Jumat, 04 September 2015

Seorang GADIS yang BISA MELIHAT HANTU

Suatu hari rombongan akhwat, sekitar 5 gadis dari Perguruan Tinggi di Surabaya datang ke tempat saya.

Meminta bantuan pada saya, agar meruqiyah salah satu temannya, taruhlah namanya "Bunga" agar bisa sembuh dari gangguannya.

Jadi si Bunga ini, seorang gadis dari sebuah desa di daerah Jawa Timur. Kuliah di Surabaya berstatus kos. Si Bunga punya kelebihan bisa melihat Hantu. Waah serem nih..

Jadi ketika di Kampus, dia bisa melihat si Hantu sedang ngapain saja. Misal sedang berdiri di sebelah dosen. Atau sedang duduk-duduk di kelas. Atau sedang bergelantungan di atap, si Bunga bisa melihat dengan jelas.
Waah kayak film yaa..

Seringkali si Hantu mengganggu Bunga, saat melakukan apapun. Misalkan, Bunga mau berdiri beranjak dari kursinya untuk maju ke depan, tiba-tiba si Hantu memegang paha nya dengan erat. Tentu Bunga tak dapat berdiri, bahkan keluar keringat dingin. Haduuh...

Yang lebih seru, laiknya film horror Hollywood, si Bunga bisa tahu kejadian bunuh diri tahun sekian, ada seorang gadis bunuh diri dari lantai sekian, serta diskripsi gadis yang bunuh diri bisa tahu persis dengan jelas. Padahal itu kejadian puluhan tahun silam. Teman-temannya penasaran, lalu melacak mencari tahu kebenarannya, ternyata benar semua tentang diskripsi si "Bunuh Diri" tadi. Waaah keren yaa..

Bahkan saat datang ke tempat saya, si Bunga berkata sambil wajahnya pucat pasi, "Ustadzah Etty....  itu si Hantunya sedang dekatnya ustadzah Etty, dia ngikuti saya ke sini.."
Waah..

Hemm.. saya tenang saja..

Sementara teman-teman akhwatnya pada merinding dan ikut pucat pasi juga..

Melihat kisah ini, saya hanya tersenyum dan tenang saja. Tidak sedikitpun saya takut.

Tapi saya tidak mau serta merta meruqiyah si Bunga. Karena saya tahu betul, bagaimana Hantu dan Jin bisa bersatu dengan orang yang seperti apa dan bagaimana ??

Prinsip penting yang wajib kita ketahui adalah, jika seseorang bisa melihat Hantu alias makhluq ghoib, maka dalam dirinya ada Jin nya juga.
JANGAN BANGGA dulu, karena hal tersebut harus segera di sembuhkan.
Peka boleh, tapi kalau sampai bisa melihat sejelasnya, na'udzubillahi mindzalik.

Wahai siapapun yang membaca tulisan saya ini, jika ada seseorang bisa melihat yang ghaib, maka ada beberapa sebab.

1. KETURUNAN , mungkin para orang tua, kakek nenek, atau nenek moyangnya dulu, ada yang punya ilmu kesaktian, punya rajah, punya perjanjian dengan Jin, dan lain sebagainya. Maka pasti akan menurun ke salah satu garis keturunan.
2. TEKANAN KEJIWAAN, bisa di sebabkan karena hutang riba, beban hutang pada orang lain, beban kemiskinan, beban permusuhan dengan orang lain, tekanan gesekan dengan orang tua, tuntutan idealisme yang tidak realistis, ambisius dalam mencapai target pendidikan dan pekerjaan, dan lain sebagainya.
3. HUBUNGAN ASMARA TERLARANG, misal ada hubungan asmara dengan lawan jenis, yang menjadikan tidak terkontrol, berpacaran yang sampai menjurus kepada perzinahan. Perselingkuhan bagi pasangan suami isteri. Atau penyimpangan prilaku sexual.
4. KARAKTER PRIBADI YANG BURUK, suka iri dengki, sombong, ambisius selalu ingin mengalahkan orang lain, gegabah, gampang marah, suka berputus asa, berkecil hati dan lain sebagainya.
5. GANGGUAN SIHIR, karena pelet, teluh, guna-guna dan lain sebagainya.
6. MEMASUKI DAERAH TEMPAT YANG PENUH DENGAN KEMUSYRIKAN. Sarang maksiyat, maka akan mudah membuat seseorang terpengaruh menjadi hal yang serupa.
7. LEMAHNYA KETAQWAAN KEPADA ALLAH, sehingga banyak meninggalkan ibadah wajib dan sunnah. Atau lemahnya aqidah, sehingga mudah di belokkan ke jalan sesat, meminta bantuan selain Allah.
8. Sengaja BERTEMAN dengan JIN untuk mendapat bala bantuan agar bisa tercapai berbagai tujuannya.

Nah usut punya usut, berdasarkan investigasi saya. Maka si Bunga masuk pada kategori ke dua. Yaitu mendapatkan tekanan jiwa.

 Tekanan jiwa yang seperti apa ?

Ternyata, ibu si Bunga, selalu menuntut Bunga agar secepatnya menikah dengan lelaki yang kaya. Setiap Bunga pulang ke desa, selalu di omelin, dan di bentak bentak..

"Bunga.. buat apa kamu cantik, kalau tidak bisa menikah dengan orang yang kaya. Lihat itu si A, si B, si C suaminya orang kaya semua. "

"Ibu.. aku nggak cari suami kaya, aku cari suami yang sholih bu.."

"Nggak penting sholih itu, yang penting kaya. Kalau miskin, kamu makan batu tah ??"

Selalu saja, bertengkar dengan urusan itu itu saja. Sementara usia Bunga yang masih semester awal 19 tahun, ke Surabaya tidak di fasilitasi orang tua dengan baik.
Si ibu hanya memberi bekal beras beberapa kilogram.
Sementara kakaknya yang sudah berumah tangga, hanya mensubsidi Bunga, perbulan hanya 200 ribu saja.

Melihat ceritanya, sontak saya bengong dan tak habis fikir.
Hari gini hidup di Surabaya di bekalin beras dan uang 200 ribu saja ??!! Haah !! Sementara Bunga gadis lugu, belum bisa cari duwit.

Apa nggak stress haaah ????

Astaghfirullohal adhiim..
Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun...
Sedih rasanya..

Kalau temannya makan bakso, apa dia nggak pingin ??
Kalau temannya beli Soto, dia hanya makan nasi, apa nggak senewen haaah ??

Yaa pantas saja, si Bunga senewen alias depresi lah. Hanya saja, seringkali masyarakat kita tidak "CERDAS" melihat penyebab-penyebab psikis seseorang. Memang sangat sulit di ketahui, kalau si korban tutup mulut. Seringkali kita ini menahan beban sendirian, takut merepotkan orang lain. Tapi ujung-ujungnya juga merepotkan orang lain.

Itu semua karena kelemahan kita dalam menyelesaikan persoalan.
Seringkali tuntutan terlalu idealis, yang kenyataannya tidak realistis.
Seringkali solusinya jalan pintas, bukan pada proses dan faktor penyebabnya apa ??!

Akhirnya saya berikan solusi,
Ke 4 teman akhwat yang mengantarkan ke tempat saya, saya minta untuk memberikan aktifitas kepada Bunga. Kalau sore hingga ba'da maghrib berdayakan Bunga untuk membantu ngajar TPQ di Masjid dekat Kampus atau Kos nya. Biar kata dapat honor 50 ribu, atau 100 ribu, lumayan lah. Juga berkumpul dengan anak-anak di Masjid ngajar Al quran, berkahnya besar. Lalu berikan Bunga dagangan, agar dia dapat untung, yang bisa mencukupi kebutuhan selama sebulan.

Kemudian, Bunga saya berikan nasihat, bagaimana caranya berkomunikasi yang baik dengan ibunya.
Seorang ibu jangan di bantah, tapi merendahlah dan berkatalah dengan tersenyum, "Iya bu.. saya manut saja.. silahkan carikan saya jodoh yang kaya bu..."
Hehehe saya yakin, ibunya pun juga nggak akan sanggup carikan jodoh. Paling-paling diem klakep.
Yang jelas, jangan pernah membuat konflik dengan sang ibu. Nikmati hidup ini dengan gembira, tawakkal, dan ikhlash..

Alhamdulillah.. qodarallah, terapi yang saya berikan ini, dengan sendirinya menghentikan matanya untuk melihat Hantu lagi. Tanpa saya ruqiyah, tanpa saya berikan bidara.

Artinya, kesehatan PSIKIS seseorang sangat rentan berkolaborasi dengan JIN.

Pelajaran bagi para orang tua, jangan pernah  berkonflik dengan anak-anak anda, sebelum anda memberikan bekal material dan non material yang cukup. Jangan banyak menuntut, sebelum anda banyak memberikan apapun pada anak-anak kalian..

Rumah Bahagia,
Etty Sunanti, 23 Juni 2016 / 18 Ramadhan 1437 H

0 komentar:

Posting Komentar