Salah satu bentuk kekerasan (KDRT) atau yang kini secara ilmiah disebut sebagai "intimate relationship terror" (IRT) adalah menyembunyikan gaji, menjatah keuangan pasangan, dan membatasi akses pasangan terhadap keuangan. Boleh saja, ia tak pernah memukul, juga tak pernah mengeluarkan kata-kata pedas dan tajam yang merendahkan, tetapi jika ia tidak terbuka dalam hal keuangan, ia juga melakukan IRT.
Keterbukaan keuangan ini juga salah satu aspek dari kepercayaan -- yang merupakan pondasi perkawinan. Pondasi kepercayaan ini sendiri terdiri atas beberapa aspek: kesamaan persepsi tentang (konsep) Tuhan (bukan sekadar kesamaan agama), kesetiaan hubungan (tidak ada perselingkuhan berdasar kriteria psikologi, bukan berdasar kriteria awam), kemampuan menjadi pribadi yang terandalkan dan keterbukaan keuangan.
Maka, tidak seperti yang dianggap kebanyakan orang, IRT atau KDRT berupa keterbatasan akses keuangan, sesungguhnya sangat merusak, bahkan menggerogoti pondasi perkawinan.
Contoh-contoh KDRT finansial antara lain:
- hanya memberi uang belanja setiap hari,
- keputusan-keputusan finansial utama (menabung, belanja besar [rumah, mobil, asuransi], berhutang, memberi hutang, kartu kredit) diputuskan hanya oleh satu pihak saja,
- merahasiakan jumlah gaji, bonus, atau pendapatan, tabungan, asuransi, dll.
- memiliki rekening rahasia yang tidak diberitahukan kepada pasangan,
- memberitahukan semua rekening, tetapi tidak membolehkan pasangan mengaksesnya,
- mewariskan aset tanpa mendiskusikannya dengan pasangan,
- menggunakan metoda "uang lelaki" dan "uang perempuan."
Idealnya, tak peduli pencari nafkah hanya satu atau dua orang, semua jenis pendapatan dibeberkan secara terbuka. Salah satu saran manajemen finansial perkawinan/keluarga yang menggambarkan kepercayaan adalah: baik pendapatan suami maupun istri dimasukkan dahulu ke satu rekening; kemudian istri dan suami bersama-sama memutuskan pengeluaran rutin, seperti uang belanja/makan, uang kebutuhan rutin (listrik, air, telepon, televisi, internet, dll), tabungan, asuransi dan investasi. Kemudian suami maupun istri bersepakat untuk memasukkan sejumlah tertentu ke rekening khusus suami maupun rekening istri. Walau masing-masing memiliki rekening pribadi, keduanya dapat bersepakat apakah semua atau hanya sebagian pengeluaran saja yang perlu diberitahukan kepada pasangannya. Ada pasangan yang memutuskan bahwa hanya pembelian di atas sekian juta Rupiah yang membutuhkan kesepakatan, tetapi ada pula pasangan yang bersepakat bahwa semua pengeluaran, sekecil apa pun mesti terbuka atau ada catatannya. Jelaslah bahwa agar tidak terjadi KDRT finansial, semua pasangan perlu rapat atau diskusi panjang lebar untuk menetapkan batasan-batasan yang aman bagi keduanya. Lebih baik jika Anda berdua melakukan hal itu sebagai bagian konseling pra-nikah atau pasca-nikah; ditambah dengan konsultasi kepada "personal financial consultant." DB
#MarriageContract #FinancialPlanning #IntimateRelationshipTerror #DomesticViolence #IRT #KDRT
0 komentar:
Posting Komentar