalah ibu yang menderita Post Partum Depression.
Cerita lain datang dari Lala, lagi-lagi bukan nama sebenarnya. Satu dari lusinan perempuan yang menjadikan istri saya, tempat mencari pertolongan. Saya tak pernah mengenal perempuan ini, seperti saya tak pernah mengenal perempuan-perempuan pencari pertolongan lain yang berderet di daftar kontak hape istri saya. Yang saya tahu, ada seorang ibu muda tiba-tiba menulis pesan pada istri saya di Twitter. Meminta nomer hape karena dia butuh diselamatkan. Satu alarm yang membuat istri saya langsung memberikan kontak padahal belum kenal: dalam pesannya dia menyebut-nyebut Post Partum Depression.
Singkatnya, Lala dan istri saya berkomunikasi lewat aplikasi whatsapp. Lala mengaku sering mendapati tubuhnya membiru, dingin, dan gemetar. Dia seperti mau mati, katanya. Lala takut keramas, dia cemas saat bilas matanya harus tertutup, membuka mata dalam keadaan tak bernyawa. Lala takut keluar rumah, takut mati di jalan. Lala takut ketemu orang baru, takut dibunuh.
Lala gila, ya? Bukan.. Dia sama seperti Bunga, seorang ibu yang menderita Post Partum Depression.
Lala dan Bunga bukan cuma ada dua, mereka banyak. Istri saya kerap salah menyebut nama, saking banyaknya yang harus diladeni curhat. Saking banyaknya yang tiba-tiba menelpon sambil menangis jerit-jerit. Padahal sederet nama di kontak hape kami, hanya yang diantar takdir untuk menemukan kami, sebagai sebut saja: penyintas (survival) Post Partum Depression.
Lala dan Bunga punya satu kesamaan, mereka merasa gila dan tak ada seorangpun yang peduli dengan itu. Termasuk suami. Orang yang setiap hari ada di samping mereka, satu-satunya manusia yang mereka harapkan dapat mengerti kondisi mereka, bergeming tak peduli. Mereka melawan sendirian, berjuang sendirian.
Dua setengah tahun yang lalu, istri saya adalah Lala dan Bunga. Ia pernah nyaris membunuh bayi kami. Dia pernah hidup berhari-hari di kolong kasur karena takut mati. Saya, pernah menganggapnya sakit jiwa. Saya pernah memilih diam tidak peduli. Ia pernah berjuang melawan Post Partum Depression, sendirian.
Tapi di tengah perjuangannya, dia melawan dengan sangat keras. Dia mengumpulkan artikel-artikel tentang Post Partum Depression dan memberikannya pada saya, memohon agar saya membacanya seperti yang saat ini saya lakukan pada kalian.
Istri saya menekuk lutut, mengatupkan tangan, menangis, dan memohon sejadi-jadinya agar saya mau membaca dan memahami kondisinya saat itu. Karena dia tahu, hanya saya yang bisa membantunya berjuang melawan. Menurutnya, hanya saya yang mampu menyelamatkan nyawanya dan bayi kami.
Dia memeluk saya kencang, meminta setulus yang dia bisa, membasahi dada saya dengan air matanya, membiarkan hati kami yang bicara. Saat itu, dia mungkin tahu, tak ada satu katapun yang dapat meluluhkan hati saya. Belum banyak pengetahuan soal Post Partum Depression beredar di masyarakat, tak ada banyak teori yang bisa dia sodorkan untuk saya. Di mata saya, dia sakit jiwa.
Dia cuma punya mata basah dan hati yang meluluh paling luluh, tanpa bicara dia memohon, dengan sangat. Hati tetaplah hati. Mata saya ikut basah, kami berpengangan tangan dan berjuang bersama-sama.
Kami, berdua, melewati hari-hari paling sulit. Saat dimana keuangan keluarga carut marut, bayi kami merindukan ibunya, pekerjaan yang menumpuk, dan istri yang terus hidup di kolong kasur sambil menangis menggerung-gerung. Kondisi istri saya semakin tak terkendali, sudah tak dapat dihitung berapa kali tinju yang dilayangkannya ke tubuh saya, tembok yang dipukuli, dan pintu yang dibanting.
Kami berdua, menjalani titik rumah tangga paling rapuh. Andai saja saya memilih menyerah, mungkin saat ini kami tak lagi bersama. Mungkin istri atau bayi saya sudah pergi menghadap Gusti Allah, atau kami bertiga sedang menjalani hidup masing-masing yang entah seperti apa hancurnya. Andai saja waktu itu saya memilih menyerah, tetap tidak peduli, rumah tangga kami berakhir sudah.
Kepada para suami, dimanapun kalian…
Post Partum Depression adalah serangan depresi yang menyerang ibu paska melahirkan. Pintu masuknya, adalah depresi yang lebih ringan, atau terkenal dengan nama Baby Blues. Faktanya, 80% ibu yang baru melahirkan MENGALAMI BABY BLUES. Jadi mari kita simpulkan, bahwa Post Partum Depression sangat mungkin terjadi pada siapapun, termasuk istri-istri kalian.
Saya mohon, dengan sangat, kalau sampai itu terjadi, tetaplah di sana. Tetaplah di sisi perempuan yang kalian ikat dengan janji suci, peluk dia erat-erat, dan ikutlah berjuang. Bertahanlah, wahai para Ayah… Saya bersumpah atas nama Tuhan, bahwa Post Partum Depression bukanlah hal yang mudah untuk dilewati sendirian. Perempuan yang memelukmu sambil berurai air mata, benar-benar butuh pertolongan. Sangat membutuhkan.
Cari sebanyak-banyaknya artikel tentang depresi ini, konsultasikan pada dokter atau ahli, genggam tangannya erat, terus berjalan dan menangkan perjuangan ini.
Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia.
Jumat, 11 September 2015
Merencanakan Gender Anak
Memiliki anak tentu dambaan setiap pasangan terutama yang baru menikah. Anak laki-laki ataupun perempuan biasanya tak jadi persoalan jika pasangan baru pertama kali memiliki anak.
Namun, terkadang tak sedikit yang inginkan anak laki-laki atau perempuan sebagai anak pertama mereka, ataupun anak kedua dan selanjutnya. Menurut dr. Ardiansjah Dara Sp.OG, ovulasi hanya terjadi satu kali dari siklus haid wanita. Satu kali ovulasi berarti keluarnya satu telur dari sel telur wanita dan hanya mampu bertahan selama 24 jam setelah keluar.
Dokter Dara mengatakan, ada beberapa tips untuk merencanakan memiliki bayi laki-laki atau perempuan seperti berikut.
Bayi laki-laki:
- Senggama tepat sebelum ovulasi
- Bilas vagina dengan satu gayung air yang dicampurkan soda kue untuk menaikkan pH vagina
- Kromosom Y dalam sperma (pembawa kromosom anak laki-laki) lebih tahan kondisi basa dalam vagina
- Lakukan penetrasi sedalam mungkin sehingga sperma keluar sedekat mungkin dengan serviks atau mulut rahim (bisa coba gaya doggy style)
- Dalam serviks ada cairan alkali yang bersahabat dengan kromosom Y. Kalau wanita merasakan orgasme, artinya akan membantu meningkatkan cairan alkali.
- Mengonsumsi makanan yang kaya sodium seperi ikan, daging merah, roti, pisang dan makanan yang rasanya asin-asin selama 2 minggu sebelum berhubungan.
Bayi perempuan:
- Melakukan senggama 2-3 hari sebelum ovulasi
- Bilas vagina dengan air sebanyak 1250 cc dan dua sendok asam cuka. Harus ikuti takaran ini jika tak ingin melukai vagina
- Senggama dengan posisi misionaris (perempuan di bawah)
- Saat ejakulasi, tarik sedikit penis agar tidak terlalu dekat dengan serviks
- Mengonsumsi makanan yang kaya kalsium dan rendah garam seperti susu, yogurt, telur, sereal, apel dan wortel untuk kedua pasangan.
(Lov)
Namun, terkadang tak sedikit yang inginkan anak laki-laki atau perempuan sebagai anak pertama mereka, ataupun anak kedua dan selanjutnya. Menurut dr. Ardiansjah Dara Sp.OG, ovulasi hanya terjadi satu kali dari siklus haid wanita. Satu kali ovulasi berarti keluarnya satu telur dari sel telur wanita dan hanya mampu bertahan selama 24 jam setelah keluar.
Dokter Dara mengatakan, ada beberapa tips untuk merencanakan memiliki bayi laki-laki atau perempuan seperti berikut.
Bayi laki-laki:
- Senggama tepat sebelum ovulasi
- Bilas vagina dengan satu gayung air yang dicampurkan soda kue untuk menaikkan pH vagina
- Kromosom Y dalam sperma (pembawa kromosom anak laki-laki) lebih tahan kondisi basa dalam vagina
- Lakukan penetrasi sedalam mungkin sehingga sperma keluar sedekat mungkin dengan serviks atau mulut rahim (bisa coba gaya doggy style)
- Dalam serviks ada cairan alkali yang bersahabat dengan kromosom Y. Kalau wanita merasakan orgasme, artinya akan membantu meningkatkan cairan alkali.
- Mengonsumsi makanan yang kaya sodium seperi ikan, daging merah, roti, pisang dan makanan yang rasanya asin-asin selama 2 minggu sebelum berhubungan.
Bayi perempuan:
- Melakukan senggama 2-3 hari sebelum ovulasi
- Bilas vagina dengan air sebanyak 1250 cc dan dua sendok asam cuka. Harus ikuti takaran ini jika tak ingin melukai vagina
- Senggama dengan posisi misionaris (perempuan di bawah)
- Saat ejakulasi, tarik sedikit penis agar tidak terlalu dekat dengan serviks
- Mengonsumsi makanan yang kaya kalsium dan rendah garam seperti susu, yogurt, telur, sereal, apel dan wortel untuk kedua pasangan.
(Lov)
Kamis, 10 September 2015
Ketahui Kualitas Tanggung Jawab Calon Suami Dengan 4 Cara Ini
KabarMakkah.Com - Suami yang bertanggung jawab adalah kunci penentu kebahagiaan rumah tangga. Sebaliknya, suami yang tidak mengenal kata tanggung jawab adalah pemicu utama kehancuran rumah tangga.
Tentunya saudariku muslimah tidak akan mau jika rumah tangganya berakhir hancur sebab memiliki suami yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu hati-hatilah dalam memilih suami. Namun bagaimana caranya agar tidak salah pilih suami? Berikut kami paparkan 4 langkah untuk ketahui kualitas tanggung Jawab calon suami,
1. Amati Secara Cermat
Dalam bukunya “Menuju Pernikahan Islami”, Drs. Muhammad Thalib mengatakan untuk mengetahui tanggung jawab seseorang : “Teliti dan amati dengan seksama perilaku yang bersangkutan dalam memikul tugas-tugas yang dibebankan padanya”.
Tugas-tugas yang dimaksud yakni berupa berbagai amanah baik dari keluarganya, dari pekerjaannya, dari masyarakat sekitar maupun dari bidang kehidupan yang lainnya. Sebagai contoh jika ia mengerjakan beban pekerjaan dari kantornya tepat waktu atau ia menggantikan menanggung beban orang tuanya untuk menyekolahkan adik-adiknya maka hal-hal seperti ini merupakan perwujudan dari tanggung jawab.
2. Tanyakan Kepada Teman-Teman Dekatnya
Tanyakanlah kepada teman-teman dekatnya mengenai karakter calon suami. Namun sebelumnya Anda harus mengenali siapa saja teman-teman dekat dari calon suami. Jangan sampai Anda bertanya pada orang yang salah, apalagi pada orang yang justru ingin menjatuhkan citra baik calon suami Anda.
Bertanyalah pada teman dekat calon suami secara sopan. Utarakan bahwa Anda menanyakan hal tersebut bukanlah bermaksud buruk atau bukan pula memata-matai. Semuanya justru demi untuk kebahagiaan kehidupan rumah tangga kelak.
3. Bertanyalah Pada Keluarga Dan Lingkungan Masyarakatnya
Keluarga yang merupakan orang-orang pertama yang berinteraksi dengannya, tentu saja hafal luar dan dalam karakter calon suami Anda. Bertanyalah kepada mereka secara sopan dengan mengutarakan maksud dan tujuan pertanyaan.
Untuk lebih memantapkan hasil penelitian, bertanya pulalah pada masyarakat yang ada di lingkungan sekitar. Masyarakat di lingkungan sekitar adalah tempat bersosialisasi dan berkontribusi calon suami Anda sehingga sedikit banyak mereka pasti mengetahui karakternya.
4. Lakukanlah Pengujian
Lakukanlah pengujian namun jangan sampai ia menyadarinya. Berilah suatu tanggung jawab berupa pekerjaan atau amanah lainnya dan lihat bagaimana hasilnya. Pemberi tes ujian tidaklah harus diri Anda, namun bisa dari anggota keluarga Anda yang lain.
Demikian, semoga dapat membantu dalam memilih jodoh terbaik. Namun jangan lupakan aturan syar’i dalam melakukan keempat langkah tersebut. misalnya ketika bertanya pada teman dekatnya yang adalah laki-laki, Anda lupa kalau Anda hanya berduaan dengan teman dekatnya tersebut. Alih-alih mencapai tujuan awal, hubungan Anda dengan calon suami malah berantakan karena timbulnya fitnah. Atau mungkin saja Anda malah berbalik menyukai teman dekatnya saking seringnya berinteraksi berduaan sehingga mengundang godaan syetan.
Semoga yang belum berjodoh segera didekatkan dengan jodoh shaleh / shalehah terbaik pilihan Allah SWT. Amiin Ya Rabbal 'Alamiin
Rabu, 09 September 2015
Jangan peduli omongan orang : Karena Hidupmu Bukan Mereka yang Menentukan
10 Cara Belajar Tidak Peduli Omongan Orang. Karena Hidupmu Bukan Mereka yang Menentukan
Pradnya Wardhani
17 Mei 2016
Menjadi orang yang super sensitif bisa membawa siksaan tersendiri untukmu. Setiap langkah yang kamu ambil, kamu selalu dihantui pertanyaan:
Apa kata orang tentang ini?
Duh, aku nyakitin orang nggak ya?
Terlalu mengambil hati apa kata orang, selain membuatmu tertekan, juga akan membuat hidupmu tidak berkembang. Mengabaikan apa yang orang lain pikirkan memang tidak mudah.
Tapi kan ini hidupmu. Kamu yang paling tahu apa yang terbaik dan harus diperjuangkan dalam kisahmu. Agar tidak lagi tertahan karena pikiran soal omongan orang, cara-cara ini bisa kamu terapkan.
1. Kamu tidak bisa menyenangkan semua orang. Akui dan terima saja kalau ada yang menyematkan pendapat tanpa pikir panjang

semua orang suka judging via www.tumblr.com
Ih, roknya pendek banget. Pasti cewek nggak bener!
Tidak perlu kamu ingkari, bahwa kebiasaan judgingmemang sudah menjadi ciri khas manusia. Banyak memang yang mengatakan bahwa dirinya bukan seseorang yang suka menjudge orang lain. Banyak pula yang mengatakan bahwa prinsip hidupnya adalah don t judge book by its cover.
Hanya saja, ada orang-orang yang hanya menyimpan penilaiannya untuk diri sendiri, dan ada yang mengumbarnya kepada orang lain. Termasuk dirimu. Kamu tidak perlu terlalu memikirkan penilaian mereka yang tidak begitu mengenalmu. Naluriah dan wajar sekali jika ada orang yang secara instan menilaimu. Tak perlu mempersulit hidup karena itu.
2. Apa kamu selalu merasa spesial dan diperhatikan banyak orang? Well, ada baiknya berhenti berpikir begitu

kamu bukan ratu yang menjadi pusat perhatian viafunkymbtifiction.tumblr.com
Sebagai orang yang over-sensitif, kamu sulit memahami bahwa sebenarnya orang terlalu sibuk untuk mengingatmu. Pada saat itu, mungkin saja mereka menatapmu dan menilaimu ini itu. Tapi dalam waktu lima menit setelah kamu pergi, mereka juga akan melupakannnya.
Jadi, mulai hari ini, berhentilah berpikir bahwa kamu begitu spesial, sehingga ke manapun kamu melangkah, orang-orang selalu memperhatikanmu.
Tanamkan dalam pikiranmu, bahwa orang terlalu sibuk untuk memperhatikanmu dan mengingat-ingat kesalahanmu. Masih banyak hal-hal di luar sana yang menyita perhatian orang dibandingkan, misalnya, baju yang kamu pakai.
3. Ingat tidak semua hal di dunia ini bisa berada dalam kontrolmu. Termasuk bagaimana orang menilaimu,

kamu hanya manusia biasa via www.yahoo.com
Di dunia ini, ada hal-hal yang meski sekuat apapun kamu mengusahakannya, terkadang hasilnya tidak sesuai yang kamu inginkan. Banyak hal-hal yang berada di luar kontrolmu, sehingga memikirkannya terlalu dalam hanya akan sia-sia. Bagaimana seseorang menilaimu adalah salah satunya. Itu sudah termasuk hal-hal yang tidak bisa kamu kontrol.
Kamu manusia biasa, kamu tidak bisa mengatur dunia menjadi sebagaimana keinginanmu. Dan ingatlah, bahwa apapun yang kamu lakukan, apakah kamu orang lain membencimu atau tidak, apakah kamu berhasil membuat orang lain senang atau tidak, dunia akan terus berputar dan begitulah seterusnya.
4. Tanyakan pada dirimu sendiri. Apa hal terburuk yang akan terjadi bila seseorang tidak menyukaimu? Lalu sadari, bahwa kamu memang tidak bisa membahagiakan semua orang

kamu tidak bisa menyenangkan semua orang viachatterbusy.blogspot.co.id
Sebagai orang yang sensitif, kamu selalu punya kecenderungan untuk membahagiakan semua orang di dunia. Khawatir orang akan membencimu adalah hal yang biasa. Tapi bila kamu merasakan hal ini, coba tanyakan pada dirimu sendiri, jika orang itu membencimu hal terburuk apakah yang akan terjadi? Dijauhi adalah hal yang paling mungkin terjadi. Tapi bukankah kamu selalu bisa mencari teman yang baru? Bagaimanapun caranya, sekeras apapun kamu berusaha, kamu tidak akan bisa membahagiakan semua orang. Seperti kamu yang sering merasa kecewa pada sebuah keputusan, seperti itulah harusnya kamu memandang semua orang. Kecewa adalah hal biasa.
5. Mulai sekarang, berikan waktumu untuk orang-orang yang memang layak untuk itu. Mereka yang hanya memberi cibiran pada apa yang kamu lakukan, sudah saatnya kamu tinggalkan

pilih orang-orang yang layak via smoothchocow.blogspot.co.id
Karena kamu tidak bisa membahagiakan semua orang, berhentilah menghabiskan waktu untuk orang-orang yang tidak layak mendapatkannya. Ada orang-orang yang selalu berada di dekatmu, mengingatkanmu saat kamu salah, dan mendukungmu saat kamu ingin meraih mimpimu. Tapi ada juga orang-orang yang, entah apapun yang kamu lakukan, semuanya akan berujung pada cibiran.
Semakin dewasa, kamu harus semakin bisa memilah orang-orang yang layak untuk kamu pertahankan dan mana yang tidak layak untuk kamu pertahankan. Orang-orang yang tak layak itu, sudah saatnya kamu abaikan.
6. Menolak sesuatu tidak akan membuatmu menjadi orang jahat. Katakan tidak, bila memang harus mengatakan tidak

berani bilang tidak via monrok.tumblr.com
Mengatakan tidak, tidak akan membuatmu otomatis menjadi orang jahat atau orang yang tidak pedulian. Justru kamu harus bisa menentukan kapan kamu harus bilang ya dan kapan harus tidak. Agar kamu tidak terombang-ambing oleh keadaan dan dimanfaatkan oleh kepentingan orang.
Bila kamu ingin mengabaikan apa yang orang pikirkan, pertama-tama, cobalah berkata tidak bila kamu memang tidak ingin/tidak mau/tidak bisa.
7. Supaya kamu terhindar dari rasa bersalah yang bisa membebani pikiran, jujur dan ketulusan juga perlu kamu pertahankan

tetap ramah via wifflegif.com
Meskipun begitu, menjadi orang baik dan menjaga nilai-nilai kebenaran tetaplah perlu. Jika kamu berbohong, atau menyampaikan informasi yang tidak benar, tidak heran jika kamu akan dihantui rasa bersalah yang berkepanjangan.
Saat kamu bersikap buruk kepada orang, kamu akan dihantui penyesalan yang besar. Karena itu, agar hatimu juga tenang, tetaplah bersikap baik kepada orang, dan mengatakan apa yang sebenarnya.
8. Masa lalu dan kesalahannya itu permanen. Masa depan masih temporer. Mana yang ingin kamu usahakan?

masa lalu tidak bisa diubah via quotesgram.com
Penyesalan sering kamu alami setelah kamu melakukan sesuatu yang (kamu pikir) salah. Lalu kamu akan berpikir bahwa seharusnya kamu tidak melakukan itu, atau seharusnya kamu begini dan begitu. Rasa sesal ini bila kamu turuti bisa bertahan lama dan menghalangi langkahmu selanjutnya.
Apapun yang terjadi, bagaimanapun perasaanmu, kamu tidak akan bisa mengubah masa lalu. Penyesalan memang perlu, tapi tidak usah berlarut-larut. Yang sudah berlalu biarkanlah berlalu. Karena apa yang terlah berlalu tidak bisa kamu perbaiki lagi, lebih baik kamu fokus untuk menjadi lebih baik di masa depan.
9. Bila rasa bersalah dan kepikiran omongan orang memenuhi pikiranmu, sibukkan dirimu sampai terdistraksi lalu lupa

tambahlah kegiatan via trendistic.com
Namun melakukan hal-hal di atas tentu tidak semudah mengatakannya. Bila ditanya, kamu juga tidak mau menjadi orang yang terlalu sensitif dan memikirkan apa kata orang. Namun seringnya hal itu kamu lakukan tanpa bisa dicegah.
Bila rasa bersalah, atau rasa begitu mengkhawatirkan apa yang orang lain pikirkan begitu melingkupi pikiranmu, cobalah untuk menyibukkan diri dengan banyak kegiatan. Saat kamu sibuk, dan pikiranmu teralihkan, kamu tidak akan punya waktu lagi untuk memikirkan apa kata orang.
10. Terakhir, ingat kembali bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Pun, kamu juga sama.

kamu tak perlu menjadi sempurna via wesharepics.info
Dan yang terakhir, sekaligus paling penting, kamu sering lupa bahwa kamu manusia. Kamu tidak bisa melakukan segala-galanya dengan sempurna karena kamu memang manusia biasa. Kamu tidak bisa membuat semua orang tanpa terkecuali menyukaimu dan memiliki pendapat yang sama tentang dirimu, karena kamu memang manusia.
Tidak ada manusia yang sempurna, dan sebagai manusia, sebenarnya kamu juga tidak dituntut untuk menjadi sempurna. Karena itu, dengan segala salah dan benarnya, nikmati saja hidupmu yang sementara ini.
Belajar untuk abai dengan apa kata orang bukan berarti secara otomatis kamu menjadi orang jahat yang hanya memperdulikan dirimu sendiri. Tidak berarti juga kamu harus menjadi orang yang tidak pedulian.
Belajar untuk mengabaikan apa kata orang adalah belajar memilah apa yang baik untuk diikuti dan yang tidak baik untuk diikuti, sekaligus belajar mencintai dirimu sendiri, dengan memberinya kesempatan untuk berkembang.
Pradnya Wardhani
17 Mei 2016
Menjadi orang yang super sensitif bisa membawa siksaan tersendiri untukmu. Setiap langkah yang kamu ambil, kamu selalu dihantui pertanyaan:
Apa kata orang tentang ini?
Duh, aku nyakitin orang nggak ya?
Terlalu mengambil hati apa kata orang, selain membuatmu tertekan, juga akan membuat hidupmu tidak berkembang. Mengabaikan apa yang orang lain pikirkan memang tidak mudah.
Tapi kan ini hidupmu. Kamu yang paling tahu apa yang terbaik dan harus diperjuangkan dalam kisahmu. Agar tidak lagi tertahan karena pikiran soal omongan orang, cara-cara ini bisa kamu terapkan.
1. Kamu tidak bisa menyenangkan semua orang. Akui dan terima saja kalau ada yang menyematkan pendapat tanpa pikir panjang

semua orang suka judging via www.tumblr.com
Ih, roknya pendek banget. Pasti cewek nggak bener!
Tidak perlu kamu ingkari, bahwa kebiasaan judgingmemang sudah menjadi ciri khas manusia. Banyak memang yang mengatakan bahwa dirinya bukan seseorang yang suka menjudge orang lain. Banyak pula yang mengatakan bahwa prinsip hidupnya adalah don t judge book by its cover.
Hanya saja, ada orang-orang yang hanya menyimpan penilaiannya untuk diri sendiri, dan ada yang mengumbarnya kepada orang lain. Termasuk dirimu. Kamu tidak perlu terlalu memikirkan penilaian mereka yang tidak begitu mengenalmu. Naluriah dan wajar sekali jika ada orang yang secara instan menilaimu. Tak perlu mempersulit hidup karena itu.
2. Apa kamu selalu merasa spesial dan diperhatikan banyak orang? Well, ada baiknya berhenti berpikir begitu

kamu bukan ratu yang menjadi pusat perhatian viafunkymbtifiction.tumblr.com
Sebagai orang yang over-sensitif, kamu sulit memahami bahwa sebenarnya orang terlalu sibuk untuk mengingatmu. Pada saat itu, mungkin saja mereka menatapmu dan menilaimu ini itu. Tapi dalam waktu lima menit setelah kamu pergi, mereka juga akan melupakannnya.
Jadi, mulai hari ini, berhentilah berpikir bahwa kamu begitu spesial, sehingga ke manapun kamu melangkah, orang-orang selalu memperhatikanmu.
Tanamkan dalam pikiranmu, bahwa orang terlalu sibuk untuk memperhatikanmu dan mengingat-ingat kesalahanmu. Masih banyak hal-hal di luar sana yang menyita perhatian orang dibandingkan, misalnya, baju yang kamu pakai.
3. Ingat tidak semua hal di dunia ini bisa berada dalam kontrolmu. Termasuk bagaimana orang menilaimu,

kamu hanya manusia biasa via www.yahoo.com
Di dunia ini, ada hal-hal yang meski sekuat apapun kamu mengusahakannya, terkadang hasilnya tidak sesuai yang kamu inginkan. Banyak hal-hal yang berada di luar kontrolmu, sehingga memikirkannya terlalu dalam hanya akan sia-sia. Bagaimana seseorang menilaimu adalah salah satunya. Itu sudah termasuk hal-hal yang tidak bisa kamu kontrol.
Kamu manusia biasa, kamu tidak bisa mengatur dunia menjadi sebagaimana keinginanmu. Dan ingatlah, bahwa apapun yang kamu lakukan, apakah kamu orang lain membencimu atau tidak, apakah kamu berhasil membuat orang lain senang atau tidak, dunia akan terus berputar dan begitulah seterusnya.
4. Tanyakan pada dirimu sendiri. Apa hal terburuk yang akan terjadi bila seseorang tidak menyukaimu? Lalu sadari, bahwa kamu memang tidak bisa membahagiakan semua orang

kamu tidak bisa menyenangkan semua orang viachatterbusy.blogspot.co.id
Sebagai orang yang sensitif, kamu selalu punya kecenderungan untuk membahagiakan semua orang di dunia. Khawatir orang akan membencimu adalah hal yang biasa. Tapi bila kamu merasakan hal ini, coba tanyakan pada dirimu sendiri, jika orang itu membencimu hal terburuk apakah yang akan terjadi? Dijauhi adalah hal yang paling mungkin terjadi. Tapi bukankah kamu selalu bisa mencari teman yang baru? Bagaimanapun caranya, sekeras apapun kamu berusaha, kamu tidak akan bisa membahagiakan semua orang. Seperti kamu yang sering merasa kecewa pada sebuah keputusan, seperti itulah harusnya kamu memandang semua orang. Kecewa adalah hal biasa.
5. Mulai sekarang, berikan waktumu untuk orang-orang yang memang layak untuk itu. Mereka yang hanya memberi cibiran pada apa yang kamu lakukan, sudah saatnya kamu tinggalkan

pilih orang-orang yang layak via smoothchocow.blogspot.co.id
Karena kamu tidak bisa membahagiakan semua orang, berhentilah menghabiskan waktu untuk orang-orang yang tidak layak mendapatkannya. Ada orang-orang yang selalu berada di dekatmu, mengingatkanmu saat kamu salah, dan mendukungmu saat kamu ingin meraih mimpimu. Tapi ada juga orang-orang yang, entah apapun yang kamu lakukan, semuanya akan berujung pada cibiran.
Semakin dewasa, kamu harus semakin bisa memilah orang-orang yang layak untuk kamu pertahankan dan mana yang tidak layak untuk kamu pertahankan. Orang-orang yang tak layak itu, sudah saatnya kamu abaikan.
6. Menolak sesuatu tidak akan membuatmu menjadi orang jahat. Katakan tidak, bila memang harus mengatakan tidak

berani bilang tidak via monrok.tumblr.com
Mengatakan tidak, tidak akan membuatmu otomatis menjadi orang jahat atau orang yang tidak pedulian. Justru kamu harus bisa menentukan kapan kamu harus bilang ya dan kapan harus tidak. Agar kamu tidak terombang-ambing oleh keadaan dan dimanfaatkan oleh kepentingan orang.
Bila kamu ingin mengabaikan apa yang orang pikirkan, pertama-tama, cobalah berkata tidak bila kamu memang tidak ingin/tidak mau/tidak bisa.
7. Supaya kamu terhindar dari rasa bersalah yang bisa membebani pikiran, jujur dan ketulusan juga perlu kamu pertahankan

tetap ramah via wifflegif.com
Meskipun begitu, menjadi orang baik dan menjaga nilai-nilai kebenaran tetaplah perlu. Jika kamu berbohong, atau menyampaikan informasi yang tidak benar, tidak heran jika kamu akan dihantui rasa bersalah yang berkepanjangan.
Saat kamu bersikap buruk kepada orang, kamu akan dihantui penyesalan yang besar. Karena itu, agar hatimu juga tenang, tetaplah bersikap baik kepada orang, dan mengatakan apa yang sebenarnya.
8. Masa lalu dan kesalahannya itu permanen. Masa depan masih temporer. Mana yang ingin kamu usahakan?

masa lalu tidak bisa diubah via quotesgram.com
Penyesalan sering kamu alami setelah kamu melakukan sesuatu yang (kamu pikir) salah. Lalu kamu akan berpikir bahwa seharusnya kamu tidak melakukan itu, atau seharusnya kamu begini dan begitu. Rasa sesal ini bila kamu turuti bisa bertahan lama dan menghalangi langkahmu selanjutnya.
Apapun yang terjadi, bagaimanapun perasaanmu, kamu tidak akan bisa mengubah masa lalu. Penyesalan memang perlu, tapi tidak usah berlarut-larut. Yang sudah berlalu biarkanlah berlalu. Karena apa yang terlah berlalu tidak bisa kamu perbaiki lagi, lebih baik kamu fokus untuk menjadi lebih baik di masa depan.
9. Bila rasa bersalah dan kepikiran omongan orang memenuhi pikiranmu, sibukkan dirimu sampai terdistraksi lalu lupa

tambahlah kegiatan via trendistic.com
Namun melakukan hal-hal di atas tentu tidak semudah mengatakannya. Bila ditanya, kamu juga tidak mau menjadi orang yang terlalu sensitif dan memikirkan apa kata orang. Namun seringnya hal itu kamu lakukan tanpa bisa dicegah.
Bila rasa bersalah, atau rasa begitu mengkhawatirkan apa yang orang lain pikirkan begitu melingkupi pikiranmu, cobalah untuk menyibukkan diri dengan banyak kegiatan. Saat kamu sibuk, dan pikiranmu teralihkan, kamu tidak akan punya waktu lagi untuk memikirkan apa kata orang.
10. Terakhir, ingat kembali bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Pun, kamu juga sama.

kamu tak perlu menjadi sempurna via wesharepics.info
Dan yang terakhir, sekaligus paling penting, kamu sering lupa bahwa kamu manusia. Kamu tidak bisa melakukan segala-galanya dengan sempurna karena kamu memang manusia biasa. Kamu tidak bisa membuat semua orang tanpa terkecuali menyukaimu dan memiliki pendapat yang sama tentang dirimu, karena kamu memang manusia.
Tidak ada manusia yang sempurna, dan sebagai manusia, sebenarnya kamu juga tidak dituntut untuk menjadi sempurna. Karena itu, dengan segala salah dan benarnya, nikmati saja hidupmu yang sementara ini.
Belajar untuk abai dengan apa kata orang bukan berarti secara otomatis kamu menjadi orang jahat yang hanya memperdulikan dirimu sendiri. Tidak berarti juga kamu harus menjadi orang yang tidak pedulian.
Belajar untuk mengabaikan apa kata orang adalah belajar memilah apa yang baik untuk diikuti dan yang tidak baik untuk diikuti, sekaligus belajar mencintai dirimu sendiri, dengan memberinya kesempatan untuk berkembang.
Senin, 07 September 2015
Berhenti Bertanya “Kapan Nikah Nih?”
6 Alasan Kamu Harus Berhenti Bertanya “Kapan Nikah Nih?”. Yang Sebenarnya Bukan Urusanmu Sama Sekali
Pristiqa Ayun Wirastami
Sudah jamak di masyarakat kita, pertanyaan “kapan nikah?” dengan mudah dilontarkan. Pertanyaan yang sebenarnya sangat pribadi ini, seakan sudah jadi pertanyaan wajar – meski hanya untuk basa-basi. Layaknya bertanya, “Kamu sudah makan?”. Bagi mereka yang sering atau bahkan hobi bertanya “kapan nikah?”, merasa pertanyaan itu adalah pertanyaan wajar. Karena toh menikah memang menjadi keinginan sebagian besar orang.
Namun meski menikah menjadi impian banyak orang, tapi bukan berarti pertanyaan “kapan nikah?” bisa seenaknya saja diajukan. Sebab sejatinya menikah adalah urusan pribadi bagi setiap orang. Jika memang sudah tiba waktunya, seseorang yang akan menikah pasti akan mengabarkan hal bahagia tersebut kepada para kolega yang dikenalnya. Sementara kita yang tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, ada baiknya mulai menghentikan kebiasaan menanyakan kapan seseorang akan menikah.
1. Urusan menikah adalah urusan paling pribadi. Kamu tak seharusnya ikut mencampuri.

bukan urusan lo keles viawww.pinterest.com
Sekali lagi, menikah adalah hal yang paling pribadi bagi setiap orang. Dan sudah pasti keputusan menikah tentunya tidak didapat hanya dalam waktu semalam. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum mengambil keputusan untuk menikah. Sehingga jika kamu adalah orang yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dalam pengambilan keputusan tersebut, ada baiknya untuk tidak melontarkan pertanyaan “kapan nikah?”.
Selain itu, karena itu adalah urusan pribadi, kamu tak seharusnya ikut mencampuri. Terkadang memang ada sesuatu tentang seseorang yang tak perlu kamu tahu dan tak perlu kamu cari tahu. Biarkan itu menjadi privasinya dan hargailah itu..
2. Kita semua paham, perkara jodoh sudah ada yang mengatur. Lalu kenapa kamu yang repot untuk cari tahu?

ngga usah ikut repot deh.. viavainculture.com
Semua orang juga tahu, jodoh dan mati sudah ada yang mengatur. Sehingga bertanya “kapan nikah” ke seseorang yang memang belum siap memikirkannya, sama saja bertanya pada rumput yang bergoyang. Kamu hanya melakukan sesuatu yang sia-sia. Jika orang yang kamu tanya belum bisa menemukan jodoh yang tepat untuk dirinya, jadi kenapa kamu yang harus repot mencari tahu. Biarkan dia fokus dulu untuk menemukan jodohnya, tanpa distraksi darimu yang banyak bertanya “kapan nikah”.
Ketimbang terus-terusan bertanya, lebih baik bantu temanmu itu untuk menemukan jodohnya yang masih hilang. Jelas itu lebih bijak kan 
3. Kamu tak selalu tahu apa yang seseorang rasakan. Bisa saja bertanya kapan nikah hanya akan membuka luka lamanya.

jangan membuat luka lama kembali menganga via www.f-covers.com
Tak banyak orang yang mau membagi masa lalunya. Terlebih masa lalu berhubungan dengan seseorang yang dimiliki cukup menorehkan luka dalam di hati. Tentunya keputusan untuk membangun hubungan kembali dengan orang baru tidaklah mudah. Alih-alih memikirkan kesiapan menikah, ia pasti akan lebih berkonsentrasi untuk menyembuhkan hati.
Jangan sampai pertanyaanmu “kapan nikah” hanya akan membuka kembali luka lama yang mungkin sudah lama mengering.
4. Atau bisa saja masih banyak mimpi yang ingin ia gapai. Alih-alih terus bertanya “kapan nikah”, lebih baik berikan dukungan untuk mewujudkannya.

masih ada mimpi yang ingin digapai viahopestillfloats.wordpress.com
Salah satu pertimbangan seseorang untuk menunda menikah biasanya karena merasa banyak mimpi yang ingin ia gapai terlebih dahulu sebelum menikah. Agar saat memutuskan menikah, segala sesuatunya sudah cukup mapan. Sebagai kawan yang baik, seharusnya kamu mendukung temanmu untuk menggapai mimpinya. Bukan malah mencecarnya dengan pertanyaan “kapan nikah”.
5. Kalau memang hanya ingin berbasa-basi, pertanyaan apa kabar? toh jauh lebih enak didengar dan sopan untuk diberikan.

Apa kabaaaaarrr? via www.wattpad.com
Jika tujuanmu bertanya “kapan nikah” hanya untuk berbasa-basi, setelah bertemu dengan teman lama yang hingga saat ini masih melajang, maka mulai sekarang hilangkan kebiasaan itu. Jangan bertanya lagi tentang hal itu. Jangan.
Pertanyaan “apa kabar” (tanpa juga diembel-embeli “kok gendutan”) malah lebih menyenangkan untuk didengar. Ini jadi tanda kamu memang peduli dengannya.
6. Kamu boleh bertanya kapan nikah , unless kamu mau bayarin biaya resepsi pernikahannya. Mau?

lo mau bayarin nikahan gue? viafavim.com
Well, kalau kamu memang orang yang sangat ingin tahu kapan temanmu akan menikah, kamu boleh juga mengajukan pertanyaan “kapan nikah” setiap kali bertemu dengannya. Kecuali kamu mau menanggung semua biaya pernikahannya. Mulai dari biaya gedung, baju pengantin, hingga katering. Kalau kamu siap menanggung semua biaya tersebut, maka kamu memang berhak selalu mengajukan pertanyaan “kapan nikah”.
Seringkali banyak orang berkelit bahwa bertanya “kapan nikah” sama dengan memberikan doa, agar orang yang ditanyai segera menemukan belahan jiwanya dan menikah. Tapi jika dipikir kembali, pertanyaan itu justru lebih mirip memberikan teror ketimbang doa. Jika memang ingin mendoakan seseorang agar segera menikah, cukup berikan dukungan atas segala usahanya. Semoga usahanya menemukan belahan jiwa bisa segera terwujud 
Kredit Featured Image :http://www.bintang.com/tag/kapan-nikah
Pristiqa Ayun Wirastami
Sudah jamak di masyarakat kita, pertanyaan “kapan nikah?” dengan mudah dilontarkan. Pertanyaan yang sebenarnya sangat pribadi ini, seakan sudah jadi pertanyaan wajar – meski hanya untuk basa-basi. Layaknya bertanya, “Kamu sudah makan?”. Bagi mereka yang sering atau bahkan hobi bertanya “kapan nikah?”, merasa pertanyaan itu adalah pertanyaan wajar. Karena toh menikah memang menjadi keinginan sebagian besar orang.
Namun meski menikah menjadi impian banyak orang, tapi bukan berarti pertanyaan “kapan nikah?” bisa seenaknya saja diajukan. Sebab sejatinya menikah adalah urusan pribadi bagi setiap orang. Jika memang sudah tiba waktunya, seseorang yang akan menikah pasti akan mengabarkan hal bahagia tersebut kepada para kolega yang dikenalnya. Sementara kita yang tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, ada baiknya mulai menghentikan kebiasaan menanyakan kapan seseorang akan menikah.
1. Urusan menikah adalah urusan paling pribadi. Kamu tak seharusnya ikut mencampuri.

bukan urusan lo keles viawww.pinterest.com
Sekali lagi, menikah adalah hal yang paling pribadi bagi setiap orang. Dan sudah pasti keputusan menikah tentunya tidak didapat hanya dalam waktu semalam. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum mengambil keputusan untuk menikah. Sehingga jika kamu adalah orang yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dalam pengambilan keputusan tersebut, ada baiknya untuk tidak melontarkan pertanyaan “kapan nikah?”.
Selain itu, karena itu adalah urusan pribadi, kamu tak seharusnya ikut mencampuri. Terkadang memang ada sesuatu tentang seseorang yang tak perlu kamu tahu dan tak perlu kamu cari tahu. Biarkan itu menjadi privasinya dan hargailah itu..
2. Kita semua paham, perkara jodoh sudah ada yang mengatur. Lalu kenapa kamu yang repot untuk cari tahu?

ngga usah ikut repot deh.. viavainculture.com
Semua orang juga tahu, jodoh dan mati sudah ada yang mengatur. Sehingga bertanya “kapan nikah” ke seseorang yang memang belum siap memikirkannya, sama saja bertanya pada rumput yang bergoyang. Kamu hanya melakukan sesuatu yang sia-sia. Jika orang yang kamu tanya belum bisa menemukan jodoh yang tepat untuk dirinya, jadi kenapa kamu yang harus repot mencari tahu. Biarkan dia fokus dulu untuk menemukan jodohnya, tanpa distraksi darimu yang banyak bertanya “kapan nikah”.
Ketimbang terus-terusan bertanya, lebih baik bantu temanmu itu untuk menemukan jodohnya yang masih hilang. Jelas itu lebih bijak kan 
3. Kamu tak selalu tahu apa yang seseorang rasakan. Bisa saja bertanya kapan nikah hanya akan membuka luka lamanya.

jangan membuat luka lama kembali menganga via www.f-covers.com
Tak banyak orang yang mau membagi masa lalunya. Terlebih masa lalu berhubungan dengan seseorang yang dimiliki cukup menorehkan luka dalam di hati. Tentunya keputusan untuk membangun hubungan kembali dengan orang baru tidaklah mudah. Alih-alih memikirkan kesiapan menikah, ia pasti akan lebih berkonsentrasi untuk menyembuhkan hati.
Jangan sampai pertanyaanmu “kapan nikah” hanya akan membuka kembali luka lama yang mungkin sudah lama mengering.
4. Atau bisa saja masih banyak mimpi yang ingin ia gapai. Alih-alih terus bertanya “kapan nikah”, lebih baik berikan dukungan untuk mewujudkannya.

masih ada mimpi yang ingin digapai viahopestillfloats.wordpress.com
Salah satu pertimbangan seseorang untuk menunda menikah biasanya karena merasa banyak mimpi yang ingin ia gapai terlebih dahulu sebelum menikah. Agar saat memutuskan menikah, segala sesuatunya sudah cukup mapan. Sebagai kawan yang baik, seharusnya kamu mendukung temanmu untuk menggapai mimpinya. Bukan malah mencecarnya dengan pertanyaan “kapan nikah”.
5. Kalau memang hanya ingin berbasa-basi, pertanyaan apa kabar? toh jauh lebih enak didengar dan sopan untuk diberikan.

Apa kabaaaaarrr? via www.wattpad.com
Jika tujuanmu bertanya “kapan nikah” hanya untuk berbasa-basi, setelah bertemu dengan teman lama yang hingga saat ini masih melajang, maka mulai sekarang hilangkan kebiasaan itu. Jangan bertanya lagi tentang hal itu. Jangan.
Pertanyaan “apa kabar” (tanpa juga diembel-embeli “kok gendutan”) malah lebih menyenangkan untuk didengar. Ini jadi tanda kamu memang peduli dengannya.
6. Kamu boleh bertanya kapan nikah , unless kamu mau bayarin biaya resepsi pernikahannya. Mau?

lo mau bayarin nikahan gue? viafavim.com
Well, kalau kamu memang orang yang sangat ingin tahu kapan temanmu akan menikah, kamu boleh juga mengajukan pertanyaan “kapan nikah” setiap kali bertemu dengannya. Kecuali kamu mau menanggung semua biaya pernikahannya. Mulai dari biaya gedung, baju pengantin, hingga katering. Kalau kamu siap menanggung semua biaya tersebut, maka kamu memang berhak selalu mengajukan pertanyaan “kapan nikah”.
Seringkali banyak orang berkelit bahwa bertanya “kapan nikah” sama dengan memberikan doa, agar orang yang ditanyai segera menemukan belahan jiwanya dan menikah. Tapi jika dipikir kembali, pertanyaan itu justru lebih mirip memberikan teror ketimbang doa. Jika memang ingin mendoakan seseorang agar segera menikah, cukup berikan dukungan atas segala usahanya. Semoga usahanya menemukan belahan jiwa bisa segera terwujud 
Kredit Featured Image :http://www.bintang.com/tag/kapan-nikah
Minggu, 06 September 2015
5 Hikmah Mencukur Bulu ‘Rahasia’
5 Hikmah Istihdad (Mencukur Bulu ‘Rahasia’)
Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk rutin istihdad (mencukur bulu kemaluan). Istihdaddijelaskan Rasulullah sebagai salah satu fitrah manusia.
خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ ، وَالاِسْتِحْدَادُ ، وَنَتْفُ الإِبْطِ ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ ، وَقَصُّ الشَّارِبِ
“Ada lima hal yang termasuk fitrah; khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan memangkas kumis” (HR. Bukhari dan Muslim)
Di zaman modern, istihdad diketahui memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah lima poin sebagai berikut:
1. Kebersihan terjaga
Rambut kemaluan yang tidak dicukur membuat area rahasia tersebut lebih cepat kotor. Keringat dan bakteri mudah menumpuk. Berbeda jika rambut tersebut dicukur. Kebersihannya menjadi lebih terjaga.
2. Terhindar dari bau
Rambut kemaluan yang dibiarkan panjang dan tidak terawat membuat area tersebut menjadi lebih bau. Pasalnya, panas, keringat dan bakteri bercampur jadi satu. Dengan rutin mencukurnya seperti nasehat Rasulullah, maka aroma area tersebut dapat lebih terjaga.
3. Sehat
Bulu rahasia yang panjang dan tidak terawat membuat keringat dan bakteri menumpuk di tempat itu. Jika lama dibiarkan, bakteri yang menumpuk dapat menimbulkan penyakit/infeksi. Dengan mencukur rambut kemaluan, kebersihan lebih terjaga dan penyakit/infeksi dapat dihindari.
Area kemaluan yang terjaga kebersihannya menjadikan seseorang lebih sehat. Bukan saja terhindar dari bau, dengan mencukur bulu kemaluan secara rutin juga dapat terhindar dari infeksi atau penyakit kulit.
4. Meningkatkan sensitivitas saat bercinta
Seperti dikutip dari Health Me Up, kulit di sekitar selangkangan sangat sensitif terhadap sentuhan. Namun, bulu kemaluan yang panjang bisa membatasi kontak langsung dengan kulit sensitif tersebut. Dengan mencukurnya, membuat suami/istri lebih mudah memberi stimulasi di area tersebut.
5. Lebih higienis bagi wanita
Khusus bagi wanita, manfaat lain dari mencukur bulu rahasia tersebut adalah menjadikannya lebih higienis. Terutama saat menstruasi. Mencukur bulu rahasia membuat area tersebut tidak mudah terkena jamur dan relatif terhindar dari rasa gatal.
Demikianlah 5 diantara manfaat istihdad. Ternyata apa yang diajarkan Rasulullah belasan abad lalu, kini terbukti manfaat dan hikmahnya bagi manusia. [Ibnu K/bersamadakwah]
Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk rutin istihdad (mencukur bulu kemaluan). Istihdaddijelaskan Rasulullah sebagai salah satu fitrah manusia.
خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ ، وَالاِسْتِحْدَادُ ، وَنَتْفُ الإِبْطِ ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ ، وَقَصُّ الشَّارِبِ
“Ada lima hal yang termasuk fitrah; khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan memangkas kumis” (HR. Bukhari dan Muslim)
Di zaman modern, istihdad diketahui memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah lima poin sebagai berikut:
1. Kebersihan terjaga
Rambut kemaluan yang tidak dicukur membuat area rahasia tersebut lebih cepat kotor. Keringat dan bakteri mudah menumpuk. Berbeda jika rambut tersebut dicukur. Kebersihannya menjadi lebih terjaga.
2. Terhindar dari bau
Rambut kemaluan yang dibiarkan panjang dan tidak terawat membuat area tersebut menjadi lebih bau. Pasalnya, panas, keringat dan bakteri bercampur jadi satu. Dengan rutin mencukurnya seperti nasehat Rasulullah, maka aroma area tersebut dapat lebih terjaga.
3. Sehat
Bulu rahasia yang panjang dan tidak terawat membuat keringat dan bakteri menumpuk di tempat itu. Jika lama dibiarkan, bakteri yang menumpuk dapat menimbulkan penyakit/infeksi. Dengan mencukur rambut kemaluan, kebersihan lebih terjaga dan penyakit/infeksi dapat dihindari.
Area kemaluan yang terjaga kebersihannya menjadikan seseorang lebih sehat. Bukan saja terhindar dari bau, dengan mencukur bulu kemaluan secara rutin juga dapat terhindar dari infeksi atau penyakit kulit.
4. Meningkatkan sensitivitas saat bercinta
Seperti dikutip dari Health Me Up, kulit di sekitar selangkangan sangat sensitif terhadap sentuhan. Namun, bulu kemaluan yang panjang bisa membatasi kontak langsung dengan kulit sensitif tersebut. Dengan mencukurnya, membuat suami/istri lebih mudah memberi stimulasi di area tersebut.
5. Lebih higienis bagi wanita
Khusus bagi wanita, manfaat lain dari mencukur bulu rahasia tersebut adalah menjadikannya lebih higienis. Terutama saat menstruasi. Mencukur bulu rahasia membuat area tersebut tidak mudah terkena jamur dan relatif terhindar dari rasa gatal.
Demikianlah 5 diantara manfaat istihdad. Ternyata apa yang diajarkan Rasulullah belasan abad lalu, kini terbukti manfaat dan hikmahnya bagi manusia. [Ibnu K/bersamadakwah]
Sabtu, 05 September 2015
Dampak kesedihan yang dialami ibu hamil pada janin
Qur'an, Bagi, Hamil, Ibu, Kesedihan, Menurut, Pengaruh
Ini adalah sebuah informasi baru, yang tidak ditemukan oleh para ilmuwan melainkan semenjak beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi mungkin kita lebih heran lagi jika kita tahu bahwa al-Quran telah mengisyaratkan dengan sangat jelas hal tersebut. Dan ini adalah di antara hal yang membuktikan keajaiban kitab yang mulia ini (al-Qur’an) ….
Telah muncul sebuah masalah baru yang membuat bingung para dokter di Barat, yaitu adanya beberapa anomali (kelainan/cacat) pada janin selama masa kehamilan, dan setelah melakukan banyak usaha dan studi yang menyeluruh, mereka menemukan bahwa kesedihan secara signifikan mempengaruhi perkembangan dan pembentukan janin dalam rahim ibunya! Para peneliti mengatakan bahwa tekanan emosional dan psikologis yang parah yang dialami oleh seorang wanita selama kehamilan, dan bahkan sebelum itu dapat menjadi faktor timbulnya berbagai kelainan pada janin.
Studi-studi dan penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa tekanan psikologis yang kuat selama kehamilan, seperti kehilangan pekerjaan, perceraian atau perpisahan dengan suami atau kesedihan atas kematian, dapat menyebabkan kondisi yang tidak wajar pada janin dan menyebabkan kelainan seperti hidung yang tidak sempurna, bibir sumbing dan lain-lain. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Dorat Hansen, telah sampai pada hasil terakhir, dan ia berkomitmen akan menguji temuan dari studi sebelumnya.
Tim peneliti memeriksa rekam medis yang memiliki kaitan dengan masalah ini di Denmark selama rentang waktu antara tahun 1980 dan 1992 untuk mengidentifikasi wanita-wanita yang mengalami tekanan psikologis yang berat dan kuat karena insiden yang serius dan berpengaruh dalam kehidupan mereka yang terjadi 16 bulan sebelum masa subur. Para peneliti membandingkan antara 3560 wanita yang melewati pengalaman psikologis yang sulit, dengan sekitar 20 ribu kelahiran dari para wanita yang tidak mengalami peristiwa tersebut, seperti kehilangan seseorang yang dekat dan disayanginya disebabkan kematian, atau ditemukan kanker serius pada tubuh kerabat dekatnya, dan hal-hal lain yang memberikan tekanan secara psikologis dan emosional.
Para peneliti menemukan bahwa persentase kejadian anomali kongenital (kelainan/cacat bawaan dari lahir) pada bayi yang lahir dari wanita mengalami tekanan (psikologis) dua kali lipat dibandingkan wanita-wanita lain. Sebagaimana juga dilihat bahwa wanita yang hamil dua kali berturut-turut lebih besar kemungkinanya untuk melahirkan anak cacat dibandingkan wanita lain.
Dan para peneliti juga menemukan bahwa kemungkinan janin mengalami cacat lahir meningkat ketika ibunya bersedih atas meniggalnya salah seorang anaknya pada masa tiga bulan pertama kehamilan, dan bahkan persentase risiko tersebut akan meningkat jika kematian tersebut tidak tak terduga sebelumnya. Dan para ilmuwan memperkirakan bahwa stres (tekanan psikologis) menyebabkan peningkatan hormon kortison, yang menyebabkan kadar gula darah meningkat, dan menyebabkan kadar oksigen dalam jaringan menyusut (berkurang). Dan keduanya adalah faktor yang menyebabkan cacat bawaan pada janin.
Dr Peter Heber dari Pusat Penelitian Perilaku-perilaku Yang Mematikan di Universitas Queen di Belfast, Irlandia Utara berkata:” Sesungguhnya hasil-hasil ini tidak begitu mengejutkan, karena kalangan medis mengetahui bahwa stres (tekanan psikologis) mempengaruhi aktivitas fisiologis (mekanisme kerja organ dan jaringan dalam tubuh) dalam tubuh wanita hamil. Dan kami tidak melihat adanya alasan untuk tidak berpindahnya pengaruh ini ke janin.”
Dan ia menjelaskan bahwa hasil-hasil studi terbaru mendukung bukti-bukti yang telah terakumulasi di masa lalu tentang pengaruh (efek) krisis psikologis dan tekanan yang dihasilkan darinya pada wanita-wanita hamil serta perannya dalam malformasi (perkembangan abnormal) janin.
Para ilmuwan menegaskan bahwa kesedihan memberikan pengaruh negatif pada janin, dan tingkat pengaruhnya tidak kecil, akan tetapi terkadang dapat menyebabkan cacat lahir yang serius, karena tahapan perkembangan janin adalah sesuatu yang sangat sensitif dan bisa terpengaruh dengan hal apapun. Oleh sebab itu saya akan menyarankan kepada semua ibu hamil untuk banyak mendengarkan al-Qur’an (memperdengarkan bayinya suara al-Quran setiap hari), karena perbuatan ini akan membuat janin lebih stabil. Terlebih lagi studi terbaru menegaskan bahwa janin mendengar suara-suara di sekelilingnya dan terpengaruh olehnya. Sebagaimana juga mendengarkan al-Qur’an menjadikan stabilnya hati ibu dan memberikan ketenagan, suatu hal yang memberikan pengaruh positif pada janin, sehingga ia tumbuh dengan baik.
Lihatlah Keindahan Al-Qur’an
Sesungguhnya informasi-informasi yang telah kita ketahui dalam berita ilmiah yang disampaikan oleh para dokter, yang mereka klaim bahwasanya hal itu adalah informasi baru, yang baru pertama kali dimunculkan, ternyata ketika kita mentadabburi (mencermati) al-Qur’an al-Karim kita dapati bahwasanya al-Qur’an telah mengisyaratkan adanya hubungan antara kesedihan dengan kehamilan. Yaitu dalam kisah Maryam ‘alaihassalam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Maryam ‘alaihassalam:
(فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا * فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا * فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا * وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا * فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا) [مريم: 22-26]
” Maka Maryam mengandungnya (hamil), lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (besandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata:”Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah:“Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Rabbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah:”Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.”. (QS. Maryam: 22-26)
Petunjuk Ilahi (al-Qur’an) ini menunjukan pentingnya seorang wanita yang hamil untuk bergembira, ceria dan tidak berduka (sedih) karena hal itu akan menyakiti janinnya.
Dan jika kita perhatikan ayat-ayat al-Qur’an, maka kita temukan bahwa kata تَحْزَنِي (berduka/sedih) datang satu kali lagi pada ibu Musa ‘alaihissalam ketika Rabbnya memerintahkannya untuk tidak berduka, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
(وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ) [القصص: 7]
” Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa:”Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil).Dan janganlah kamu khawatir dan jangan (pula) bersedih hati,karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.”. (QS. Al-Qashash: 7)
Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha megetahui bahwa kesedihan akan berbahaya baginya dan anaknya. Karena ia (ibu Musa ‘alaihissalam) akan menyusui Musa, dan susunya akan terpengaruh oleh kesedihan dan depresi. Oleh sebab itu AllahSubhanahu wa Ta’ala mengembalikan anaknya (Musa) kepadanya, supaya ia tidak bersedih dan menjadi tenteram. DiaSubhanahu wa Ta’ala berfirman setelah itu:
(فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ) [القصص: 13].
” Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”. (QS. Al-Qashash: 13)
Dan lihatlah wahai saudaraku tercinta, bagaimana Perintah Ilahi diulang tiga kali dalam kisah ini:
(أَلَّا تَحْزَنِي – وَلَا تَحْزَنِي – وَلَا تَحْزَنَ)
(supaya kamu jangan bersedih – jangan bersedih – dia (ibu Musa ‘alaihissalam) tidak bersedih)
Dan ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin agar kita tidak bersedih, padahal kita ketahui bahwa kesedihan adalah sifat manusiawi resep yang kita tidak bisa terbebas darinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersedih atas meninggalnya anak beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Nabi Ya’qub ‘alaihissalam pernah bersedih ketika berpisah denganYusuf ‘alaihissalam anaknya. Oleh sebab itu, kisah-kisah al-Qur’an ini menghibur Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberi beliau tambahan kesabaran, agar beliau bergembira dengan rahmat Rabbnya. Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman kepada Nabi-Nya:
(وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ * إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ) [النحل: 127-128]
” Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”. (QS. An-Nahl: 127-128)
Dan Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman menyeru orang-orang yang beriman:
(وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ) [آل عمران: 139]
” Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”. (QS. Ali ‘Imraan: 139)
Maka apakah kita akan bersedih setelah mendengar seruan Ilahi yang indah ini?
Dan kita ingat Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, saat itu beliau dalam keadaan yang paling sulit dan paling mendesak, ketika beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berada di dalam gua, sedangkan kaum musyrikin mengintainya dari setiap penjuru. Maka apa yang beliau ucapkan kepada shahabat Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
(إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا) [التوبة: 40]
” …Ketika dia berkata kepada temannya:”Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. ….”. (QS. At-Taubah: 40)
Semua ayat-ayat ini adalah pesan positif bagi orang-orang yang beriman agar meninggalkan kesedihan, dan memulai hidup baru, yang di dalamnya ia merasakan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’alaagar menerima amalan kami ini dan agar memberikan balasan yang baik bagi saudara kami yang mengirim gagasan artikel ini, dan bagi semua orang yang memberikan kontribusi dalam mengirimkan ide atau informasi yang bermanfaat bagi pembahasan ini. Sesungguhnya Dia Mahadekat dan Mahamengabulkan do’a. Amiin.
Sumber artikel http://news.bbc.co.uk/hi/arabic/news/newsid_915000/915505.stm
(Sumber: الحزن يؤثر سلبياً على الجنين: هل أشار القرآن إلى ذلك؟dari htp://www.kaheel7.com/modules.php?name=News&file=article&sid=1065. diterjemahkan dan diposting oleh Abu Yusuf Sujono
Jumat, 04 September 2015
Seorang GADIS yang BISA MELIHAT HANTU
Suatu hari rombongan akhwat, sekitar 5 gadis dari Perguruan Tinggi di Surabaya datang ke tempat saya.
Meminta bantuan pada saya, agar meruqiyah salah satu temannya, taruhlah namanya "Bunga" agar bisa sembuh dari gangguannya.
Jadi si Bunga ini, seorang gadis dari sebuah desa di daerah Jawa Timur. Kuliah di Surabaya berstatus kos. Si Bunga punya kelebihan bisa melihat Hantu. Waah serem nih..
Jadi ketika di Kampus, dia bisa melihat si Hantu sedang ngapain saja. Misal sedang berdiri di sebelah dosen. Atau sedang duduk-duduk di kelas. Atau sedang bergelantungan di atap, si Bunga bisa melihat dengan jelas.
Waah kayak film yaa..
Seringkali si Hantu mengganggu Bunga, saat melakukan apapun. Misalkan, Bunga mau berdiri beranjak dari kursinya untuk maju ke depan, tiba-tiba si Hantu memegang paha nya dengan erat. Tentu Bunga tak dapat berdiri, bahkan keluar keringat dingin. Haduuh...
Yang lebih seru, laiknya film horror Hollywood, si Bunga bisa tahu kejadian bunuh diri tahun sekian, ada seorang gadis bunuh diri dari lantai sekian, serta diskripsi gadis yang bunuh diri bisa tahu persis dengan jelas. Padahal itu kejadian puluhan tahun silam. Teman-temannya penasaran, lalu melacak mencari tahu kebenarannya, ternyata benar semua tentang diskripsi si "Bunuh Diri" tadi. Waaah keren yaa..
Bahkan saat datang ke tempat saya, si Bunga berkata sambil wajahnya pucat pasi, "Ustadzah Etty.... itu si Hantunya sedang dekatnya ustadzah Etty, dia ngikuti saya ke sini.."
Waah..
Hemm.. saya tenang saja..
Sementara teman-teman akhwatnya pada merinding dan ikut pucat pasi juga..
Melihat kisah ini, saya hanya tersenyum dan tenang saja. Tidak sedikitpun saya takut.
Tapi saya tidak mau serta merta meruqiyah si Bunga. Karena saya tahu betul, bagaimana Hantu dan Jin bisa bersatu dengan orang yang seperti apa dan bagaimana ??
Prinsip penting yang wajib kita ketahui adalah, jika seseorang bisa melihat Hantu alias makhluq ghoib, maka dalam dirinya ada Jin nya juga.
JANGAN BANGGA dulu, karena hal tersebut harus segera di sembuhkan.
Peka boleh, tapi kalau sampai bisa melihat sejelasnya, na'udzubillahi mindzalik.
Wahai siapapun yang membaca tulisan saya ini, jika ada seseorang bisa melihat yang ghaib, maka ada beberapa sebab.
1. KETURUNAN , mungkin para orang tua, kakek nenek, atau nenek moyangnya dulu, ada yang punya ilmu kesaktian, punya rajah, punya perjanjian dengan Jin, dan lain sebagainya. Maka pasti akan menurun ke salah satu garis keturunan.
2. TEKANAN KEJIWAAN, bisa di sebabkan karena hutang riba, beban hutang pada orang lain, beban kemiskinan, beban permusuhan dengan orang lain, tekanan gesekan dengan orang tua, tuntutan idealisme yang tidak realistis, ambisius dalam mencapai target pendidikan dan pekerjaan, dan lain sebagainya.
3. HUBUNGAN ASMARA TERLARANG, misal ada hubungan asmara dengan lawan jenis, yang menjadikan tidak terkontrol, berpacaran yang sampai menjurus kepada perzinahan. Perselingkuhan bagi pasangan suami isteri. Atau penyimpangan prilaku sexual.
4. KARAKTER PRIBADI YANG BURUK, suka iri dengki, sombong, ambisius selalu ingin mengalahkan orang lain, gegabah, gampang marah, suka berputus asa, berkecil hati dan lain sebagainya.
5. GANGGUAN SIHIR, karena pelet, teluh, guna-guna dan lain sebagainya.
6. MEMASUKI DAERAH TEMPAT YANG PENUH DENGAN KEMUSYRIKAN. Sarang maksiyat, maka akan mudah membuat seseorang terpengaruh menjadi hal yang serupa.
7. LEMAHNYA KETAQWAAN KEPADA ALLAH, sehingga banyak meninggalkan ibadah wajib dan sunnah. Atau lemahnya aqidah, sehingga mudah di belokkan ke jalan sesat, meminta bantuan selain Allah.
8. Sengaja BERTEMAN dengan JIN untuk mendapat bala bantuan agar bisa tercapai berbagai tujuannya.
Nah usut punya usut, berdasarkan investigasi saya. Maka si Bunga masuk pada kategori ke dua. Yaitu mendapatkan tekanan jiwa.
Tekanan jiwa yang seperti apa ?
Ternyata, ibu si Bunga, selalu menuntut Bunga agar secepatnya menikah dengan lelaki yang kaya. Setiap Bunga pulang ke desa, selalu di omelin, dan di bentak bentak..
"Bunga.. buat apa kamu cantik, kalau tidak bisa menikah dengan orang yang kaya. Lihat itu si A, si B, si C suaminya orang kaya semua. "
"Ibu.. aku nggak cari suami kaya, aku cari suami yang sholih bu.."
"Nggak penting sholih itu, yang penting kaya. Kalau miskin, kamu makan batu tah ??"
Selalu saja, bertengkar dengan urusan itu itu saja. Sementara usia Bunga yang masih semester awal 19 tahun, ke Surabaya tidak di fasilitasi orang tua dengan baik.
Si ibu hanya memberi bekal beras beberapa kilogram.
Sementara kakaknya yang sudah berumah tangga, hanya mensubsidi Bunga, perbulan hanya 200 ribu saja.
Melihat ceritanya, sontak saya bengong dan tak habis fikir.
Hari gini hidup di Surabaya di bekalin beras dan uang 200 ribu saja ??!! Haah !! Sementara Bunga gadis lugu, belum bisa cari duwit.
Apa nggak stress haaah ????
Astaghfirullohal adhiim..
Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun...
Sedih rasanya..
Kalau temannya makan bakso, apa dia nggak pingin ??
Kalau temannya beli Soto, dia hanya makan nasi, apa nggak senewen haaah ??
Yaa pantas saja, si Bunga senewen alias depresi lah. Hanya saja, seringkali masyarakat kita tidak "CERDAS" melihat penyebab-penyebab psikis seseorang. Memang sangat sulit di ketahui, kalau si korban tutup mulut. Seringkali kita ini menahan beban sendirian, takut merepotkan orang lain. Tapi ujung-ujungnya juga merepotkan orang lain.
Itu semua karena kelemahan kita dalam menyelesaikan persoalan.
Seringkali tuntutan terlalu idealis, yang kenyataannya tidak realistis.
Seringkali solusinya jalan pintas, bukan pada proses dan faktor penyebabnya apa ??!
Akhirnya saya berikan solusi,
Ke 4 teman akhwat yang mengantarkan ke tempat saya, saya minta untuk memberikan aktifitas kepada Bunga. Kalau sore hingga ba'da maghrib berdayakan Bunga untuk membantu ngajar TPQ di Masjid dekat Kampus atau Kos nya. Biar kata dapat honor 50 ribu, atau 100 ribu, lumayan lah. Juga berkumpul dengan anak-anak di Masjid ngajar Al quran, berkahnya besar. Lalu berikan Bunga dagangan, agar dia dapat untung, yang bisa mencukupi kebutuhan selama sebulan.
Kemudian, Bunga saya berikan nasihat, bagaimana caranya berkomunikasi yang baik dengan ibunya.
Seorang ibu jangan di bantah, tapi merendahlah dan berkatalah dengan tersenyum, "Iya bu.. saya manut saja.. silahkan carikan saya jodoh yang kaya bu..."
Hehehe saya yakin, ibunya pun juga nggak akan sanggup carikan jodoh. Paling-paling diem klakep.
Yang jelas, jangan pernah membuat konflik dengan sang ibu. Nikmati hidup ini dengan gembira, tawakkal, dan ikhlash..
Alhamdulillah.. qodarallah, terapi yang saya berikan ini, dengan sendirinya menghentikan matanya untuk melihat Hantu lagi. Tanpa saya ruqiyah, tanpa saya berikan bidara.
Artinya, kesehatan PSIKIS seseorang sangat rentan berkolaborasi dengan JIN.
Pelajaran bagi para orang tua, jangan pernah berkonflik dengan anak-anak anda, sebelum anda memberikan bekal material dan non material yang cukup. Jangan banyak menuntut, sebelum anda banyak memberikan apapun pada anak-anak kalian..
Rumah Bahagia,
Etty Sunanti, 23 Juni 2016 / 18 Ramadhan 1437 H
Meminta bantuan pada saya, agar meruqiyah salah satu temannya, taruhlah namanya "Bunga" agar bisa sembuh dari gangguannya.
Jadi si Bunga ini, seorang gadis dari sebuah desa di daerah Jawa Timur. Kuliah di Surabaya berstatus kos. Si Bunga punya kelebihan bisa melihat Hantu. Waah serem nih..
Jadi ketika di Kampus, dia bisa melihat si Hantu sedang ngapain saja. Misal sedang berdiri di sebelah dosen. Atau sedang duduk-duduk di kelas. Atau sedang bergelantungan di atap, si Bunga bisa melihat dengan jelas.
Waah kayak film yaa..
Seringkali si Hantu mengganggu Bunga, saat melakukan apapun. Misalkan, Bunga mau berdiri beranjak dari kursinya untuk maju ke depan, tiba-tiba si Hantu memegang paha nya dengan erat. Tentu Bunga tak dapat berdiri, bahkan keluar keringat dingin. Haduuh...
Yang lebih seru, laiknya film horror Hollywood, si Bunga bisa tahu kejadian bunuh diri tahun sekian, ada seorang gadis bunuh diri dari lantai sekian, serta diskripsi gadis yang bunuh diri bisa tahu persis dengan jelas. Padahal itu kejadian puluhan tahun silam. Teman-temannya penasaran, lalu melacak mencari tahu kebenarannya, ternyata benar semua tentang diskripsi si "Bunuh Diri" tadi. Waaah keren yaa..
Bahkan saat datang ke tempat saya, si Bunga berkata sambil wajahnya pucat pasi, "Ustadzah Etty.... itu si Hantunya sedang dekatnya ustadzah Etty, dia ngikuti saya ke sini.."
Waah..
Hemm.. saya tenang saja..
Sementara teman-teman akhwatnya pada merinding dan ikut pucat pasi juga..
Melihat kisah ini, saya hanya tersenyum dan tenang saja. Tidak sedikitpun saya takut.
Tapi saya tidak mau serta merta meruqiyah si Bunga. Karena saya tahu betul, bagaimana Hantu dan Jin bisa bersatu dengan orang yang seperti apa dan bagaimana ??
Prinsip penting yang wajib kita ketahui adalah, jika seseorang bisa melihat Hantu alias makhluq ghoib, maka dalam dirinya ada Jin nya juga.
JANGAN BANGGA dulu, karena hal tersebut harus segera di sembuhkan.
Peka boleh, tapi kalau sampai bisa melihat sejelasnya, na'udzubillahi mindzalik.
Wahai siapapun yang membaca tulisan saya ini, jika ada seseorang bisa melihat yang ghaib, maka ada beberapa sebab.
1. KETURUNAN , mungkin para orang tua, kakek nenek, atau nenek moyangnya dulu, ada yang punya ilmu kesaktian, punya rajah, punya perjanjian dengan Jin, dan lain sebagainya. Maka pasti akan menurun ke salah satu garis keturunan.
2. TEKANAN KEJIWAAN, bisa di sebabkan karena hutang riba, beban hutang pada orang lain, beban kemiskinan, beban permusuhan dengan orang lain, tekanan gesekan dengan orang tua, tuntutan idealisme yang tidak realistis, ambisius dalam mencapai target pendidikan dan pekerjaan, dan lain sebagainya.
3. HUBUNGAN ASMARA TERLARANG, misal ada hubungan asmara dengan lawan jenis, yang menjadikan tidak terkontrol, berpacaran yang sampai menjurus kepada perzinahan. Perselingkuhan bagi pasangan suami isteri. Atau penyimpangan prilaku sexual.
4. KARAKTER PRIBADI YANG BURUK, suka iri dengki, sombong, ambisius selalu ingin mengalahkan orang lain, gegabah, gampang marah, suka berputus asa, berkecil hati dan lain sebagainya.
5. GANGGUAN SIHIR, karena pelet, teluh, guna-guna dan lain sebagainya.
6. MEMASUKI DAERAH TEMPAT YANG PENUH DENGAN KEMUSYRIKAN. Sarang maksiyat, maka akan mudah membuat seseorang terpengaruh menjadi hal yang serupa.
7. LEMAHNYA KETAQWAAN KEPADA ALLAH, sehingga banyak meninggalkan ibadah wajib dan sunnah. Atau lemahnya aqidah, sehingga mudah di belokkan ke jalan sesat, meminta bantuan selain Allah.
8. Sengaja BERTEMAN dengan JIN untuk mendapat bala bantuan agar bisa tercapai berbagai tujuannya.
Nah usut punya usut, berdasarkan investigasi saya. Maka si Bunga masuk pada kategori ke dua. Yaitu mendapatkan tekanan jiwa.
Tekanan jiwa yang seperti apa ?
Ternyata, ibu si Bunga, selalu menuntut Bunga agar secepatnya menikah dengan lelaki yang kaya. Setiap Bunga pulang ke desa, selalu di omelin, dan di bentak bentak..
"Bunga.. buat apa kamu cantik, kalau tidak bisa menikah dengan orang yang kaya. Lihat itu si A, si B, si C suaminya orang kaya semua. "
"Ibu.. aku nggak cari suami kaya, aku cari suami yang sholih bu.."
"Nggak penting sholih itu, yang penting kaya. Kalau miskin, kamu makan batu tah ??"
Selalu saja, bertengkar dengan urusan itu itu saja. Sementara usia Bunga yang masih semester awal 19 tahun, ke Surabaya tidak di fasilitasi orang tua dengan baik.
Si ibu hanya memberi bekal beras beberapa kilogram.
Sementara kakaknya yang sudah berumah tangga, hanya mensubsidi Bunga, perbulan hanya 200 ribu saja.
Melihat ceritanya, sontak saya bengong dan tak habis fikir.
Hari gini hidup di Surabaya di bekalin beras dan uang 200 ribu saja ??!! Haah !! Sementara Bunga gadis lugu, belum bisa cari duwit.
Apa nggak stress haaah ????
Astaghfirullohal adhiim..
Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun...
Sedih rasanya..
Kalau temannya makan bakso, apa dia nggak pingin ??
Kalau temannya beli Soto, dia hanya makan nasi, apa nggak senewen haaah ??
Yaa pantas saja, si Bunga senewen alias depresi lah. Hanya saja, seringkali masyarakat kita tidak "CERDAS" melihat penyebab-penyebab psikis seseorang. Memang sangat sulit di ketahui, kalau si korban tutup mulut. Seringkali kita ini menahan beban sendirian, takut merepotkan orang lain. Tapi ujung-ujungnya juga merepotkan orang lain.
Itu semua karena kelemahan kita dalam menyelesaikan persoalan.
Seringkali tuntutan terlalu idealis, yang kenyataannya tidak realistis.
Seringkali solusinya jalan pintas, bukan pada proses dan faktor penyebabnya apa ??!
Akhirnya saya berikan solusi,
Ke 4 teman akhwat yang mengantarkan ke tempat saya, saya minta untuk memberikan aktifitas kepada Bunga. Kalau sore hingga ba'da maghrib berdayakan Bunga untuk membantu ngajar TPQ di Masjid dekat Kampus atau Kos nya. Biar kata dapat honor 50 ribu, atau 100 ribu, lumayan lah. Juga berkumpul dengan anak-anak di Masjid ngajar Al quran, berkahnya besar. Lalu berikan Bunga dagangan, agar dia dapat untung, yang bisa mencukupi kebutuhan selama sebulan.
Kemudian, Bunga saya berikan nasihat, bagaimana caranya berkomunikasi yang baik dengan ibunya.
Seorang ibu jangan di bantah, tapi merendahlah dan berkatalah dengan tersenyum, "Iya bu.. saya manut saja.. silahkan carikan saya jodoh yang kaya bu..."
Hehehe saya yakin, ibunya pun juga nggak akan sanggup carikan jodoh. Paling-paling diem klakep.
Yang jelas, jangan pernah membuat konflik dengan sang ibu. Nikmati hidup ini dengan gembira, tawakkal, dan ikhlash..
Alhamdulillah.. qodarallah, terapi yang saya berikan ini, dengan sendirinya menghentikan matanya untuk melihat Hantu lagi. Tanpa saya ruqiyah, tanpa saya berikan bidara.
Artinya, kesehatan PSIKIS seseorang sangat rentan berkolaborasi dengan JIN.
Pelajaran bagi para orang tua, jangan pernah berkonflik dengan anak-anak anda, sebelum anda memberikan bekal material dan non material yang cukup. Jangan banyak menuntut, sebelum anda banyak memberikan apapun pada anak-anak kalian..
Rumah Bahagia,
Etty Sunanti, 23 Juni 2016 / 18 Ramadhan 1437 H
Kamis, 03 September 2015
Jadikan Istri Ratumu — Bukan Asisten Rumah Tanggamu
Saat Kita Menikah Nanti, Jadikan Aku Istri — Bukan Asisten Rumah Tanggamu
Aloe Fera
6 Mei 2016
“Masak, macak, manak.”
Di Jawa istilah tersebut sering ditempelkan pada para perempuan sebagai gambaran tentang bagaimana tugas mereka sehari-harinya. Memasakkan makanan untuk suami dan anak-anaknya, macak atau bersolek untuk suaminya, dan manak atau beranak untuk meneruskan keturunan keluarga. Hanya tiga tugas itu yang dimiliki perempuan? Jika iya, si perempuan ini sebenarnya asisten rumah tangga/sekretaris pribadi atau pasangan hidup ya?
Atas nama tugas yang kemudian dikaitkan dengan kodrat, perempuan diminta tinggal di rumah untuk mengurus semua urusan rumah tangga dan merawat suami serta anaknya. Keinginannya untuk bekerja terkadang harus ditinggalkan atas nama kodrat.
Duh, Bang, kalau aku kamu nikahi nanti, cukup jadikan aku istri ya. Bukan asisten rumah tangga atau sekretaris pribadi~
1. Bang, aku sih maunya kita bisa membedakan. Membedakan kodrat dan anggapan yang dibuat-buat

Melahirkan juga pilihan, bukan kodrat viayoutube.com
Kodrat perempuan adalah untuk mengalami menstruasi, selebihnya adalah pilihan. Bahkan perempuan boleh memilih untuk hamil dan melahirkan atau tidak. Jika mereka memilih untuk tidak melakukan itu, ya boleh saja. Apalagi urusan menyapu dan mencuci piring. Itu jelas bukan kodrat! Pekerjaan rumah tangga seharusnya bisa dibagi sekeluarga dan dikerjakan bersama-sama.
2. Kita menikah untuk saling mencinta, bukan menghamba. Boleh ‘kan Bang kalau itu pendapatku?

Jangan jadikan aku pembantu viawallpaperscraft.com
Usai menikah laki-laki sering kali lupa apa alasan mereka menikah. Cinta hanya bertahan dalam hitungan bulan saja, lalu selanjutnya hubungan berubah menjadi relasi tuan dan hambanya. Siapa harus patuh pada siapa dan siapa yang harus menurut jelas terlihat. Nama agama pun dibawa-bawa agar tindakan sewenang-wenang ini bisa disahkan begitu saja.
3. Kalaupun aku harus melepaskan pekerjaan, bisakah itu hanya untuk sementara?

Dian Sastro aja kembali ke dunia film viayoutube.com
Perempuan yang menikah kemudian hamil dan melahirkan biasanya menjadi alasan utama untuk berhenti bekerja. Mengurus si kecil di rumah kemudian menjadi tugas utamanya. Apakah tidak bisa jika perempuan hanya berhenti sementara saja atau cuti dalam bekerja kemudian membesarkan sang anak bersama-sama?
4. Aku tak mau hanya bertugas di dapur, sumur, dan kasur

Aku tak harus menyuapimu juga kan? viapopsugar.com
Kita semua punya skill yang berbeda dan tak semua perempuan ahli memasak dan mengurus rumah tangga. Jika harus menjadi “pembantu”, apa perempuan yang memiliki kemampuan untuk menulis lagu harus menyerah pada pisau dan bumbu-bumbu? Dan apakah perempuan memang hanya bertugas memuaskan suaminya saja di dapur, sumur, dan kasurnya?
5. Aku enggan bangun sebelum matahari terbit dan tidur setelah matamu terbenam

Aku tidur setelah kau tertidur via dramafever.com
Sebagai sebuah rumah tangga yang berlayar pada tujuan yang sama, kita harus saling bekerja sama. Bukan menitikberatkan pada pembagian tugas saja, tapi juga pada bagaimana kita saling membantu menyelesaikan tugas itu. Agar perempuan tak terus dieksploitasi dan digugurkan mimpi-mimpinya hanya demi pernikahan yang (katanya akan) harmonis.
6. Hubungan kita adalah suami istri, bukan tuan dan budaknya

Suami mendikte istrinya via expertbeacon.com
Suami dan istri memiliki kekuatan cinta yang tidak akan mendikte sebuah perintah, tapi bagaimana membuat perintah dan melaksanakannya bersama-sama. Jika sudah menjadi tuan dan budak, maka artinya hanya ada satu pihak yang berkuasa dan lainnya hanya menurut saja, seperti itukah cinta? Pantaskah jika cinta memiliki arti menguasai yang lainnya?
7. Kaulah pemimpin di keluarga kita dan akupun sama

Istripun seorang pemimpin via beritadaerah.co.id
Perempuan melakukan semuanya tapi tak dianggap sebagai pemimpin. Laki-lakilah yang tetap menjadi pemimpin di manapun dan kapanpun, apalagi di dalam keluarga. Padahal perempuan yang mengetahui semua hal yang berkaitan dengan urusan rumah, juga tentang anak-anaknya. Sayang, pendapatnya jarang didengar dan hanya diminta untuk menganggukan kepala saja.
8. Daripada menjadikan aku asistenmu, lebih baik kita saling menyatu

Biarkan kita menyatu via kepoinseleb.com
Bukankah lebih manis jika kita saling mencintai, memberi arti, dan menghargai kualitas diri? Kau mengejar mimpimu dan akupun tak meninggalkan mimpi-mimpimu. Kita buat mimpi-mimpi kita menguatkan layar perahu rumah tangga kita dan saling membantu mewujudkan mimpi kita bersama-sama. Tidakkah itu lebih indah?
Tak semua laki-laki menjadikan istrinya sebagai “pembantu” dan tak semua perempuan yang menjadi “pembantu” itu benar-benar tersiksa dan tidak bahagia. Adapula perempuan yang memang memiliki passion untuk menjadi perempuan rumahan, tapi adapula yang tidak. Ini adalah tentang mimpi-mimpi perempuan yang seringkali harus dihapus dari kehidupannya, tentang mereka yang tak mau menjadi “pembantu” tapi harus rela menjalani perannya.
Aloe Fera
6 Mei 2016
“Masak, macak, manak.”
Di Jawa istilah tersebut sering ditempelkan pada para perempuan sebagai gambaran tentang bagaimana tugas mereka sehari-harinya. Memasakkan makanan untuk suami dan anak-anaknya, macak atau bersolek untuk suaminya, dan manak atau beranak untuk meneruskan keturunan keluarga. Hanya tiga tugas itu yang dimiliki perempuan? Jika iya, si perempuan ini sebenarnya asisten rumah tangga/sekretaris pribadi atau pasangan hidup ya?
Atas nama tugas yang kemudian dikaitkan dengan kodrat, perempuan diminta tinggal di rumah untuk mengurus semua urusan rumah tangga dan merawat suami serta anaknya. Keinginannya untuk bekerja terkadang harus ditinggalkan atas nama kodrat.
Duh, Bang, kalau aku kamu nikahi nanti, cukup jadikan aku istri ya. Bukan asisten rumah tangga atau sekretaris pribadi~
1. Bang, aku sih maunya kita bisa membedakan. Membedakan kodrat dan anggapan yang dibuat-buat

Melahirkan juga pilihan, bukan kodrat viayoutube.com
Kodrat perempuan adalah untuk mengalami menstruasi, selebihnya adalah pilihan. Bahkan perempuan boleh memilih untuk hamil dan melahirkan atau tidak. Jika mereka memilih untuk tidak melakukan itu, ya boleh saja. Apalagi urusan menyapu dan mencuci piring. Itu jelas bukan kodrat! Pekerjaan rumah tangga seharusnya bisa dibagi sekeluarga dan dikerjakan bersama-sama.
2. Kita menikah untuk saling mencinta, bukan menghamba. Boleh ‘kan Bang kalau itu pendapatku?

Jangan jadikan aku pembantu viawallpaperscraft.com
Usai menikah laki-laki sering kali lupa apa alasan mereka menikah. Cinta hanya bertahan dalam hitungan bulan saja, lalu selanjutnya hubungan berubah menjadi relasi tuan dan hambanya. Siapa harus patuh pada siapa dan siapa yang harus menurut jelas terlihat. Nama agama pun dibawa-bawa agar tindakan sewenang-wenang ini bisa disahkan begitu saja.
3. Kalaupun aku harus melepaskan pekerjaan, bisakah itu hanya untuk sementara?

Dian Sastro aja kembali ke dunia film viayoutube.com
Perempuan yang menikah kemudian hamil dan melahirkan biasanya menjadi alasan utama untuk berhenti bekerja. Mengurus si kecil di rumah kemudian menjadi tugas utamanya. Apakah tidak bisa jika perempuan hanya berhenti sementara saja atau cuti dalam bekerja kemudian membesarkan sang anak bersama-sama?
4. Aku tak mau hanya bertugas di dapur, sumur, dan kasur

Aku tak harus menyuapimu juga kan? viapopsugar.com
Kita semua punya skill yang berbeda dan tak semua perempuan ahli memasak dan mengurus rumah tangga. Jika harus menjadi “pembantu”, apa perempuan yang memiliki kemampuan untuk menulis lagu harus menyerah pada pisau dan bumbu-bumbu? Dan apakah perempuan memang hanya bertugas memuaskan suaminya saja di dapur, sumur, dan kasurnya?
5. Aku enggan bangun sebelum matahari terbit dan tidur setelah matamu terbenam

Aku tidur setelah kau tertidur via dramafever.com
Sebagai sebuah rumah tangga yang berlayar pada tujuan yang sama, kita harus saling bekerja sama. Bukan menitikberatkan pada pembagian tugas saja, tapi juga pada bagaimana kita saling membantu menyelesaikan tugas itu. Agar perempuan tak terus dieksploitasi dan digugurkan mimpi-mimpinya hanya demi pernikahan yang (katanya akan) harmonis.
6. Hubungan kita adalah suami istri, bukan tuan dan budaknya

Suami mendikte istrinya via expertbeacon.com
Suami dan istri memiliki kekuatan cinta yang tidak akan mendikte sebuah perintah, tapi bagaimana membuat perintah dan melaksanakannya bersama-sama. Jika sudah menjadi tuan dan budak, maka artinya hanya ada satu pihak yang berkuasa dan lainnya hanya menurut saja, seperti itukah cinta? Pantaskah jika cinta memiliki arti menguasai yang lainnya?
7. Kaulah pemimpin di keluarga kita dan akupun sama

Istripun seorang pemimpin via beritadaerah.co.id
Perempuan melakukan semuanya tapi tak dianggap sebagai pemimpin. Laki-lakilah yang tetap menjadi pemimpin di manapun dan kapanpun, apalagi di dalam keluarga. Padahal perempuan yang mengetahui semua hal yang berkaitan dengan urusan rumah, juga tentang anak-anaknya. Sayang, pendapatnya jarang didengar dan hanya diminta untuk menganggukan kepala saja.
8. Daripada menjadikan aku asistenmu, lebih baik kita saling menyatu

Biarkan kita menyatu via kepoinseleb.com
Bukankah lebih manis jika kita saling mencintai, memberi arti, dan menghargai kualitas diri? Kau mengejar mimpimu dan akupun tak meninggalkan mimpi-mimpimu. Kita buat mimpi-mimpi kita menguatkan layar perahu rumah tangga kita dan saling membantu mewujudkan mimpi kita bersama-sama. Tidakkah itu lebih indah?
Tak semua laki-laki menjadikan istrinya sebagai “pembantu” dan tak semua perempuan yang menjadi “pembantu” itu benar-benar tersiksa dan tidak bahagia. Adapula perempuan yang memang memiliki passion untuk menjadi perempuan rumahan, tapi adapula yang tidak. Ini adalah tentang mimpi-mimpi perempuan yang seringkali harus dihapus dari kehidupannya, tentang mereka yang tak mau menjadi “pembantu” tapi harus rela menjalani perannya.
Rabu, 02 September 2015
Ternyata Menikah Membuka Pintu Rezeki
Menikah ternyata tidak hanya sekadar membangun sebuah keluarga yang terdiri dari suami-istri dan anak, tapi menikah membuka pintu rizqi di dalam Islam dan bahkan setiap rezeki akan dilancarkan oleh Allah tanpa melawan atau melenceng dari aturan dan ajaran Islam. Banyak orang memutuskan untuk menikah karena memang sudah waktunya dan karena memang sudah tidak sabar untuk punya sebuah keluarga yang harmonis, tapi ternyata menikah dapat membawa lebih banyak berkah. Simak alasannya mengapa menikah bisa membuka pintu rezeki lebih lebar.
Penjelasan Tentang Menikah Membuka Pintu Rizqi
Salah satu ayat Al-Qur’an pun membahas tentang hal menikah menjadi pembuka pintu rezeki yang halal. Dikatakan bahwa orang-orang yang sendirian di antara kita perlu untuk dinikahkan dan orang-orang yang menikah adalah dari hamba-hamba sahaya yang perempuan dan hamba sahaya yang laki-laki. Bila dalam keadaan miskin maka Allah yang akan memberi kekayaan kepada mereka karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Luas (pemberian-Nya).
Masih berhubungan dengan ayat tersebut, Umar bin Khattab ra pernah mengomentari bahwa ia heran dengan orang yang tidak mau mendapatkan kekayaan melalui pernikahan, padahal Allah sendiri telah berfirman bahwa kalaupun mereka miskin, maka dengan keutamaan-Nya Dia akan memberikan kekayaan yang tentunya semuanya halal. Ayat tersebut pun dikuatkan oleh Nabi SAW di mana ia bersabda dari Aisyah untuk menikahi kaum wanita itu, maka rezeki atau harta akan datang kepada kita.
Menikahlah maka engkau akan kaya karena Nabi SAW juga bersabda untuk mengawinkan orang-orang yang masih sendiri karena keluhuran mereka akan ditambah, rezeki mereka akan ditambah, dan akhlak mereka akan diperbaiki oleh Allah sendiri. Juga, siapapun yang bertaqwa kepada Allah, jalan keluar yang diharapkan orang tersebut pasti akan diadakan oleh Allah dan rezeki akan diberikan-Nya dari arah yang sama sekali tidak terduga dan tidak terpikirkan oleh mereka. Namun, bukan berarti kita bisa menikah dengan sembarang pria atau wanita, jika memang itu jodoh yang terbaik dari Allah, tinggalkan segera keraguan untuk menikah.
Hal-Hal Lain sebagai Pembuka Pintu Rezeki
1. Shalat dhuha adalah cara lain untuk mendapatkan rezeki lebih selain menikmati indahnya karunia Allah di dalam menikah. Inilah shalat yang dapat membuka pintu rezeki dan baik dikerjakan saat siang hari waktu matahari sepenggalan naik. Ini karena jumlah raka’at adalah dari dua hingga dua belas. Doa dalam shalat ini mengandung permintaan rezeki yang begitu luas, rezeki dari laut, bumi dan langit, serta dari yang sulit dan meminta untuk dimudahkan, dan dari sedikit dan meminta untuk diperbanyak. Melakukan shalat ini sesering mungkin cukup percaya saja InsyaAllah, pintu rezeki akan dibuka oleh Allah di luar dugaan kita.
2. Bersedekah juga termasuk di dalam rahasia membuka pintu rezeki dan bahkan dianggap cara yang paling ampuh. Ada yang mengatakan bahwa kalau menginginkan rezeki dadakan maka jangan lupa untuk sedekah dadakan juga. Kalau ingin mendapat senyuman, maka berikan sedekah senyuman. kalau mengharapkan uang banyak, uang untuk sedekah pun jangan pelit-pelit. Pahala sedekah kita ini akan dilipatgandakan oleh Allah hingga beratus-ratus kali lipat.
3. Bersyukur juga kunci utama untuk mendapat rezeki lebih karena di dalam Al-Qur’an pun Allah sudah berjanji akan menambahkan segala nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur. Bersyukur bukan hanya saat kita mendapat berkah dari Allah, tapi lebih ke bersyukur akan apa saja yang diberikan oleh Allah kepada kita, entah itu kita lihat atau tidak. Jadi, menikah membuka pintu rizqi tapi kalau setelah menikah kemudian juga shalat dhuha dikerjakan dengan rajin, sering bersedekah dan lebih pandai dalam bersyukur, rezeki berlimpah-limpah InsyaAllah milik kita.
Penjelasan Tentang Menikah Membuka Pintu Rizqi
Salah satu ayat Al-Qur’an pun membahas tentang hal menikah menjadi pembuka pintu rezeki yang halal. Dikatakan bahwa orang-orang yang sendirian di antara kita perlu untuk dinikahkan dan orang-orang yang menikah adalah dari hamba-hamba sahaya yang perempuan dan hamba sahaya yang laki-laki. Bila dalam keadaan miskin maka Allah yang akan memberi kekayaan kepada mereka karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Luas (pemberian-Nya).
Masih berhubungan dengan ayat tersebut, Umar bin Khattab ra pernah mengomentari bahwa ia heran dengan orang yang tidak mau mendapatkan kekayaan melalui pernikahan, padahal Allah sendiri telah berfirman bahwa kalaupun mereka miskin, maka dengan keutamaan-Nya Dia akan memberikan kekayaan yang tentunya semuanya halal. Ayat tersebut pun dikuatkan oleh Nabi SAW di mana ia bersabda dari Aisyah untuk menikahi kaum wanita itu, maka rezeki atau harta akan datang kepada kita.
Menikahlah maka engkau akan kaya karena Nabi SAW juga bersabda untuk mengawinkan orang-orang yang masih sendiri karena keluhuran mereka akan ditambah, rezeki mereka akan ditambah, dan akhlak mereka akan diperbaiki oleh Allah sendiri. Juga, siapapun yang bertaqwa kepada Allah, jalan keluar yang diharapkan orang tersebut pasti akan diadakan oleh Allah dan rezeki akan diberikan-Nya dari arah yang sama sekali tidak terduga dan tidak terpikirkan oleh mereka. Namun, bukan berarti kita bisa menikah dengan sembarang pria atau wanita, jika memang itu jodoh yang terbaik dari Allah, tinggalkan segera keraguan untuk menikah.
Hal-Hal Lain sebagai Pembuka Pintu Rezeki
1. Shalat dhuha adalah cara lain untuk mendapatkan rezeki lebih selain menikmati indahnya karunia Allah di dalam menikah. Inilah shalat yang dapat membuka pintu rezeki dan baik dikerjakan saat siang hari waktu matahari sepenggalan naik. Ini karena jumlah raka’at adalah dari dua hingga dua belas. Doa dalam shalat ini mengandung permintaan rezeki yang begitu luas, rezeki dari laut, bumi dan langit, serta dari yang sulit dan meminta untuk dimudahkan, dan dari sedikit dan meminta untuk diperbanyak. Melakukan shalat ini sesering mungkin cukup percaya saja InsyaAllah, pintu rezeki akan dibuka oleh Allah di luar dugaan kita.
2. Bersedekah juga termasuk di dalam rahasia membuka pintu rezeki dan bahkan dianggap cara yang paling ampuh. Ada yang mengatakan bahwa kalau menginginkan rezeki dadakan maka jangan lupa untuk sedekah dadakan juga. Kalau ingin mendapat senyuman, maka berikan sedekah senyuman. kalau mengharapkan uang banyak, uang untuk sedekah pun jangan pelit-pelit. Pahala sedekah kita ini akan dilipatgandakan oleh Allah hingga beratus-ratus kali lipat.
3. Bersyukur juga kunci utama untuk mendapat rezeki lebih karena di dalam Al-Qur’an pun Allah sudah berjanji akan menambahkan segala nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur. Bersyukur bukan hanya saat kita mendapat berkah dari Allah, tapi lebih ke bersyukur akan apa saja yang diberikan oleh Allah kepada kita, entah itu kita lihat atau tidak. Jadi, menikah membuka pintu rizqi tapi kalau setelah menikah kemudian juga shalat dhuha dikerjakan dengan rajin, sering bersedekah dan lebih pandai dalam bersyukur, rezeki berlimpah-limpah InsyaAllah milik kita.
Nafkah adalah Hak Kuat untuk Istri
WAHAI SUAMI PAHAMILAH
Nafkah adalah Hak Kuat untuk Istri
Di dalam rumah tangga terdapat hubungan dan keterkaitan hak dan kewajiban antara suami dengan istri, hak dan kewajiban ini diletakkan secara seimbang dan sejajar di antara suami istri, rumah tangga akan berjalan dan mengalir dengan baik dan lancar jika hak dan kewajiban ini dilaksanakan dan ditunaikan dengan benar dan konsekuen oleh suami dan istri, sebaliknya jika ada pihak dalam rumah tangga yang melalaikan kewajibannya maka secara otomatis ada pihak yang pasti merasa haknya terabaikan, dalam situasi seperti ini rumah tangga sangat riskan terhadap konflik dan perseteruan, penyebabnya adalah ketidakselarasan yang terjadi dalam hak dan kewajiban di antara suami dengan istri.
Dalam praktek di lapangan yang sering menjadi obyek sasaran dengan diabaikannya hak-haknya adalah istri, hal ini disebabkan –salah satunya- oleh kelemahan dari sisi fisik dan kelembutan dari sisi tabiat yang ada pada istri sebagai seorang wanita, sehingga hal ini sering dimanfaatkan oleh sebagian laki-laki yang buruk untuk menzhaliminya dengan tidak menunaikan sebagian dari hak-haknya atau seluruh hak-haknya. Seorang laki-laki datang kepada al-Hasan bin Ali, dia berkata, “Aku memiliki seorang anak perempuan, kepada siapakah aku menikahkannya?’ Al-Hasan menjawab, “Nikahkanlah kepada orang yang bertakwa, jika dia menyintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika dia tidak menyintainya maka dia tidak menzhaliminya.”
Islam menetapkan bahwa nafkah merupakan hak istri kewajiban suami, walaupun istri berkecukupan dan mampu menafkahi dirinya sendiri, hal ini tetap tidak menggugurkan haknya dalam nafkah selama istri tidak menggugurkannya dari suaminya. Kewajiban nafkah yang harus dipikul oleh suami ini ditetapkan oleh beberapa dalil dari al-Qur`an dan sunnah, di antaranya adalah :
Firman Allah, “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 233).
Firman Allah, “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.”(Ath-Thalaq: 7).
Sabda Nabi shallallohu 'alaihi wasallam dalam hadits Jabir bin Abdullah yang diriwayatkan oleh Muslim, hadits haji yang panjang, beliau menyinggung para wanita dengan sabdanya,
وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالمَعْرُوْفِ.
“Dan untuk mereka atas kalian rizki dan pakaian dengan cara yang ma’ruf.”
Dari Hakim bin Muawiyah dari bapaknya berkata, Aku berkata, “Ya Rasulullah, apa hak istri salah seorang diantara kami atasnya?” Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam menjawab,
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ، وَتَكْسُوْهَا إِذَا كْتَسَيْتَ، وَلاَ تَضْرُبِ الوَجْهَ، وَلاَ تُقَبِّح.
“Hendaknya kamu memberinya makan apabila kamu makan, memberinya pakaian jika kamu berpakaian, jangan memukul wajah dan jangan berkata kepadanya, ‘Semoga Allah memperburukkanmu’.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa`i dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh al-Hakim dan Ibnu Hibban).
Harta terbaik yang diinfakkan oleh seseorang adalah harta yang dia infakkan kepada keluarganya, infak kepada keluarga mengungguli infak-infak di bidang lainnya.
وعن ابي هريرة رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قال : قال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلًّمَ : دِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَدِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِيْنَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلىَ مِسْكِيْنٍ، وَدِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلىَ أَهْلِكَ، أَعْظَمُهَا أَجْرًا الّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلىَ أَهْلِكَ .
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, “Satu dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan hamba sahaya, satu dinar yang kamu infakkan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu infakkan kepada keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang kamu infakkan kepada keluargamu.”(HR. Muslim)
Hak nafkah untuk keluarga sangat ditekankan dalam Islam, seseorang akan memikul dosa yang tidak ringan jika dia menelantarkan orang yang semestinya dinafkahinya.
وعن عبد الله بن عمرو بن العاص رَضِيَ اللهُ عَنْهُما قال : قال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلًّمَ : كَفَى بِالمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوْتُ.
Dari Abdullah bin Amru bin al-Ash berkata, Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, “Cukuplah seseorang itu memikul dosa besar apabila dia menyia-nyiakan orang yang seharusnya dia nafkahi.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh an-Nawawi dalam Riyadh ash-Shalihin no. 6/294).
Diriwayatkan oleh Muslim dengan maknanya, Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, “Cukuplah seseorang itu memikul dosa besar jika dia menahan nafkah orang yang wajib dia nafkahi.”
Apabila nafkah tidak diberikan sepenuhnya oleh suami kepada istri sehingga istri dan anak-anaknya kekurangan maka istri diizinkan untuk mengambil dari harta suaminya sebatas yang dibutuhkan dengan cara yang ma’ruf tanpa sepengetahuan suami.
Dari Aisyah berkata, Hindun binti Utbah istri Abu Sufyan datang kepada Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam, dia berkata, “Ya Rasulullah, Abu Sufyan adalah suami yang pelit, dia tidak memberiku nafkah yang mencukupiku dan anak-anakku kecuali apa yang aku ambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya, apakah aku berdosa karena itu?” Nabi shallallohu 'alaihiu wasallam bersabda,
خُذِي مِنْ مَالِهِ بِالمَعْرُوْفِ مَايَكْفِيْكِ، وَيَكْفِي بَنِيْكِ .
“Ambillah dari hartanya dengan cara yang ma’ruf apa yang mencukupimu dan anak-anakmu.” (Muttafaq alaihi).
Jika suami terbelit kesulitan sehingga dia tidak mampu memberi nafkah kepada istri dan istri tidak rela dengan kondisi tersebut maka istri berhak mengajukan hak fasakh pernikahan dengan alasan kesulitan suami dalam memberi nafkah, dalam kamus fuqaha dikenal dengan al-Faskhu bil i’sar.
Dari Said bin al-Musayyib tentang seorang laki-laki yang tidak memiliki apa yang dia nafkahkan kepada istrinya, dia berkata, “Keduanya dipisahkan.” Diriwayatkan oleh Said bin Manshur. Dan dari Sufyan ats-Tsauri dan Abu Zanad darinya berkata, Aku berkata kepada Said, “Sunnah?” Dia menjawab, “Sunnah.” Ibnu Hajar berkata dalam Bulugh al-Maram, “Ini adalah mursal yang kuat.”
Nafkah adalah Hak Kuat untuk Istri
Dalam praktek di lapangan yang sering menjadi obyek sasaran dengan diabaikannya hak-haknya adalah istri, hal ini disebabkan –salah satunya- oleh kelemahan dari sisi fisik dan kelembutan dari sisi tabiat yang ada pada istri sebagai seorang wanita, sehingga hal ini sering dimanfaatkan oleh sebagian laki-laki yang buruk untuk menzhaliminya dengan tidak menunaikan sebagian dari hak-haknya atau seluruh hak-haknya. Seorang laki-laki datang kepada al-Hasan bin Ali, dia berkata, “Aku memiliki seorang anak perempuan, kepada siapakah aku menikahkannya?’ Al-Hasan menjawab, “Nikahkanlah kepada orang yang bertakwa, jika dia menyintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika dia tidak menyintainya maka dia tidak menzhaliminya.”
Islam menetapkan bahwa nafkah merupakan hak istri kewajiban suami, walaupun istri berkecukupan dan mampu menafkahi dirinya sendiri, hal ini tetap tidak menggugurkan haknya dalam nafkah selama istri tidak menggugurkannya dari suaminya. Kewajiban nafkah yang harus dipikul oleh suami ini ditetapkan oleh beberapa dalil dari al-Qur`an dan sunnah, di antaranya adalah :
Firman Allah, “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 233).
Firman Allah, “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.”(Ath-Thalaq: 7).
Sabda Nabi shallallohu 'alaihi wasallam dalam hadits Jabir bin Abdullah yang diriwayatkan oleh Muslim, hadits haji yang panjang, beliau menyinggung para wanita dengan sabdanya,
وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالمَعْرُوْفِ.
“Dan untuk mereka atas kalian rizki dan pakaian dengan cara yang ma’ruf.”
Dari Hakim bin Muawiyah dari bapaknya berkata, Aku berkata, “Ya Rasulullah, apa hak istri salah seorang diantara kami atasnya?” Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam menjawab,
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ، وَتَكْسُوْهَا إِذَا كْتَسَيْتَ، وَلاَ تَضْرُبِ الوَجْهَ، وَلاَ تُقَبِّح.
“Hendaknya kamu memberinya makan apabila kamu makan, memberinya pakaian jika kamu berpakaian, jangan memukul wajah dan jangan berkata kepadanya, ‘Semoga Allah memperburukkanmu’.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa`i dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh al-Hakim dan Ibnu Hibban).
Harta terbaik yang diinfakkan oleh seseorang adalah harta yang dia infakkan kepada keluarganya, infak kepada keluarga mengungguli infak-infak di bidang lainnya.
وعن ابي هريرة رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قال : قال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلًّمَ : دِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَدِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ، وَدِيْنَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلىَ مِسْكِيْنٍ، وَدِيْنَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلىَ أَهْلِكَ، أَعْظَمُهَا أَجْرًا الّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلىَ أَهْلِكَ .
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, “Satu dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan hamba sahaya, satu dinar yang kamu infakkan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu infakkan kepada keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang kamu infakkan kepada keluargamu.”(HR. Muslim)
Hak nafkah untuk keluarga sangat ditekankan dalam Islam, seseorang akan memikul dosa yang tidak ringan jika dia menelantarkan orang yang semestinya dinafkahinya.
وعن عبد الله بن عمرو بن العاص رَضِيَ اللهُ عَنْهُما قال : قال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلًّمَ : كَفَى بِالمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوْتُ.
Dari Abdullah bin Amru bin al-Ash berkata, Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, “Cukuplah seseorang itu memikul dosa besar apabila dia menyia-nyiakan orang yang seharusnya dia nafkahi.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh an-Nawawi dalam Riyadh ash-Shalihin no. 6/294).
Diriwayatkan oleh Muslim dengan maknanya, Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, “Cukuplah seseorang itu memikul dosa besar jika dia menahan nafkah orang yang wajib dia nafkahi.”
Apabila nafkah tidak diberikan sepenuhnya oleh suami kepada istri sehingga istri dan anak-anaknya kekurangan maka istri diizinkan untuk mengambil dari harta suaminya sebatas yang dibutuhkan dengan cara yang ma’ruf tanpa sepengetahuan suami.
Dari Aisyah berkata, Hindun binti Utbah istri Abu Sufyan datang kepada Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam, dia berkata, “Ya Rasulullah, Abu Sufyan adalah suami yang pelit, dia tidak memberiku nafkah yang mencukupiku dan anak-anakku kecuali apa yang aku ambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya, apakah aku berdosa karena itu?” Nabi shallallohu 'alaihiu wasallam bersabda,
خُذِي مِنْ مَالِهِ بِالمَعْرُوْفِ مَايَكْفِيْكِ، وَيَكْفِي بَنِيْكِ .
“Ambillah dari hartanya dengan cara yang ma’ruf apa yang mencukupimu dan anak-anakmu.” (Muttafaq alaihi).
Jika suami terbelit kesulitan sehingga dia tidak mampu memberi nafkah kepada istri dan istri tidak rela dengan kondisi tersebut maka istri berhak mengajukan hak fasakh pernikahan dengan alasan kesulitan suami dalam memberi nafkah, dalam kamus fuqaha dikenal dengan al-Faskhu bil i’sar.
Dari Said bin al-Musayyib tentang seorang laki-laki yang tidak memiliki apa yang dia nafkahkan kepada istrinya, dia berkata, “Keduanya dipisahkan.” Diriwayatkan oleh Said bin Manshur. Dan dari Sufyan ats-Tsauri dan Abu Zanad darinya berkata, Aku berkata kepada Said, “Sunnah?” Dia menjawab, “Sunnah.” Ibnu Hajar berkata dalam Bulugh al-Maram, “Ini adalah mursal yang kuat.”
Selasa, 01 September 2015
7 Alasan Inilah Cowok Sering Males Datang ke Acara Bukber
Bukannya Sombong, Tapi Karena 7 Alasan Inilah Cowok Sering Males Datang ke Acara Bukber
Gerry Maulana Thiar
27 Juni 2016
http://www.hipwee.com/hiburan/cowok/bukannya-sombongi-tapi-karena-7-alasan-inilah-cowok-sering-males-datang-ke-acara-bukber/?utm_content=buffer10289&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer
http://www.zlvn.net
Memasuki 10 terakhir bulan puasa, biasanya undangan buka bersama akan datang bertubi-tubi. Dalam Islam, 10 hari terakhir di bulan puasa adalah penghindaran diri dari siksa api neraka. Tapi dalam budaya di Indonesia, sepuluh hari terakhir adalah momen dimana dosa bisa bertambah banyak gara-gara bukber. Mulai dari bukber temen SD, SMP, SMA, bahkan sampai bukber bareng komunitas, kita jabanin.
Namun ternyata, kalau kamu tahu 7 alasan ini, kamu bisa mikir-mikir lagi buat datang bukber. Ternyata banyak juga mudhorotnya, makanya bisa kita bilang nggak penting-penting amat. Gak percaya?
Setuju atau tidak, di balik acara buka bersama, ada misi terselubung pamer kekayaan dan pencapaian.
Ilustrasi: “Sekarang dimana? Sibuk apa?” via www.zlvn.net
Dalam sebuah acara buka bersama bertajuk reuni, kita biasanya lupa soal ujuan utama. Acara buka bersama pun malah jadi ajang nambah dosa. Dan salah satu sumber dosanya datang karena kita bisa menyakiti perasaan orang lain soal karir, kekayaan bahkan keluarga. Dalam agama apapun sombong itu dilarang. Dasar manusia~
Tajuk utamanya sih buat sekalian silaturahmi, tapi nyatanya malah fokus sama gadgetnya masing-masing.
Katanya kumpul~ via static.pulsk.com
Ini salah satu alasan kenapa bukber nggak terlalu penting buat kamu datangi. Soalnya, kita pasti tahu, apa tujuan dari sebuah acara bukber sambil reunian, yaitu menjaga tali silaturahmi satu sama lain. Namun, kini, gimana kamu mau bertukar cerita kalau nanti di sana cuma fokus sama gadgetnya masing-masing. Entah buat chat sama pacarnya, nyimak chat grup, foto-foto, update status di berbagai medsos, bahkan sampai stalking akun mantan. :))
Bukber adalah momen tepat untuk bicara keseruan masa lalu, tapi ujung-ujungnya malah jadi ajang gibah.
Ilustrasi: Ngomongin orang via 3.bp.blogspot.com
Acara bukber merupakan momen pas untuk mengenang dan memutar memori. Soalnya, kapan lagi kita bisa berbagi nostalgia lalu secara nyata, tak maya. Iya nggak? Ehhh tapi, isinya malah ngomongin orang lain. Apalagi kalau ada beberapa teman yang nggak bisa hadir. Bisa-bisa temen kita itu digibahin dan dikatain sombonglah gara-gara berhalangan hadir. Huft.
Acara bukber juga bisa bikin rasa gengsimu meninggi. Demi prestis kamu rela boros deh~
Waduh harganyaaa via cdn.klimg.com
Nih, guys, dengerin fenomena timbulnya rasa gengsi ketika bukber-bukber bakal menghampirimu. Kamu yang biasanya ngerasa hidup itu ketika makan (nasi+lauk) seharga Rp 10.000, bakal menilai itu bukan apa-apa ketika bukber. Kamu dengan royalnya memilih menu yang mahal. Mending kalau duit sendiri, lha kalau duit orang tua. Mendingan makan di rumah bareng keluarga. GRATIS!
Bulan Ramadan harusnya jadi ajang memperbaiki diri, bukan malah melewatkan solat Maghrib, Isya dan tarawih karena bukber.
Ilustrasi: duhh nggak solat.. via ikaplusakti.files.wordpress.com
Ini nih suka yang kerap luput dari perhatian kita. Gara-gara acara buka bersama, kita suka melewatkan hal yang jadi kewajiban kamu. Entah disengaja atau tidak, kamu melewatkan solat Maghrib, bahkan Isya, yang mana harusnya lebih diutamakan dibanding puasa.
Kamu bisa mengecewakan ibumu. Padahal dia sudah masak makanan kesukaanmu supaya bisa melihat senyummu di meja makan.
“Udah ibu masakin makanan kesukaanmu, nak.” via cdn-2.tstatic.net
Apa yang akan dirasakan oleh ibumu kalau kamu keseringan bukber adalah kecewa. Bayangkan saya, ia sudah menunggu kedatangan kamu dari kota rantau semenjak suasana Ramadan mulai tiba. Ia tahu kalau anaknya akan segera datang di penghujung akhir bulan Ramadan. Namun ketika kamu pulang ke rumah, dan lebih sering datang bukber daripada buka puasa bareng orang tuanya, akan ada hati ibu yang kecewa. Bijak-bijaklah mengatur waktu.
Kalau kamu pernah punya seseorang dengan cerita pahit di masa lalu, bukber juga bisa mengungkit luka lama.
Ketemu mantan terindah via cdn-2.tstatic.net
Ini saran buat kamu yang susah move on dari masa lalu. Hindarilah bukber ketimbang malah nambah galau. Lebih tambah galau kalau mantanmu itu sekarang ternyata jadian sama temenmu sendiri. Aduhhh sakit. Mendingan buka di rumah aja deh, daripada mengungkit rasa sakit masa lalu.
Gimana? Masuk akal ‘kan alesan-alesannya? Hipwee nggak ngelarang kok kamu buat ikut puasa. Itu hak kamu. Kalau pun kamu berhalangan hadir, ya, nggak usahlah sedih-sedih amat. Niatnya silaturahmi, eh malah lebih banyak dosanya.
Gerry Maulana Thiar
27 Juni 2016
http://www.hipwee.com/hiburan/cowok/bukannya-sombongi-tapi-karena-7-alasan-inilah-cowok-sering-males-datang-ke-acara-bukber/?utm_content=buffer10289&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer
http://www.zlvn.net
Memasuki 10 terakhir bulan puasa, biasanya undangan buka bersama akan datang bertubi-tubi. Dalam Islam, 10 hari terakhir di bulan puasa adalah penghindaran diri dari siksa api neraka. Tapi dalam budaya di Indonesia, sepuluh hari terakhir adalah momen dimana dosa bisa bertambah banyak gara-gara bukber. Mulai dari bukber temen SD, SMP, SMA, bahkan sampai bukber bareng komunitas, kita jabanin.
Namun ternyata, kalau kamu tahu 7 alasan ini, kamu bisa mikir-mikir lagi buat datang bukber. Ternyata banyak juga mudhorotnya, makanya bisa kita bilang nggak penting-penting amat. Gak percaya?
Setuju atau tidak, di balik acara buka bersama, ada misi terselubung pamer kekayaan dan pencapaian.
Ilustrasi: “Sekarang dimana? Sibuk apa?” via www.zlvn.net
Dalam sebuah acara buka bersama bertajuk reuni, kita biasanya lupa soal ujuan utama. Acara buka bersama pun malah jadi ajang nambah dosa. Dan salah satu sumber dosanya datang karena kita bisa menyakiti perasaan orang lain soal karir, kekayaan bahkan keluarga. Dalam agama apapun sombong itu dilarang. Dasar manusia~
Tajuk utamanya sih buat sekalian silaturahmi, tapi nyatanya malah fokus sama gadgetnya masing-masing.
Katanya kumpul~ via static.pulsk.com
Ini salah satu alasan kenapa bukber nggak terlalu penting buat kamu datangi. Soalnya, kita pasti tahu, apa tujuan dari sebuah acara bukber sambil reunian, yaitu menjaga tali silaturahmi satu sama lain. Namun, kini, gimana kamu mau bertukar cerita kalau nanti di sana cuma fokus sama gadgetnya masing-masing. Entah buat chat sama pacarnya, nyimak chat grup, foto-foto, update status di berbagai medsos, bahkan sampai stalking akun mantan. :))
Bukber adalah momen tepat untuk bicara keseruan masa lalu, tapi ujung-ujungnya malah jadi ajang gibah.
Ilustrasi: Ngomongin orang via 3.bp.blogspot.com
Acara bukber merupakan momen pas untuk mengenang dan memutar memori. Soalnya, kapan lagi kita bisa berbagi nostalgia lalu secara nyata, tak maya. Iya nggak? Ehhh tapi, isinya malah ngomongin orang lain. Apalagi kalau ada beberapa teman yang nggak bisa hadir. Bisa-bisa temen kita itu digibahin dan dikatain sombonglah gara-gara berhalangan hadir. Huft.
Acara bukber juga bisa bikin rasa gengsimu meninggi. Demi prestis kamu rela boros deh~
Waduh harganyaaa via cdn.klimg.com
Nih, guys, dengerin fenomena timbulnya rasa gengsi ketika bukber-bukber bakal menghampirimu. Kamu yang biasanya ngerasa hidup itu ketika makan (nasi+lauk) seharga Rp 10.000, bakal menilai itu bukan apa-apa ketika bukber. Kamu dengan royalnya memilih menu yang mahal. Mending kalau duit sendiri, lha kalau duit orang tua. Mendingan makan di rumah bareng keluarga. GRATIS!
Bulan Ramadan harusnya jadi ajang memperbaiki diri, bukan malah melewatkan solat Maghrib, Isya dan tarawih karena bukber.
Ilustrasi: duhh nggak solat.. via ikaplusakti.files.wordpress.com
Ini nih suka yang kerap luput dari perhatian kita. Gara-gara acara buka bersama, kita suka melewatkan hal yang jadi kewajiban kamu. Entah disengaja atau tidak, kamu melewatkan solat Maghrib, bahkan Isya, yang mana harusnya lebih diutamakan dibanding puasa.
Kamu bisa mengecewakan ibumu. Padahal dia sudah masak makanan kesukaanmu supaya bisa melihat senyummu di meja makan.
“Udah ibu masakin makanan kesukaanmu, nak.” via cdn-2.tstatic.net
Apa yang akan dirasakan oleh ibumu kalau kamu keseringan bukber adalah kecewa. Bayangkan saya, ia sudah menunggu kedatangan kamu dari kota rantau semenjak suasana Ramadan mulai tiba. Ia tahu kalau anaknya akan segera datang di penghujung akhir bulan Ramadan. Namun ketika kamu pulang ke rumah, dan lebih sering datang bukber daripada buka puasa bareng orang tuanya, akan ada hati ibu yang kecewa. Bijak-bijaklah mengatur waktu.
Kalau kamu pernah punya seseorang dengan cerita pahit di masa lalu, bukber juga bisa mengungkit luka lama.
Ketemu mantan terindah via cdn-2.tstatic.net
Ini saran buat kamu yang susah move on dari masa lalu. Hindarilah bukber ketimbang malah nambah galau. Lebih tambah galau kalau mantanmu itu sekarang ternyata jadian sama temenmu sendiri. Aduhhh sakit. Mendingan buka di rumah aja deh, daripada mengungkit rasa sakit masa lalu.
Gimana? Masuk akal ‘kan alesan-alesannya? Hipwee nggak ngelarang kok kamu buat ikut puasa. Itu hak kamu. Kalau pun kamu berhalangan hadir, ya, nggak usahlah sedih-sedih amat. Niatnya silaturahmi, eh malah lebih banyak dosanya.
Langganan:
Postingan (Atom)