Nafkah istri adalah uang yang khusus diberikan oleh suami kepada istrinya untuk digunakan bagi kepentingan pribadi istri atau uang jajan. Artinya, uang nafkah merupakan kewajiban suami untuk membahagiakan istrinya. Sedangkan uang belanja merupakan kewajiban suami sebagai kepala rumah tangga sebagaimana fungsinya untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya agar kehidupan anggota keluargannya menjadi sejahtera dan layak.
Semua istri berhak menerima uang nafkah dan mereka mempunyai hak sepenuhnya dalam mengelola dan menggunakannya karena memang uang itu adalah haknya. Para istri juga membutuhkan kesempatan untuk memuaskan keinginannya di luar tanggung jawabnya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Para istri pasti memiliki hasrat untuk membahahagiakan dirinya seperti berbelanja, jalan-jalan, pergi ke salon, ikut arisan dan keinginan lain. Namun kita tetap harus melihat kondisi keuangan suami ya. Jika keadaan memang tidak memungkinkan, jangan paksakan kehendak. Nah, jika uang nafkah harus dicampur dengan uang belanja, yang ada pengeluaran menjadi tidak terkontrol dan sistem keuangan rumah tangga jadi kacau balau.
Jika akhirnya para istri dan suami tahu perbedaan ini, tidak lantas membuat istri menuntut kepada suami. Suami memang wajib memberikan nafkah pada istrinya, namun tetap diingat berilah sesuai dengan kemampuan. Jangan memaksakan memberikan lebih, bijaksanalah menjadi kepala rumah tangga. Setiap istri juga harus senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan oleh suami. Istri juga harus pandai-pandai mengatur uang nafkahnya sendiri agar tidak salah sasaran dan tidak salah penggunaannya. Jika dapat disimpan sebagai investasi atau tabungan, itu lebih baik. Tetaplah berhemat dengan uang yang Anda miliki.
sumber : Ruang Perempuan
Semua istri berhak menerima uang nafkah dan mereka mempunyai hak sepenuhnya dalam mengelola dan menggunakannya karena memang uang itu adalah haknya. Para istri juga membutuhkan kesempatan untuk memuaskan keinginannya di luar tanggung jawabnya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Para istri pasti memiliki hasrat untuk membahahagiakan dirinya seperti berbelanja, jalan-jalan, pergi ke salon, ikut arisan dan keinginan lain. Namun kita tetap harus melihat kondisi keuangan suami ya. Jika keadaan memang tidak memungkinkan, jangan paksakan kehendak. Nah, jika uang nafkah harus dicampur dengan uang belanja, yang ada pengeluaran menjadi tidak terkontrol dan sistem keuangan rumah tangga jadi kacau balau.
Jika akhirnya para istri dan suami tahu perbedaan ini, tidak lantas membuat istri menuntut kepada suami. Suami memang wajib memberikan nafkah pada istrinya, namun tetap diingat berilah sesuai dengan kemampuan. Jangan memaksakan memberikan lebih, bijaksanalah menjadi kepala rumah tangga. Setiap istri juga harus senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan oleh suami. Istri juga harus pandai-pandai mengatur uang nafkahnya sendiri agar tidak salah sasaran dan tidak salah penggunaannya. Jika dapat disimpan sebagai investasi atau tabungan, itu lebih baik. Tetaplah berhemat dengan uang yang Anda miliki.
sumber : Ruang Perempuan
0 komentar:
Posting Komentar